Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Belajar Matematika Tentang Operasi Hitung Campuran Metode Pemberian Balikan Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Bringinbendo 2 Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian tindakan ini adalah: (a) Apakah pembelajaran dengan pemberian balikan berpengaruh terhadap hasil belajar siswa? (b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran dengan pemberian balikan terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran dengan pemberian balikan terhadap hasil belajar Matematika. (b) Untuk mengungkap pembelajaran dengan pemberian balikan terhadap motivasi belajar Matematika. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu:rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI SDN Bringinbendo 2 Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (63,89%), siklus II (77,78%), siklus III ((91,67%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan pemberian balikan dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SDN Bringinbendo 2 Kabupaten Sidoarjo, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran matematika
Penerapan Pendekatan Discovery Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Dalam Pembelajaran Biologi Pada Siswa Kelas XII-MIPA-2 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Harapan dari seorang guru adalah siswa dapat mengalami proses belajar yang benar juga berhasil mencapai suatu kompetensi yang menjadi target pembelajaran. Harapan yang demikian itu nyata belum bisa dipenuhi oleh seluruh siswa kelas XII-MIPA-2SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Proses belajar yang ditempuh oleh hampir seluruh siswa tidak lebih kurang dari sekedar mendengar uraian ceramah yang disampaikan oleh guru. Konsep belajar seperti ini tampaknya bersifat searah dan atau monoton. Kejadian tersebut tidak boleh berlarut-larut, untuk mengatasi hal tersebut, peneliti mengadakan penelitian tindakan kelas pada proses pembelajaran biologi di kelas XII-MIPA-2SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklusnya terdapat dua pertemuan. Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode discovery pada pembelajaran biologi terbukti mampu meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal tersebut terindikasi dari peningkatan aktivitas siswa menunjukkan perolehan pada kondisi awal hanya 5 siswa atau 18,52%, naik menjadi 13 siswa atau 48,15% pada siklus I, danpada siklus II menjadi100% atau 27 siswa, serta meningkatkan hasil dan ketuntasan belajar siswa dari rata-rata pada kondisi awal yang hanya 56,67 naik menjadi 66,67 pada siklus I, dan 78,15 pada siklus II, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 8 siswa (29,63%)pada kondisi awal, 62,96% atau 17 siswa pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 92,59% atau 25 siswa dinyatakan tuntas belajarnya. Berdasarkan hasil analisis data dan hasil temuan terbukti bahwa penggunaan metode discovery dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa
Peningkatan Kemampuan Gerak Dasar Anak Melalui Permainan Bola Kecil Siswa Kelas IV.A Semester I SDN 04 Madiun Lor Kota Madiun
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan gerak dasar dengan penerapan permainan bola kecil siswa kelas IV.A SDN 04 Madiun Lor Kota Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020. Metode penelitian melalui pengamatan (observasi) terhadap aktivitas siswa, dengan subyek penelitian berjumlah 31 anak. Teknik tes untuk mengetahui prestasi belajar . Teknik analisa data secara deskriptif kualitatif dengan desain penelitian tindakan kelas menggunakan dua siklus. Tiap siklus terdapat tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Hasil penelitian dengan menggunakan metode observasi adalah adanya perubahan aktivitas siswa dalam pembelajaran. Adanya peningkatan kemampuan gerak dasar dengan tes diakhir pembelajaran. Adapun peningkatannya yaitu nilai rata-rata siklus I sebesar 68 dan siklus II sebesar 81,67. Kenaikan nilai rata-rata siklus I sampai dengan siklus II sebesar 13,67. Manfaat penelitian ini bagi khalayak sebagai pengembangan wawasan kegiatan pembelajaran dan bagi guru merupakan solusi alternatif dalam pemanfaatan permainan bola kecil dalam pembelajaran pendidikan jasmani
Model Pembelajaran Partisipatif Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Mata Pelajaran IPA Materi Ciri-Ciri Khusus Pada Tumbuhan Di SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong Kabupaten Jember Tahun Pelajaran 2017/2018
Berdasarkan pengalaman mengajar terhadap pembelajaran mata pelajaran IPA siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong Kabupaten Jember, terdapat 8 (47%) siswa dari 17 siswa yang sudah tuntas belajarnya dan sisanya sebanyak 9 siswa belum tuntas atau masih berada di bawah nilai KKM yaitu sebesar 68 jauh dibawah ketuntasan klasikal, ketuntasan secara klasikal yaitu kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila kemampuan daya serap belajar siswa (KKM) mencapai 85%. Hal tersebut merupakan indikator bahwa proses belajar mengajar yang dilakukan guru kurang berhasil, sehingga untuk mengetahui penyebab-penyebab ketidakberhasilan tersebut perlu diadakan penelitian tindakan kelas, agar dapat dibuat rencana perbaikan pembelajaran, sehingga proses belajar mengajar dapat berlangsung secara optimal, metode yang dipandang tepat dalam penelitian ini adalah metode Kooperatif Model Partisipatif. Tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah : untuk memperoleh jawaban yang konkrit, dan memuaskan dalam pembelajaran materi Ciri-ciri Khusus Pada Tumbuhan dalam hal-hal berikut ini : (1) Untuk mengetahui keefektifan dari penerapan metode pembelajaran kooperatif model Partisipatif dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas VI SDN Kencong 01 (2) Untuk mengetahui penerapan langkah-langkah metode pembelajaran kooperatif model Partisipatif dalam pembelajaran IPA pada siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong (3) mengetahui perubahan prestasi siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong Jember setelah pembelajaran mata pelajaran dengan penerapan metode pembelajaran kooperatif model Partisipatif. Analisis ketuntasan hasil belajar pada siklus 1 mencapai 71% dengan nilai rata – rata 73, dan pada siklus 2 mencapai 88% dengan nilai rata – rata 82. Berdasarkan analisis ketuntasan belajar pada siklus 2, maka dapat dikatakan bahwa siswa kelas VI SDN Kencong 01 Kecamatan Kencong telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila terdapat minimal 85% siswa yang telah mencapai ≥ 6
Meningkatkan Motivasi Belajar Dalam Pembelajaran Tematik Integratif Melalui Teknik Reward Pada Siswa Kelas I SDN Teguhan 02 Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2017-2018
Penelitian ini bertujuan meningkatkan motivasi belajar dalam pembelajaran tematik integratif melalui teknik reward pada siswa kelas 1 SD Negeri Teguhan 01, Jiwan tahun ajaran 2017/ 2018. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas dengan pola kolaboratif yang menggunakan model siklus Kemmis dan Mc Taggart. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas 1 SD Negeri Teguhan 02 Jiwan Madiun dengan jumlah 17 siswa. Teknik pengumpulan data melalui observasi, skala psikologi dan catatan lapangan. Analisis data yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kriteria keberhasilan tindakan penelitian ini adalah persentase dari skala motivasi belajar mencapai ≥ 75%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik reward pada pembelajaran tematik integratif dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas 1 SD Negeri Teguhan 02 Jiwan Madiun tahun ajaran 2017/ 2018. Adapun teknik reward yang diterapkan dalam pembelajaran adalah reward verbal dan non verbal. Reward verbal berupa ucapan bersifat pujian seperti ”bagus, pintar, hebat” yang diberikan kepada siswa atas perbuatan atau hasil belajarnya. Reward non verbal yang berupa stempel aku hebat dan bintang yang ditempelkan pada papan juara yang diberikan kepada siswa ketika siswa menyelesaikan tugas dengan baik dan aktif dalam pembelajaran. Peningkatan terlihat dari hasil skala motivasi belajar siswa secara klasikal pada pratindakan memperoleh persentase 54,3%, siklus I memperoleh persentase 72,0% dan siklus II memperoleh persentase 90,1% sehingga telah mencapai kriteria keberhasilan. Peningkatan motivasi belajar siswa dilihat dari persentase rata-rata hasil skala motivasi belajar siswa secara individu, jumlah siswa yang memenuhi kriteria keberhasilan pada pratindakan sejumlah 4 siswa atau 8.35% siswa, siklus I sejumlah 1 siswa atau 5,9% siswa, siklus I sejumlah 1 siswa atau 5,9% siswa, siklus II sejumlah 15 siswa atau 88,2% siswa.
 
Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Tentang Proses Pembuatan Peraturan Pusat Dan Daerah Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) Siswa Kelas V Semester I SDN Datengan 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri
Timbal balik antara siswa dan guru sangat diperlukan dalam proses pembelajaran di kelas. Hal tersebut dapat dicapai dengan penerapan metode yang tepat, sehingga dapat menarik minat siswa untuk memberikan respon positif terhadap pelajaran. Kenyataan di lapangan, guru masih menggunakan metode ceramah, sehingga kegiatan belajar mengajar didominasi oleh guru. Hal tersebut berdampak juga terhadap hasil belajar siswa yang rendah dan di bawah KKM. Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah dengan penggunaan metode pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) pada mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas V Semester I SDN Datengan 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V Semester I. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (54.55%,), siklus II (77.27%), siklus III (90.91%) penelitian ini adalah pembelajaran kooperatif tipe NHT (Numbered Heads Together) dapat berpengaruh positif terhadap hasil belajar Siswa Kelas V, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Kewarganegaraan
Peningkatan Motivasi Belajar Matematika Memahami Kesebangunan Bangun Datar Melalui Media Kartu Akselerasi Siswa Kelas IX. E SMP Negeri 3 Lumajang Kecamatan Lumajang Tahun Pelajaran 2019/2020
Mata pelajaran matematika sering dianggap sulit dan menjadi hal yang menakutkan bagi sebagian siswa, bahkan sebagian guru beranggapan sama. Untuk itu diperlukan sebuah terobosan dan inovasi dalam pembelajaran dikelas khususnya mata pelajaran matematika. Adapun rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) Apakah pembelajaran kooperatif melalui media kartu akselerasi dapat meningkatkan motivasi belajar matematika dalam memahami kesebangunan bangun datar siswa Kelas IX. E SMPN 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2019/2020? (b) Bagaimanakah peningkatan motivasi belajar matematika dalam memehami kesebangunan bangun datar siswa Kelas IX. E SMPN 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2019/2020?. Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengetahui apakah pembelajaran kooperatif melalui media kartu akselerasi dapat meningkatkan motivasi belajar matematika dalam memahami kesebangunan bangun datar siswa Kelas IX. E SMPN 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2019/2020. (b) Untuk mengetahui keefektifan pembelajaran kooperatif melalui media kartu akselerasi belajar matematika dalam memahami kesebangunan bangun datar siswa Kelas IX. E SMPN 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2019/2020. Berdasarkan penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan : melalui penggunaan media kartu akselerasi ini dapat menumbuhkan rasa senang siswa untuk belajar matematika, antusias siswa dalam kegiatan pembelajaran, keberanian dalam mengemukakan ide, keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, sikap kritis terhadap setiap permasalahan yang ada. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan signifikan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (70,3%), siklus II (79,3%), siklus III (87,9%)
Meningkatkan Hasil Belajar Pkn Melalui Metode Contextual Teaching And Learning Pada Siswa Kelas IX-E SMP Negeri 4 Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/2017
Penggunaan metode ceramah lebih mendominasi selama proses pembelajaran, sehingga guru dalam pendekatan pembelajaran berorientasi terpusat pada dirinya sendiri. Metode ceramah adalah metode yang boleh dikatakan sebagai metode tradisional, karena sejak dahulu metode ini sudah dipergunakan sebagai alat komunikasi lisan antara guru dan anak didik dalam interaksi edukatif. Kelemahan metode ceramah adalah: 1) kegiatan pembelajaran menjadi verbalisme (pengertian kata-kata), 2) anak didik yang lebih tanggap dari sisi visual akan menjadi rugi dan anak didik yang lebih tanggap auditifnya akan lebih cepat menerimanya, 3) bila terlalu lama akan membosankan, 4) sukar mengontrol sejauh mana perolehan belajar anak didik dan, 5) menyebabkan anak didik pasif (Jamal Ma’murAsmani : 201 2: 32-33). Hal tersebut mengakibatkan hasil ulangan harian siswa sangat rendah dari 32 siswahanya7 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (60) sedangkan 25 siswa yang lainnya mendapat nilai dibawah KKM (60). Permasalahan hasil ulangan harian siswa yang tidak berhasil peneliti akan merubah metode pembelajaran yang menarik bagi siswa. Metode yang menarik dengan melibatkan siswa langsung dapat menggairahkan minat siswa untuk terus belajar PKn, metode tersebut adalah Contextual Teaching and Learning. Contextual Teaching and Learning adalah konsep belajar yang membantu guru mengkaitkan antara materi yang diajarkanya dengan situasi dunia nyata siswa dan mendorong siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimilikinya dengan penerapan dalam kehidupan sehari-hari. Contextual Teaching and Learning disingkat dengan metode CTL. Hasil penelitian dari siklus I dansiklus II dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menerapkan Metode Contextual Teaching and Learning pada pelajaran PKn, hasil belajar pada siswa dapat ditingkatkan
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Melalui Metode Problem Based Learning Dengan Materi Negara-Negara Di Asia Tenggara Pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di Smp Negeri 6 Kota Probolinggo Tahun Pelajaran 2019/2020
Data yang diperoleh pada siklus I, bahwa dari 32 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Terpadu Melalui menggunakan metode konvensional (ceramah) dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai melalui kategori baik adalah 5 siswa melalui prosentase 14,29%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi criteria yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keadaan yang sesungguhnya kemajuan belajar dari siswa secara alamiah (tanpa ada tindakna kelas). Berdasaran pengamatan pada siklu ini suasana kelas belum kondusif, siswa masih kurang aktif, gairah bertanya kurang serta belum ada usaha untuk mendapatkan informasi melalui menulis atau bertanya kepada teman atau guru. pada siklus 2 menunjukkan bahwa setelah diadakan perubahan metode pembelajaran Melalui Metode Problem Based Learning ternyata ada peningkatan. Dan pada siklus 3 tampak dari 32 siswa setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. kenyataan ini setelah dianalisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran melalui sebaik-baiknya dikelas. Siswa yang telah merasa memiliki kenaikan nilai dari minggu sebelumnya terus berpacu meningkatkan daya serapnya. Dari siklus 3 ini nampak sekali pengaruh positif dari adanya Pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) pendekatan pengembangan motivasi peserta didik terhadap kenaikan prestasi belajar siswa. pada siklus ini merupakan kegiatan ulangan harian melalui materi mulai siklus 1 dan siklus 2 secara keseluruhan. Berdasarkan kenyataan ini penueliti memiliki bukti kuat bahwa ada pengaruh positif dari pelaksanaan Pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) pendekatan pengembangan motivasi peserta didik terhadap eknaikan prestasi belajar siswa baik secara individu maupun secara klasikal pada Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 6 Kota Probolinggo Untuk Tahun Pelajaran 2019/2020. Melalui kata lain pelaksanaan pembelajaran dengan menggunakan model Pembelajaran Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) pendekatan pengembangan motivasi peserta didik sangat efektif untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. sehingga dalam kegiatan penelitian dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas V B SDN 1 Balong Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo
Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada standar kompetensi Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 54,44. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas V SDN 1 Balong Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan standar kompetensi Mendeskripsikan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,67; siklus II 77,22; dan siklus III 83,33. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 77,78%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%