Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Dengan Model Pembelajaran Tipe Snow Ball Pada Siswa Kelas VI SDN Semen 2 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Model pembelajaran tipe Snow Ball ini dipusatkan pada cara siswa menyelesaikan persoalan dengan langkah sistematis yaitu dari kelompok kecil kemudian dilanjutkan dengan kelompok lebih besar sehingga pada akhirnya akan memunculkan beberapa jawaban yang telah disepakati oleh siswa secara berkelompok. (Hisyam Zaini, dkk.2007). Berdasarkan uraian tersebut, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah (1) “Seberapa jauh peningkatan prestasi belajar siswa dalam belajar pendidikan kewarganegaraan khususnya pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas VI, Sekolah Dasar Negeri Semen 2 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi? (2) Apakah Model pembelajaran tipe Snow Ball dapat meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan dalam bidang pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VI, Sekolah Dasar Negeri Semen 2 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi? Sedangkan tujuan penelitian adalah (1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran tipe Snow Ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pendidikan kewarganegaraan, (2) Mengetahui pengaruh model pembelajaran tipe Snow Ball dapat meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas VI. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menentukan langkah-langkah perencanaan, prosedur pelaksanaan tindakan, refleksi, subjek penelitian, pengumpulan data, instrument penelitian, teknik analisa data, menyiapkan partisipan, penelitian tindakan menggunakan tiga siklus kegiatan. Hasil penelitian siklus 1 sampai dengan siklus 3 dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan melului model pembelajaran tipe Snow Ball terdapat peningkatan prestasi belajar siswa kelas VI, Sekolah Dasar Negeri Semen 2 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi, khususnya pendidikan kewarganegaraan. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 65,23%, 78,26%, dan 86,96%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai
Penerapan Model Investigasi Kelompok Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Dan Kemampuan Menjelaskan Suatu Gambar Di Kelas 1 Semester I SD Negeri Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro Tahun Pelajaran 2017/2018
Walaupun siswa memiliki nilai yang tinggi dari mata pelajaran selain Bahasa Indonesia, tetapi dalam sikap dan perbuatannya ia tidak memahami, mengerti dan melaksanakan apa yang terkandung dalam ilmu Bahasa Indonesia maka dia tidak akan bermanfaat bagi masyarakat, Bangsa dan Negara. Model Investigasi Kelompok dapat menjadi metode pembelajaran yang mampu menciptakan interaksi yang efektif. Interaksi efektif dalam kelompok kecil memacu siswa untuk mengetahui tentang dasar kerja berkelompok dan keterampilan berdiskusi. Investigasi Kelompok juga memotivasi siswa untuk berperan aktif dalam menentukan apa yang mereka pelajari dan bagaimana cara mereka belajar. Penelitian ini dilakukan di SD Negeri Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro, dimana peneliti melaksanakan tugas sebagai guru kelas. Obyek penelitian adalah siswa kelas I semester I di SD Negeri Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian ini dilakukan selama 2 bulan yaitu bulan September sampai Oktober tahun 2017 siswa berjumlah 32 anak. Pelaksanaan penelitian ini berbentuk siklus yang terdiri dari 3 siklus yang masing-masing meliputi : Perencanaan, Tindakan, Observasi dan Refleksi. Pada bagian interprestasi data ini penulis atau guru akan menjelaskan hasil belajar siswa pada setiap siklus, hasil belajar yang diperoleh siswa pada pelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan model belajar Investigasi Kelompok mengalami peningkatan yang sangat baik. Dari hasil data diatas dapat diketahui bahwa nilai rata-rata siswa kelas I sebelum penelitian adalah : 61,1 (rendah), siklus I adalah : 71,7 (cukup), siklus II adalah : 87,0 (baik) dan siklus III adalah 91,8 (amat baik). Hal ini menandakan keberhasilan dalam meningkatan minat maka secara langsung prestasi belajar pada siswa di SD Negeri Ngraseh Kecamatan Dander Kabupaten Bojonegoro akan meningkat dan penelitian ini dapat dikatakan berhasil
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Membaca Melalui Alat Peraga Pada Siswa Kelas 1 SDN Susukanrejo II Pasuruan
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan membantu siawa kelas I SDN Susukanrejo II Pasuruan mudah memahami pembelajaran yang disampaikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi kegiatan guru, aktivitas siswa yang diambil dari lembar observasi kegiatan siswa. Jumlah siswa dalam penelitian ini adalah 13 siswa terdiri dari 10 siswa laki-laki dan 3 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa dari 53 (nilai rata-rata hasil belajar sebelum penelitian) menjadi 67,69 (siklus I) dan 84,61 (siklus II). Begitupun dengan ketuntasan klasikal meningkat dari ketuntasan 61,53% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Demikian pula peningkatan daya serap klasikal dari 67,69% pada siklus I menjadi 84,61% pada siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan menggunakan media gambar dapat meningkatkan hasil belajar siswa di kelas I SDN Susukanrejo II Pasuruan
Peningkatan Hasil Belajar Menyebutkan Contoh Organisasi Di Sekolah Dan Masyarakat Mata Pelajaran PPKn Dengan Pembelajaran Certainly Of Response Index (CRI) Siswa Kelas V SDN Purworejo Kecamatan Balong
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada kompetensi dasar Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat sangat rendah, yakni hanya 55,56% dari 17 siswa memenuhi standar ketuntasan dalam belajar. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi pembelajaran Certainly of Response Index (CRI) dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat melalui strategi pembelajaran Certainly of Response Index (CRI) pada siswa Kelas V SDN Purworejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan strategi pembelajaran Certainly of Response Index (CRI) dalam meningkatkan kemampuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan materi ajar Menyebutkan contoh organisasi di lingkungan sekolah dan masyarakat ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 70,89; siklus II 75,29, dan siklus III 81,76. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu siklus I hanya 64,71%, siklus II 82,35%, siklus III mencapai 100%
Peningkatan Hasil Belajar Mengenal Aktivitas Ekonomi Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas IV SDN 2 Badegan Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo
Permasalahan yang muncul di Kelas IV SDN 2 Badegan Kecamatan Badegan adalah siswa kurang menguasai konsep Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 50,00% siswa Kelas IV SDN 2 Badegan Kecamatan Badegan belum memahami konsep Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 51,00 dan 50,00% siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75, serta adanya data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan penguasaan konsep Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawasan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 73,00, siklus II 77,50, dan siklus III 83,50. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 70,00%, siklus II 80,00% dan siklus III 100%
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Mengajar Melalui Supervisi Akademik Di SMA Negeri 1 Bondowoso Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian ini di dasarkan dengan rendahnya kinerja guru dalam mengajar di SMA Negeri 1 Bondowoso karena guru dalam mengajar masih terdapat kelemahan dalam menyajikan pembelajaran di kelas. Guru mengajar belum melakukan semua item yang harus ada dalam proses pembelajaran mulai dari kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Hal ini berdapampak terhadap hasil belajar siswa. Untuk mengatasi kelemahan yang terjadi dalam mengajar kepala sekolah mengadakan supervisi rutin terhadap guru untuk meningkatkan kinerja dan cara mengajar guru. Karena dengan supervisi guru mendapat pembinaan dan dapat memperbaiki kelemahanya dalam mengajar. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan Sekolah (PTS), penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif. Prosedur penelitian terdiri dari: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap pengamatan, dan tahap refleksi. Data penelitian diperoleh dengan menggunakan lembaran observasi. Melalui kegiatan supervisi akademik, kinerja guru dan cara mengajar guru meningkat lebih baik. Terbukti dengan rata–rata nilai kemampuan semua guru dalam mengajar pada siklus I yaitu 49,11% telah terlaksana item yang dinilai dilaksanakan guru setelah dilakukan refleksi atau pembinaan terdapat peningkatan pada siklus II dengan rata–rata nilai keseluruhan guru yaitu 85,90% telah terlaksana item yang dinilai dilaksanakan guru. Dari analisis penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui supervisi akademik dapat meningkatkan cara guru dalam mengajar di SMA Negeri 1 Bondowoso
Meningkatkan Daya Ingat Anak Melalui Media Gambar Alat Transportasi Pada Anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk
Media dalam proses pembelajaran diartikan sebagai alat-alat grafis, fotografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal. Media juga dapat diartikan sebagai segala sesuatu yang dapat dipergunakan untuk menyalurkan pesan, merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan kemauan siswa, sehingga dapat terdorong terlibat dalam proses pembelajaran. Media yang paling mudah dikenal anak adalah media gambar. Media gambar pun banyak jenisnya seperti gambar binatang, binatang tanaman bunga,dll. Kami penulis mencoba menggunakan gambar alat transportasi, karna gambar ini mudah dikenal anak. Beberapa penyebab rendahnya daya ingat anak antara lain: (1) Kurangnya perhatian guru pada penggunaan media (2) Metode mengajar guru kurang bervariasi dan (3) Anak cenderung sering lupa dan tidak banyak mengingat apa yang telah diajarkan guru. Untuk mengatasi hal itu, peneliti mencoba mepraktekkan media gambar dalam PTK, dengan tujuan: (1) Untuk menjelaskan pengaruh antara media gambar terhadap daya ingat anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk 2018 dalam meningkatkan prestasi belajar anak ; dan (2) Untuk meningkatkan daya ingat dengan mengenal berbagai alat transportasi pada anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk Tahun 2018. Berdasarkan hasil penelitian, didapat simpulan, antara lain: (1) Penggunaan media gambar dapat meningkatkan daya ingat mengenal berbagai jenis alat transportasi pada anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk tahun 2018 (2) Kemampuan daya ingat mengenal berbagai jenis alat transporatsi anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk tahun 2018 setelah pembelajaran menggunakan media gambar persentase keberhasilannya dapat mencapai 100%; dan (3) Penggunaan media gambar dgn alat transportasi dapat meningkatkan daya ingat anak TK B, TK Pertiwi Payaman Nganjuk tahun 2018 dalam mengenal berbagai jenis alat transportasi
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi MGMP Di SMK Negeri 1 Probolinggo
Siswa merasa lebih aman dan cenderung terikat pada apa yang telah ada, pikiran mereka kurang berkembang dan cenderung kurang suka pada sesuatu yang baru. Praktik-praktik pendidikan yang dikembangkan kelihatannya lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif, menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan. Akhirnya kompetensi belajar kurang berkembang secara optimal. Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut adalah pembelajaran dengan pendekatan Paikem.Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SMK Negeri 1 Probolinggo, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMK Negeri 1 Probolinggo yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Dalam Mengikuti Bimbingan Dan Konseling Melalui Penerapan Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Simulasi Pada Siswa Kelas XII-S-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 3 Magetan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2019/2020
Dengan penerapan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 68,10%, 75,71%, dan 77,62%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Hal ini dapat diketahui pada siklus I dengan menerapkan penerapan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 68,10 dan ketuntasan belajar mencapai 68,10% atau ada 17 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai > 65 hanya sebesar 68,10%. Dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 75,71 dan ketuntasan belajar mencapai 75,71% atau ada 20 siswa dari 32 siswa sudah tuntas belajar. Serta pada siklus yang III diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 77,62 dan dari 32 siswa yang telah tuntas sebanyak 24 siswa dan 1 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 77,62% (termasuk katagori tuntas). Hasil pada siklus III ini, mengalami peningkatan lebih baik dari siklus II. Adanya peningkatan hasil belajar pada siklus III ini. Berdasarkan analisis data, diperoleh aktifitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap prestasi belajar siswa yaitu dapat ditunjukkan dengan meningkatnya nilai rata-rata siswa pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. Proses pembelajaran Bimbingan dan Konseling dengan menerapkan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi yang paling dominan adalah bekerja dengan sesama siswa, mendengarkan / memperhatikan penjelasan guru, dan diskusi antar siswa / antara siswa dengan guru. Jadi dapat dikatakan aktifitas siswa dapat dikatagorikan aktif. Dan hasil kegiatan penelitian Tindakan Kelas ini dapat dinyatakan Tuntas dan Sukses
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas XI IPS1 Dalam Program Linear Dua Variabel Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Pada ulangan harian materi program linier dua variabel menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Rata-rata kelas hanya mencapai nilai 59 meskipun nilai tersebut belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan yaitu 70. Namun siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 21 anak atau 58% dan yang tuntas hanya 15 anak atau 42% dari seluruh siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 4 Pasuruan Pasuruan yang berjumlah 36 orang. Untuk meningkatkan pengusaan siswa terhadap materi ajar tersebut, kami melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Diduga sumber permasalahan yang terkait dengan rendahnya hasil belajar matematika pada materi program linier dua variabel di SMA Negeri 4 Pasuruan ini. Maka peneliti merumusan masalah sebagi berikut : 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran program linier dua variabel melalui pendekatan kooperatif Tipe STAD pada siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019? 2. Bagaimana peningkatan hasil belajar program linier dua variabel melalui pendekatan kooperatif Tepe STAD pada siswa kelas XI IPS I SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019? 3. Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas XI IPS I SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019?. Pada tabel hasil ulangan siswa antara siklus 1 dan 2 Hasil tes formatif siklus 1 masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) di bawah 70. Yaitu dari 36 siswa yang tuntas hanya 42% atau sebanyak 15 siswa yang tuntas sedangkan 58% masih belum tuntas belajar atau sebanyak 21 siswa, untuk siklus 2 sebanyak 33 siswa yang tuntas belajar atau sebanyak 92% siswa yang tuntas belajar