Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Proses Pembentukan Tanah Karena Pelapukan Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas V SDN Candijati 02 Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember

    Full text link
    Pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya Ilmu Pengetahuan Alam pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Ilmu Pengetahuan Alam dari segi teorinya saja. Terbukti dari data hasil belajar siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada standar kompetensi Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan sangat rendah, yakni hanya 51,61% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,35. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Mendeskripsikan proses pembentukan tanah karena pelapukan melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas V SDN Candijati 02 Kecamatan Arjasa Kabupaten Jember Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan hasil belajar siswa ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 72,58; siklus II 77,10, dan siklus III 82,10. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 64,52%, siklus II meningkat menjadi 77,42%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%

    Peningkatan Hasil Belajar Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu Melalui Metode Modeling The Way Siswa Kelas IV SDN 1 Jenangan Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo

    Full text link
    Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu atau Penjelasan Tentang Cara Membuat Sesuatu sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,00. Peneliti menganggap hal tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Modeling the Way.  Dengan  penerapan Modeling the Way diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memiliki hasil belajar Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu atau Penjelasan Tentang Cara Membuat Sesuatu dengan baik.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menulis Petunjuk Melakukan Sesuatu atau Penjelasan Tentang Cara Membuat Sesuatu melalui metode Modeling the Way pada siswa Kelas IV SDN 1 Jenangan Kecamatan Sampung Kabupaten Ponorogo.Peranan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan hasil belajar ditandai dengan adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I  72,50; siklus  II 76,00; dan siklus III 83,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 70,00%, siklus II 90,00%, siklus III 100%

    Peningkatan Hasil Belajar Meringkas Teks Tertulis Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Pembelajaran Gallery Of Learning Siswa Kelas XI MAT-IA.2 SMA Negeri 1 Magetan

    No full text
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Mendeskripsikan Meringkas teks tertulis dalam konteks bekerja melalui metode Gallery of Learning pada siswa Kelas XI MAT-IA.2 SMA Negeri 1 Magetan Semester II Tahun Pelajaran 2015/2016. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Bahasa Indonesia khususnya pada Kompetensi dasar Mendeskripsikan Meringkas teks tertulis dalam konteks bekerja sangat rendah, yakni 37,50% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 66,67. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal.  Peranan Model Pembelajaran Gallery of Learning dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Indonesia materi ajar Meringkas teks tertulis dalam konteks bekerja ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,19; siklus II 77,19; dan siklus III 80,94. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 68,75%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 93,75%

    Peningkatan Hasil Belajar Merancang Karya Seni Rupa Terapan Dengan Memanfaatkan Teknik Dan Corak Daerah Setempat Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas IX B SMP Negeri 3 Kecamatan Slahung

    Full text link
    Pengajaran berkompetensi dasar Merancang Karya Seni Rupa Terapan dengan Memanfaatkan Teknik dan Corak Daerah Setempat yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya hasil belajar pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal.  Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengan kompetensi dasar Merancang Karya Seni Rupa Terapan dengan Memanfaatkan Teknik dan Corak Daerah Setempat melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas IX B, maka Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dakam penelitian ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 68,81; siklus II 75,24, dan siklus III 81,43. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 71,43%, siklus II meningkat menjadi 80,95%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100

    Peningkatan Kemampuan Mengungkapkan Makna Dan Langkah Retorika Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Metode Modeling The Way Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 3 Kecamatan Slahung

    Full text link
    Pengajaran Bahasa Inggris yang diharapkan adalah pengajaran yang dapat membuat siswa benar-benar mampu menerapkan, bukan hanya menguasai teori saja. Pada kenyataannya Bahasa Inggris pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Bahasa Inggris dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Mengungkapkan Makna dan Langkah Retorika dalam Esei Pendek Sederhana sangat rendah, yakni 47,82% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 60,17.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Mengungkapkan Makna dan Langkah Retorika dalam Esei Pendek Sederhana melalui metode Modeling the Way pada siswa Kelas VIII B SMP Negeri 3 Kecamatan Slahung Semester II Tahun Pelajaran 2016/2017.Peranan Model Pembelajaran Modeling the Way dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Inggris ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 71,26; siklus II 74,35; dan siklus III 76,09. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 65,22%, siklus II 78,26%, siklus III 91,30%

    Peningkatan Kompetensi Penelitian Dan Pengembangan Serta Optimalisasi Kualitas Kepengawasan Supervisi Manajerial Oleh Pengawas Sekolah Di SMK PGRI Kota Mojokerto

    Full text link
    Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah: 1) Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru baik secara mandiri maupun terprogram; 2) Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap; 3) Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan; 4) Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yang menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya; 5) Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur (SMK PGRI Kota Mojokerto) berkenaan dengan implementasi 8 standar nasional pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). Setelah penulis sebagai pengawas sekolah melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah mulai awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan, maka kompetensi supervisi akademik penulis sebagai pengawas sekolah dapat meningkat, kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) meningkat, dengan melaksanakan supervisi guru dan kepala sekolah, maka kompetensi supervisi akademik penulis semakin meningkat, meningkatnya kompetensi penulis dalam menyusun perangkat pembelajara

    Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make - A Match Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar PKn Pada Siswa Kelas VI SDN 04 Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan minat dan hasil belajar PKn materi ASEAN. Kompetensi dasar menjelaskan pengertian kerjasama negara-negara Asia Tenggara melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Make - A Match pada  siswa kelas VI SDN 04 Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2011/2012. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus prosentase untuk mengetahui peningkatan variabel yang diteliti. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat upaya guru dalam meningkatkan minat dan hasil belajar PKn melalui model pembelajaran kooperatif tipe Make - A Match. Model pembelajaran kooperatif tipe Make - A Match memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif. Ketercapaian pada setiap siklus terlihat pada keaktifan siswa saat proses pembelajaran demikian juga aktifitas guru. Setelah dilaksanakan tindakan evaluasi belajar siswa meningkat. Peningkatan hasil belajar tersebut dinyatakan dari rata-rata nilai pra tindakan 61,82, setelah dilakukan tindakan siklus I nilai rata-rata  67,05 ada peningkatan 5,23  persentase  peningkatan ( 8,46%) , pada siklus II nilai rata-rata 83,86  ada peningkatan dari siklus I ke siklus II 16,81persentase 25,07%

    Peningkatan Hasil Belajar Tolak Peluru Melalui Metode Pembelajaran Latihan Demonstrasi Squat Thrust Dan Angkat Barbell Pada Siswa Kelas Vii A SMP Negeri 11 Kota Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2015 / 2016

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tolak peluru mata pelajaran Pendidikan Jansmani, Olah Raga dan Kesehatan ( PJOK ) pada siswa kelas VII A SMP Negeri 11 Kota Madiun Semester II tahun Pelajaran 2015 / 2016 dengan melalui metode latihan demonstrasi squat thrust dan angkat barbell. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan melalui proses kolaborasi antara peneliti dan guru kelas dengan subjek penelitiannya siswa kelas VII A SMP Negeri 11 Kota Madiun sebanyak 32 siswa terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 14 siswa perempuan. Penelitian ini menggunakan model Spiral dari Kemmis dan Mc Taggart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus. Metode pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes kemampuan, observasi, dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan teknik Statistik Deskriptif Kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar tolak mengalami peningkatan setelah dilakukan pembelajaran dengan metode latihan demonstrasi squat thrust dan angkat barbell. Hal itu ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar tolak peluru rata-rata ketuntasan belajar siswa pada tiap siklusnya. Peningkatan ketuntasan hasil belajar tolak peluru rata-rata siswa pada prasiklus 53,13% (17 siswa)  meningkat menjadi 71,88 ( 23 siswa ) pada siklus Idan meningkat lagi menjadi 87,5% ( 28 siswa)  pada siklus I

    Peningkatan Hasil Belajar Menulis Wacana Yang Bercorak Naratif,Deskriptif,Ekspositiris,Dan Argumentatif,Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Pendekatan Model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan

    Full text link
    Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Menulis Wacana Yang Bercorak Naratif, Deskriptif, Ekspositiris, dan Argumentatif pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui Pembelajaran Kooperatif model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan Semester II Tahun pelajaran 2016/2017. Berdasarkan hasil observasi di Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan, maka diperoleh data rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sebagai perwujudan tanggung jawab peneliti yang juga guru mata pelajaran Kompetensi Kejuruan di Kelas XI IPS 1, maka peneliti menawarkan penerapan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Diharapkan dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange ini terjadi peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia, mean skor meningkat menjadi 75 atau lebih dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar mencapai 75% dari keseluruhan jumlah siswa di Kelas XI IPS 1. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar dapat ditingkatkan dengan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing siklus I sebesar 73,29, siklus II sebesar 78,29 dan siklus III 84,14. Selain itu peningkatan ini juga didukung dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 62,86%, siklus meningkat menjadi 80,00% dan siklus III meningkat dengan pesat sebesar 97,14%

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇