Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Keterampilan Membandingkan Dan Mengurutkan Bilangan Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas II SDN Kenanten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto

    Get PDF
    Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 sangat rendah, yakni hanya 57,69% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 64,52. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2x45 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas II SDN Kenanten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Matematika materi ajar Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,92; siklus II 76,34, dan siklus III 81,53. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 69,23%, siklus II meningkat menjadi 84,61%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,15%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam proses pembelajaran dapat meningkatan keterampilan Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 pada mata pelajaran Matematika.Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 sangat rendah, yakni hanya 57,69% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 64,52. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Learning Expeditions. diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2x45 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 melalui metode Learning Expeditions pada siswa Kelas II SDN Kenanten Kecamatan Puri Kabupaten Mojokerto Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam meningkatkan keterampilan Matematika materi ajar Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,92; siklus II 76,34, dan siklus III 81,53. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 69,23%, siklus II meningkat menjadi 84,61%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,15%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Learning Expeditions dalam proses pembelajaran dapat meningkatan keterampilan Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan 1 sampai 500 pada mata pelajaran Matematika

    Pentingnya Teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas VIII-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi Tahun Pelajaran 2017

    Get PDF
    Penggunaan Teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model DemonstrasiKecakapan) di sekolah sangat positif. Dengan digunakan Teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) kegiatan belajar mengajar siswa lebih menarik, hidup, sehingga siswa aktif mengemukakan pendapat. Hal ini terlihat pada hasil Dan Siklus I diperoleh data dan hasil prestasi belajar siswa pada Kelas VIII-A semester Ganjil SMP Negeri 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi Tahun pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) dan 32 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 6.33 (63%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 6.38 (63%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 6.78 (68%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 6.38 dengan prosentase 63%. Hal ini masih berada dibawah Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70%). Maka perlu dilakukan kegiatan pada siklus ke II. Dan pada Siklus yang ke II menunjukkan hasil prestasi belajar siswa pada Kelas VIII-A semester Ganjil SMP Negeri 2 Genteng, Kabupaten Banyuwangi Tahun pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Modelling The Way Learning (Pembelajaran yang mengembangkan Model Demonstrasi Kecakapan) dan 32 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 89.13 (89%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 80.75 (81%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 81.54 (259%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 261.8 dengan prosentase 84 %. Hal ini masih berada diatas Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70% ). Maka tidak perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Dan dinyatakan Tuntas

    Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Rotasi Benda Tegar Dengan Model Discovery Learning Pada Siswa Kelas XI IPA-3 SMA Negeri 3 Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Terwujudnya kondisi pembelajaran siswa aktif dan mempunyai prestasi yang tinggi merupakan harapan dari semua pelaku pendidikan. Dengan model pembelajaran discovery learning, diharapkan ada peningkatan hasil belajar siswa. Sejauh ini, siswa SMA Negeri 3 Madiun khususnya kelas XI IPA masih mengalami kesulitan memahami konsep rotasi benda tegar. Oleh karena itu, metode pembelajaran discovery learning ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus, dimana siklus pertama menggunakan model discovery learning pada topik dinamika rotasi dan pada siklus kedua menggunakan model discovery learning yang dilengkapi lembar kerja tersetruktur pada topik kesetimbangan benda tegar. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah siswa yang telah mencapai KKM mengalami kenaikan dari siklus pertama ke siklus kedua, yaitu dari 11 siswa (42,31%) menjadi 23 siswa (88,46%). Peningkatan ini juga terjadi pada meningkatnya aktifitas siswa, dimana julmah siswa aktif pada siklus pertama 46,15% siswa menjadi 84,62% siswa. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi rotasi benda tegar

    “Awake Spuma Sehat” Sebagai Budaya Mutu Sekolah Untuk Membangun Dan Membangkitkan Kemajuan Pendidikan Pada SMP Negeri 10 Kota Madiun

    Get PDF
    Dilihat dari prestasi akademik SMPN 10 Kota Madiun termasuk pada golongan yang masih rendah ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya adalah Input siswa yang terdiri dari golongan siswa dengan nilai ujian ditingkat sebelumnya rata-rata rendah jika dibandingkan dengan sekolah-sekolah setingkat disekitarnya. Dari segi sikap peserta didik masih mempunyai kecenderungan bersikap kurang positif hal ini ditunjukkan dengan sering terjadinya pelanggaran-pelanggaran disiplin di sekolah bahkan ada yang terjadi di lingkungan dan masyarakat. Dari sumber daya guru dan tenaga kependidikan masih belum maksimal pada sisi penguatan dan peningkatan kinerja khususnya dibidang pembelajaran, banyak diantara tenaga guru masih belum mampu memaksimalkan kemampuan akademiknya terutama pada faktor Inovasi pembelajaran. Disisi kepegawaian dan kekeluargaan masih dibutuhkan adanya sikap yang lebih membangun dan semangat kebersamaan yang masih harus ditingkatkan. Hal ini menginspirasi untuk mewujudkan visi dan misi sekolah menjadi sekolah yang lebih maju dalam hal Prestasi, IPTEK, Ahlak Mulia, Teknology, Berbudaya Lingkungan serta Berbudaya Mutu. Untuk itu sebagai wujud usaha dalam membangun, dan membangkitkan kemajuan pendidikan pada SMP Negeri 10 Kota Madiun, Kepala Sekolah menyusun sebuah Best Practice dengan Judul “Awake Spuma SEHAT” sebagai Budaya Mutu Sekolah. Best practice ini ditulis bertujuan untuk : 1. Mengetahui strategi yang dilakukan SMP Negeri 10 Madiun dalam meningkatkan Budaya Mutu Sekolah. 2. Mengetahui implementasi dan dampak positif dari penerapan “Awake SPUMA Sehat”. Adanya program Awake SPUMA Sehat mampu meningkatkan  Budaya Mutu Sekolah, baik pendidik, tenaga kependidikan,pengurus komite,wali murid maupun peserta didik. Ini terbukti dengan : 1. Meningkatnya semangat anak dalam mengikuti IB, TPA dan kegiatan ekstra. 2. Adanya komunikasi yang baik antar semua warga sekolah. 3. Meningkatnya rasa empati dalam setiap  individu. 4. Hafal surat-surat pendek. 5. Terbiasa disiplin dalam segala hal. Dengan demikian melalui program “Awake Spuma Sehat” diharapkan SMP Negeri 10 Kota Madiun bisa memiliki Budaya Mutu Sekolah sesuai dengan Standart Nasional Pendidikan

    Peningkatan Hasil Belajar Menentukan KPK Dan FPB Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas IV SDN 1 Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    Pada kenyataannya hasil belajar pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) sangat rendah, yakni hanya 54,55% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,73. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memenuhi syarat ketuntasan minimal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB) melalui metode Elaborasi Siswa Kelas IV SDN 1 Ngasinan Kecamatan Jetis Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 69,09; siklus  II 75,91, dan siklus III 81,36. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 72,73%, siklus II meningkat menjadi 81,82%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Elaborasi dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar mata pelajaran Matematika pada kompetensi dasar Menentukan kelipatan persekutuan terkecil (KPK) dan faktor persekutuan terbesar (FPB)

    Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Serta Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik Dan Manajerial Oleh Pengawas Sekolah Di SDN Kasihan I Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan

    Get PDF
    Pada penelitian ini akan difokuskan pada Supervisi Akademik dan Manajerial. Penelitian ini sejalan dengan pelaksanaan pengawasan oleh pengawas sekolah yang harus dijalani oleh penulis adalah dalam kegiatan tatap muka dengan guru-guru pada sekolah yang menjadi binaannya. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah: 1) Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru baik secara mandiri maupun terprogram; 2) Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap; 3) Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan; 4) Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yang menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya; 5) Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan (SDN Kasihan I Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan) berkenaan dengan implementasi 8 standar nasional pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). Setelah penulis sebagai pengawas sekolah melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah mulai awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan, maka kompetensi supervisi akademik penulis sebagai pengawas sekolah dapat meningkat, kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (silabus dan RPP) meningkat, dengan melaksanakan supervisi guru dan kepala sekolah, maka kompetensi supervisi akademik penulis semakin meningkat, meningkatnya kompetensi penulis dalam menyusun perangkat pembelajara

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Indonesia Dengan Model Pembelajaran STAD (Student Teams Achievement Division) Siswa Kelas VI SDN 2 Keniten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan-permasalahan dalam kegiatan belajar-mengajar bahasa Indonesia. Dalam pembelajaran membaca, khususnya membaca pemahaman dengan menggunakan model pembelajaran STAD. Kemampuan membaca pemahaman merupakan salah satu keterampilan berbahasa Indonesia yang membutuhkan proses berfikir yang kritis dan logis. Pada hakekatnya membaca adalah suatu yang rumit yang melibatkan banyak hal, tidak hanya sekadar melafalkan tulisan, tetapi juga melibatkan aktivitas visual, berpikir, psikolinguistik, dan metakognitif. Sebagai proses visual membaca merupakan proses menerjemahkan simbol tulis (huruf) ke dalam kata-kata lisan. Sebagai suatu proses berpikir, membaca mencakup aktivitas pengenalan kata, pemahaman literal, interpretasi, membaca kritis, dan pemahaman kreatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada dan tidaknya peningkatan kemampuan membaca pemahaman dengan strategi pembelajaran STAD siswa Kelas VI SDN 2 Keniten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018 yang dilakukan dengan penelitian tindakan kelas (PTK). PTK menjadi kewajiban untuk dilaksanakan demi perbaikan proses belajar mengajar. PTK timbul karena adanya permasalahan di dalam kelas. Permasalahan  yang kompleks di dalam kelas diidentifikasi dan dianalisis untuk diketahui tindakan yang relevan untuk diaplikasikan. Desain penelitian menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK). Langkah PTK terdiri dari dua siklus yaitu, siklus I dan siklus II, sedangkan penelitian dilaksanakan di SDN 2 Keniten Ponorogo. Penelitian ini merupakan penelitian populatif karena melibatkan subyek penelitian secara keseluruhan. Hasil analisi data siklus I masuk kategori baik, dilanjutkan siklus II yang menjadi siklus terakhir. Dari dua siklus yang telah dilaksanakan dalam penelitian terdapat hasil yang memuaskan dari segi kemampuan membaca pemahaman dan efektifitas strategi pembelajaran yang diaplikasikan serta keaktifan subyek penelitian yang maksimal. Siswa yang berhasil tuntas mengalami peningkatan, siklus I mencapai 77 % dan siklus II mencapai 100 %. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran STAD mampu meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa kelas VI SDN 2 Keniten Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo

    Meningkatkan Motivasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Materi Pelajaran Mendeskripsikan Perkembangan Masyarakat, Kebudayaan Dan Pemerintahan Pada Masa Kolonial Belanda Melalui Metode Mim-Mem (Mimicry-Memorization) Siswa Kelas VII-A Semester Genap

    Get PDF
    Dengan menggunakan prinsip Metode Mim-Mem (Mimicry- Memorization Method) yaitu metode pembelajaran yang mengembangkan cara untuk meniru dan menghafal secara aktif oleh peserta didik) pada siklus I ini sudah menunjukkan penguasaan mengalami peningkatakan, tetapi penguasaan telah dicapai itu sebenarnya masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang sudah mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Pada data yang diperoleh bahwa baru 63,27% siswa yang mencapai penguasaan 65 atau lebih. Sedangkan suatu kelompok (kelas) dikatakan tuntas apabila paling rendah 85% siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Penyebab sehingga masih kurang siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih, diataranya adalah siswa yang aktif masih didomonasi oleh siswa tertentu. Mereka yang aktif itu pada umumnya juga yang aktif pada pertemuan-pertemuan sebelumnya. Pada siklus kedua inim rata-rata skor penguasaan siswa semakin meningkat. Rata-rata itu meningkat dari 66,92 yang dicapai apda siklus I menjadi 73,84 pada siklus II. Hal itu menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap bahan ajar pada siklus II semakjin meningkat pula. Penguasaan siswa terhadap bahan ajar pada siklus II sudah tergolong tinggi menurut kategori yang digunakan. Menigkatnya penguasaan siswa itu merupakan indikator yang menandakan bahwa bentuk pembelajaran yang dilakukan dengan menggunakan prinsip Metode Mim-Mem (Minicry-Memorization Method) (Metode Pembelajaran yang mengembangkan carauntuk Meniru dan Menghafal secara Aktif Oleh Peserta Didik) dan keberagaman pada siklus II semakin memberikan hasil lebih baik

    Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Penggunaan Media Komputer Program Animasi Pada Siswa Kelas IX-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Pada siklus I dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 64,6. Hal ini masih berada dibawah SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 21 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 52,5% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 19 anak dengan prosentase sebesar 47,5%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus II. Dan pada siklus II memiliki nilai rata-rata sebesar 73,5. Hal ini masih berada di bahwa SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 10% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 45%. Mak dari hasil prestasi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus III. Dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 76,5. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 10% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 10 anak dengan prosentase sebesar 25%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase sebesar 55%. Serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 anak dengan prosentase sebesar 10%. Maka dari hasil belajar tersebut memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan siklus berikutnya

    Meningkatkan Hasil Belajar Penjaskes Materi Bola Basket Dengan Menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping Pada Siswa Kelas VI SDN 3 Mangaran Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo

    Get PDF
    Pembelajaran hendaknya memperhatikan kondisi individu siswa karena merekalah yang akan belajar. Siswa merupakan individu yang berbeda satu sama lain, memiliki keunikan masing-masing yang tidak sama dengan orang lain. penelitian ini bertujuan untuk: Meningkatkan Hasil Belajar Penjaskes Materi Bola Basket  dengan Menerapkan Model Pembelajaran Mind Mapping pada siswa Kelas VI Semester 1 SDN 3 Mangaran Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo  Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan yang diadopsi dari model Hopkins yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu spiral yang terdiri dari empat fase (Tim Pelatih Proyek PGSM,1999:8). Keempat fase tersebut meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penerapan Model Pembelajaran Mind Mapping Pada Siswa Kelas VI Semester 1 SDN 3 Mangaran Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo  Tahun Pelajaran 2017/2018 mampu Meningkatkan Hasil Belajar Penjaskes Materi Bola Basket, ini terbukti pencapaian ketuntasan dalam persiklus, siklus I mencapai 50% dan Siklus II Mencapai 90

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇