Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Pelaksanaan Tindakan Supervisi Klinis Untuk Meningkatkan Kemampuan Guru SD Negeri 17 Pandan Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Dalam Menyusun Administrasi Pembelajaran Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan kegiatan supervisi klinis sebagai upaya meningkatkan kemampuan guru SD Negeri 17 Pandan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 dalam menyusun administrasi pembelajaran. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Sekolah. Subjek penelitian ini adalah guru-guru SD Negeri 17 Pandan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 yang terdiri dari 10 guru. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik dokumen dan observasi. Validasi data dengan teknik triangulasi dengan sumber dan triangulasi dengan metode. Teknik analisis data dilakukan dengan menggunakan perhitungan persentase. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi klinis terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan guru di SD Negeri 17 Pandan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 dalam menyusun administrasi pembelajaran. Hal ini ditunjukkan dengan hasil penilaian yang mengalami peningkatan pada setiap siklus tindakan yang dilakukan. Pada kondisi awal perolehan nilai rata-rata sebear 48,43 dalam kriteria KURANG, dan pada siklus pertama meningkat menjadi 67,78 dalam kriteria CUKUP dan pada siklus kedua memperoleh nilai rata-rata 85,56 dalam kriteria BAIK. Adapun penjelasan peningkatan kemampuan menyusun administrasi pembelajaran pada kondisi awal belum ada guru yang mencapai kriteria keberhasilan, dan pada siklus pertama meningkat menjadi 5 guru atau 50% dan pada siklus kedua 100% atau 10 guru dinyatakan meningkat kemampuannya dalam menyusun administrasi pembelajaran dan memenuhi kriteria keberhasilan. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan supervisi klinis terbukti dapat meningkatan kemampuan guru SD Negeri 17 Pandan Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 dalam menyusun administrasi pembelajaran
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Mata Pelajaran Bimbingan Konseling Melalui Visual Activities Learning Model Pada Siswa Kelas IX-B Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021
Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning Model dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada Materi Bimbingan hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,31%. Pada Siklus I hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 21 (76,75%) dan sedang sebanyak 4 (12,91%) serta sebanyak 4 (12,91%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 12 (38,71%), yang memiliki perhatian sebanyak 6 (19,36%) dan perhatian kurang 13 (41,94%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Visual Activities Learning Model dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Bimbingan Konseling. Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning Model tersebut Belum dinyatakan Tuntas. Maka perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus yang ke 2. Pada Siklus II yang memiliki hasil data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 26 (83,87%) dan sedang sebanyak 2 (6,46%) serta sebanyak 2 (6,46%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 25 (80,65%), perhatian orang tua sebanyak 4 (12,91%) dan perhatian kurang 2 (6,46%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Visual Activities Learning Model dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Bimbingan Konseling. Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning Model tersebut dinyatakan Tuntas. Maka tidak perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut di atas, hipotesis yang dianjurkan dalam penelitian tindakan kelas ini : “Jika kegiatan Bimbingan Konseling menggunakan metode Visual Activities Learning Model pada Materi Bimbingan Mendiskripsikan Pilihan Karir Setelah Lulus SMP-MTs pada pelajaran Bimbingan Konseling prestasi belajar siswa dapat meningkat”, dapat di terima
Peningkatan Partisipasi Dan Hasil Belajar Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV Dengan Metode Drill Di SDN 15 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh proses pembelajaran yang didominasi oleh guru, pemahaman konsep pada pembelajaran bahasa Indonesia siswa relatif kurang, ini terlihat dari hasil belajar 60% siswa yang masih berada dibawah KKM dan siswa kurang aktif selama proses pembelajaran.Untuk itu perlu dilakukan penelitian mengenai Peningkatan Partisipasi dan Hasil Belajar Membaca Pemahaman Siswa Kelas IV dengan Metode Driil di SDN 15 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori Lufri mengenai metode drill, teori Mulyasa mengenai partisipasi,teori Nana Sudjana mengenai hasil belajar .Tujuan metode Drill adalah untuk meningkatkan partisipasi bertanya, menjawab dan hasil belajar siswa kelas IV SDN15 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten AgamJenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SDN15 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agamberjumlah 20 orang. Instrumen yang digunakan adalah lembar partisipasi siswa, lembar aktivitas guru dan hasil belajar. Berdasarkan analisispartisipasi siswa, diperoleh rata-rata partisipasi siswa pada masing-masing siklus mengalami peningkatan. Pada siklus pertama 60,45% meningkat menjadi 86,29%pada siklus keduanya.Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan pada siklus pertama 53,56%meningkat menjadi 70% pada siklus keduanya. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan partisipasi dan hasil belajar bahasa Indonesia siswa kelas IV SDN15 Parit Panjang Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agamsetelah menggunakanmotode Drill
Peningkatan Hasil Belajar Pada Matapelajaran Matematika Pokok Bahasan Operasi Hitung Bilangan dalam Penyelesaian Soal Cerita Dengan Metode Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN Dero 1 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi
Peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika pokok bahasan operasi hitung bilangan dalam penyelesaian soal cerita dengan metode Kooperatif Model Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SDN Dero 1 Bringin Ngawi. Meningkatkan hasil belajar siswa dengan metode kooperatif model Jigsaw merupakan fokus dari penelitian ini. Perbaikan Pembelajaran bertujuan agar kemampuan siswa kelas IV SDN Dero 1 Bringin Ngawi dapat meningkat sehingga mampu mengerjakan soal cerita dengan metode kooperatif model Jigsaw. Dari obsevasi penulis terhadap para siswa di siklus I belum berhasil karena masih ada siswa yang belum tuntas hasil belajarnya. Dan setelah diadakan perbaikan di siklus II dengan metode kooperatif model Jigsaw pada mata pelajaran Matematika dengan indicator Menyelesaiakan soal cerita yang melibatkan penjumlahan dan pengurangan bilangan bulat positif dapat meningkat. Peningkatan ini di tunjukan dengan meningkatnya nilai hasil tes akhir antara siklus I dan siklus II. Dimana siklus I nilai rata-rata 6,4 meningkat pada siklus II yaitu 7,0. Nilai untuk siswa dinyatakan tuntas apabila memenuhi Standart Kelulusan Belajar Minimal(SKMB) sebesar 70, maka tingkat ketuntasan siswa untuk masing-masing siklus (5 siswa atau 33,3%) siklus I dan (12 siswa atau 80%) siklus II .Jadi secara keseluruhan siswa pada akhir pembelajaran dari siklus I dan siklus II di nyatakan tuntas
Peningkatan Hasil Belajar Menghargai Peranan Tokoh Pejuang Dan Masyarakat Mata Pelajaran IPS Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas V SDN 2 Josari Kecamatan Jetis
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya pada standar kompetensi Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan sangat rendah, yakni hanya 54,55% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,09. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Learning Expeditions diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas V SDN 2 Josari Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar Menghargai peranan tokoh pejuang dan masyarakat dalam mempersiapkan dan mempertahankan kemerdekaan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,91; siklus II 76,82, dan siklus III 82,73. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 63,64%, siklus II meningkat menjadi 81,82%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Pengaruh Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) Dapat Meningkatkan Prestasi IPA Materi Kependudukan Dan Lingkungan Pada Siswa Kelas IX C Di SMP Negeri 1 Geneng Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA dalam kependudukan dan lingkungan pada siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020? Tujuan dari penelitian ini adalah: Penerapan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA dalam kependudukan dan lingkungan pada siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi. Penerapan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat meningkatkan prestasi belajar IPA dalam kependudukan dan lingkungan pada siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar secara klasikal meningkat dari sklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (72,73 %), (81,82 %), dan (87,88 %). Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Somatis, Auditori, Visual, Dan Intelektual (SAVI) dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa kelas IX C di SMP Negeri 1 Geneng, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pokok Bahasan Taksiran Melalui Metode Kooperatif Model Group Investigation Pada Siswa Kelas IV Semester II Sekolah Dasar Negeri Krompol 2 Kecamatan Bringin
Matematika merupakan suatu bahan kajian yang memiliki objek abstrak dan dibangun melalui proses penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sudah diterima, sehingga keterkaitan antar konsep dalam matematika bersifat sangat kuat dan jelas. Dalam pembelajaran matematika agar mudah dimengerti oleh siswa, proses penalaran deduktif untuk menguatkan pemahaman yang sudah dimiliki oleh siswa. Tujuan pembelajaran matematika adalah melatih cara berfikir secara sistematis, logis, kritis, kreatif dan konsisten. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation ? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model Group Investigation. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas IV Semester II SDN Krompol 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (65,00%), siklus II (75,00%), siklus III (85,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Group Investigation dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa kelas IV Semester II SDN Krompol 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika
Peningkatan Hasil Belajar Membuat Roti Soft Roll Dan Hard Roll Pada Mata Pelajaran Produk Pastry Dan Bakery Melalui Model Pembelajaran Blended Learning In Online Context (Virtual Class) Siswa Kelas XII A1 SMK Negeri 2 Ponorogo
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Produk Pastry dan Bakery khususnya pada standar kompetensi Membuat roti soft roll dan hard roll sangat rendah, yakni 42,86% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,43. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class). Apabila guru menerapkan model pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class) diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Membuat roti soft roll dan hard roll. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 5 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Membuat roti soft roll dan hard roll melalui metode Blended Learning in Online Context (Virtual Class) pada siswa Kelas XII A1 SMK Negeri 2 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan Model Pembelajaran Blended Learning in Online Context (Virtual Class) dalam meningkatkan kemampuan mata pelajaran Produk Pastry dan Bakery ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 71,86; siklus II 74,86; dan siklus III 80,43. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 62,86%, siklus II meningkat menjadi 74,29%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 94,29%
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar PAI Dan BP Materi Beriman Kepada Alloh Dan Rosulnya Melalui Metode Make A Match Siswa Kelas IV SDN 30 Cacang Randah Kecamatan Tanjug Mutiara Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021
Tujuan dari penelitian tindakan kelas ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar PAI materi Beriman kepada Alloh dan Rosulnya melalui penggunaan metode make a match di Kelas IV SD Negeri 30 Cacang Randah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan yang lazim dilalui, yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan (observasi), dan refleksi dilaksanakan dalam 2 siklus dengan 2 kali tindakan. Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri 30 Cacang Randah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Tahun Pelajaran 2020/2018 sebanyak 21 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan kegiatan observasi, teknik penilaian atau tes dan dokumentasi. Dalam penelitian ini validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Analisis data pada setiap akhir siklus dengan teknik deskriptif. Hasil penelitian membuktikan penggunaan metode kerja kelompok pada pembelajaran I PAI dan BP materi Beriman kepada Alloh dan Rosulnya mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan dengan peningkatan aktivitas belajar siswa. Aktivitas belajar siswa pada kondisi awal terdapat 8 siswa atau 38,10% yang dinyatakan tuntas dan 13 siswa atau 61,90% dinyatakan belum tuntas, pada siklus pertama meningkat menjadi 13 siswa atau 61,90% dan 8 siswa atau 38,10% siswa belum tuntas, dan pada siklus kedua meningkat menjadi 20 siswa tuntas atau 95,24% dan hanya terdapat 1 siswa atau 4,76% siswa yang dinyatakan belum tuntas. Hal ini dapat dibuktikan dengan kenaikan hasil belajar siswa dari dengan rata-rata hasil belajar 59,05, meningkat menjadi 69,05 pada siklus pertama dan pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 78,10 dengan penjelasan ketuntasan belajar siswa dari 7 siswa atau 33,33% meningkat menjadi 57,14% atau 12 siswa dan 19 siswa atau 90,48% pada siklus kedua. Kesimpulannya adalah penggunaan metode make a match pada pembelajaran PAI dan BP materi Beriman kepada Alloh dan Rosulnya terbukti mampu meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Ketrampilan Mewarnai Gambar Alam Sekitar Pada Anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018
Rendahnya kemampuan anak TKB 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjukdalam ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar: (1) siswa kurang latihan; (2) kemampuan guru yang kurang dalam penyampaian materi; (3) sistem kegiatan belajar mengajar yang monoton dan kurang menarik, sehingga siswa merasa bosan. Penggunaan metode pembelajaran demonstrasi merupakan sarana mempermudah siswa dalam memahami materi ajar agar tidak mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah melalui metode pembelajaran demonstrasi dapatmeningkatkan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018?; (2) Bagaimana ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahuimetode pembelajaran demonstrasi dapatmeningkatkan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018; (2) untuk mendeskripsikan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi. Berdasarkan hasil observasi ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar sebelum tindakan rata-rata persentase sebesar 44% dengan kriteria kurang, mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 65% pada siklus I berada pada kriteria cukup, pada siklus II mengalami peningkatan lagi dengan rata-rata sebesar 72% dengan kriteria cukup dan pada siklus III mengalami kenaikan lagi dengan rata-rata 94%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar anak mengalami peningkatan dan mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% dengan kriteria Sangat Baik. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan metode pembelajaran demonstrasi dimana peneliti sebagai guru memberikan contoh kegiatan mewarnai yang akan dilakukan dan gambar yang diwarnai disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018