Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Memanipulasi Gambar Raster Dengan Menggunakan Fitur Efek Pada Mata Pelajaran Dasar Desain Grafis Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas X MM 1 SMK Negeri 1 Ponorogo
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam mata pelajaran Dasar Desain Grafis khususnya pada kompetensi dasar Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek sangat rendah, yakni hanya 52,94% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 59,12. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions, diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas X MM 1 SMK Negeri 1 Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Dasar Desain Grafis materi ajar Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 70,00; siklus II 74,56, dan siklus III 83,09. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 67,64%, siklus II meningkat menjadi 73,53%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 88,24%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam proses pembelajaran dapat meningkatan keterampilan Memanipulasi gambar raster dengan menggunakan fitur efek pada mata pelajaran Dasar Desain Grafis
Penerapan Metode Stad Guna Meningkatkan Prestasi Siswa PKn Tentang Pemerintahan Desa Dan Kecamatan Kelas IV Semester I SDN Krenceng 1 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2018/2019
Obyek penelitian ini adalah Peningkatan Prestasi Pembelajaran PKn Materi Pokok “ Pemerintahan Desa Dan Kecamatan” melalui metode STAD. Rancangan PTK yang digunakan adalah rancangan dengan 2 siklus tindakan. Subyek penelitian sebanyak 36 siswa Kelas IV Semester I SDN Krenceng 1 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2018/2019. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Bagaimana pendekatan keterampilan proses dengan metode STAD dapat diterapkan dalam proses pembelajaran PKn untuk Materi Pokok “ Pemerintahan Desa Dan Kecamatan” dan (2) Apakah pendekatan keterampilan proses dengan metode STAD yang diterapkan dalam proses pembelajaran PKn untuk Materi Pokok “Pemerintahan Desa Dan Kecamatan” pada Siswa Kelas IV Semester I SDN Krenceng 1 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2018/2019, mampu meningkatkan kualitas belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : Melalui metode STAD yang diterapkan dalam proses pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan untuk Materi Pokok “ Pemerintahan Desa Dan Kecamatan” pada Siswa Kelas IV Semester I SDN Krenceng 1 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2018/2019 apakah mampu meningkatkan kualitas pernbelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah (1) Pembelajaran PKn Materi Pokok “ Pemerintahan Desa Dan Kecamatan” melalui metode STAD pada Siswa Kelas IV Semester I SDN Krenceng 1 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri tahun pelajaran 2018/2019 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar PKn; (2) Guru mampu mengelola pembelajaran dengan pendekatan keterampilan proses dalam setting pembelajaran kooperatif tipe STAD dengan baik, dan mampu melatihkan dan mengoperasikan dengan baik perangkat pembelajaran sesuai dengan alokasi waktu yang ditentukan, serta membuat siswa antusias dalam mengikuti pembelajaran
Penerapan Kooperatif Make A Match Untuk Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Kisah Khalifah Abu Bakar RA Pada Siswa Kelas V Semester II SD Negeri 3 Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017
Penelitian ini bertujuan: (1) Untuk mengetahui aktivitas dan hasil belajar siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada materi Kisah Khalifah Abu Bakar as Shiddiq r.a sebelum menggunakan kooperatif Make A Match di Kelas V Semester II SD Negeri 3 Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017. (2) Untuk mengetahui Penerapan kooperatif Make A Match khususnya pada materi Kisah Khalifah Abu Bakar as Shiddiq r.a di KelasV Semester II SD Negeri 3 Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017. (3) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa sesudah menggunakan kooperatif Make A Match di KelasV Semester II SD Negeri 3 Mimbaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini termasuk Penelitian Tindakan Kelas. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri 3 Mimbaan sebanyak 26 orang yang terdiri dari 14 orang laki-laki dan 12 orang perempuan. Penelitian ini dilaksanakan sebanyak tiga siklus. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi dan tes. Analisis data dilaksanakan secara kuantitatif dan kualitatif. Dari analisis data diperoleh kesimpulan: (1) aktivitas dan hasil belajar siswa pada materi Kisah Khalifah Abu Bakar as-Shiddiq r.a sebelum penggunaan kooperatif Make A Match pada kelas V SD Negeri 3 Mimbaan yang berhasil tuntas sebanyak 10 orang atau 38%. (2) Setelah dilakukan pembelajaran dengan menggunakan kooperatif Make A Match pada kelas V SD Negeri 3 Mimbaan proses pembelajaran berlangsung lebih menyenangkan, aktifitas siswa meningkat, mereka aktif mencari dan menemukan materi pembelajaran serta aktif bertanya dan menjawab pertanyaan. (3) Hasil belajar dan aktifitas siswa setelah tindakan berlangsung dalam 3 siklus mengalami peningkatan. Pada siklus I sebanyak 15 orang atau 58% siswa berhasil tuntas, siklus ke II meningkat menjadi 20 orang atau 72% dan pada siklus III 26 siswa atau (100%). (4) Peningkatan hasil belajar dari pra tindakan kesiklus I setelah tindakan adalah 58% atau sebanyak 15 orang, dari siklus I kesiklus II adalah 72 % atau sebanyak 20 orang dan dari siklus II ke siklus III adalah 100%. Nilai tertinggi adalah 95 dan nilai terendah 75
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Pada Pembelajaran PKn Materi Kewajiban, Hak Dan Tanggung Jawab Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Siswa Kelas V SD Negeri 21 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahu
Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 07 Nan Limo Hilir Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 pada mata pelajaran PKn hasil belajar siswa belum optimal. Salah satu faktor penyebab rendahnya hasil belajar tersebut karena siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi sehingga perlu dicari alternatif pemecahan masalah dengan menerapkan proses pembelajaran yang lebih berorientasi pada siswa secara aktif, yaitu dengan menerapkan model pembelajaran kooepratif tipe jigsaw. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek pelaksanaan perbaikan pembelajaran melalui penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas kelas V SD Negeri 07 Nan Limo Hilir Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021 dengan jumlah siswa sebanyak 18 siswa. Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, teknik tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa. Hal ini buktikan dari hasil penelitian yang menunjukkan peningkatan ketuntasan belajar pada setiap siklusnya, dimana pada kondisi awal hanya ada 6 siswa atau 33,33% meningkat menjadi 13 siswa atau 72,22% dan 18 siswa atau 100% pada siklus terakhir. Penjelasan peningkatan hasil dan ketuntasan belajar juga meningkat pada setiap siklusnya dari 58,33 menjadi 66,88 dan 72,78 pada siklus kedua. Hal tersebut juga dibuktikan dengan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal dimana pada kondisi awal hanya terdapat 4 siswa atau 22,22% meningkat menjadi 50% atau 9 siswa dan 16 siswa atau 88,89% pada siklus kedua. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas V SD Negeri 07 Nan Limo Hilir Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Upaya Meningkatkan Motivasi Guru Memanfaatkan Media Pembelajaran Dalam Mengajar Melalui Metode Student Centered Learning (SCL) Di SDN Sirigan 1 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Pembelajaran yang terjadi di SDN Sirigan 1, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi secara umum dalam melaksanakan pembelajaran masih kurang optimal. Indikasinya banyak guru yang belum melaksanakan pembelajaran dengan media secara tepat, sehingga siswa kesulitan dalam menerima pelajaran serta nilai kegiatan mengajar guru pun masih rendah. Untuk itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kualitas pelaksanaan pembelajaran guru SDN Sirigan 1, Kecamatan Paron melalui Metode Student Centered Learning (SCL) dalam penggunaan media. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan Metode Student Centered Learning (SCL) dalam pengajaran mampu meningkatkan kemampuan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika di rata-rata observasi kegiatan belajar mengajar mengalami kenaikan sebesar 12,72 yakni jika siklus I sebesar 74,55 maka pada siklus II menjadi 87,27, Sedangkan Metode Student Centered Learning (SCL) menunjukkan bahwa pengajaran dengan media efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Metode Student Centered Learning (SCL) efektif dalam meningkatkan motivasi guru dalam pembelajaran, (2) jika siklus I guru yang menggunakan media dalam mengajar sebanyak 8 guru atau 72,73% dan pada siklus II meningkat menjadi 10 atau 90,91 %. Dengan hasil ini maka dapat dipastikan bahwa pelatihan penggunaan media mampu meningkatkan jumlah guru dalam pemakaian media pada pembelajaran, sehingga nilai pelaksanaan pembelajaran pun dapat ditingkatkan secara optimal, dan pada siklus II kegiatan penelitian telah mencapai ketuntasan secara klasikal. Kepada semua guru di SDN Sirigan 1, Kecamatan Paron, dengan hasil ini diharapkan hendaknya selalu berusaha meningkatkan kemampuan diri dalam pembelajaran karena hanya dengan pembelajaran yang berkualitas maka tujuan pendidikan akan tercapai secara optimal
Upaya Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar PPKn Materi Nilai Persatuan Dan Kesatuan Melalui Model Active Learning Berbantu Media Gambar Siswa Kelas VI SDN 01 Pasar Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan alternatif model pembelajaran melalui penerapan model active learning berbantu media gambar. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang mengadaptasi model Kemmis & Mc. Taggart dan terdiri dari dua siklus tindakan. Subjek penelitian adalah siswa Kelas VI SD Negeri 01 Pasar Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan jumlah siswa 33 orang. Metode pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan tes, observasi dan dokumentasi. Instrumen penelitian berupa tes dan lembar observasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dan kualitatif Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan minat dan hasil belajar. Peningkatan minat belajar pada kondisi awal hanya 9 siswa atau 27,27%, naik menjadi 24 siswa atau 72,73% pada siklus pertama, dan 93,94% pada siklus kedua atau 31 siswa. Peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal sebesar 57,07, pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa adalah 74,75 dan pada siklus II rata-rata nilai yang diperoleh siswa adalah 87,37, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 6 siswa (18,18%) pada studi awal, 60,61% atau 20 siswa pada siklus pertama, dan pada siklus terakhir menjadi 87,88%, atau 29 siswa dari 33 siswa yang mengikuti pelaksanaan perbaikan pembelajaran dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM) mendapatkan nilai ≥ 70 dan secara klasikal minimal 85% siswa dinyatakan tuntas belajarnya. Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa model active learning berbantu media gambar terbukti dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa Kelas VI SD Negeri 01 Pasar Tiku Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar IPA Pesawat Sederhana Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas V SDN Babadan 2 Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019
Mendasar hasil pengamatan sebelumnya diketahui bahwa hasil belajar IPA Pesawat Sederhanapada siswa Kelas V SDN Babadan 2 Kabupaten Ngawi masih rendah. Nilai rata-rata siswa baru mencapai 66,67, sedangkan ketuntasan belajar siswa baru mencapai 58,33%. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk mengetahui: 1) Peningkatan proses pembelajaran IPA Pesawat Sederhana dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada siswa Kelas V SDN Babadan 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2018/2019, 2) Peningkatan hasil belajar IPA Pesawat Sederhana pada siswa Kelas V SDN Babadan 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2018/2019 dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Sedangkan tahapannya terdiri dari: (1) menyusun perencanaan (plan), (2) melaksanakan tindakan (act), (3) pengamatan (observe), dan (4) refleksi (reflect). Hasil Penelitian Tindakan Kelas ini antara lain: Hasil belajar pada siklus I, nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 75,83 dan ketuntasan belajarnya meningkat menjadi 83,33% , pada akhir perbaikan pembelajaran siklus II nilai rata-rata mengalami peningkatan menjadi 81,67 dan ketuntasan belajarnya naik secara siknifikan menjadi 91,67%. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah penulis kemukakan dalam bab sebelumnya, maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran Kooperatif tipe Jigsaw dapat: 1) meningkatkan proses pembelajaran IPA Pesawat Sederhana pada siswa Kelas V SDN Babadan 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini dibuktikan dengan meningkatnya proses pembelajaran pada siklus II yaitu dengan nilai 65 dengan presentase ketercapaian 86,67% dengan kategri ketercapaian Sangat Baik, 2) meningkatkan hasil belajar IPA materi Pesawat Sederhana pada siswa Kelas V SDN Babadan 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019. Hal ini terbukti telah terjadi peningkatan nilai rata-rata pada siklus I adalah 75,83 dan pada siklus II menjadi 81,67. Sedangkan ketuntasan belajar secara klasikal prosentase pada siklus I adalah 83,33% dan pada siklus II meningkat menjadi 91,67%. Dengan demikian pembelajaran IPA materi Pesawat Sederhana dengan model pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw pada siswa kelas V SDN Babadan 2 Kecamatan Ngrambe Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019 dinyatakan telah berhasil
Peningkatan Hasil Belajar Menganalisis Jenis Kue Indonesia Berbahan Tepung Melalui Penerapan Metode Belajar Pintar Siswa Kelas XI JB 1 SMK Negeri 1 Slahung
Berdasarkan hasil angket sebelum penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa akan belajar jika diberi tugas oleh guru. Siswa belum mampu mengambil makna dari belajar, kemauan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya masih rendah, kegiatan belajar siswa masih tergantung pada guru. Data yang diperoleh dari daftar nilai diketahui bahwa minat belajar Produk Cake dan Kue Indonesia kompetensi dasar Menganalisis jenis kue Indonesia berbahan tepung sangat rendah, sekitar 70% mendapat nilai dibawah 75. Hal ini ditengarai karena metode pembelajaran yang kurang bervariasi, model pembelajaran yang konvensional dan rendahnya motivasi belajar terhadap mata pelajaran Produk Cake dan Kue Indonesia karena kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Belajar PINTAR dengan harapan siswa memahami konsep Menganalisis jenis kue Indonesia berbahan tepung dan memenuhi standar ketuntasan minimal 75%. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Produk Cake dan Kue Indonesia melalui Penerapan Metode Belajar PINTAR pada siswa kelas XI JB 1 SMK Negeri 1 Slahung Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Belajar PINTAR dalam meningkatkan hasil belajar Produk Cake dan Kue Indonesia ini ditandai adanya peningkatan mean score, yakni : pada siklus I 69,25; siklus II 73,50; dan siklus III 86,50. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 45,00%, siklus II menjadi 80,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Pengaruh Model Pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA) Dapat Meningkatkan Kompetensi Guru Memanfaatkan Alat Peraga Dalam Pembelajaran Di SMP Negeri 1 Geneng Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2021/2022
Pembelajaran yang terjadi di SMP Negeri 1 Geneng, Ngawi secara umum dalam melaksanakan pembelajaran masih kurang optimal. Indikasinya banyak guru yang belum melaksanakan pembelajaran dengan media secara tepat, sehingga siswa kesulitan dalam menerima pelajaran serta nilai kegiatan mengajar guru pun masih rendah. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan sekolah. Penelitian dilaksanakan di SMP Negeri 1 Geneng. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama 1 (satu) bulan, yakni bulan September 2021. Adupun jumlah subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah semua guru SMP Negeri 1 Geneng yang berjumlah 14 guru. Pengambilan data dilakukan dengan Model Pembelajaran Means-Ends Analysis (MEA). Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Pelatihan penerapan alat peraga dalam meningkatkan kualitas pembelajaran tampaknya mampu meningkatkan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika di rata-rata prosentase kegiatan belajar mengajar mengalami kenaikan sebesar 18,57% yakni jika siklus I sebesar 68,57% maka pada siklus II menjadi 87,14%. Hal ini menunjukkan bahwa pengajaran dengan alat peraga efektif dalam meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan (1) Pelatihan penggunaan alat peraga selain meningkatkan motivasi guru juga mampu meningkatkan jumlah guru dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan alat peraga, dari 14 guru SMP Negeri 1 Geneng, indikasinya, jika siklus I guru yang menggunakan alat peraga sebanyak 11 guru atau 78,57% maka pada siklus II meningkat menjadi 12 atau 85,71%. Dengan hasil ini maka dapat dipastikan bahwa pelatihan penggunaan alat peraga mampu meningkatkan jumlah guru dalam pemakaian alat peraga pada pembelajaran sehingga nilai pelaksanaan pembelajaran pun dapat ditingkatkan secara optimal, yaitu nilai rata-rata 80,43 pada siklus I menjadi 85,93 pada siklus II. Kepada semua guru di SMP Negeri 1 Geneng, dengan hasil ini diharapkan hendaknya selalu berusaha meningkatkan kemampuan diri dalam pembelajaran karena hanya dengan pembelajaran yang berkualitas maka tujuan pendidikan akan tercapai secara optimal
Upaya Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Aplikasi Canva Melalui Kegiatan LHT Di SDN 07 Alahan Sirih Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian ini menekankan kepada peningkatan kompetensi guru dalam pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi canva dengan pelaksanaan kegiatan iHT di masa pandemi Covid 19. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan empat langkah pokok, yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian adalah 18 guru di SD Negeri 07 Alahan Sirh Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Validasi data dengan teknik triangulasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan bahwa pelaksanaan iHT terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru dalam pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi canva. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan hasil penilaian kompetensi guru-guru di SD Negeri 07 Alahan Sirh Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam dalam pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi canva di mana pada kondisi awal rata-rata nilai 45,88 dan masuk dalam kategori Kurang (K), meningkat pada siklus pertama dengan rata-rata nilai 70,93 dan masuk dalam kategori Cukup (C) dan pada siklus kedua dengan rata-rata nilai 90,40 dan masuk dalam kategori Baik (B). Adapun peningkatan kompetensi guru-guru di SD Negeri 07 Alahan Sirh Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam dalam pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi canva secara individu pada kondisi awal belum ada guru yang dinyatakan tuntas, pada siklus pertama 10 guru atau 55,56% dinyatakan tuntas dan pada siklus kedua 18 guru atau 100% dinyatakan tuntas. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan iHT terbukti dapat meningkatkan kompetensi guru-guru SD Negeri 07 Alahan Sirh Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam dalam pengembangan media pembelajaran berbasis aplikasi canva