Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Piranti Sastra Untuk Meningkatkan Kemampuan Memerankan Naskah Drama Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Kec. Kauman Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/2017
Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana siswa memerankan naskah drama di kelas VIII A SMP Negeri 1 Kauman Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Indikator yang digunakan dalam penelitian ini adalah ucapan, intonasi, pengaturan jeda, intensitas dan kelancaran berbicara, ekspresi wajah, pandangan mata dan gerak anggota tubuh untuk mendukung eskpresi dialog dan gerakan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan di SMP Negeri 1 KaumanPonorogo. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII Ayang terdiri dari 32 siswa. Penelitian ini terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning), implementasi tindakan (acting), observasi (observing), dan refleksi (reflecting). Pengumpulan data diperoleh melalui angket, catatan lapangan, dan lembar pengamatan. Teknik analisis data berupa deskriptif kualitatif yang mencakup analisis data proses dan analisis data produk atau hasil. Data kuantitatif dievaluasi dengan menggunakan pedoman penilaian memerankan naskah drama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran memerankan naskah drama melalui model pembelajaran Piranti Sastradapat meningkatkan pembelajaran memerankan naskah drama pada siswa kelas VIII A SMP Negeri 1 Kauman Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Peningkatan pembelajaran memerankan naskah drama siswa tampak pada kualitas proses pembelajaran yang ditunjukkan oleh keaktifan dan antusias siswa ketika melakukan memerankannaskah drama sehingga dapat menciptakan suasana menyenangkan bagi siswa. Dengan adanya model pembelajaran PirantiSastra, siswa menjadi lebih kreatif merangkai kata-kata dalam dialog memerankan naskah drama dengan bahasanya sendiri. Imajinasi siswa menjadi lebih berkembang. Peningkatan secara produk dapat dilihat dari peningkatan skor dari hasil sebelum pelaksanaan tindakan dan setelah pelaksanaan tindakan. Rata-rata nilai kemampuan memerankan naskah drama siswa dari pratindakan sebesar 58,62%, setelah pelaksanaan tindakan pada siklus I sebesar 67,32%, pelaksanaan tindakan pada siklus II sebesar 74,16% dan pada siklus III naik menjadi 92,58%
Upaya Peningkatan Profesionalisme Guru Melalui In House Training Di SDN 02 Nambangan Lor Kota Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020
Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan profesionalisme guru SDN 02 Nambangan Lor Kota Madiun pada Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan sekolah yang berlangsung dalam 2 siklus, dengan 2 pertemuan pada setiap siklusnya. Setiap siklus terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian adalah guru SDN 02 Nambangan Lor yang berjumlah 8 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik nontes yaitu melalui dokumentasi dan obsevasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui In House Training terbukti secara ilmiah dapat meningkatkan profesionalisme guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di SDN 02 Nambangan Lor Kota Madiun. Pada pra siklus profesionalisme guru memiliki nilai rata-rata 77,1 dengan predikat cukup, pada siklus I profesionalisme guru meningkat menjadi rata-rata 82,0 dengan predikat baik Pada siklus II melalui In House Training profesionalisme guru dalam melaksanakan pembelajaran meningkat lagi menjadi 90,4 dengan predikat sangat baik. Dengan demikian kegiatan In House Training benar-benar merupakan salah satu alternative langkah untuk meningkatkan profesinalisme guru dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran
Pengaruh Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) Dapat Meningkatkan Prestasi Matematika Pada Siswa Kelas IX B Di SMP Negeri 1 Pitu Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Penggunaan Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkan konsep perubahan benda yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Matematika siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pitu, Kabupaten Ngawi, dengan diterapkannya Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) (b) Bagaimanakah pengaruh Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) terhadap motivasi belajar siswa siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pitu, Kabupaten Ngawi? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pitu, Kabupaten Ngawi setelah diterapkannya Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC). (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pitu, Kabupaten Ngawi setelah diterapkan Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pitu, Kabupaten Ngawi. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 76,92%, 80,77%, dan 88,46%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Inside Outside Circle (IOC) dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Pitu, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika
Penerapan Model Pembelajaran Team Group Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Menyusun Teks Deskriptif Pada Siswa Kelas VII F SMPN 3 Lumajang Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019
Dalam pelajaran Bahasa Inggris di SMPN 3 Lumajang menunjukkan adanya indikasi penurunan. Salah satu hal yang bisa dianggap sebagai penyebab adalah kurangnya variasi mengajar yang baik. Oleh karena itu maka diadakanlah PTK ini. Adapun rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: (1) ApakahPenerapan model Team Group Tournamentdapat meningkatkan hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Menyusun Teks Deskriptif Pada Siswa Kelas VII F SMPN 3 Lumajang Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019? (2) Bagaimanakahpengaruh model pembelajaran model Team Group Tournament terhadap aktivitas belajar Bahasa Inggris secara klasikal pada siswakelas VII F SMPN 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019? Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil bekajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Team Group Tournament Pada Siswa Kelas VII F SMPN 3 Lumajang Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 (2) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran model Team Group Tournament terhadap aktivitas belajar bahasa Inggris secara klasikal pada siswa kelas VII F SMPN 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan model Team Group Tournament memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (73%), siklus II (79%), siklus III (87%). Demikian juga Penerapan model Team Group Tournament dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa yang ditunjukandengan skor hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan prosentase keaktifan siswa yaitu siklus I (73%), siklus II (79%) dan siklus III (87%). Dengan demikian siswa yang diajar dengan menggunakan model Pembelajaran Team Group Tournament,KBM menjadi lebih baik bila dibandingkan dengan teknik ceramah dan penugasan, dan persentase ketuntasan belajar pun lebih tinggi dibanding dengan yang tidak menggunakan model Pembelajaran Team Group Tournament
Peningkatan Hasil Belajar Menjelaskan Politik Luar Negeri Indonesia Melalui Strategi Pembelajaran Synergetic Teaching Siswa Kelas VI SDN Purworejo Kecamatan Balong
Kemampuan siswa untuk dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada kompetensi dasar Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Synergetic Teaching dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif melalui metode Synergetic Teaching pada siswa Kelas VI SDN Purworejo Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Synergetic Teaching dalam meningkatkan kemampuan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan materi ajar Menjelaskan politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,88; siklus II 78,75, dan siklus III 85,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 75,00%, pada siklus III menjadi 100%
Meningkatkan Hasil Belajar PKn Pokok Bahasan Pengaruh Globalisasi Melalui Metode Problem Solving Pada Siswa Kelas XII IPS2 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018.
Peneliti yang cenderung menjadi penguasa di dalam kelas telah terbukti membuat hasil belajar di SMA Negeri 4 Pasuruan kurang maksimal. Siswa cenderung menjadi pendengar dan guru seperti menjadi sumber ilmu, siswa tidak mengalami pengalaman langsung didalam belajar. Hasi levaluasi yang diperoleh tidak maksimal dan tidak memenuhi KKM yang ditentukan disekolah. Dari 32 siswa yang mendapat nilai diatas KKM yaitu sebanyak 20 siswa, sedangkan yang 12 siswa belum tuntas belajar, siswa juga tidak mengalami pengalaman belajar yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga guru harus mampu membatasi perannya sebagai sumber ilmu, tetap ijuga harus mampu menggali pengetahuan yang telah dimiliki siswa. Berdasarkan permasalahan diatas peneliti mencoba menerapkan MetodeProblem solving untuk mengatasi hasil belajar PKn pada siswakelas XII IPS2 SMANegeri 4 Pasuruan. Metodeproblem solving adalah suatu penyajian materi pelajaran yang menghadapkan siswa pada persoalan yang harus dipecahkan atau diselesaikan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menentukan langkah-langkah perencanaan, prosedur pelaksanaan tindakan, refleksi, subyek penelitian, pengumpulan data, instrument penelitian, teknisanalisa data, penyiapan partisipan, penelitian tindakan menggunakan alur spiral dengan dua siklus. Hasil penelitian dari siklus I dan siklus II dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan metode problem solving pada pelajaran PKn, hasil belajar pada siswa dapat ditingkatka
Meningkatkan Hasil Belajar Fisika Pokok Bahasan Gerak Getaran Melalui Metode Inkuiri Pada Siswa Kelas XI IPA 4 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester 1 Tahun Pelajaran 2017/2018
Sebagai lembaga pendidikan formal, SMA Negeri 4 Pasuruan mengalami masalah rendahnya hasil belajar Fisika pada siswa kelas XI IPA 4. Pada hasil ulangan harian pada materi gerak dan getaran, semester 1, tahun pelajaran 2017/2018 di SMA Negeri 4 Pasuruan, yang dari 40 siswa hanya 15 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (65), sedangkan 25 siswa lainnya mendapat nilai dibawah KKM (65). Kegiatan pembelajaran yang monoton menyebabkan hasil ulangan harian pada siswa sangat rendah. Metode yang menarik bagi siswa yang nantinya dapat meningkatkan hasil belajar dan semangat siswa dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Metode yang menarik yang selalu melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Metode tersebut adalah metode inkuiri. Hasil ulangan harian siklus I menyatakan bahwa dari 40 siswa sebesar 70% siswa yang mendapat nilai diatas KKM (65) atau sebanyak 28 siswa yang mendapat nilai diantara 70-90 dan siswa tersebut tuntas, sedangkan 30% siswa mendapat nilai dibawah KKM (65) atau sebanyak 12 siswa yang mendapat nilai 60 dan siswa tersebut tidak tuntas. Hasil ulangan harian pada siklus II dengan rata-rata yang diperoleh adalah 83. Dari 40 siswa 36 siswa yang mendapat nilai diatas KKM atau sebanyak 90% siswa yang tuntas sedangkan 4 siswa atau 10% siswa yang belum tuntas dan mendapat nilai dibawah KKM (65). Hasil penelitian dari siklus I dan siklus II dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Metode Inkuiripada pelajaran fisika materi pembelajaran gerak dan getaran, hasil belajar siswa dapat ditingkatkan
Peningkatkan Hasil Belajar Ekonomi Tentang Ketenagakerjaan Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas XI IPS3 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran ekonomi masih rendah, khususnya siswa kelas XI IPS3. Pada hasil penilaian harian pada materi pembelajaran Ketenagakerjaan semester 1, tahun pelajaran 2018/2019 di SMA Negeri 4 Pasuruan, yang memuat materi Ketenagakerjaan terlihat bahwa, dari 35 Siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM 65 sebanyak 23 orang atau sebanyak 66%, belum tuntas, siswa yang mendapatkan nilai di atas atau sama dengan 65 sebanyak 12 orang atau sebanyak 34% yang tuntas. Di kelas XI IPS3, SMA Negeri 4 Pasuruan, selain masalah hasil belajar yang masih rendah, terdapat pula kendala dalam proses pembelajaran, contohnya selama proses pembelajaran berlangsung hanya sedikit siswa yang berani bertanya kepada guru, hanya sedikit siswa yang berani mengajukan diri untuk menjawab pertanyaan yang diajukan oleh guru kecuali ditunjuk oleh guru, saat pembelajaran berlangsung.. Model pembelajaran Discovery Learning Model pembelajaran penemuan (discovery learning) diartikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi ketika siswa tidak disajikan informasi secara langsung tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasikan pemahaman mengenai informasi tersebut secara mandiri. Siswa dilatih untuk terbiasa menjadi seorang yang saintis (ilmuan).Hasil penilaian harian siswa pada siklus I ini banyak siswa yang belum tuntas dari 35 Siswa hanya ada 72% siswa yang mendapat nilai antara 70-90 atau sebanyak 25 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (65) dan dinyatakan tuntas, sedangkan 28% siswa mendapat nilai diantara 50-60 atau sebanyak 10 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (65) dan dinyatakan tidak tuntas, sedangkan hasil penilaian harian siklus II menyatakan bahwa dari 35 Siswa presentase ketuntasan adalah 91% siswa yang mendapat nilai di atas KKM (65) atau sebanyak 32 siswa yang mendapat nilai diantara 70-100 dan dinyatakan tuntas sedangkan 9% siswa mendapat dinilai dibawah KKM (65) atau sebanyak 3 siswa yang mendapat nilai 60 dan dinyatakan tidak tuntas
Penerapan Metode Kooperatif Model STAD Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Azan Dan Iqomah Pada Siswa Kelas V SDN 2 Tribungan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo
Dari 16 siswa di kelas V Semester I SDN 2 Tribungan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018, hanya ada 10 siswa yang tuntas belajar pada pembelajaran mata pelajaran PAI (Pendidikan Agama Islam) artinya hanya 55,56% yang tuntas pada pratindakan. Tujuan penelitian ini adalah: Mendeskripsikan penerapan metode kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) untuk meningkatkanhasil belajar siswa kelas V Semester I SDN 2 Tribungan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018 pada pembelajaran menjelaskan Azan Dan Iqomah. Desain penelitian yang digunakan adalah model siklus Hopkins, yaitu penelitian tindakan kelas dalam bentuk spiral yang terdiri dari empat fase meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penerapan metode kooperatif model STAD (Student Teams Achievement Divisions) pada pembelajaran menjelaskan Azan Dan Iqomah memiliki dampak positif terhadap peningkatan hasil belajar siswa, hal ini ditandai dengan peningkatan ketuntasan hasil belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu prasiklus sebesar 55,6%, siklus I sebesar 75%, dan pada siklus II meningkat menjadi sebesar 91,7%
Peningkatan Hasil Belajar Membuat Perencanaan Produksi Massal Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif Dan Kewirausahaan Melalui Strategi Pembelajaran Gallery Of Learning Siswa Kelas XII A2 SMK Negeri 2 Ponorogo
Salah satu perubahan paradigma pembelajaran adalah orientasi pembelajaran yang semula berpusat pada guru beralih ke berpusat pada siswa. Metodologi yang semula lebih didominasi elspositori berganti ke partisipatori dan pendekatan yang semula tekstual berubah menjadi kontekstual. Semua perubahan tersebut dimaksudkan untuk memperbaiki mutu pendidikan, baik dari segi proses maupun hasil pendidikan. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Produk Kreatif dan Kewirausahaan khususnya pada topik Membuat perencanaan produksi massal sangat rendah, yakni 43,75% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 54,06. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Gallery of Learning. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Gallery of Learning diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Membuat perencanaan produksi massal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Membuat perencanaan produksi massal melalui metode Gallery of Learning pada siswa Kelas XII A2 SMK Negeri 2 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Gallery of Learning dalam meningkatkan kemampuan Produk Kreatif dan Kewirausahaan materi ajar Membuat perencanaan produksi massal ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 73,13; siklus II 77,19; dan siklus III 84,53. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 65,63%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%