Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
411 research outputs found
Sort by
Evaluasi Evaluasi Keseuaian Lahan, Adaftasi dan Penebaran Benih pada Produksi Ikan Nila (Oreochromis niloticus) di Tambak Desa Coppotompong, Kecamatan Mandalle Kabupaten Pangkajene Kepulauan.
Tilapia seeds are one of the main factors determining the success of tilapia cultivation, so the use of quality (superior) seeds is very important to produce high productivity so that it can provide greater benefits for farmers. Community service activities aim to educate farmers about the importance of recognizing good tilapia seeds and acclimatizing seeds for enlargement in ponds. Community Service was carried out from April to September 2024 at the tilapia fish pond unit in Coppotompong Village, Mandalle District, Pangkep Regency. The implementation procedure for community service begins with a location survey at the pond, counseling/lectures, and assistance to farmers. The performance of good tilapia seeds for maintenance in ponds must be healthy (no wounds, intact fins, not dull in color, active movement), uniform seed size, and the number of vertebrae ranging from 44-45. Seeds must be acclimatized before being stocked and the stocking density depends on the carrying capacity of the pond
Pembuatan Garam Konsumsi dengan Teknik Endap-Masak: Karakterisasi Organoleptik dan Kandungan Kimia
Garam yang di produksi dari air laut merupakan salah satu bahan penting dalam produksi makanan baik sebagai penambah cita rasa maupun sebagai bahan pengawet, Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji kandungan kimia garam yang dihasilkan dari waktu pengendapan yang terbaik berdasarkan sifat organoleptik Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai bahan informasi ilmiah tentang produksi garam laut dengan cara teknik endap-masak. Penelitian ini dilaksanakan menggunakan rancangan acak lengkap, dengan variabel penelitian meliputi waktu penyimpanan air laut sebagai bahan baku garam. Variabel waktu penyimpanan air laut terdiri dari empat yaitu: 3 hari, 5 hari, 7 hari dan 9 hari. Masing – masing variabel atau perlakuan penelitian diulang sebanyak dua kali sehingga diperoleh 8 unit percobaan Parameter pengujian pada penelitian pendahuluan ini yaitu Uji sensori skala hedonik. Hasil penelitian menunjukkan garam yang penerimaan panelis terbaik selanjutnya diuji NaCl, Kadar Air dan Kadar Iodium. Secara organoleptik garam yang diendapkan selama 7 hari memiliki nilai terbaik berdasarkan warna rasa, bau, ukuran. Setelah dilakukan pengujian kimia dan dibandingkan dengan standar SNI Garam Konsumsi, garam yang dibuat dengan Teknik endap masak, kadar NaCl telah memenuhi standar namun parameter kadar air dan iodium belum sesuai dengan standar minimum sebagai garam konsumsi
Pengaruh penambahan jenis dan konsentrasi hidrokoloid terhadap sifat fisik dan kualitas pemasakan mie kering bebas gluten
Noodles are a food product that is often consumed by Indonesian people. The main ingredient in making noodles is flour which contains gluten which is one of the causes of celiac disease. Therefore, gluten-free noodles are made from local flour, namely sago starch, yellow sweet potato flour and green beans. The addition of hydrocolloids is done to resemble the characteristics of noodles in general. The aim of the research was to determine the effect of adding guar gum and xanthan gum on the physical properties and cooking quality of dry gluten-free noodles. This research was carried out experimentally with qualitative and quantitative approaches using a Completely Randomized Factorial Design. The results of research on the molding ability of noodles in general are that the dough is not yet perfectly formed, but it can be molded, even though the noodles are still broken. The visual appearance of dry gluten-free noodles is brownish yellow. The concentration of xanthan gum and guar gum has a significant effect (α≤0.05) on the moisture produced. The concentration of xanthan gum and guar gum has a significant effect (α≤0.05) on the resulting cooking time and the type of hydrocolloid xanthan gum and guar gum has a significant effect (α≤0.05) on the resulting water absorption capacity, cooking loss and cooking time
Efektifitas pemberian rotifer (Brachionus plicatilis) yang diperkaya dengan ekstrak kulit nanas (Ananas comosus L. Merr) terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva ikan bandeng (Chanos chanos Forsskal)
Permasalahan pada kegiatan budidaya bandeng adalah ketersediaan benih yang disebabkan tingginya mortalitas dan kondisi fisik larva yang lemah. Fase kritis benih ikan bandeng terjadi pada masa adaptasi larva untuk menyesuaikan organ cernanya terhadap pakan yang diterimanya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektifitas pemberia rotifer (B. pliccatilis) yang diperkaya ekstrak kulit nanas terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva ikan bandeng (C. chanos). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret sampai April 2024 di PT. Esaputlii Prakarsa Utama. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) terdiri dari 4 perlakuan yaitu pemberian eksrak kulit nanas dengan dosis 0,1 ml/l, 0,2 ml/l, 0,3 ml/l dan tanpa ekstrak (kontrol) dengan 4 kali ulangan. Kepadatan larva ikan pada penelitian ini yaitu 4 ekor/l. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh pemberian rotifer (B. plicatilis) yang diperkaya ekstrak kulit nanas terhadap kelulushidupan dan pertumbuhan larva ikan bandeng (C. chanos). Berdasarkan hasil uji anova menunjukkan kelulushidupan dan pertumbuhan ikan bandeng yang diberi ekstrak kulit nanas berbeda signifikan (P<0,05) dengan perlakuan tanpa pemberian ekstrak kulit nanas. Hasil rata-rata kelulushidupan tertinggi diperoleh pada perlakuan C (dosis 0.3 ml/l) sebesar 54.5±3.42%, dan terendah diperoleh pada perlakuan kontrol sebesar 38.25±1.25. Pertumbuhan berat seperti berat mutlak, berat harian, dan laju pertumbuhan spesifik tertinggi diperoleh pada perlakuan C dengan nilai rata-rata masing-masing 1.52±0.17, 0.05±0.01, dan 22.10±0.38. Pertumbuhan panjang seperti panjang mutlak, panjang harian, dan panjang spesifik tertinggi diperoleh pada perlakuan C dengan nilai rata-rata masing-masing 20.47±0.17, 0.68±0.01, dan 5.42±0.02
Manajemen pakan dan kualitas air pada pemeliharaan larva ikan kerapu cantang (Epinephelus fuscoguttatus >< Epinephelus lanceolatus)
Ikan kerapu cantang merupakan salah satu komoditas ekspor unggulan di Indonesia. Keberlanjutan budidaya ikan kerapu cantang perlu ditunjang dengan ketersediaan benih berkualitas. Upaya untuk menghasilkan benih ikan kerapu cantang dapat dilakukan dengan pemeliharaan larva dengan tepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui teknis pengelolaan pakan dan media air pada pemeliharaan larva ikan kerapu cantang. Jenis pakan yang digunakan berupa pakan alami dan pakan buatan dengan dosis yang disesuaikan dengan umur larva. Jenis pakan alami yang diberikan pada larva ikan kerapu cantang yaitu Nannochloropsis oculata, Rotifer, dan Artemia sp. Kisaran parameter kualitas air yaitu suhu 30,5-31 oC, pH 7,8-8,2, salinitas 33-34 ppt, serta DO 3,51-4,27 ppm masih optimal untuk pemeliharaan larva ikan kerapu cantang. Pengelolaan pakan dan kualitas air pemeliharaan larva dapat mendukung perkembangan larva ikan kerapu cantang dengan nilai Hatching Rate (HR) 48%-72% dan Survival Rate (SR) 16%-18%
Suplementasi Lisin dalam Pakan Komersil untuk Meningkatkan Pertumbuhan dan Efisiensi Pemanfaatan Pakan Ikan Jelawat (Leptobarbus hoeveni)
Ikan jelawat (Leptobarbus hoeveni) merupakan spesies ikan air tawar asli Indonesia yang banyak ditemukan di Kalimantan dan Sumatera. Ikan jelawat termasuk ikan bernilai ekonomi tinggi dibandingkan dengan komoditas unggulan Indonesia lainnya. Namun demikian, produksi ikan jelawat belum optimal disebabkan pertumbuhannya lambat. Lisin dapat ditambahkan ke dalam pakan yang digunakan sebagai sumber asam amino yang tidak dapat disintesis oleh tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi pengaruh suplementasi lisin melalui metode repelleting dalam pakan komersil terhadap pertumbuhan dan efisiensi pemanfaatan pakan pada ikan jelawat. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan yaitu pakan komersil tanpa lisin (P0), pakan komersil dengan 1% lisin (P1), 2% lisin (P2), dan 3% lisin (P3). Ikan jelawat dipelihara selama 60 hari dan diberi pakan perlakuan secara satiation. Parameter penelitian meliputi: kelangsungan hidup, pertumbuhan bobot mutlak, rasio koversi pakan, laju pertumbuhan spesifik, dan efisiensi pemanfaatan pakan ikan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan lisin berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap pertumbuhan bobot mutlak. Selain itu, penambahan lisin dalam pakan komersil tidak merubah kualitas fisik pakan. Perlakuan P1 menghasilkan bobot mutlak, LPS, dan EPP tertinggi secara signifikan dibanding perlakuan lainnya. Pakan dengan 1% lisin dapat mempengaruhi pertumbuhan ikan jelawat dengan meningkatkan bobot mutlak, tetapi belum dapat menunjang laju pertumbuhan spesifik, rasio konversi pakan, efisiensi pemanfaatan pakan dan kelangsungan hidup ikan jelawat
Karakteristik Organoleptik Produk Krim dari Berbagai Formulasi Penambahan Konsentrasi Kolagen Kulit Ikan Nila
Fish skin waste is one of the alternatives that can be used as raw materials for making collagen. Collagen has been widely used in the cosmetic industry. One of the cosmetics that utilizes collagen is cream. This study aims to determine the organoleptic characteristics of cream products from various formulations of added concentrations of fish skin collagen. This research was conducted experimentally consisting of two stages, namely cream making and organoleptic testing. The cream was made with four different treatments, namely the addition of tilapia skin collagen concentrations of 0%, 3%, 3.5%, and 4%. Organoleptic testing was analyzed statistically non-parametrically using the Friedman test and continued with a multiple comparison test. Based on the results of the study, namely the organoleptic characteristics of the selected cream products based on considerations of the preferred appearance of color, aroma and texture obtained from the treatment of adding a concentration of fish skin collagen of 3.5%. The level of preference for the appearance, color and texture of the cream obtained from the treatment of adding a concentration of fish skin collagen of 3.5% was not significantly different from the cream obtained from the treatment of adding a concentration of fish skin collagen of 4%. The level of preference for the aroma of the cream obtained from the treatment of adding a concentration of fish skin collagen of 3.5% was not significantly different from the cream obtained from the treatment of adding a concentration of fish skin collagen of 0%. The level of preference for the appearance, color and texture of the cream that was most preferred was obtained from the treatment of adding a concentration of fish skin collagen of 4% while the level of preference for the aroma that was most preferred was obtained from the treatment of adding a concentration of fish skin collagen of 0%. The results of this study are expected to be an innovation in the development of safe and halal cream products
Analisis Pertumbuhan Mangrove Hasil Rehabilitasi di Kawasan Wisata Mangrove Lantebung Kota Makassar
Ekosistem mangrove merupakan salah satu ekosistem perairan yang memliki peranan penting. Namun, mangrove sangat peka terhadap adanya gangguan sehingga rentan mengalami kerusakan. Beberapa faktor utama penyebab kerusakan mangrove yaitu penebangan, pencemaran dan konversi lahan. Oleh karena itu, perlunya upaya rehabilitasi mangrove untuk memulihkan fungsi ekologis dan mendukung keberlanjutan kehidupan masyarakat pesisir. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan rehabilitasi mangrove di Kawasan Wisata Lantebung Kota Makassar. Pengambilan data dilaksanakan pada bulan Juli 2023 – Februari 2024 di Kawasan Wisata Lantebung, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar. Metode yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, dengan jenis sampel Rhizophora sp.. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kelangsungan hidup mangrove Rhizophora sp. yaitu sebesar 89% (persentase tumbuh ≥ 70%), yang dikategorikan berhasil berdasarkan No.P.70/Menhut-II/2008. Untuk pertumbuhan tinggi tanaman yaitu rata-rata sebesar 4 cm perbulan, sedangkan untuk pertambahan jumlah daun yakni sebanyak 7 helai per bulan. Beberapa parameter lingkungan yang mempengaruhi pertumbuhan mangrove yaitu terdiri dari suhu, salinitas, pH, substrat dan pasang surut.Dari hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa rehabilitasi yang dilakukan di Kawasan Wisata Mangrove Lantebung Kota Makassar tergolong berhasil dan layak di replikasi, sehingga dapat digunakan sebagai acuan untuk pengembangan kebijakan pengelolaan konservasi berbasis masyaraka
Karakterisasi fisik, kimia dan komponen bioaktif kerang gerigi dari perairan Pulau Kulambing Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan
Kulambing Island, located in Pangkajene Islands Regency, South Sulawesi, is rich in marine biodiversity, including a type of mollusc known as shellfish. One of the shellfish that local people widely consume is the serrated clam. This study aims to determine the physical, chemical, and bioactive component characteristics originating from Kulambing Island. This research was conducted from October to December 2024. The physical parameters analyzed included morphometric and chemical parameters, including water content, protein, fat, ash, carbohydrate, and bioactive component tests. The study’s results showed that the serrated clam had a shell length of 6.62 cm, a width of 5.21 cm, and a thickness of 3.51 cm, with a meat yield of 14.06% and a shell of 85.93%. The chemical composition of the clam contains 76.2% water, 17.88% protein, 2.88% fat, 0.97% ash, and 2.07% carbohydrates. The bioactive content contained in the clams includes alkaloids, phenols, and saponins
Pelatihan Kelompok Masyarakat Desa Mandalle dalam Pemanfaatan Rumput Laut Menjadi Produk Pangan
Desa Mandalle memiliki potensi besar di sektor perikanan laut dan budidaya rumput laut seluas 592,54 hektar, namun pemanfaatannya sebagai produk bernilai tambah masih terbatas akibat rendahnya keterampilan masyarakat dalam pengolahan dan pemasaran. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas teknis produksi sirup, donat, dan biskuit rumput laut serta memperkuat manajemen usaha dan pemasaran digital bagi pelaku UMKM dan nelayan setempat. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan teknis produksi, manajemen usaha, dan strategi pemasaran digital yang dilaksanakan selama lima hari dengan pendekatan partisipatif dan demonstrasi produk. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memproduksi tiga jenis produk olahan rumput laut, penggunaan alat produksi sederhana, serta aktifnya pemasaran produk melalui platform digital dan terbentuknya identitas merek dengan kemasan standar. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong kemandirian ekonomi desa dan pengembangan usaha berbasis potensi lokal secara berkelanjutan