Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Meningkatan Hasil Belajar Biologi Tentang Keanekaragaman Hayati Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas X IPA 3 SMA Negeri 3 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: pengaruh penerapan pembelajaran model discovery learning terhadap hasil belajar biologi pada materi Keanekaragaman Hayati. Penelitian menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart, yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan reflection (refleksi). Langkah pada siklus berikutnya adalah perncanaan yang sudah direfisi, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sebelum masuk pada siklus 1 dilakukan tindakan pendahuluan yang berupa identifikasi permasalahan, semester genap tahun pelajaran 2017-2018 di SMA Negeri 3 Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan tes untuk hasil belajar ranah kognitif, sedangkan ranah afektif dan psikomotor diperoleh dari hasil penggabungan antara observasi dengan tes. Untuk menganalisis tingkat keberhasilan atau persentasi keberhasilan siswa setelah proses belajar mengajar setiap putarannya, dilakukan dengan cara memberikan evaluasi berupa soal tes tertulis pada setiap putaran. Hasil penelitian menunjukkan: Pembelajaran dengan menggunakan model Discovery Learning dapat meningkatkan hasil belajar biologi tentang keanekaragaman hayati siswa kelas X IPA3 SMA Negeri 3 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2017-2018. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya aktivitas antara guru dan siswa sehingga mempengaruhi pula peningkatan hasil prestasi belajar. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran yang dilaksanakan dengan menggunakan model Discovery Learning diperoleh hasil untuk aspek afektif (aktivitas siswa) siklus I sebesar 50,73 % meningkat menjadi 71,32% pada siklus II dan pada siklus III meningkat menjadi 87,74 %. Untuk aspek psikomotor siklus I 53,43% meningkat menjadi 71,57 % pada siklus dan pada siklus III meningkat menjadi 87,25 %. Adapun untuk aspek kognitif (prestasi belajar) dari persentase ketuntasan siklus I diperoleh sebesar 47 % meningkat pada siklus II menjadi 70.59 % dan pada siklus III meningkat menjadi 88.23 %

    Peningkatkan Kualitas Pembelajaran IPA Melalui Model Kooperatif Tipe Picture And Picture Pada Siswa Kelas II SDN 01 Nambangan Lor Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Permasalahan pembelajaran IPA di SDN 01 Nambangan Lor Madiun adalah guru dalam pembelajaran belum menggunakan multimedia belum menggunakan model pembelajaran yang inovatif serta belum menggunakan model kooperatif tipe picture and picture hanya penguasaan konsep-konsep saja dan belum dikaitkan media nyata yang ada di sekitar siswa. Kemampuan berpikir siswa kurang dioptimalkan menjadi lebih kritis dan lebih aktif melalui kerja sama sehingga hasil belajar siswa rendah. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah apakah model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa? Pemecahan masalah dalam penelitian ini adalah menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe picture and picture. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan, guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar siswa kelas II SDN 01 Nambangan Lor Madiun dalam pembelajaran IPA melalui model kooperatif tipe picture and picture. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas melalui model kooperatif tipe picture and picture menggunakan dua siklus, setiap siklus terdiri atas empat tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru (peneliti) dan siswa kelas II SDN 01 Nambangan Lor Madiun. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) keterampilan guru pada siklus I diperoleh skor 20 dengan kriteria baik, Siklus II dengan skor 27 dengan kriteria baik. (2) Aktivitas siswa siklus I memperoleh skor 12 dengan kriteria baik, siklus II diperoleh skor 18 dengan kriteria baik. (3) Ketuntasan klasikal hasil belajar siswa siklus I pertemuan I sebesar 31% dan siklus I pertemuan II 62%. Pada siklus II pertemuan I sebesar 72% dan siklus II pertemuan II sebesar 83%. Simpulan penelitian ini adalah melalui model kooperatif tipe picture and picture dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa, dan hasil belajar pada pembelajaran IPA. Saran adalah guru dapat menggunakan model kooperatif tipe picture and picture untuk meningkatkan kualitas pembelajaran pada mata pelajaran lain dan kelas lain

    Meningkatkan Minat Belajar Bidang Bimbingan Pribadi Dan Sosial Dengan Menggunakan Media Pengajaran Pada Siswa Kelas VII Semester 1 SMP Negeri 2 Nguling Kabupaten Pasuruan

    Get PDF
    Kemampuan media dari ciri manipulatif memerlukan perhatian yang sungguh-sungguh oleh karena apabila terjadi kesalahan dalam pengaturan kembali urutan kejadian atau pemotongan bagian-bagian yang salah, maka akan terjadi pula kesalahan penafsiran yang tentu saja akan membingungkan dan bahkan menyesatkan sehingga dapat mengubah sikap mereka kearah yang tidak diinginkan. Berkaitan dengan minat belajar, dapat dikatakan apabila dalam kegiatan belajar mengajar tersebut terdapat kondisi yang menyenangkan, makasiswa akan lebih senang melanjutkan belajarnya jika kondisi pengajarannya dengan demikian dapat dipastikan bahwa minat belajarnya meningkat pula. Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar dapat : 1. Memperjelas penyajian dan informasi sehingga dapat mem­perlancar dan meningkatkan motivasi, aktivitas dan hasil belajar; 2. Menimbulkan motivasi belajar, interaksi yang lebih langsung antara siswa dan lingkungannya, dan memungkinkan siswa untuk belajar sendiri sesuai dengan kemampuan dan minatnya, sehingga berpengaruh positif terhadap aktivitas belajarnya di kelas; 3. Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, sehingga konsep tujuan yang direncanakan guru akan lebih baik bila dibandingkan dengan pemahaman isi pelajaran yang berbeda dari setiap siswa; 4. Digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok yang besar jumlahnya, dengan memiliki tiga fungsi utama di antaranya, (a) memotivasi minat dan tindakan, (b) menyajikan informasi, dan (c) member instruksi

    Penerapan Motode Active Knowledge Sharing Learning Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VIII-D Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Nguntoronadi, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Pemberian Metode Active Knowledge Sharing Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Saling tukar pengetahuan) dapat meningkatkan prestasi belajar siswa  pada mata pelajaran Matematika. Hal ini dapat dilihat dari rata – rata nilai kelas, di mana untuk siklus 1 adalah 67 sedangkan untuk siklus 2 adalah sebesar 89,26, peningkatan kualitas belajar siswa pada siklus 1. Dari nilai rata – rata siswa adalah 661,32 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80, jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 17 siswa, yang berarti 51% dari sejumlah 32 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata – rata kelasnya mencapai 66,32 masih berada dibawah KKM yang telah ditentukan. Maka kegiatan penelitian ini dinyatakan belum berhasil dan perlu diadakan pada kegiatan siklus yang ke 2. Pada siklus 2 Dari nilai rata – rata siswa adalah 89,26 dengan nilai terendah  55 dan nilai tertinggi 100.   Jumlah siswa yang mendapat nilai di atas 60 ada 1 siswa memiliki nilai di atas taraf penguasaan konsep yang diberikan. Karena rata – rata kelasnya mencapai 89,26 masih berada di atas KKM yang telah ditentukan. Maka kegiataan penelitian ini dinyatakan berhasil dan tuntas dan tidak perlu diadakan pada kegiatan Siklus yang berikutnya. Siswa yang memiliki kekurangan juga dapat belajar pada temannya, ini adalah suatu hal yang menguntungkan, karena dengan keberanian untuk mengungkapkan apa yang mereka ketahui, akan dapat diketahui pula hal – hal yang belum diketahui dari tingkat pemahaman mereka, sehingga hal ini memungkinkan adanya penambahan dan perbaikan – perbaikan yang dapat diperoleh melalui metode ini. Indikator yang jelas terbaca dari penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatnya nilai rata – rata kelas, tingkat pemahaman siswa, serta nilai tertinggi dan terendah yang berhasil dicapai oleh siswa. Sehingga dalam kegiatan penelitian dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil

    Mengoptimalkan Hasil Bimbingan Konseling Dengan Kompetensi Dasar Siswa Memahami Cara Belajar Yang Efektif Melalui Metode Life Skill Concept Learning Pada Kelas IX-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Dengan menggunakan Metode Life Skill Concept Learning (Konsep Pembelajaran Tentang Kecakapan Hidup) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran dengan kompeensi dasar ssiwa memahami cara belajar yang fektif melalui kegiatan membaca intensif dapat tercapai dengan baik. Dari hasil penelitian siklus I menunjukkan rata-rata nilai sebesar 71,97. Hal ini masih dibawah SKBM atau ketuntasan kurikulum sebesar 75,00. Kemudian setelah melalui metode life skill concept learning, maka terjadi peningkatan yang signifikan. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian pada Siklus II bawah hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas bak dalam kegiatan belajar sebanyak 27 siswa dengan (65,7%) dan sedang sebanyak 10 anak (25,7%) memiliki aktifitas cukup serta sebanyak menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian bak sebanuyak 3 (8,6%). Sedangkan perhatian sebanyak 27 (65,7%) dan perhatian kurang 3 (8,6%). Sedangkan pada kriteria cukup sebanyak 11 anak (25,7%). Dari hasil prestasi belajar diatas secara rata-rata pada hasil prestasi belajar bidang Pelajaran Bimbingan Konseling pada siswa Kelas IX-B Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 menunjukkan 78,0%. Hal ini diatas SKBM atau ketuntasan belajar sebesar 75,00, maka proses pemberian pembelajaran dengan metode Life Skill Concept Learning (Konsep pembelajaran tentang kecakapan hidup) yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar dapat dinyatakan Tunta

    Pemanfaatan Model Pembelajaran Learning Community Dalam Meningkatkan Kemampuan Mengarang Siswa Kelas VI A SDN 05 Madiun Lor Kecamatan Manguharjo Kota Madiun

    Get PDF
    Model pembelajaran kooperatif dengan aspek Learning Community (LC), yaitu pembelajaran dengan menciptakan suasana kelas menjadi masyarakat belajar. Pada konteks itu terjadi interaksi informasi dari siswa satu ke-siswa yang lain, siswa yang berkemampuan tinggi ke-siswa berkemampuan rendah atau sebaliknya, lebih lanjut diharapkan dari proses pembelajaran LC hasilnya dapat dirasakan merata oleh semua siswa baik yang lemah maupun yang kuat dalam kemampuan dan menjadikan proses belajar yang menyenangkan. Secara spesifik metode Learning Community dapat terjadi komunikasi dua arah atau lebih, semua anggota kelompok diupayakan terbuka, bebas berbicara dan saling aktif berkomunikasi antar teman sehingga dapat memotivasi belajar siswa. Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah:  Apakah model pembelajaran learning community dapat meningkatkan kemampuan menulis karangan  pada siswa kelas VI.A SDN 05 Madiun Lor Kec. Manguharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019?. Sedangkan tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatkan kemampuan menulis karangan  dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif model Learning Community pada siswa kelas VI.A SDN 05 Madiun Lor Kec. Manguharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Meode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Dalam penelitian ini peneliti  berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean: M = . Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan bahwa : Model pembelajaran learning community dapat meningkatan kemampuan menulis karangan sederhana siswa kelas VI.A SDN 05 Madiun Lor Kec. Manguharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019

    Peningkatan Hasil Belajar IPS Tentang Sikap Kepahlawanan Dan Patriotisme Melalui Metode Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas IV SDN Bulukidul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    Berdasarkan hasil observasi sebelum penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa Kelas IV pada mata pelajaran IPS berada pada kategori rendah, utamanya pada kompetensi dasar Mewujudkan sikap kepahlawanan dan patriotisme dalam lingkungan. Hal ini didukung adanya data hasil belajar IPS hanya mencapai mean skor 53,64 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar sebanyak 6 siswa atau 54,55% dengan standar ketuntasan minimal 75%. Siswa belum mampu mengambil makna dari belajar, kemauan ssiwa untuk mengembangkan kreativitasnya masih rendah, kegiatan belajar siswa masih tergantung pada guru. Sebagai perwujudan tanggung jawab peneliti yang juga guru mata pelajaran IPS di Kelas IV, menawarkan penerapan model pembelajaran Discovery Learning. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar IPS melalui strategi pembelajaran Discovery Learning pada siswa Kelas IV, SDN Bulukidul Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2014/2015. Peranan strategi pembelajaran Discovery Learning dalam meningkatkan hasil belajar IPS ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,82; siklus II 80,00; dan siklus III 83,64. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 63,64%, siklus II 81,82%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan strategi Pembelajaran Discovery Learning dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar IPS pada kompetensi dasar Mewujudkan sikap kepahlawanan dan patriotisme dalam lingkungan

    Peningkatan Kemampuan Menemukan Sifat Operasi Hitung Bilangan Melalui Pengamatan Pola Perkalian Dan Penjumlahan Dengan Metode Kerja Kelompok Siswa Kelas III SDN Kambeng Ponorogo

    Get PDF
    Metode pembelajaran kerja kelompok adalah metode pembelajaran yang dalam menyelesaikan masalah pelajaran dengan cara berkelompok. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah, adakah peningkatan kemampuan menemukan Sifat Operasi  Hitung Bilangan melalui pengamatan pola perkalian dan penjumlahan dengan metode Kerja Kelompok siswa kelas III SDN Kambeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo semester I tahun pelajaran 2018/2019? Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari : perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah tekumpul dianalisis secara statistik yaitu menggunakan rumus mean atau rata-rata. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata prestasi belajar pada siklus I 55.55%, pada siklus II mencapai 100%. Ada peningkatan kemampuan menemukan sifat Operasi Hitung Bilangan melalui pengamatan pola perkalian dan penjumlahan dengan metode Kerja Kelompok siswa kelas III SDN Kambeng Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo semester 1 tahun pelajaran 2018/2019

    Upaya Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Non Akademik Dalam Penyusunan Rencana Pembelajaran Melalui Workshop Di Madrasah Binaan ( Penelitian Tindakan Madrasah Pada Semester Genap Di Madrasah/Sekolah Binaan Kabupaten Ciamis Jawa Barat Tahun Pelajaran 20

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan  untuk membantu meningkatkan kompetensi pedagogik guru-guru di 3 MTs Wilayah Binaan  Kabupaten Ciamis yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan. Dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran yang sesuai dengan standar kompetensi masing-masing pelajaran agar dapat menjadi acuan dalam proses pembelajaran sehingga peserta didik mampu mencapai kriteria ketuntasan minimal.  Penelitian ini dilakukan dalam tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan, refleksi dan dilakukan  dalam dua siklus. Penelitian ini ditujukan kepada guru-guru semua mata pelajaran yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan yang berjumlah 5 orang yaitu: 1 orang guru mata pelajaran Bahasa Inggris, IPS, SBK,IPA, dan bahasa Indonesia. Hasil dari penelitian tindakan sekolah adalah 1) Pada komponen perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40% pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan. Pada komponen perumusan indikator tujuan pembelajaran, terlihat peningkatan dari 40% pada kemampuan awal, menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat menjadi 70% pada akhir kegiatan, 2) Pada komponen penentuan bahan dan materi pembelajaran, terdapat peningkatan kemampuan dari 65% menjadi 70% setelah siklus 1 dan lebih menguat menjadi 80%, 3) Dalam komponen pemilihan strategi dan metode pembelajaran, yang didalamnya memuat langkah-langkah pembelajaran dan penentua alokasi waktu yang digunakan, terlihat adanya peningkatan yang signifikan dari yang semula hanya 42% menjadi 60% pada siklus 1 dan meningkat lagi menjadi 75%  setelah siklus 2, 4) Meskipun tidak terlihat adanya peningkatan yang cukup tajam, dalam komponen pemilihan media dan alat pembelajaran juga terdapat adanya peningkatan dari 60% pada awal kegiatan dan setelah siklus 1 masih 60%, dan menjadi 80% setelah siklus 2, 5) Peningkatan yang cukup signifikan juga dapat kita lihat pada komponen perencanaan evaluasi pembelajaran. Dari yang semula hanya 40% pada awal kegiatan, menjadi 60% pada akhir siklus 1 dan berhasil mencapai 70% pada akhir siklus 2. Melihat data perolehan hasil penelitian dalam penelitian tindakan sekolah/madrasah ini, dapat disimpulkan bahwa workshop yang dilakukan oleh Pengawas sekolah/madrasah terhadap 5 orang guru yang tidak memiliki latar belakang pendidikan keguruan tersebut, berhasil meningkatkan kompetensi pedagogik mereka dalam menyusun perencanaan pembelajaran

    Peningkatan Hasil Belajar Mengidentifikasi Perubahan Yang Terjadi Di Alam Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Metode Smart Learning Siswa Kelas V SDN Bangsal Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto

    Get PDF
    Berdasarkan kenyataan yang ada, hasil belajar siswa Kelas V dalam hal menguasai materi Mengidentifikasi perubahan yang terjadi di alam dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor hanya mencapai 54,74. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 47,37% atau 9 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam kompetensi dasar Mengidentifikasi perubahan yang terjadi di alam melalui strategi pembelajaran SMaRT Learning pada siswa Kelas V, SDN Bangsal Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan model pembelajaran SMaRT Learning dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada kompetensi dasar Mengidentifikasi perubahan yang terjadi di alam ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,32; siklus II 75,79; dan siklus III 81,84. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 68,42%, siklus II 78,95%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran SmaRT Learning dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam pada kompetensi dasar Mengidentifikasi perubahan yang terjadi di alam

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇