Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Minat Belajar PKn Dengan Pendekatan Kontekstual Siswa Kelas V Semester Genap SD Negeri 3 Sukodono Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2018/2019
Penggunaan Teknik dengan Pendekatan Kontekstual di sekolah sangat positif. Dengan digunakan teknk dengan pendekatan kontekstual kegiatan belajar mengajar siswa lebih menarik, hidup, sehingga siswa aktif mengemukakan pendapat. Hal ini terlihat apda hasil dari siklus I diperoleh data dari hasil prestasi siswa kelas V Semester Genap SD Negeri 3 Sukodono-Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tahun pelajaran 2018/2019, dengan menggunakan teknik dengan pendekatan kontekstual dari 13 anak memperoleh rata-rata pada aspek kognitif sebesar 6,13 (63%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 6,38 (64%) dan pada aspek afektif rata-ratanya sebesar 6,62 (66%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 6,38 dengan prosentase 64%. Hal ini masih berada dibawah ketuntasan belajar sebesar 70 (70%). Maka perlu dilakukan kegiatan pada siklus II. Dan pada siklus II menunjukkan hasil prestasi belajar siswa pada kelas V Semester Genap SD Negeri 3 Sukodono-Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang tahun pelajaran 2018/2019 dengan menggunakan teknik dengan pendekatan kontekstual dari 13 anak memperoleh rata-rata pada aspek kognitif sebesar 88,8 (89%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 80,77 (81%) dan pada aspek afaktif rata-ratanya sebesar 81,54 (82%). Sehingga hasil prestasi belajar sebsar 83,8 dengan prosentase 84%. Hal ini masih berada diatas ketuntasan belajar sebesar 70 (70%), maka tidak perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Dan dinyatakan Tuntas
Penerapan Pembelajaran Modeling Untuk Meningkatkan Kemampuan Mewarnai Bentuk Gambar Sederhana Pada Siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk Tahun Pelajaran 2016/2017
Beberapa faktor penyebab rendahnya kemampuan siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk dalam mewarnai bentuk gambar sederhana, antara lain: (1) guru kurang dapat memilih metode mengajar yang tepat; (2) guru kurang membiasakan siswa untuk berlatih; (3) guru kurang memberikan model dalam penyampaian materinya; dan (4) siswa kurang tertarik dengan materi pelajaran mengingat model pembelajaran selalu monoton. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimanakah peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana melalui pembelajaran modeling pada siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017?; dan (2) Apakah pembelajaran modeling dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017? Tujuan PTK berikut ini adalah: (1) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana melalui pembelajaran modeling pada siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017; dan (2) Untuk mendeskripsikan hasil pembelajaran modeling terhadap aktivitas belajar siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa: (1) Peningkatan kemampuan mewarnai bentuk gambar sederhana siswa TK Muslimat NU Khotijah 2 Nganjuk tahun pelajaran 2016/2017 setelah pembelajaran dengan menggunakan pembelajaran modelling adalah : (1) nilai rata-rata mencapai 17,00 nilai (dari data awal 71,5 menjadi 88,5 pada siklus II), (2) kenaikan jumlah siswa berhasil mencapai 8 siswa (dari data awal 11 menjadi 19 siswa pada siklus II) dari sejumlah 20 siswa, (3) persentase keberhasilan mencapai 40% (dari data awal 55% menjadi 95% pada siklus II); dan (2) Selama menggunakan pembelajaran modelling , sebagian besar siswa terlibat aktif dalam kegiatan belajar mengajar
Meningkatkan Prestasi Hasil Pelajaran IPA Terpadu Pokok Bahasan Memahami Sistem Dalam Kehidupan Tumbuhan Pada Siswa Kelas IX-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi Pada Tahun Pelajaran 2019/2020 Dengan Metode Teknik Jigsaw
Beberapa alasan peneliti mengembangkan teknik Jigsaw pada pembelajaran mata Pelajaran IPA Terpadu disebebkan karena di dalam kurikulum mata Pelajaran IPA Terpadu dapat membantu siswa untuk ; (1) menjalani kehidupan sehari – hari secara efektif, (2) memahami dunianya dan hal – hal yang mempengaruhinya, (3) memanfaatkan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif, fleksibel dan inovatif, (4) mengembangkan pengertian tentang konsep – konsep Fisika/IPA, (5) menilai dan menggunakan produk teknologi, (6) memahami bahwa karir dalam sains dan teknologi cocok bagi pria dan wanita, (7) membuat penelitian tentang isu – isu yang berkenaan dengan lingkungan sosial dan buatan, (8) bertanggung jawab terhadap perbaikan kualitas lingkungan, (9) memberikan pemecahan pada dilema moral sehubungan dengan isu – isu sains dan teknologi, dan (10) menyiapkan diri untuk studi pada tingkatan yang lebih lanjut. Terbukti bahwa pada tahap awal penelitian hasil belajar siswa adalah : 2 siswa mendapat skor 58; 3 siswa mendapat skor 61; 3 siswa mendapat skor 63; 7 siswa mendapat skor 64; 4 siswa mendapat skor 66; dan 3 siswa mendapat skor 67. Skor rata-rata 63,69. Dengan prosentase 63,69%. Dan pada akhir pelaksanaan penerapan metode jigsaw yaitu pada siklus terakhir siklus 4 hasil belajar siswa adalah : 4 siswa mendapat skor 84; 7 siswa mendapat skor 85; 4 siswa mendapat skor 86; 5 siswa mendapat skor 87; dan 2 siswa mendapat skor 88. Skor rata-rata 85,73. Dengan prosentase 86%. Peningkatan prestasi belajar siswa ini menunjukkan bahwa prestasi belajar dipengaruhi oleh strategi belajar yang diberikan guru. Bagaimana guru dapat meningkatkan minat dan motivasi siswa dalam belajar, maka strategi yang cocok harus diterapkan oleh guru tersebut, sehingga dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar dapat baik bila strategi yang diberikan oleh guru belajarnya juga baik
Peningkatan Kemampuan Menulis Puisi Melalui Media Puzzle Siswa Kelas VII E SMP Negeri 4 Ponorogo
Menulis puisi merupakan kompetensi yang harus dicapai pada pembelajaran Bahasa Indonesia kelas VII. Namun, siswa masih mengalami kesulitan karena menulis puisi melibatkan daya imajinasi, nilai rasa, padahal tidak semua siswa memilikinya. Rumusan masalah penelitian ini yaitu bagaimana peningkatan kompetensi menulis puisi siswa kelas VII E setelah dilakukan tindakan pembelajaran menulis puisi menggunakan media puzzle kata imajinasi? Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan peningkatan kompetensi menulis puisi setelah dilakukan tindakan pembelajaran menulis puisi menggunakan media puzzle kata imajinasi. Penelitian ini menggunakan desain penelitian tindakan kelas yang terdiri atas pra siklus, siklus 1 dan siklus 2. Masing-masing siklus terdiri atas 4 tahap yaitu: perencanaan, implementasi tindakan, observasi dan interpretasi serta refleksi. Sumber datanya adalah siswa kelas VII E SMP Negeri 4 Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015. Teknik yang diterapkan yaitu: siswa mengidentifikasi unsur-unsur puisi, siswa menyusun puzzle kata imajinasi, siswa menulis puisi dengan bantuan puzzle kata imajinasi. Hasil persentase kemampuan siswa prasiklus sebesar 48, 57%.Hasil presentase kemampuan siswa siklus 1 naik menjadi 68, 57%. Hasil tersebut meningkat lagi pada siklus 2 menjadi 91,43%. Dapat disimpulkan bahwa telah terjadi perubahan perilaku belajar kearah yang positif yang diikuti dengan peningkatan kompetensi menulis puisi setelah diterapkan pembelajaran menulis puisi menggunakan media puzzle kata imajinasi
Peningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas I SD Negeri 01 Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun
Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mendeskripsikan rencana pembelajaran Matematika kompetensi dasar 3.8 Mengenal dan menentukan panjang dengan satuan tidak baku menggunakan benda / situasi konkret, 2) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, Mendiskripsikan pelaksanaan pembelajaran Matematika kompetensi dasar 3.8 Mengenal dan menentukan panjang dengan satuan tidak baku menggunakan benda / situasi konkret dengan menggunakan metode demonstrasi 3) untuk meningkatkan prestasi belajar siswa, Mendeskripsikan hasil pembelajaran Matematika kompetensi dasar 3.8 Mengenal dan menentukan panjang dengan satuan tidak baku menggunakan benda / situasi konkret dengan menggunakan metode demonstrasi di kelas I SDN 01 Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun tahun pelajaran 2017/2018. Penentuan sampel di dalam penelitian ini menggunakan sampel total yaitu siswa kelas I SDN 01 Klegen dengan jumlah 28 siswa. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi, wawancara dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan rumus prosentase untuk mengetahui peningkatan variabel yang diteliti. Hasil penelitan menunjukkan bahwa terdapat upaya guru dalam meningkatkan prestasi belajar Matematika pada pada siswa kelas I di SDN 01 Klegen Kota Madiun. Penerapan Metode demonstrasi memunculkan strategi-strategi pemecahan masalah yang efektif. Ketercapaian pada setiap siklus terlihat pada keaktifan siswa saat proses pembelajaran berlangsung demikian juga aktifitas guru selama proses pembelajaran, Ada peningkatan prestasi belajar Matematika dengan penerapan metode demonstrasi. peningkatan prestasi balajar dari siklus I ke siklus II sebagai berikut: jumlah nilai siklus I 2015, nilai rata-rata 73, jumlah siswa yang tuntas belajar 15 siswa, jumlah siswa yang tuntas belajar 54 %. Pada siklus II meningkat jumlah nilai 2260, nilai rata-rat 82, jumlah siswa yang tuntas belajar 26 siswa,prosestase ketuntasan 93%. Sehingga jumlah peningkatan 235, nilai rata-rata meningkat 9, jumlah siswa yang tuntas meningkat 11 siswa, prosentase tuntas belajar naik 39% Dengan demikian pada siklus II sudah mencapai nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) dan ketuntasan kelas sudah mencapai ≥ 75% dari semula yang ditetapkan.  
Peningkatan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Penerapan Gabungan Metode Ceramah Dengan Metode Simulasi Pada Siswa Kelas VI A SDN 04 Madiun Lor Kota Madiun
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Apakah gabungan metode ceramah dengan metode simulasi berpengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial? (b) Bagaimanakah pengaruh gabungan metode ceramah dengan metode simulasi terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh gabungan metode ceramah dengan metode simulasi terhadap prestasi hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. (b) Untuk mengungkap gabungan metode ceramah dengan metode simulasi terhadap motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI.A SDN 04 Madiun Lor Kota Madiun. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (64,52%), siklus II (77,42%), siklus III (93,53%). Simpulan dari penelitian ini adalah penerapan gabungan metode ceramah dengan metode simulasi dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa SDN 04 Madiun Lor Kota Madiun, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Discovery Learning Pada Siswa Kelas 6 Semester Ganjil Di SDN 3 Rembun Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2018/2019
Dalam proses belajar mengajar dan dalam pemberian soal-soal tes atau ulangan harian yang diberikan oleh guru bidang studi setelah satuan pelajaran selesai, tidak semua siswa menguasai konsep setiap satuan pelajaran yang sesuai yang tujuan instruksional khusus yang hendak dicapai. Ini berarti ada sebagian siswa yang mengalami keksulitan atau gagal dalam mencapai tujuan instruksional yang hendak dicapai. Sehingga seorang guru sangatlah diharapkan untuk memberikan remidi kepada siswa yang mengalami kesulitan atau siswa yang gagal dalam mencapai Standart Kompetensi yang ingin dicapai. Akan tetapi hal ini tidak dihiraukan oleh sebagian besar guru yang mau memberikan remidi dan memperhatikan pada siswa yang mengalami kesulitan atau yang gagal dalam mencapai Kompetensi Dasar, khususnya yang hendak dicapai. Karena guru langsung melanjutkan satuan pelajaran yang satu ke satuan pelajaran berikutnya, sehingga kesulitan tersebur semakin lama semakin bertambah. Dengan Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) diharapkan masalah tersebut bisa teratasi. Pada Siklus I Dari hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 63,73 dengan prosentase sebesar 64%. Hal ini masih rendah dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka kegiatan penelitian ini perlu diadakan penelitian pada siklus ke II dan masih dinyatakan belum berhasil. Pada siklus II Dari hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 67,33 dengan prosentase sebesar 67%. Hal ini masih rendah dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka kegiatan penelitian ini perlu diadakan penelitian pada siklus ke II dan masih dinyatakan belum berhasil. Pada siklus III hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata-rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 81,41 dengan prosentase sebesar 81%. Hal ini diatas dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka Kegiatan penelitian ini Tidak perlu diadakan penelitian pada siklus berikutnya dan dinyatakan berhasil
Penerapan Metode Think Talk Write Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Sebagai Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas VII.D Di SMP Negeri 1 Kertosono Nganjuk Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017
Tujuan utama dari penelitian ini adalah mencoba melihat berbagai kemungkinan upaya peningkatan prestasi belajar siswa di kelas VII.D di UPTD SMP Negeri 1 Kertosono Nganjuk pada mata pelajaran bahasa Indonesia melalui penerapan metode Think Talk Write. Penelitian ini berlangsung pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017, dilakukan melalui 3 siklus. Metode Think Talk Write merupakan salah satu alternatif strategi yang memungkinkan siswa untuk menguasai konsep atau memecahkan suatu masalah melalui proses berpikir/berdialog dengan dirinya sendiri setelah proses membaca, selanjutnya berbicara dengan membagi ide (sharing) dengan temannya sebelum menulis/mengerjakan soal. Dalam hal ini siswa berperan aktif dalam proses berinteraksi sosial, serta berlatih bersikap positif. Dengan menggunakan metode Think Talk Write, prestasi belajar siswa kelas VII.D di SMP Negeri 1 Kertosono pada mata pelajaran bahasa Indonesia materi KD 3.3 dan 4.3, pada semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 dapat ditingkatkan. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam 3 siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni : 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Dari data yang diperoleh hasil prestasi belajar siswa kelas VII.D di SMP Negeri 1 Kertosono Nganjuk menunjukkan metode Think Talk Write dapat meningkatkan prestasi belajar siswa di kelas VII.D, yang sebelum melaksanakan metode ini prestasi belajar siswa dalam pembelajaran bahasa Indonesia materi KD 3.3 dan 4.3, baru diperoleh rata – rata nilai 60 (masih jauh dibawah KKM), tetapi melalui penerapan metode Think Talk Write hasil belajar siswa kelas VII.D dapat meningkat hingga mencapai 81 pada siklus ke 3 dengan kategori baik. Meningkatnya prestasi belajar siswa didukung oleh meningkatnya aktivitas guru dalam suasana pembelajaran, hal ini dapat dilihat dari hasil observasi aktivitas guru yang mengalami peningkatan dari siklus 1 diperoleh skor 35 atau 67% dari skor maxsimal 52, dan pada siklus 3 diperoleh skor 43 atau 83%. Demikian juga meningkatnya hasil kuisioner siswa penerapan metode Think Talk Write, yaitu perolehan skor pada siklus 1 baru 25 atau 76% dari skor maksimal 33 meningkat menjadi 30 atau 91% pada siklus 3 dengan kategori sangat berhasil
Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Basa Rinengga Dalam Kalimat Dengan Teknik Teka Teki Silang Siswa Kelas VIII B SMPN 14 Madiun
Menggunakan basa rinengga dalam kalimat merupakan salah satu pelajaran yang harus dikuasai peserta didik pada kelas VIII , dengan menggunakan basa rinengga dalam tata tulis maupun komunikasi dalam kehidupan sehari-hari. Siswa kelas VIII-B SMPN 14 mengalami kesulitan dalam menggunakan basa rinengga dalam kalimat oleh sebab itu penulis berusaha mengatasi persoalan ini dengan melakukan penelitian ini. Tujuan utama dari penelitian ini adalah untuk mengetahui : (1) bagaimanakah cara meningkatkan hasil belajar siswa menggunakan basa rinengga dalam kalimat melalui teknik Teka Teki Silang (2) apakah teknik Teka Teki Silang dapat meningkatkan kemampuan siswa menggunakan basa rinengga dalam kalimat. Untuk mencapai tujuan penelitian tersebut di atas maka peneliti sebagai guru bahasa Jawa menggunakan teknik Teka Teki Silang sebagai upaya untuk membantu siswa dan guru dalam meningkatkan hasil belajar menggunakan basa rinengga dalam kalimat. Setelah melalui pengamatan siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2, siklus II pertemuan 1 dan pertemuan 2 maka peneliti mendapatkan hasil dari aktivitas siswa, sebagai berikut 55,3% :66,0%;80,3%;87,5%, sedangkan untuk aktivitas guru dari siklus I pertemuan 1 dan pertemuan 2 , siklus II pertemuan 1 dan pertemuan 2 hasilnya adalah sebagai berikut : 75%; 83,9%; 92,8%; 96,4%.sedangkan dari hasil belajar hasilnya adalah sebagai berikut 59,4%;60,0%;80,6%;87,0%
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Ipa Terpadu, Fisika Melalui Individual Working Method Siswa Kelas IX-D Semester Genap Di SMP Negeri 2 Geneng, Kabupaten Ngawi Pada Tahun Pelajaran 2017/2018
Metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa / peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didk lainnya). Metode ini dipergunakan pada saat proses belajar mengajar pada bidang studi IPA Terpadu, Fisika. Maka dengan dipergunakan metode tersebut akan senantiasa anak aktif dalam belajar. Dengan demikian semakin banyak diberikan tugas-tugas kepadanya maka anak akan mudah memahami materi pembelajaran IPA Terpadu, Fisika, maka akan mengakibatkan prestasi belajar semakin meningkat. Pada Siklus I data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 13 (31,7%) dan sedang sebanyak 4 (9,8%) serta sebanyak 16 (58,5%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 4 (9,8%), perhatian orang tua sebanyak 7 (17,1%) dan perhatian kurang 22 (73,1%). Dengan menggunakan metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa/peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didik lainnya)tersebut belum dinyatakan tuntas. Maka perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus yang ke 2. Pada Siklus II data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 27 (90,2%) dan sedang sebanyak 2 (4,9%) serta sebanyak 2 (14,9%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 35 (85,3%), perhatian orang tua sebanyak 4 (7,8%) dan perhatian kurang 2 (4,9%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa/peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didik lainnya) dapat Mengoptimalkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran IPA Terpadu, Fisika. Dengan menggunakan metode Student Facilitator and Expalining Learning (Pembelajaran yang mengembangkan siswa/peserta didik untuk mempresentasikan ide/pendapat pada siswa/peserta didik lainnya)tersebut dinyatakan tuntas