Jurnal Online Universitas Ibrahimy
Not a member yet
2595 research outputs found
Sort by
Karakterisasi Fisikokimia Dan Uji Stabilitas Emulgel Ekstrak Etanol Daun Widuri Dengan Variasi HPMC Sebagai Gelling Agent
Inflamasi, respons biologis terhadap kerusakan jaringan, sering kali menyebabkan rasa sakit dan memengaruhi aspek biologis, psikologis, dan sosioekonomi. Salah satu terapi lini pertama dalam peradangan adalah obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID). Namun, NSAID memiliki beberapa kelemahan, seperti risiko perdarahan lambung. Senyawa bioaktif seperti daun widuri (Calotropis gigantea) dapat digunakan sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan stabilitas emulgel ekstrak etanol daun widuri. Metode yang digunakan adalah emulsifikasi dan penambahan agen pembentuk gel (HPMC) dengan perbedaan konsentrasi F1 (3%), F2 (4%), dan F3 (5%). Evaluasi emulgel meliputi homogenitas, viskositas, daya sebar, daya lekat, dan pH, dengan stabilitas diuji melalui uji siklus (40℃ dan 4℃ selama 24 jam). Hasil penelitian menunjukkan bahwa F1, F2, dan F3 memiliki viskositas masing-masing sebesar 1360±45,8; 2867±193,4; dan 3690±182,4 cPs, daya sebar 9,7±0,05; 8,9±0,1 dan 7,6±0,11 cm, daya lekat 1,3±0,57; 2,3±0,57 dan 3,6±0,57 detik, serta pH 7,79±0,005; 7,81±0,005 dan 8,05±0,011. Evaluasi stabilitas menunjukkan bahwa setelah uji cycling test, formula tersebut memiliki viskositas 920±34,6; 1860±167,0 dan 2740±96,4 cPs, daya sebar 9,93±0,05; 9,53±0,05 dan 8,46±0,05 cm, daya lekat 1±0; 1,3±0,57 dan 2,6±0,57 detik serta pH 7,82±0,005; 7,84±0,005 dan 8,06±0,005. Formula terbaik adalah formula F3 (5%) karena viskositasnya berada dalam kisaran yang diinginkan untuk emulgel, yaitu 2000-4000 cPs. Studi ini menyimpulkan bahwa variasi konsentrasi HPMC secara signifikan memengaruhi karakteristik fisikokimia dan stabilitas emulgel, dengan formulasi terbaik dicapai pada konsentrasi HPMC sebesar 5%
Evaluasi Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien Lansia di Salah Satu Rumah Sakit di Kota Bandung
Penuaan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit yang mengurangi fungsi organ, seperti hipertensi. Hal ini menjadi tantangan besar dalam memberikan pengobatan bagi lansia karena adanya risiko interaksi antar obat dan kondisi penyakit lain yang menyertainya. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi cara penggunaan dan tingkat keberhasilan pengobatan hipertensi pada pasien lansia di salah satu rumah sakit swasta di Kota Bandung pada bulan April hingga Juni 2025. Penelitian menggunakan data yang didapat dari 103 catatan medis pasien. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar pasien adalah perempuan (64,08%) dengan usia pra-lanjut (60–69 tahun; 54,9%). Obat yang sering digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB), yaitu sekitar 43,1%. Obat yang paling sering diresepkan adalah Amlodipin dengan dosis 10 mg dan 5 mg. Dalam hal efektivitas, sebagian besar pasien (65–70%) menunjukkan respons baik terhadap pengobatan, terutama pada kasus hipertensi yang membutuhkan penanganan segera. Penuaan membuat tubuh lebih rentan terhadap penyakit yang berkembang perlahan, seperti hipertensi, yang sering terjadi pada orang tua. Faktor seperti interaksi obat dan adanya penyakit lain membuat pemilihan pengobatan menjadi lebih sulit. Penelitian ini mengulas penggunaan dan khasiat obat antihipertensi pada 103 pasien tua di sebuah rumah sakit swasta di Kota Bandung, dari bulan April hingga Juni 2025. Sebagian besar pasien adalah perempuan (64,08%) dan berusia 60–69 tahun (54,9%). Obat yang paling sering digunakan adalah Calcium Channel Blocker (CCB), khususnya Amlodipin dalam dosis 10 mg dan 5 mg. Hasil penelitian menunjukkan sekitar 65–70% pasien merespons pengobatan dengan baik, terutama bagi yang tidak memiliki kondisi berat. Namun, sekitar 30–35% pasien tidak merasa ada perbaikan, terutama yang juga menderita penyakit lain seperti gagal jantung, stroke, atau masalah ginjal. Temuan ini menunjukkan bahwa efektivitas pengobatan antihipertensi sangat tergantung pada kondisi kesehatan pasien. Kesimpulannya, penggunaan obat antihipertensi di rumah sakit ini sudah sesuai dengan standar yang berlaku, tetapi diperlukan pengecekan rutin, pemantauan tekanan darah, dan penyesuaian pengobatan agar hasilnya lebih baik, terutama untuk pasien lansia yang memiliki kondisi penyerta kompleks
HAJI DENGAN HUTANG: ANALISIS KONSEP ISTIṬĀ‘AH AL-MĀLIYAH PERSPEKTIF MUHAMMAD BIN IDRIS ASY-SYAFI‘I DAN PETUGAS HAJI
Hajj is a fundamental pillar of Islam that every Muslim is obligated to fulfill if they meet the necessary conditions. However, in its practice, there are still issues that need attention, one of which is funding the Hajj pilgrimage through debt. This issue is important to be studied more deeply, considering that the Hajj pilgrimage requires adequate financial capacity so as not to burden oneself or one\u27s family after returning from the holy land. This study aims to analyze the concept of istiṭā‘ah al-māliyah (financial capability) in the perspective of Imam Muhammad ibn Idrīs Ash-Shāfi‘ī and compare it with the views of Hajj officials regarding the practice of taking debt for Hajj. According to Imam Shafi‘i‘s view, financial capability is a mandatory requirement for someone who wants to perform Hajj. He also emphasized that financial capability not only covers the cost of travel and necessities during the pilgrimage, but also ensures that one is not in a state of deprivation or debt after returning from Hajj. This shows how important economic balance is for prospective pilgrims, both before and after the pilgrimage. In addition, this study also uses interview data with one of the hajj officers, those who play a key role in applying the concept of istiṭā‘ah in practice. Hajj officers have a crucial responsibility to provide a clear and in-depth understanding of istiṭā‘ah al-māliyah to prospective pilgrims. This is so that they can make wise decisions and avoid financial burdens which could potentially lead to issues in the future
The ANALISIS PRAKTIK PENJUALAN SKINCARE TANPA IZIN EDAR PADA MEDIA SOSIAL : PERSPEKTIF FIQIH MUAMALAH DAN UNDANG - UNDANG PERLINDUNGAN KONSUMEN
The rapid development of the beauty industry had led to an increase in the sale of skincare products through social media. However, many products were marketed without a distribution license, which had the potential to harm consumers. This study aimed to analyze the practice of selling skincare without a distribution permit on social media based on the perspective of Islamic Law and the Consumer Protection Law. The research method used is an empirical legal approach with data collection techniques through literature studies, interviews and analysis of related laws and regulations. The results showed that in the perspective of Islamic Law, the practice of selling skincare without a distribution permit is contrary to the principles of justice and benefit because it can endanger consumer health. Meanwhile, in the perspective of the Consumer Protection Law, the practice violates the provisions of Article 8 of Law Number 8 of 1999 which prohibits the circulation of goods that do not meet safety and health standards. Thus, stricter supervision from the government is needed as well as increased consumer awareness to be more selective in buying skincare products. This research was expected to contribute to the development of more effective regulations in addressing the circulation of illegal products on social media.The rapid development of the beauty industry had led to an increase in the sale of skincare products through social media. However, many products were marketed without a distribution license, which had the potential to harm consumers. This study aimed to analyze the practice of selling skincare without a distribution permit on social media based on the perspective of Islamic Law and the Consumer Protection Law. The research method used is an empirical legal approach with data collection techniques through literature studies, interviews and analysis of related laws and regulations. The results showed that in the perspective of Islamic Law, the practice of selling skincare without a distribution permit is contrary to the principles of justice and benefit because it can endanger consumer health. Meanwhile, in the perspective of the Consumer Protection Law, the practice violates the provisions of Article 8 of Law Number 8 of 1999 which prohibits the circulation of goods that do not meet safety and health standards. Thus, stricter supervision from the government is needed as well as increased consumer awareness to be more selective in buying skincare products. This research was expected to contribute to the development of more effective regulations in addressing the circulation of illegal products on social media
PRAKTIK SEWA MENYEWA POHON JERUK DI DESA PANDANSARI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG PERSPEKTIF AKAD IJARAH
This study discussed the practice of renting orange trees in Pandansari Village, Poncokusumo District, Malang Regency, viewed from the perspective of the ijarah contract in Islamic law. This practice had been going on for generations, but it caused problems such as unclear contracts, uncertainty of harvest results, and agreements that are only made verbally. The method used was qualitative descriptive with a normative approach. Data were collected through interviews with orange orchard owners and tenants, as well as community leaders, then analyzed based on the principles of the ijarah contract according to Islam. The results of the study indicated that the practice of renting in the village is not fully in accordance with the ijarah contract. The object of the lease was the harvest (fruit), not the benefits of the tree, and there was an element of uncertainty (gharar) that can harm the tenant. In addition, all risks were borne by the tenant and there was no written agreement. Therefore, this contract was more appropriate if replaced with a musaqah or muzara\u27ah contract that was in accordance with sharia and was fair for both parties
Efektivitas terapi kognitif perilaku berbasis mindfulness terhadap penurunan gejala depresi pada remaja
This study aims to examine the effectiveness of mindfulness-based cognitive behavioral therapy (MB-CBT) in reducing depressive symptoms in adolescents. The research design used is a quasi-experimental design with a pretest-posttest control group approach. Participants consisted of 30 adolescents aged 15–18 years who met the criteria for mild to moderate depression based on the Beck Depression Inventory-II (BDI-II). The MB-CBT intervention was conducted over eight weekly sessions. Data analysis used paired t-tests and independent t-tests. Results showed a significant reduction in depressive symptoms in the experimental group compared to the control group. These findings indicate that MB-CBT is effective in reducing depressive symptoms in adolescent
STATUS KONSERVASI BERBAGAI SPESIES PENYU LAUT DI INDONESIA: STUDI LITERATUR
Pelestarian penyu adalah bentuk usaha atau upaya dalam menjaga serta mengamankan komunitas penyu khususnya di Indonesia, sebab Indonesia menjadi tempat tinggal enam dari tujuh spesies penyu yang masih bertahan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui ancaman atau permasalahan yang mengakibatkan kepunahan penyu dan bentuk konservasi, serta mengidentifikasi spesies penyu yang sudah mengalami kepunahan akibat eksploitasi penyu di perairan indonesia sebagai bahan informasi untuk para pembaca. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengkaji data dari sepuluh jurnal yang berkaitan dengan konservasi penyu laut. Penyu sangat krusial dalam melindungi kesehatan ekologi laut (perairan). Laut yang sesuai dapat menjadikannya rumah bagi jutaan biota laut yang dapat memenuhi kebutuhan protein bagi manusia. Beberapa jenis penyu berstatus rentan terhadap kepunahan, akan tetapi banyak dari manusia yang memburu atau menangkapnya terdapat juga predator yang yang memangsanya. Keberadaannya di dunia ditemukan tujuh jenis, enam jenis penyu ditemukan keberadaanya di Indonesia. Jenis yang ditemukan keberadaanya di indonesia diantaranya penyu pipih (Natator depressus), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Kegiatan konservasi dimulai dari pemantauan aktivitas peneluran penyu. Kegiatan bertelur penyu harus diawasi dengan baik karena penyu sangat sensitif saat bertelur. Ketika pemijahan selesai, pemantau memindahkan telur ke area bersarang semi alami.Pelestarian penyu adalah bentuk usaha atau upaya dalam menjaga serta mengamankan komunitas penyu khususnya di Indonesia, sebab Indonesia menjadi tempat tinggal enam dari tujuh spesies penyu yang masih bertahan. Tujuan dari penelitian ini mengetahui ancaman atau permasalahan yang mengakibatkan kepunahan penyu dan bentuk konservasi, serta mengidentifikasi spesies penyu yang sudah mengalami kepunahan akibat eksploitasi penyu di perairan indonesia sebagai bahan informasi untuk para pembaca. Penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif dengan mengkaji data dari sepuluh jurnal yang berkaitan dengan konservasi penyu laut. Penyu sangat krusial dalam melindungi kesehatan ekologi laut (perairan). Laut yang sesuai dapat menjadikannya rumah bagi jutaan biota laut yang dapat memenuhi kebutuhan protein bagi manusia. Beberapa jenis penyu berstatus rentan terhadap kepunahan, akan tetapi banyak dari manusia yang memburu atau menangkapnya terdapat juga predator yang yang memangsanya. Keberadaannya di dunia ditemukan tujuh jenis, enam jenis penyu ditemukan keberadaanya di Indonesia. Jenis yang ditemukan keberadaanya di indonesia diantaranya penyu pipih (Natator depressus), penyu lekang (Lepidochelys olivacea), penyu belimbing (Dermochelys coriacea), penyu tempayan (Caretta caretta), penyu hijau (Chelonia mydas) dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata). Kegiatan konservasi dimulai dari pemantauan aktivitas peneluran penyu. Kegiatan bertelur penyu harus diawasi dengan baik karena penyu sangat sensitif saat bertelur. Ketika pemijahan selesai, pemantau memindahkan telur ke area bersarang semi alami
Monitoring Kualitas Air pada Tambak Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di Perairan Pantai Utara Jawa Timur
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas perairan di Pantai Utara Jawa Timur berdasarkan parameter suhu, salinitas, pH, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), oksigen terlarut (DO), amonia, nitrat, dan ortofosfat. Penentuan lokasi sampling dilakukan menggunakan metode purposive random sampling di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu perairan berkisar antara 29,5–31,7 °C, sesuai dengan standar optimal untuk biota laut (28–32 °C). Salinitas dan pH (7,3–7,6) berada dalam batas wajar, mendukung kehidupan organisme akuatik. Nilai TDS di bawah 1000 ppm, sementara rata-rata TSS adalah 10,4 mg/L, jauh di bawah ambang batas 20–80 mg/L. Konsentrasi DO berkisar 4,7–6,97 mg/L, hampir memenuhi standar optimal > 5 mg/L. Kandungan amonia (0,007–0,088 mg/L) dan nitrat (0,051–0,095 mg/L) berada dalam batas aman. Konsentrasi ortofosfat (0,025–0,123 mg/L) melampaui ambang batas 0,015 mg/L di beberapa lokasi, kemungkinan disebabkan oleh limbah domestik. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi perairan Pantai Utara Jawa Timur mendukung ekosistem akuatik, meskipun potensi ancaman dari aktivitas manusia memerlukan pengelolaan lebih lanjut untuk menjaga keberlanjutan ekosistemPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kualitas perairan di Pantai Utara Jawa Timur berdasarkan parameter suhu, salinitas, pH, Total Dissolved Solids (TDS), Total Suspended Solids (TSS), oksigen terlarut (DO), amonia, nitrat, dan ortofosfat. Penentuan lokasi sampling dilakukan menggunakan metode purposive random sampling di tiga lokasi, yaitu Kabupaten Sidoarjo, Gresik, dan Lamongan. Hasil pengukuran menunjukkan suhu perairan berkisar antara 29,5–31,7 °C, sesuai dengan standar optimal untuk biota laut (28–32 °C). Salinitas dan pH (7,3–7,6) berada dalam batas wajar, mendukung kehidupan organisme akuatik. Nilai TDS di bawah 1000 ppm, sementara rata-rata TSS adalah 10,4 mg/L, jauh di bawah ambang batas 20–80 mg/L. Konsentrasi DO berkisar 4,7–6,97 mg/L, hampir memenuhi standar optimal > 5 mg/L. Kandungan amonia (0,007–0,088 mg/L) dan nitrat (0,051–0,095 mg/L) berada dalam batas aman. Konsentrasi ortofosfat (0,025–0,123 mg/L) melampaui ambang batas 0,015 mg/L di beberapa lokasi, kemungkinan disebabkan oleh limbah domestik. Hasil penelitian ini menunjukkan kondisi perairan Pantai Utara Jawa Timur mendukung ekosistem akuatik, meskipun potensi ancaman dari aktivitas manusia memerlukan pengelolaan lebih lanjut untuk menjaga keberlanjutan ekosistem
Distribusi Spasial Spesies Teripang (Holothuroidea) Berdasarkan Jenis Substrat di Kawasan Pesisir Desa Kenebibi, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur Sebagai Upaya Konservasi
Teripang pasir adalah salah satu hewan Echinodermata yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, Teripang pasir dieksploitasi cukup besar sehingga berdampak pada penurunan stok teripang di alam. Penurunan stok teripang telah terjadi di beberapa perairan di Indonesia seperti perairan Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini mengetahui distribusi spasial habitat spesies teripang di wilayah pesisir Pantai Weain Desa Kenebibi Kabupaten Belu yang mempunyai potensi pengembangan sumberdaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, pengambilan sampel teripang, susbtrat, dan titik koordinat lokasi dilakukan di Perairan Pantai Weain Desa Kenebibi Kabupaten Belu yang terbagi menjadi 3 stasiun pengamatan dengan 10 titik sampel di setiap stasiun. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Sedangkan untuk pengumpulan data sosial ekonomi, dilakukan melalui wawancara kepada masyarakat pesisir di Desa Kenebibi. Hasil penelitian ini yaitu sebaran substrat spesies Holuthuria scabra dan Holothuira fuscosgilva berdasarkan jenis substratnya, menggunakan analisis citra satelit Planet Scope selanjutnya analisis data akan dilakukan dengan sistem informasi geografis menggunkaan metode maximum likelihood. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan sebagai informasi yang mengkaji keberadaan potensi sumberdaya teripang di Desa Kenebibi, Kabupaten Belu dalam rangka melestarikan sumberdaya teripang serta mendukung sumberdaya teripang yang berkelanjutan dalam pengelolaan sebaik mungkin.Teripang pasir adalah salah satu hewan Echinodermata yang memiliki nilai ekonomis yang sangat tinggi. Karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi, Teripang pasir dieksploitasi cukup besar sehingga berdampak pada penurunan stok teripang di alam. Penurunan stok teripang telah terjadi di beberapa perairan di Indonesia seperti perairan Nusa Tenggara Timur. Tujuan dari penelitian ini mengetahui distribusi spasial habitat spesies teripang di wilayah pesisir Pantai Weain Desa Kenebibi Kabupaten Belu yang mempunyai potensi pengembangan sumberdaya. Penelitian ini merupakan penelitian eksploratif, pengambilan sampel teripang, susbtrat, dan titik koordinat lokasi dilakukan di Perairan Pantai Weain Desa Kenebibi Kabupaten Belu yang terbagi menjadi 3 stasiun pengamatan dengan 10 titik sampel di setiap stasiun. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive random sampling. Sedangkan untuk pengumpulan data sosial ekonomi, dilakukan melalui wawancara kepada masyarakat pesisir di Desa Kenebibi. Hasil penelitian ini yaitu sebaran substrat spesies Holuthuria scabra dan Holothuira fuscosgilva berdasarkan jenis substratnya, menggunakan analisis citra satelit Planet Scope selanjutnya analisis data akan dilakukan dengan sistem informasi geografis menggunkaan metode maximum likelihood. Penelitian ini merupakan penelitian pendahuluan sebagai informasi yang mengkaji keberadaan potensi sumberdaya teripang di Desa Kenebibi, Kabupaten Belu dalam rangka melestarikan sumberdaya teripang serta mendukung sumberdaya teripang yang berkelanjutan dalam pengelolaan sebaik mungkin
STRATEGIES OF PONDOK PESANTREN IN NURTURING AND INCREASING COMMUNITY INTEREST IN RELIGIOUS ACTIVITIES
In the context of Islamic Religious Education in Indonesia, Islamic boarding schools (pesantren) play an important role in fostering the moral and spiritual development of society. However, the reality shows that many Islamic boarding schools face challenges in attracting community participation. This study aims to analyze the strategies implemented by the Al-Futuhat Islamic Boarding School in Garut to increase community interest in religious activities. This study uses a qualitative approach. The results of the study show that the Al-Futuhat Islamic Boarding School carries out 3 strategies to attract community attention and participation, namely: (1) learning innovation by promoting the \u27talaran nadhom\u27 method, (2) innovative programs for the community such as free hajj-umrah and others, (3) establishing close cooperation with community leaders and graduates of this Islamic boarding school