Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
    411 research outputs found

    Pertumbuhan rumput laut hijau (Caulerpa sp.) pada media kultur (trays) di perairan Pulau Barrang Caddi, Kota Makassar

    Full text link
    Anggur laut (Caulerpa sp.) umumnya dikenal sebagai lawi – lawi bagi warga lokal di Sulawesi Selatan dan beberapa daerah lainnya. Spesies ini dapat dikonsumsi lansung (edible seaweed) tanpa harus diolah terlebih dahulu. Lawi – lawi telah menjadi komoditi unggulan bagi para petambak di beberapa daerah pesisir.  Komoditi ini dapat menjadi mata pencaharian alternative bagi masyarakat pulau. Studi ini bertujuan untuk melihat pertumbuhan lawi – lawi dalam media kultur (tray) di daerah pantai Pulau Barrang Caddi, Makassar. Data parameter kualitas air seperti Suhu, Salinitas, pH, Fosfat dan Nitrat berada pada kisaran optimal. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi perairan sekitar dapat mendukung pertumbuhan spesies rumput laut lawi – lawi di Pulau.  Berdasarkan data monitoring, laju pertumbuhan spesisfik (SGR) lawi – lawi yang dibudidayakan dalam tray berkisar antara 0,1 hingga 0,5%/hari. Hal ini mendekati nilai SGR lawi – lawi yang dibudidayakan di tambak dengan menggunakan tray. Adapun uji kandungan logam berat pada sample lawi – lawi yang diambil pada lokasi penelitian menunjukkan angka yang jauh dibawah ambang batas SNI sehingga sangat aman untuk dikomsumsi.   . &nbsp

    Pemetaan indeks pertanaman lahan sawah menggunakan citra satelit landsat 8 di Kabupaten Tanah Datar (studi kasus: Kecamatan Sungai Tarab)

    Full text link
    Peningkatan produksi beras nasional memerlukan beberapa strategi antara lain perluasan areal tanam dengan mencetak sawah baru, peningkatan produktivitas lahan, dan perluasan areal panen melalui peningkatan indeks pertanaman (IP). Wilayah Kabupaten Tanah Datar menghasilkan padi sawah dengan produksi yang berbeda tiap kecamatan. Perbedaan hasil produksi padi ini terjadi dikarenakan perbedaan luas panen yang dipengarahui oleh indeks pertanaman padi. Salah satu cara untuk identifikasi IP padi yaitu dengan memanfaatkan teknologi penginderaan jauh melalui indeks vegetasi untuk melihat fase pertumbuhan padi pada citra satelit Landsat 8. Perhitungan indeks vegetasi yang andal dalam menentukan fase pertumbuhan padi adalah Enhanced Vegetation Index (EVI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui indeks pertanaman lahan sawah di Kecamatan Sungai Tarab. Penelitian ini memanfaatkan citra satelit Landsat 8 pada tahun 2021 dan 2022. Penelitian ini menggunakan analisis deskriptif kuantitatif melalui interpretasi citra satelit Landsat 8 yang direkam pada tahun 2021 dan 2022 dan data survei lapangan. Penelitian ini menghasilkan hasil fase pertumbuhan padi di tahun 2021 dan 2022, peta sebaran indeks pertanaman tahun 2021 dan 2022, dan beberapa faktor yang mempengaruhi perbedaan indeks pertanaman.  Berdasarkan sebaran indeks pertanaman tahun 2022 meningkat dibandingkan 2022, yaitu terdapat tiga kelas indeks pertanaman IP 100, IP 200, dan IP 300. Sedangkan jaringan irigasi merupakan faktor utama dalam mempengaruhi IP padi di Kecamatan Sungai Tarab

    Pengaruh ekstrak n-heksan daun pepaya (Carica papaya) terhadap aktivitas biologis ulat grayak jagung (Spodoptera frugiperda J. E. Smith)

    Full text link
    Insektisida sintetik cukup efektif dalam mengendalikan larva Spodoptera frugiperda, akan tetapi terdapat berbagai dampak negatif bagi lingkungan, manusia, dan terjadinya resistensi OPT. Carica papaya memiliki kandungan metabolit sekunder yang bersifat insektisidal. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial terdiri dari 5 taraf perlakuan di antaranya 0%, 0,05%, 0,1%, 0,2%, 0,4%, dan 0,8% ekstrak daun pepaya. Hasil penelitian menunjukan bahwa senyawa-senyawa yang terkandung dalam ekstrak n-heksan daun C. papaya di antaranya alkaloid, steroid, dan terpenoid. Ekstak n-heksan daun papaya berpengaruh nyata terhadap mortalitas larva secara kumulatif pada 23 hari setelah aplikasi (HSA), mortalitas yang disebabkan oleh pemberian ekstrak n-heksan daun C. papaya masih kurang efektif yaitu masih di bawah0%. Pada perkembangan instar II-VI menunjukan perlakuan 0,8% lebih lambat 8,93 hari dibandingkan dengan perlakuan kontrol. &nbsp

    Perubahan daya serap air tepung okara termodifikasi serta pengaruhnya pada tekstur dan sensoris nugget ayam

    Full text link
    Okara atau ampas kedelai merupakan hasil produk sampingan dari olahan kedelai yang memiliki kandungan gizi protein dan serat pangan yang tinggi. Proses modifikasi secara fisik dan kimia sangat dibutuhkan tepung okara untuk memperbaiki kemampuan daya serap air menjadi lebih baik sehingga dapat diaplikasikan pada produk nugget ayam. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh jenis modifikasi terhadap kemampuan daya serap air tepung okara yang dihasilkan dan untuk mengetahui pengaruh jenis modifikasi dan persentase substitusi tepung okara termodifikasi terhadap tekstur dan sifat sensoris nugget ayam yang dihasilkan. Prosedur penelitian dimulai dari pembuatan tepung okara yang diberi perlakuan jenis modifikasi (autoclaving-cooling, hidrolisis asam, kombinasi hidrolisis asam dan autoclaving-cooling), kemudian tepung okara termodifikasi diaplikasikan pada nugget ayam dengan persentase substitusi tepung sebanyak 5% dan 10%. Hasil analisis tepung menunjukkan bahwa ketiga jenis modifikasi tepung okara dapat mengubah kemampuan daya serap air menjadi menurun dibandingkan kontrol. Hasil analisis nugget ayam menunjukkan bahwa ketiga jenis modifikasi dan persentase substitusi tepung okara berpengaruh nyata terhadap nilai tekstur hardness, cohesiveness, gumminess, akan tetapi tidak berpengaruh nyata terhadap nilai springiness dan sifat sensoris produk

    Pengaruh Lama Penyinaran Terhadap Pelepasan dan Penempelan Spora Rumput Laut Gracilaria sp.

    Full text link
    Penyinaran berperan penting dalam pertumbuhan dan reproduksi rumput laut Gracilaria sp. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama penyinaran terhadap pelepasan dan penempelan spora Gracilaria sp. Penelitian dilaksanakan pada bulan februari 2024 bertempat di Laboratorium Kultur Jaringan Jurusan Budidaya Perikanan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 kali ulangan yaitu 12 Jam terang dan 12 Jam gelap (kontrol), 16 Jam terang dan 8 Jam gelap (A) dan 8 Jam terang dan 16 Jam gelap (B). Hasil penelitian menunjukkan lama penyinaran terhadap pelepasan dan penempelan yang diamati selama 6 hari diperoleh data spora berfluktuatif tetapi tidak memberikan pengaruh yang signifikan (P>0,05).  Nilai rata-rata spora terlepas tertinggi pada perlakuan dengan lama penyinaran 8 jam terang dan 16 jam gelap (B) di hari ke-5 sebanyak 560.00±295.97 spora/Cystocarp. Sedangkan pada penempelan spora tertinggi diperoleh pada perlakuan B pada hari ketiga sebanyak 6783.75±8688.05 spora/Cystocarp

    Ulasan Ilmiah Proses Fermentasi Peda: Definisi, Langkah Pengolahan, Peran Garam, serta Mikroorganisme yang Berperan

    Full text link
    Fermentasi adalah teknik pengolahan makanan yang telah lama digunakan dan dianggap sebagai metode ekonomis untuk memperpanjang masa simpan serta meningkatkan kualitas produk. Penelitian ini merupakan studi kualitatif dengan pendekatan studi kepustakaan yang meneliti ikan peda, produk olahan perikanan yang dibuat dari ikan segar melalui proses fermentasi dengan penambahan garam. Garam berfungsi untuk mengendalikan pertumbuhan bakteri pembusuk dan juga bertindak sebagai pengawet. Ikan kembung (Scomber sp.) adalah jenis ikan yang paling sering digunakan dalam proses ini. Beberapa jenis bakteri asam laktat (BAL) yang terisolasi dari ikan peda termasuk L. plantarum, L. curvatus, L. murinus, dan S. thermophilus. Penelitian ini memberikan wawasan tentang metode fermentasi dan peran penting garam dalam pengolahan ikan peda. Penelitian ini memberikan wawasan tentang metode fermentasi peda, bakteri yang berperan dalam prose fermentasi, dan peran penting garam dalam pengolahan ikan peda

    Pemijahan Ikan Baung (Hemibagrus nemurus) Secara Buatan di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan (P2MKP) CV. Dejeefish, Jawa Barat

    Full text link
    Ikan komersial lokal yang populer dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi khususnya di Sumatera Selatan, Jawa dan Kalimantan adalah Ikan baung. Saat ini permintaan ikan Baung belum terpenuhi di pasaran. CV. Dejeefish telah mampu memproduksi benih ikan air tawar dalam jumlah jutaan ekor pertahun. Tujuan dari pengamatan adalah untuk mempelajari Teknik pemijahan buatan ikan baung (H. nemurus) di Pusat Pelatihan Mandiri Kelautan dan Perikanan CV. Dejeefish. Data pada penelitian ini didapatkan dengan metode survei melalui kegiatan observasi, wawancara, dokumentasi serta berpartisipasi langsung pada kegiatan pembenihan ikan baung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembenihan ikan baung melalui pemijahan buatan menunjukkan performa yang cukup baik. Derajat pembuahan (FR) yaitu 80,39%. derajat penetasan (HR) mencapai 80,64%. Kualitas air selama pembenihan menunjukkan kisaran yang optimal untuk pembenihan ikan baung, dimana suhu air antara 29°C-30℃, nilai pH yaitu 7, sedangkan Kandung Oksigen terlarut 5 ppm

    Penerapan Analytical Hierarchy Process (AHP) untuk Menentukan Prioritas Pengembangan Produk Perikanan IKM Bunda Alif Pangkep

    Full text link
    Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Pangkep berperan penting dalam meningkatkan perekonomian lokal. IKM Bunda Alif merupakan salah satu IKM yang berada di Pangkep. Upaya diverisifikasi produk dilakukan IKM dengan mengembangkan produk hasil perikanan seperti odeng ikan, pilus ikan, pempek ikan, dan stik ikan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan prioritas produk yang akan dikembangkan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Penelitian dilakukan dengan menggunakan kuesioner dan pakar untuk melakukan penilaian perbandingan antar kriteria dan alternatif produk. Kriteria yang digunakan berupa rasa, kemudahan produksi, dan modal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kriteria modal memiliki prioritas tertinggi, diikuti rasa dan kemudahan produksi. Berdasarkan bobot akhir perhitungan AHP, produk pempek ikan menjadi prioritas utama untuk dikembangkan, kemudian pilus ikan, odeng ikan, dan stik ikan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan strategi pengembangan produk di IKM Bunda Alif untuk meningkatkan daya saing dan keberlanjutan usaha.   &nbsp

    Pemberdayaan Masyarakat Desa Allesipittoe Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep dengan Penerapan Pengolahan Sirup Jeruk Pamelo

    Full text link
    Jeruk Pamelo memiliki cita rasa manis, asam, dan segar karena banyak mengandung air dan mengandung vitamin B, provitamin A, vitamin B1, B2,dan asam folat. Setiap 100 gram jeruk bali mengandung 53 Kkal energi protein 0,6 g,lemak 0,2 g, karbohidrat 12,2 g, retinol 125 mcg, kalsium 23 mg, dan fosfor 27 mg. Kandungan lain seperti flavonoid, pektin, dan lycopene. Desa Allesipitoe Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan merupakan salah sentra budidaya jeruk pamelo dengan potensi areal 350 ha dengan jumlah 70.000 pohon. Sebagai komoditas pertanian unggulan kabupaten Pangkep jeruk pamelo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai produk olahan bernilai tambah. Produk olahan dari jeruk pamelo yang dimaksud salah satunya adalah sirup. Pengabdian Pada Masyarakat  ini bertujuan mampu meningkatkan keterampilan masyarakat desa  Allesipitoe, untuk membuat minuman sirup  buah dari jeruk pamelo. Metode yang diterapkan dalam pelaksanan kegiatan pengabdian adalah FGD dan pelatihan bahan baku potensi kabupaten Pangkep jeruk pamelo berfokus pelatihan bagaimana mengolah buah jeruk pamelo menjadi sirup  dan selei untuk memberikan nilai tambah dari buah jeruk pamelo. Pelaksanaan kegiatan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana yang telah disusun sebelumnya. Peserta kegiatan sangat terbantu dengan adanya kegiatan ini karena peserta mendapatkan tambahan pengetahuan yang berkaitan dengan pengolahan jeruk pamelo mejadi sirup  dan sele

    Virus Gemini Laporan pertama infeksi virus gemini pada tanaman tomat di Sulawesi Tenggara

    No full text
    Begomovirus termasuk genus dari famili Geminiviridae juga dikenal dengan nama Geminivirus. Geminivirus adalah penyebab penyakit pada beberapa komoditas sayuran termasuk tomat. Infeksi Geminivirus dapat menyebabkan kerugian berkisar 85% bahkan gagal panen, khususnya infeksi terjadi pada tanaman muda. Penularan Geminivirus di pertanaman dimediasi oleh serangga vektor kutukebul Bemisia tabaci (Hemiptera:Aleyrodidae). Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi infeksi Geminivirus dan serangga vektor pada pertanaman tomat. Lokasi pengamatan di Desa Wolasi dan Lamomea, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan. Sampel daun tomat yang bergejala Geminivirus dimasukkan ke dalam kantong plastik sampel ziplock yang telah diisi CaCl2, kemudian dimasukkan di dalam kotak pendingin. Sampel tomat yang bergejala Geminivirus dideteksi dengan teknik polymerase chain reaction (PCR) di Laboratorium Virologi,  Faperta Universitas Gadjah Mada. Primer yang digunakan adalah primer universal Geminivirus  pAV494 dan pAC1048. Gejala Geminivirus yang ditemukan pada tanaman tomat adalah mosaik ringan atau menguning, daun mengecil, malformasi daun, daun agak menggulung ke atas, dan  tulang daun mengalami penebalan. Serangga vektor kutukebul (Bemisia tabaci) dan kelompok telur  hampir selalu ditemukan di pertanaman tomat. Teknik PCR berhasil mengamplifikasi DNA Geminivirus yang berukuran 500bp. Kejadian penyakit Geminivirus pada tanaman tomat di Desa Wolasi dan Lamomea adalah 40% dan 34%, secara berturut turut. Penelitian ini telah mengonfirmasi keberadaan infeksi Geminivirus yang pertama kali pada pertanaman tomat di Sulawesi Tenggara

    393

    full texts

    411

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇