Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
Not a member yet
    411 research outputs found

    DAYA ADAPTASI PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI RAWIT PADA SISTEM AGROFORESTRI TANAMAN KARET

    Full text link
    The growth adaptability of cayenne pepper plant will be greatly influenced by the capacity of growth environment obtained in agroforestry systems or monoculture systems. This research aims to obtain data on the growth adaptability of cayenne pepper plant in rubber plant agroforestry system and compare it with monoculture systems. The research was located in Sumber Sari Village, Sebulu District, Kutai Kartanegara Regency. This research used two planting system treatments (P), it’s monoculture system planting (p1) and rubber plants agroforestry system (p2) with 6 plots as replicates each. The variables measured were plant height, number of leaves, age of  plant started flowering. Data were analyzed using Independent Sample t-test with a significant level (α) of 5%. The results showed that the cayenne pepper plant had a plant height increase of 16.03 cm in the rubber plant agroforestry system and 15.37 cm in the monoculture system. The number of leaves of cayenne pepper in the rubber plant agroforestry system was 36 and in monoculture system was 37. The age of cayenne pepper started flowering in rubber agroforestry system was 39 day after transplanting and 35 day after transplanting in monoculture system. This result indicates that cayenne pepper has good adaptability to the rubber plants shade at the age of ≤ 3 years with a canopy cover of 40-60% in agroforestry systems. The growth adaptability of cayenne pepper plant in rubber agroforestry system went well and was able to adapt the same as the monoculture planting system

    Pemberian Larutan Daun Pepaya (Carica papaya) yang Berbeda Terhadap Ektoparasit Lintah (Zeylanicobdella sp) Pada Ikan Kerapu Cantang (Epinephelus fuscoguttatus X Epinephelus lanceolatus)

    Full text link
    Kesehatan ikan yang baik menjadi faktor penting dalam target produksi dan penjualan tercapai. Kesehatan ikan dipengaruhi oleh penyakit yang menyerang pada tubuh ikan salah satunya yaitu ektoparasit yang menempel pada tubuh ikan seperti lintah zeylanicobdella yang menyebabkan ikan luka bahkan mati sehingga sering dikeluhkan oleh pembudidaya kerapu Cantang. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyembuhkan ikan dari serangan lintah zeylanicobdella adalah dengan melakukan perendaman menggunakan larutan daun pepaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi larutan daun pepaya terhadap pelepasan lintah pada ikan kerapu Cantang dan mengetahui konsentrasi yang optimal untuk pelepasan lintah pada tubuh ikan kerapu Cantang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Februari - Mei 2022 di  bak pendederan D-Marine aquaculture, Kelurahan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang Kepulauan Riau. Pelaksanaan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap faktorial dengan 2 faktor, faktor pertama yaitu jenis air dan faktor kedua yaitu konsentrasi larutan daun pepaya. Parameter yang diamati yaitu intensitas lintah, lama waktu lintah lepas, kelangsungan hidup, perubahan tingkah laku ikan kerapu cantang dan kualitas air. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemberian larutan daun pepaya berpengaruh terhadap pelepasan lintah pada tubuh ikan kerapu Cantang dan  dosis optimal daun pepaya 54.545,45 ppm air tawar pada perlakuan (K) untuk perendaman

    Analisis nilai tambah agroindustri ikan layang (Decapterus ruselli) pindang di Kecamatan Herlang Kabupaten Bulukumba

    Full text link
    Kabupaten Bulukumba sebagai daerah bahari/maritim dengan produksi perikanan tangkap terbesar di Sulawesi Selatan dengan total produksi Tahun 2022 sebesar 15.499,2 Ton. Salah satu agroindustri perikanan yang dikembangkan adalah usaha pemindangan ikan. Pemindangan ikan merupakan upaya pengawetan sekaligus pengolahan ikan yang menggunakan teknik penggaraman dan pemanasan dalam suasana bergaram selama waktu tertentu dalam suatu wadah. Dengan proses pemindangan menunjukkan adanya perlakuan yang diberikan pada komoditas ikan layang baik dari segi bentuk ataupun rasa untuk memberikan nilai tambah pada produk. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui besarnya nilai tambah yang diperoleh setelah adanya proses pengolahan ikan pindang. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2022 pada usaha POKLAHSAR (Kelompok Pengolah dan Pemasar) ikan pindang Desa Pataro, Kecamatan Herlang, Kabupaten Bulukumba menggunakan metode deskriptif kuantitatif untuk mengukur keseluruhan komponen nilai tambah yang dapat menjawab tujuan penelitian. Interview adalah salah satu metode yang digunakan untuk memperoleh informasi dari responden menggunakan bantuan kuisioner ditambah dengan observasi langsung yang dapat melengkapi data yang berkaitan dengan penelitian ini. Data dianalisis menggunakan analisis nilai tambah metode Hayami. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai tambah yang diperoleh pada usaha ikan pindang sebesar Rp14.356,00 per kg bahan baku, dengan rasio nilai tambah adalah 39,14 %, artinya dari nilai output Rp36.680,00 per kg terdapat 39,14% nilai tambah dari output

    Kajian Ekosistem Mangrove Berdasarkan Jenis dan Karakteristik Substrat di Desa Tompotana Kecamatan Kepulauan Tanakeke Kabupaten Takalar

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah mengetahui komposisi jenis dan struktur komunitas vegetasi mangrove berdasarkan jenis substrat dan mengetahui keterkaitan antara kerapatan mangrove dengan tekstur substrat di Desa Tompotana Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juli sampai Agustus 2022 di Desa Tompotana Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar. Metode penelitian secara purposive random sampling yang dibagi menjadi 3 stasiun yaitu stasiun 1 dekat lokasi tambak, stasiun 2 dekat pemukiman, dan stasiun 3 dekat dermaga dan pemukiman. Pada masing-masing stasiun ditentukan 3 transek/plot dimana pada transek 1, transek 2, dan transek 3  dimulai dari arah pantai laut menuju daratan dan tegak lurus garis pantai dengan jarak masing-masing transek 35 meter. Hasil penelitian menemukan 3 spesies mangrove di Desa Tompotana Pulau Tanakeke Kabupaten Takalar berdasarkan jenis substrat yaitu spesies Rhizophora stylosa, Avicennia alba, dan Sonneratia alba. Frekuensi Relatif (RFi) ditemukan pada semua spesies sama yaitu sebesar 33.33, penutupan relative (RCi) tertinggi adalah spesies R. stylosa yaitu sebesar 39.25 dan Penutupan Relatif (RCi) terendah adalah spesies mangrove S. alba yaitu sebesar 26.15. Sedangkan Nilai Penting (INP) tertinggi adalah spesies mangrove R. stylosa yaitu sebesar 148,66% dan Nilai Penting (INP) terendah adalah spesies mangrove S. alba yaitu sebesar 70,59%. Kerapatan relative (RDi) tertinggi ditemukan pada spesies mangrove R. stylosa yaitu sebesar 74.07% dengan jenis substrat liat kemudian spesies A. alba 14.81% dan S. alba 11.11% dengan jenis substrat liat berdeb

    PRODUKTIVITAS TANAMAN SAWIT (Elaeis guineensis Jacq.) BERUMUR TUA BERDASARKAN KEPADATAN POPULASI DI PTPN XIV UNIT PKS LUWU

    Full text link
    Oil palm is Indonesia's mainstay plantation commodity as a source of income for farmers and plantation companies and a source of foreign exchange. Oil palm is a plant with the highest productivity of vegetable oil with a production age beyond 30 years.  To evaluate the productivity of old plants of oil palm, a comparative study was carried out based on the number of different populations per unit area of ​​land. The calculation of oil palm plant production in the form of fresh fruit bunches (FFB) was carried out in old plant population areas with different population numbers per hectare due to population reduction after the productive age of the plants had passed. The calculation results show that the productivity of old oil palm plants (34 and 35 years) is influenced by the number of populations per hectare. Oil palms aged 35 years with higher productivity per unit area were 115 and 118 trees per hectare, but the areas with 100 and 115 populations of oil palms per hectare produced a higher weight of FFB per bunch. For oil palm plantations aged 34 years, populations with higher productivity were 100 and 118 trees per hectare, but a higher average weight of FFB per bunch was found in the areas with 85 and 100 populations per hectare

    LAMA PENYIMPANAN BUAH KELAPA (Cocos nucifera L.) TERHADAP RENDEMEN DAN MUTU VIRGIN COCONUT OIL

    Full text link
    Virgin coconut oil (VCO) merupakan produk olahan dari daging kelapa yang berupa cairan berwarna jernih, tidak berasa, dengan bau khas kelapa. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh lama penyimpanan buah kelapa terhadap mutu VCO yang dihasilkan. Terdapat 5 perlakuan pada penelitian ini yaitu P0, P5, P10, P15, dan P20 dengan ulangan 6 kali dan dianalisa menggunakan rancangan acak lengkap non factorial dan uji BNJ. Perlakuan terbaik yaitu P20 (lama penyimpanan 20 hari) rendemen 15,65%; kadar air 0,2%; kadar asam lemak bebas 0,05%; viskositas 6,692 Pa.s

    Metode Infrared Thermography (IRT) untuk deteksi cepat lubang aktif tikus sawah

    Full text link
    Tikus sawah (Rattus-rattus argentiventer) dapat menyebabkan kerusakan yang parah pada tanaman padi sawah. Pengendalian dengan fumigasi (pengasapan) berbahan aktif sulfur dapat membunuh tikus dalam lubang pematang. Fumigasi akan efektif bila lubang aktif tikus diketahui, namun mengenali lubang aktif tikus tidaklah mudah. Tujuan penelitian ini adalah mengevaluasi potensi metode Infrared Thermography (IRT) dalam mendeteksi lubang aktif tikus sawah melalui visualisasi citra termal. Beberapa lubang tikus yang ditemukan di areal persawahan milik petani di Desa Lebo Jaya, Kecamatan Konda, Kabupaten Konawe Selatan, Provinsi Sulawesi Tenggara direkam citra termalnya menggunakan FLIR C2 Compact Thermal Imager. Selanjutnya, citra termal dan RGB (red green blue) diolah menggunakan aplikasi FLIR Tools versi 6.4.18039.1003 (FLIR® Systems, USA) dan dilanjutkan dengan analisis suhu rata-rata lubang tikus menggunakan Microsoft Excel. Hasil pengolahan citra termal menunjukkan bahwa area tanah galian lubang tikus yaitu area sisi dalam lubang berwarna lebih gelap yang menandakan bahwa suhu tanah di area tersebut lebih rendah sampai berkisar pada suhu 28 °C, sebaliknya area sisi luar lubang berwarna lebih terang yang menandakan bahwa suhu tanah yang lebih tinggi sampai berkisar pada suhu 32 °C. Metode IRT ini sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai metode deteksi cepat lubang aktif tikus sawah. Implementasinya bersama teknologi drone (UAV) akan mengefisienkan waktu petani saat menandai lubang aktif tikus sawah pada areal persawahan yang luas. Selain itu, pengendalian tikus dengan teknik fumigasi juga akan menjadi lebih efektif dan ekonomis

    Penerapan teknologi budidaya tanaman kopi secara berkelanjutan bagi petani di Kabupaten Gowa

    Full text link
    Tanaman kopi (Coffea) adalah salah satu genus penting yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan dikembangkan secara komersial, terutama Coffea Arabika, Coffea Liberica, Coffea Kanephora diantaranya kopi Robusta. Kopi merupakan komoditas tropis utama yang diperdagangkan di seluruh dunia dengan kontribusi setengah dari total ekspor komoditas tropis. Kabupaten Gowa adalah salah satu daerah yang menghasilkan Kopi dengan kualitas dan cita rasa yang khas, dimana salah satu daerah penghasilnya adalah Dusun Ma’lenteng yang berada di Desa Erelembang. Dusun ini memiliki kendala produksi Kopi akibat kurangnya penerapan teknologi budidaya Kopi secara berkelanjutan oleh Petani. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dengan metode ceramah tentang standart operating procedur (SOP) terkait teknik budidaya tanaman Kopi. Salah satu teknik yang diunggulkan adalah teknik pemangkasan tanaman kopi. Selain itu dilakukan dengan metode demonstrasi pembuatan pupuk organik cair. Teknik tersebut dipilih dengan melihat kondisi perkebunan dan usia tanaman petani yang memasuki fase generatif untuk pembentukan buah. Fenomena harga pupuk yang semakin mahal membuat petani tidak melaksanakan pemupukan sesuai stadia pertumbuhannya. Melalui teknik pemupukan organik dengan sisa limbah rumah tangga diharapkan mampu memperkaya unsur hara tanah di pertanaman kopi dan meningkatkan produksinya. Hasil pengabdian ini adalah membentuk dan mengoptimalkan kelompok petani kopi berkelanjutan yang mampu menerapkan teknologi budidaya tanaman kopi

    ANALISIS GC-MS (GASS CROMATOGRAPHY-MASS SPECTROMETRY) TERHADAP BATANG KELAPA SAWIT (Elaeis guineesis Jaq.)

    Full text link
    Oil palm is the plant that produces the highest oil among other plants and the level of cholesterol compounds contained in palm oil is relatively lower compared to other plants. Therefore, this study aims to determine the content of compounds contained in oil palm plants using the GC-MS instrument.  The results of the GC-MS analysis on the sample carried out showed that 14 peaks were detected representing 11 compound components. Based on the analysis of 11 compound components, three compounds were found that had the most significant percent area value, namely the compound 2-Propenoic acid, 1,7,7-trimethylbicyclo[2.2.1]hept-2-yl ester, exo- by 39.06%;  Isobornyl propionate compound by 16.21% and the last compound is Cyclopentanecarboxylic acid, 3-methylene-,1,7,7-trimethylbicyclo[2.2.1]hept-2-yl ester (CAS) CYCLOPENTANIC with a percent area value of 12.99%

    BIOCHAR DIPERKAYA Pleurotus ostreatus GUNA MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium cepa) DI TANAH LEMPUNG BERPASIR

    Full text link
    Sandy loam soil is one alternative to support food security by using rice husk biochar enriched with Pleurotus ostreatus as an organic waste agricultural soil conditioner. This study aims to increase the growth and production of shallots (Allium cepa) in sandy loam soil with the application of Biochar enriched rice husk Pleurotus ostreatus. The research method used a non-factorial Randomised Group Design (RAK) with 4 levels, namely: 1) No treatment, 2) Rice husk biochar enriched with Pleurotus ostreatus 10 grams, 3) Biochar rice husk enriched with Pleurotus ostreatus 15 grams and 4) Biochar rice husk enriched with Pleurotus ostreatus 20 grams. The use of organic matter biochar rice husk enriched with Pleurotus ostreatus had no significant effect on sprouting speed, number of shoots, and weight of tuber clump-1. The use of organic matter biochar rice husk enriched Pleurotus ostreatus significantly affects the root diameter (πm) of shallot plants with the best treatment produced organic biochar rice husk enriched Pleurotus ostreatus 20 grams which is 0.42πm. The use of rice husk biochar enriched with Pleurotus ostreatus with the right dose can increase the growth rate and production of shallot plants in sandy loam soi

    393

    full texts

    411

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Jurnal Online Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇