Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
    411 research outputs found

    Peningkatan produktivitas pekarangan melalui penerapan teknik budidaya vertikultur berbasis limbah rumah tangga

    Full text link
    Pengembangan potensi suatu desa/kelurahan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat bisa dimulai dengan memanfaatkan pekarangan skala rumah tangga yang ditata dan dikelola dengan baik. Pemanfaatan lahan pekarangan dapat dikelola dengan budidaya tanaman secara vertikultur sebagai inovasi teknologi budidaya di pekarangan skala rumah tangga, sekaligus dapat menjadi alternatif pertanian berkelanjutan. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam perencanaan lanskap pekarangan dengan penerapan teknik budidaya vertikulur untuk peningkatan produktivitas lahan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Barania, Kecamatan Sinjai Barat, Kabupaten Sinjai dengan cara pemberian materi dasar-dasar teknik budidaya vertikultur dengan memanfaatkan limbah rumah tangga. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini telah dilakukan selama enam bulan yang meliputi aktivitas sosialisasi, pelatihan penggunaan limbah rumah tangga sebagai media bahan teknik budidaya, pemilihan media tanam, dan pendampingan. Sasaran kegiatan ini adalah petani dan masyakat yang memiliki lahan pekarangan yang tidak produktif. Pelatihan ini telah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan perserta dalam mempergunakan prosedur sistematis dalam mengelola pekarangan rumahnya. Pemanfaatan lahan pekarangan dengan budidaya tanaman vertikultur telah menjadi inovasi teknologi budidaya yang efektif untuk dikembangkan di pekarangan skala rumah tangga, sekaligus dapat menjadi alternatif pertanian berkelanjutan

    Efektivitas Pemanfaatan Tepung Daun Kelor ( Moringa oleifera ) pada Pakan dengan Penambahan Probiotik untuk Meningkatkan pertumbuhan dan Sintasan pada Benih Ikan Mas (Cyprinus carpio L)

    Full text link
    Penambahan suplementasi daun kelor pada pakan diharapkan dapat meningkatkan nilai gizi dan efisiensi pemanfaatan pakan pada benih ikan mas. Penelitiaan ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh suplementasi tepung daun kelor dan probiotik kedalam pakan terhadap pertumbuhan dan sintasan pada benih ikan mas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 3 perlakuan dan 3 ulangan, sehingga diperoleh 9 unit percobaan. Pada perlakuan A (control), (tepung daun kelor 4% + probiotik 6 ml/kg pakan), B (tepung daun kelor 6% + probiotik 6 ml/kg pakan), dan C (tepung daun kelor 8% + probiotik 6 ml/kg pakan). Parameter yang diukur berupa pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak, dan kelangsungan hidup (SR). Hasil penelitian ini menujukkan penambahan tepung daun kelor yang dikombinasikan dengan peobiotik pada pakan memberikan pengaruh nyata terhadap berat mutlak, panjang mutlak dan berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup benih ikan mas dengan dosis optimum dalam memberikan pertumbuhan terbaik pada benih ikan mas adalah pada perlakuan C dengan dosis tepung daun kelor 8% dan probiotik 6 ml/kg pakan. Daun kelor adalah tanaman yang mengandung protein cukup tinggi untuk pertumbuhan serta mengandung flovanoid, saponin, dan vitamin A, B, dan C yang dapat memicu ketahan tubuh, dan probiotik dapat meningkatkan daya cerna pakan pada usus ikan, sehingga penyerapan nutrisi yang ada pada ikan dapat terserap sempurna

    Fortifikasi Ikan Bandeng pada Opak Singkong

    Full text link
    Opak merupakan makanan camilan sejenis kerupuk, terbuat dari singkong yang melalui proses penggilingan dan perebusan kemudian diberi garam dan daun kucai, dibentuk bulat dan tipis-tipis dijemur lalu digoreng. Opak umumnya dipasarkan dalam bentuk matang maupun mentah. Fortifikasi ikan bandeng pada pembuatan opak merupakan salah satu upaya peningkatan nilai gizi produk makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi penambahan ikan bandeng terbaik pada pembuatan opak dan menganalisis mutu kimia dan organoleptik opak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan variasi penambahan ikan bandeng  sebesar 5% ; 10% dan 15%. Parameter uji yang dilakukan pada pada penelitian ini yaitu kadar air, kadar protein, kadar lemak dan uji organoleptik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar air opak yang telah difortifikasi ikan bandeng berada pada kisaran 3,09 -3,93%, kadar lemak 11,61-24.07% dan kadar protein 3,59-7,81%. Hasil uji organoleptik menunjukkan bahwa semakin tinggi konsentrasi penambahan ikan bandeng maka semakin rendah penilaian konsumen terhadap opak. Perlakuan penambahan ikan bandeng 5% merupakan perlakuan terbaik dengan nilai kadar air 3.09%, kadar lemak 24.07%, kadar protein 3.59% serta nilai kesukaan warna, tekstur, aroma dan rasa  4 (suka)

    Kualitas fisik bakso daging ayam afkir dengan penambahan ekstrak buah patikala (Etlingera elatior)

    Full text link
    Buah patikala (Etlingera elatior) merupakan rempah lokal Indonesia yang banyak mengandung senyawa asam yang merupakan turunan dari senyawa fenol dan dapat digunakan dalam bahan pembuatan bakso untuk meningkatkatkan kualitas fisik bakso. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas fisik bakso daging ayam petelur afkir dengan penambahan ekstrak buah patikala pada konsentrasi yang berbeda. Metode penelitian yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 5 perlakuan dan 4 ulangan, dengan desain perlakuan yaitu P0 (tanpa perlakuan), P1 (ekstrak buah patikala konsentrasi 25%), P2 (ekstrak buah patikala konsentrasi 50%), P3 (ekstrak buah patikala konsentrasi 75%), P4 (Ekstrak buah patikala konsentrasi 100%) . Analisis data yang digunakan adalah Analysis of varians (Anova) dan jika berpengaruh nyata maka dilakukan uji lanjut dengan Uji BNT (beda nyata terkecil). Parameter yang diuji dalam penelitian ini adalah menguji sifat fisik bakso yaitu  pH, susut masak dan daya lenting bakso daging ayam petelur afkir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak buah patikala pada bakso daging ayam petelur afkir dapat meningkatkan daya lenting bakso tapi tidak dapat mengurangi kadar pH dan susut masak bakso daging ayam petelur afkir

    Aplikasi minyak Pala Fakfak (Myristica argentea Warb) sebagai agen antimikroba penghambat mikroba patogen pada daging merah

    Full text link
    Daging merupakan salah satu produk pangan yang sangat rentan terhadap kontaminasi bakteri patogen karena kandungan protein yang tinggi, sebagai sumber asam amino esensial, vitamin dan mineral. Bakteri yang bertanggung jawab atas kerusakan daging seperti Staphylococcus aureus, Listeria monocytogenes dan Escherichia coli yang dapat menyebabkan berbagai macam penyakit bahkan kematian. Pala Fakfak (Myristica argentea Warb) dikenal sebagai tanaman rempah yang memiliki nilai ekonomi dan multiguna yang berperan sebagai agen antibakteri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengukur efektivitas minyak pala dalam penghambatan pertumbuhan bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli serta mengetahui pengaruh minyak pala dalam menghambat pertumbuhan bakteri patogen pada daging. Penelitian ini dilakukan pada bulan Juli hingga September 2023. Ekstraksi minyak pala menggnakan destilasi uap. Aktivitas antibakteri minyak pala diuji menggunakan metode cakram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rendemen minyak pala Fakfak sangat rendah yakni 2.84%. Zona hambat bakteri Staphylococcus aureus adalah 6,53 ± 0,19 mm sedangkan zona hambat terhadap bakteri Escherichia coli adalah 3,43 ± 0,19 mm. Minyak pala efektif menghambat pertumbuhan mikroba pada konsentrasi minyak pala 15% selama 48 jam dengan jumlah mikroba 5 x 102. Derajat keasaman terendah pada daging yang telah ditetesi minyak pala diinkubasi selama 24 jam pada perlakuan penambahan minyak pala sebesar 15% yakni 4,47

    Analisis Tingkat Pencemaran Industri Tambak Udang Intensif di Perairan Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba

    Full text link
    Parameter oseanografi merupakan tolak ukur yang menjadi penentu kualitas perairan untuk keberlangsungan organisme perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas perairan dan menganalisis tingkat pencemaran industri tambak udang di perairan Kecamatan Gantarang Kabupaten Bulukumba. Penelitian ini tergolong survei kuantitatif dengan metode purposive sampling melakukan pengukuran parameter oseanografi pada tiga stasiun yaitu pada stasiun I di aliran air sungai, stasiun II di outlet dan stasiun III di dekat budidaya rumput laut. Sampel air dianalisis secara insitu dan eksitu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan PP RI No. 22 Tahun 2021, parameter fisika dan kimia yaitu suhu dan pH masih memenuhi kisaran baku mutu, sedangkan parameter oksigen terlarut dan salinitas tidak sesuai baku mutu yang telah ditetapkan. BOD dan ammonia masih di bawah ambang batas baku mutu, sedangkan parameter kekeruhan, TSS, fosfat, dan nitrat sudah berada diatas ambang batas baku mutu. Indeks pencemaran pada stasiun I pada saat pasang 8,23 dan surut 8,12 dengan tingkat pencemaran sedang, stasiun II pada saat pasang 20,82 dan surut 22,25 dengan tingkat pencemaran berat dan stasiun III pada saat pasang 17,89 dan surut 20,71 dengan tingkat pencemaran berat. Tingkat pencemaran perairan yang paling tinggi berada pada stasiun II

    Analisis kelayakan finansial usaha penggemukan ternak sapi potong pada Kelompok Tani Ternak Lembu Joyo Desa Palon Kecamatan Jepon Kabupaten Blora

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan finansial dan tingkat sensitivitas terhadap perubahan harga jual ternak sapi potong di Kelompok Tani Ternak Lembu Joyo. Kelompok Tani Ternak Lembu Joyo merupakan kelompok tani ternak yang dibentuk pada tahun 2013 dengan usaha peternakan jenis peranakan dan penggemukan. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus penggemukan dengan data penelitian yang terdiri atas data primer dan data sekunder. Data dianalisis dengan menggunakan indikator kelayakan finansial meliputi BCR, ROI, Payback Period dan analisis tingkat sensitivitas. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendapatan usaha dalam satu periode penggemukan sebesar Rp 22.323.989. Usaha ternak penggemukan sapi potong layak untuk dikembangkan secara finansial karena nilai BCR 1,09, nilai ROI 7,3% dan nilai Payback period 4,5 tahun. Usaha ternak penggemukan sapi potong ini sensitif terhadap nilai BCR, ROI dan Payback Period pada penurunan harga jual dengan 10% dan 30%. Sedangkan kenaikan harga jual 10% dan 30% mengakibatkan nilai ROI sensitif terhadap perubahan, akan tetapi tidak sensitif terhadap nilai BCR dan PP

    Pengaruh Penambahan Kelapa Sangrai Pada Tumpi-Tumpi Ikan Nila (Oreochromis niloticus)

    Full text link
    Potensi perikanan Sulawesi Selatan mencapai 945,48 ribu ton (BPS, 2022).  Jenis ikan yang menjadi komoditas unggulan Sulawesi Selatan dalam perikanan budidaya salah satunya adalah ikan nila.  Ikan nila mengandung protein 15 – 24%, glikogen 1-3%, lemak 1- 22%, air 66-68%.  Tumpi-tumpi merupakan makanan tradisional khas Sulawesi Selatan berbahan baku daging ikan yang sudah dimasak kemudian dihaluskan di tambahkan kelapa sangrai dan bumbu kemudian dicetak berbentuk segitiga serta disajikan setelah di goreng. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan konsentrasi penambahan kelapa sangrai terbaik pada pembuatan tumpi-tumpi.  Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 faktor yang diterapkan pada proses pembuatan tumpi- tumpi. Faktor A persentase kelapa sangrai 20%, 15% dan 10% .  Faktor B persentase ikan nila 90%, 85% dan 80%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Penelitian tumpi-tumpi ikan nila disimpulkan perlakuan yang terbaik pada produk tumpi-tumpi ikan nila yaitu penambahan kelapa sangrai 20% dan ikan nila 90% dimana dari hasil analisa di peroleh kadar air 15,1%, kadar protein 16,5%, kadar lemak15,74% dan serta nilai kesukaan warna, tekstur, aroma dan rasa 4 (sangat suka)

    EVALUASI MODEL PENGERINGAN LAPISAN TIPIS JAGUNG (ZEA MAYS L) VARIETAS BIMA 18 DAN BIMA 16

    Full text link
    Drying is one of the most important things done in the post-harvest process. This research aims to determine the pattern of decreasing water content in hybrid corn varieties Bima 18 and Bima 16, as well as to obtain an appropriate mathematical model of thin layer drying. The method used is the trial fitting method with the Newton Model, Henderson and Pabis Model, Page Model, Midilli et al. Model, and the two-term exponential model. Drying of thin layers of hybrid corn Bima 18 and Bima 16 at temperatures of 40°C and 50°C showed an exponential pattern. The most suitable corn drying model for the Bima 18 and Bima 16 varieties and at temperatures of 40°C and 50°C is the Midilli et.al model and the two-term exponential model. Awm2-4e of 40°C is R2=0.9986 and the Bima 16 variety has R2=0.9961, while the Two Term Exponential model value for the Bima 18 variety at a temperature of 50° is R2 = 0.9988 and the Bima 16 variety has R2 = 0.9938

    KOMPOSISI BERBAGAI MEDIA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN PORANG (Amorphophallus onchophyllus)

    Full text link
    T The selection of the right growing medium is a crucial factor in the cultivation of porang (Amorphophallus onchophyllus). The growing medium's quality directly affects this plant's growth and yield. This study aims to find out the effect of the composition of various planting media on the growth of porang plants with the observed parameters consisting of bud growth time, the number of shoots, shoot height, and root volume. This study employed a Randomized Block Design with 4 treatments and 3 replications. The treatments given were P0 (without treatment), P1 (2,000 g of soil + 1,000 g of goat manure + 1,000 g of husk charcoal), P2 (2,000 g of soil + 1,000 g of goat manure + 1,000 g of banana midrib), and P3 (2,000 g of soil + 1,000 g of goat manure + 1,000 g bamboo leaf charcoal). This study was followed by extension activities which were evaluated at the beginning (the initial evaluation) and the end (the final evaluation). Results indicated that the use of various compositions of effective growing media had a significant effect on the outcomes. The planting media composition on P2 with 2,000 g of soil, 1,000 g of goat manure, and 1,000 g of banana midrib gave the best results for all parameters in which the average shoot growth time was 5 DAP, the average number of shoots was 5 and 6 shoots after 60 DAP, the average shoot height was 2.9 cm at 60 DAP, and the average root volume was 19.9 ml

    393

    full texts

    411

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇