Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Efektifitas Penggunaan Alat Peraga (LCF) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PPKn Pokok Bahasan Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945 Pada Siswa Kelas IX F SMP Negeri 13 Kota Madiun Semester I Tahun 2019/2020
Alat peraga PPKn dalam Proses Belajar Mengajar yang diharapkan mampu meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor perlu dipilih jenis dan karakteristiknya. Menurut Sadiman (1986) ada 3 jenis yaitu alat peraga grafis, alat peraga audio visual dan alat peraga proyaksi. Di antara tiga jenis alat peraga, alat peraga/media projeksi khususnya film relatif paling berhasil dalam peningkatan hasil belajar. Tetapi film kurang cocok untuk negara Indonesia yang sedang membangun. Selain biaya pembuatana tinggi, biaya pemeliharaan dan penyimpananpun sulit dilakukan, khususnya untuk SMP. Mengenai penelitian alat peraga jenis grafis, adalah gambar dan tulisan. Mengenai penelitian jenis audio visual (Daryanto, 1993:27) artinya semua alat peraga dalam proses belajar yang bisa dinikmati lewat Pancaindra. Rumusan masalah penelitian ini : Apakah penggunaan alat peraga LCD, efektif dapat meningkatkan hasil belajar kognitif, afektif dan psikomotor pelajaran PPKn, Apakah penggunaan alat peraga LCD, efektif dalam memotivasi guru untuk seterusnya menggunakan alat peraga LCD pokok bahasan Pembukaan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 pada siswa kelas IX F SMP Negeri 13 Kota Madiun? Dari perhitungan analisis data yang telah dilakukan didapat nilai r (ro) = 0.998. Sedangkan nilai r berdasarkan tabel product moment dengn taraf signifikansi 5% dan N = 32 adalah > 0.316. hal ini menjunjukkan bahwa ro lebih besar daripada rt (0.998 > 0.316). Dengan demikian Ho yang berbunyi “ Tidak ada korelasi antara penggunaan alat peraga LCD dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan prestasi belajar mata pelajaranKewarganegaraan (PPKn)” DITOLAK, dan sebagai konsekuensinya Ha yang berbunyi “ Ada Korelasi antara Tidak ada korelasi penggunaan alat peraga LCD dalam pembelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dengan Prestasi Belajar mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) DITERIMA. Berdasarkan hasil diatas dapatlah dinyatakan disini bahwa penggunaan alat peraga LCD terutama pada siswa tingkat SMP sangat berpengaruh terhadap prestasi yang diperoleh khususnya mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) dan tentunya juga pada mata pelajaran yang lain
Peningkatan Hasil Belajar Mengidentifikasi Karakteristik Geografis Dan Kehidupan Sosial Budaya, Ekonomi, Politik Di Wilayah Asean Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas VI SDN 3 Karangpatihan Kecamatan BalongBerdasarkan h
Berdasarkan hasil observasi di Kelas VI SDN 3 Karangpatihan Balong Kabupaten Ponorogo, maka diperoleh data rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Hal ini dilihat dari data prestasi Ilmu Pengetahuan Sosial mencapai mean skor 57,20 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar hanya 52,00% dengan standar ketuntasan minimal ditetapkan 75. Diharapkan dengan adanya penerapan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange ini terjadi peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial, mean skor meningkat menjadi 75 atau lebih dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar mencapai 75% dari keseluruhan jumlah siswa di Kelas VI. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri atas 2 pertemuan dan tiap pertemuan dilaksanakan selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil belajar Mengidentifikasi karakteristik geografis dan kehidupan sosial budaya, ekonomi, politik di wilayah ASEAN pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial melalui Pembelajaran Kooperatif model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas VI SDN 3 Karangpatihan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar dapat ditingkatkan dengan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing siklus I sebesar 73,40, siklus II sebesar 78,80 dan siklus III 84,80. Selain itu peningkatan ini juga didukung dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 60,00%, siklus II meningkat menjadi 84,00% dan siklus III meningkat dengan pesat sebesar 96,00%
Pembelajaran IPA Dengan Tutor Sebaya Melalui Peta Konsep Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Parang Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2017/2018
Nilai rata-rata belajar siswa kelas IX SMP Negeri 2 Parang pada ulangan sebelumnya masih rendah yaitu rata-rata 55. Penelitian ini bertujuan untuk partisipasi siswa dalam mengikuti palajaran IPA, selain itu untuk mengetahui metode tutor sebaya dalam materi tata surya dalam peta konsep. Penentuan subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX SMP Negeri 2 Parang yang berjumlah 6 kelas. Pengumpulan data dilakukan dengan instrument observasi kegiatan pembelajaran, penilaian afektif dan hasil ujian setiap akhir siklus. Pendekatan tutor sebaya dengan peta konsep merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang memadukan/mengkombinasi pengajaran kooperatif dengan pengajaran individual. Dengan materi tata surya memberikan kesempatan pada siswa untuk berkembang pada taraf pengajaran yang sesuai dengan individual atau kelompok kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pendekatan peta konsep dengan peta konsep pada pembelajaran dalam meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX di SMP Negeri 2 Parang. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus, melalui empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IX yang terdiri enam kelas. Pengumpulan data dalam penelitan ini menggunakan metode test untuk mengetahui ketuntasan belajar siswa atau ranah kognitif, observasi untuk mengetahui kemampuan afektifsiswa. Hasil penelitian menunjukan ketuntasan belajar siswa dengan penerapan pendekatan tutor sebaya dengan peta konsep yang berlangsung tiga siklus. Keterlibatan siswa secara aktif 87.87% dan frekwensi bertanya melebihi yang ditetapkan yaitu 63.63%, pendapat tinggi 63.63%, menjawab pertanyaan tinggi 78.78% pada SMP Negeri 2 Parang dengan metode tutor sebaya dengan peta konsep materi tata surya Tahun Pelajaran 2017/2018 dapat meningkatkan prestasi belajar siswa meliputi kemampuan kognitif dan kemampuan afektif
Penerapan Strategi Pembelajaran Teams Games Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar PKn Materi Peraturan Perundang-Undangan Pusat Dan Daerah Di Kelas V SDN Pelangkidul 1 Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017
Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar siswa kelas VSDN Pelangkidul 1 Kecamatan Kedunggalar KabupatenNgawi semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017. Hal ini disebabkan peneliti tidak menggunakan metode yang dirasa tepat dalam pembelajaran PKn khususnya pada pokok bahasan Peraturan Perundang-Undangan Pusat Dan Daerah. Adapun tujuan penelitian dalam hal ini adalah : 1) Untuk mengetahui proses pelaksanaan Strategi Pembelajaran Teams Games Tournament pada siswa kelas VSDN Pelangkidul 1 tahun pelajaran 2016-2017 2) Untuk mengetahui meningkatnya hasil belajar siswa setelah diterapkannya Strategi Pembelajaran Teams Games Tournament pada pelajaran PKn pokok bahasan Peraturan Perundang-Undangan Pusat Dan Daerah pada siswa kelas V SDN Pelangkidul 1 Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis tindakan kelas. Adapun tekhnik pengumpulan datanya menggunakan tes, observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan wawancara. Tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa kelas VSDN Pelangkidul 1 Tahun Pelajaran 2016/2017. Sedangkan observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menggali data tentang pembelajaran PKn, respon siswa, keadaan siswa, guru dan karyawan, serta sejarah, sarana dan prasarana sekolah. Berdasarkan hasil analisis data pada hasil tes belajar sebelum prasiklus sebesar 58%, pada siklus 1 sebesar 65%, siklus 2 74% dan pada siklus 3 sebesar 91%. Hasil ini menunjukkan penerapan Strategi Pembelajaran Teams Games Tournament dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn materi Peraturan Perundang-Undangan Pusat Dan Daerah pada siswa kelas VSDN Pelangkidul 1tahun pelajaran 2016/201
Meningkatkan Pemahaman Dan Prestasi Siswa Dalam Belajar PKn Tentang Keutuhan NKRI Melalui Metode Action Learning Pada Siswa Kelas V Semester I SDN Keling 2 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran metode Action Learning berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran metode Action Learning? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Metode Action Learning terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran metode Action Learning Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V Semester I SDN Keling 2 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017. Data yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I 57.69 %, siklus II 76.92 %, siklus III 96.15 %. Simpulan dari penelitian ini adalah metode metode Action Learning dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa Kelas V, serta Metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Upaya Meningkatkan Partisipasi Siswa Dalam Pembelajaran Matematika Materi Pokok Jaring-Jaring Kubus Dan Balok Dengan Menggunakan Metode Bongkar Pasang Pada Siswa Kelas IV Semester II SDN Yosowilangun Kidul 03 Tahun Pelajaran 2017/2018
Dalam proses belajar mengajar mata pelajaran matematika guru dan siswa sering mengalami kendala sehingga siswa tidak mencapai KKM yang diinginkan. Menurut pengamatan pada kelas IV Sekolah Dasar Negeri Yosowilangun Kidul 03 Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang tahun pelajaran 2017/2018, jumlah siswa yang yang berani mejawab pertanyaan pada saat pelajaran matematika cenderung sedikit < 20 %. Dari jumlah siswa sebanyak 21 anak, mereka yang mau berpartisipasi menjawab pertanyaan yang diajukan hanya 4 orang dan anaknya tetap. Pada Ujian Akhir Semesterpun, nilai mata pelajaran yang satu ini juga cenderung rendah dibanding mata pelajaran yang lain. Fenomena ini merupakan rata-rata yang menjadikan keprihatinan guru yang perlu segera mendapatkan pecahan. Oleh karena tujuan penelitian ini adalah peningkatan partisipasi siswa dalam pembelajaran matematika khususnya materi pokok jaring – jaring kubus dan balok dengan menggunakan metode belajar dengan pengalaman. Upaya pemecahan masalah dilakukan dengan penggunaan metode belajar dengan pengalaman anak. Dengan memberlakukan kegiatan di atas, diharapkan dua indikator keberhasilan riset tindakan ini tercapai, yaitu indikator proses dan indikator pencapaian kompetensi hasil. Melihat peningkatan hasil belajar siswa yang telah memenuhi kriteria keberhasilan, yaitu 75% dari jumlah siswa atau lebih memperoleh nilai ≥ 70, hal ini berarti pembejaran yang dilakukan berhasil, nilai yang didapat sesuai dengan target yang ditetapkan. Dengan melihat angka peningkatan indikator proses maupun indikator pencapaian kompetensi hasil belajar pelajaran Matematika pada siswa kelas IV SDN Yosowilangun Kidul 03 Kecamatan Yosowilangun Kabupaten Lumajang tersebut, kiranya teknik bongkar pasang dan pengamatan secara langsung ini juga dapat diterapkan di sekolah lainnya
Peningkatan Cara Memegang Tongkat Pada Lari Estafet Dengan Metode Bermain Siswa Kelas VI SD Negeri Lembengan 02 Tahun Pelajaran 2017/2018
Dari hasil pengamatan dilapangan kebanyakan siswa kurang memahami cara memegang tongkat yang benar pada lari estafet sehingga berakibat pada hasil penilaian dibawah KKM. Dengan didasari hasil pengamatan tersebut, maka perlu adanya pendekatan atau metode pembelajaran yang bisa menggugah minat siswa dan salah satu metodenya adalah melalui metode Bermain. Permasalahan dalam penelitian ini adalah “Apakah dengan menggunakan metode bermain dapat meningkatkan cara memegang tongkat pada lari estafet pada siswa kelas VI SD Negeri Lembengan 02 Tahun Pelajaran 2017/2018?”. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan cara memegang tongkat pada lari estafet pada siswa kelas VI SD Negeri Lembengan 02 Tahun Pelajaran 2017/2018 melalui metode bermain. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang terdiri atas 3 siklus yang tiap siklusnya terdiri atas 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik observasi, dokumentasi dan metode tes yang meliputi aspek afektif, kognitif, dan psikomotor. Hasil pengamatan yang kaitannya dengan sikap aktivitas siswa selama mengikuti proses pembelajaran (afektif) untuk siklus I sebesar 62,2%, siklus II 74,0%, dan siklus III 89%, ini berarti ada peningkatan sebesar 25,8%. Untuk praktik (psikomotor) siklus I memperoleh hasil sebesar 71,2%, siklus II sebesar 83,0% dan siklus III sebesar91%, berarti ada peningkatan 20,8%. Sedangkan untuk hasil belajar secara klasikal untuk data awalnya hanya 7siswa yang tuntas atau sebesar 24,5%. Untuk siklus I 13 siswa yang tuntas atau 59,0%, siklus II ada 19 siswa yang tuntas atau 69% dan siklus III 26 siswa atau 100% siswa yang tuntas. Ini berarti ada peningkatan dari data awal ke siklus III sebesar 74,5%
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas IX E SMP Negeri 2 Jatiroto Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019
Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas IX E di SMP Negeri 2 Jatiroto, dengan materi pokok “Kerja Sama Antarnegara Bidang Ekonomi, ditemukan atau nampak bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial masih kurang. Hal itu ditunjukkan dari 31 siswa, 20 siswa (65 %) masih kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mata pelajaran tersebut. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas, ternyata ada siswa yang melakukan aktivitas sendiri seperti berbicara sendiri dengan teman sebelahnya, bermain HP, bermain penggaris, dan masih banyak lagi. Hal itu disebabkan karena guru IPS dalam mengajar hanya menggunakan metode ceramah tanpa didukung dengan menggunakan media pembelajaran. Tingkat keaktifan siswa yang rendah tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil tes pada akhir pembelajaran yaitu dari 31 siswa kelas IX E, yang nilainya telah mencapai KKM (> 7,00) hanya 8 siswa (26 %) dan sisanya sebesar 24 siswa (74 %) nilainya belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas bahwa hasil belajar IPS pada siswa Kelas IX E SMP Negeri 2 Jatiroto Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 meningkat melalui metode Mind Mapping. Kegiatan penelitian tindakan kelas dilakukan selama dua siklus. Nilai yang diperoleh dari peneliti pada siklus I yaitu 31 dengan rata-rata 2,2 (cukup) sedangkan KBM guru pada siklus ke II disini peneliti sudah mendapat nilai 47 atau rata-rata 3,6 (baik), sedangkan hasil ulangan harian siswa pada siklus I hanya 11 siswa yang tuntas atau 35% sedangkan 65% atau sebanyak 20 siswa masih belum tuntas dan mendapat nilai dibawah KKM (70). Rata-rata yang diperoleh pada hasil ulangan harian I ini masih 65, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil yang diperoleh hasil ulangan harian siswa pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan signifikan yaitu rata-rata yang diperoleh 84 dan persentase ketuntasan 87% atau sebanyak 27 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (70) sedangkan 14% atau 4 siswa yang belum tuntas
Mengapresiasikan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas XI-IPA-2 Semester Genap Di SMA Negeri 2 Madiun, Kota Madiun Pada Tahun Pelajaran 2017/2018. Dengan Metode Teknik Creative Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran Yang Mengembangkan
Dengan menggunakan metode Teknik Creative Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,25%. Pada Siklus I hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 17 (68%) dan sedang sebanyak 4 (16%) serta sebanyak 4 (16%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 9 (36%), yang memiliki perhatian sebanyak 6 (24%) dan perhatian kurang 10 (40%). Pada Siklus II hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 21 (84%) dan sedang sebanyak 2 (8%) serta sebanyak 2 (8%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 19 (76%), perhatian orang tua sebanyak 4 (16%) dan perhatian kurang 2 (8%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Teknik Creative Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Bahasa Inggris. Dengan menggunakan metode Teknik Creative Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) tersebut dinyatakan Tuntas. Maka tidak perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut di atas, hipotesis yang dianjurkan dalam penelitian tindakan kelas ini : “Jika kegiatan belajar mengajar menggunakan metode Teknik Creative Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) pada materi pembelajaran Mendiskripsikan Meaning Through Music dan manfaat dalam kehidupan pada pelajaran Bahasa Inggris prestasi belajar siswa dapat meningkat”, dapat di terima
Pemanfaatan Pemainan Kartu Kata Bergambar Untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Awal Pada Anak TK B, TK Pertiwi 1 Bajulan Loceret Nganjuk Tahun 2017
Dalam membaca awal anak kurang berminat salah satu penyebabnya karena alat peraga dan media pembelajaran yang digunakan guru kurang bervariasi, sehingga tidak menarik minat anak untuk mengenalnya. Pembelajaran membaca awal, guru dapat melakukan simulasi pembelajaran dengan menggunakan kartu berseri (flash card). Kartu-kartu berseri tersebut dapat berupa kartu bergambar. Dalam pembelajaran membaca awal guru dapat menggunakan strategi bermain dengan memanfaatkan kartu-kartu kata bergambar. Kartu-kartu kata bergambar tersebut digunakan sebagai media dalam permainan menemukan kata. Siswa diajak bermain dengan menyusun kata-kata menjadi sebuah kata yang berdasarkan teka-teki atau soal-soal yang dibuat oleh guru. Titik berat latihan menyusun kata ini adalah ketrampilan mengeja suatu kata. Dalam penelitian tindakan kelas yang dilakukan di TK Pertiwi 1 Bajulan Loceret , Nganjuk. Peneliti menggunakan media kartu kata bergambar dengan metode permainan yang sangat bervariatif, sehingga membuat anak senang dan terangsang perkembangannya untuk belajar membaca awal, karena Anak usia dini sangat senang dengan bermain. Dengan bermain anak menemukan berbagai macam pengalaman yang bermakna dan sangat membantu perkembangan kemampuannya. Setelah melalui dua siklus tindakan penelitian, akhirnya dapat meningkatkan minat dak kemampuan anak dalam pembelajaran membaca awal. Hasil pembahasan penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan membaca awal anak TK Pertiwi 1 Bajulan Nganjuk dapat ditingkatkan melalui pemanfaatan media kartu kata bergambar. Hal tersebut dapat dilihat dari peningkatan yang dialami dalam penelitian yang dilakukan guru/peneliti, dari pratindakan, siklus I, dan siklus II. Peningkatan yang terjadi dari data awal sampai siklus II dapat dirinci sebagai berikut : (1) Nilai rata-rata meningkat 20,00 (dari 67,65 /hasil prasiklus menjadi 87,65 pada siklus II); (2) Jumlah siswa berhasil meningkat 10 siswa (dari 9/ prasiklus menjadi 19 siswa pada siklus II); dn (3) Persentase keberhasilan meningkat 50% (dari 45%/ prasiklus menjadi 95% pada siklus II