Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Penerapan Strategi Pembelajaran Action Learning Guna Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Materi Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia Pada Siswa Kelas V Semester I SDN Tawang 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran metode Action Learning berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran metode Action Learning? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Metode Action Learning terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran metode Action Learning Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V Semester I SDN Tawang 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I 57.69 %, siklus II 76.92 %, siklus III 96.15 %. Simpulan dari penelitian ini adalah metode metode Action Learning dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa Kelas V, serta Metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan
Peningkatan Hasil Belajar PPKn Tentang Keberagaman Suku, Bangsa, Sosial Dan Budaya Di Indonesia Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas IV SDN Sawuh Kecamatan Siman
Fenomena yang terjadi di Kelas IV SDN Sawuh Kecamatan Siman diperoleh data rendahnya hasil belajar pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada kompetensi dasar Tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia sangat rendah, yakni 38,46% dari jumlah 13 siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,69. Masalah ini perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan akibat yang fatal pada siswa. Penerapan model pembelajaran Bowling Kampus, merupakan sebuah penawaran peneliti dalam memecahkan masalah dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep pelajaran berkompetensi dasar Tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep pelajaran berkompetensi dasar tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia pada mata pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas IV SDN Sawuh Kecamatan Siman Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Bowling Kampus dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan materi ajar berkompetensi dasar Tentang bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 72,31; siklus II 76,93, dan siklus III 81,92. Selain itu ditandai pula adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 69,23%, siklus II menjadi 76,93%, pada siklus III mencapai 100%
Peningkatan Hasil Belajar Memberi Dan Meminta Informasi Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas VIII B SMP Negeri 2 Pacitan
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi. sangat rendah, yakni hanya 16 siswa dari 20 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,78. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas VIII B SMP Negeri 2 Pacitan. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Inggris materi ajar Menerapkan fungsi sosial, struktur teks, dan unsur kebahasaan teks interaksi transaksional lisan dan tulis yang melibatkan tindakan memberi dan meminta informasi.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 71,72; siklus II 75,16, dan siklus III 80,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Perilaku Yang Baik Dalam Menjaga Keutuhan NKRI Melalui Model Pembelajaran Probing Prompting Siswa Kelas V SD Negeri 3 Mangkujayan Ponorogo Semester Gasal Tahun Pelajaran 2015/2016
Dalam upaya peningkatan motivasi belajar siswa di sekolah, para guru berkewajiban untuk dapat menciptakan kegiatan belajar yang dapat membangun kemampuan siswa dalam memahami pelajaran agar tercapai motivasi dan hasil belajar yang optimal, Oleh karena itu dalam mendisain kegiatan belajar yang optimal diperlukan kecermatan guru dalam memilih teori dan strateg ipembelajaran yang akanditerapkan. Tidak semua teori dan strategi pembelajaran yang akan diterapkan cocok untuk semua mata pelajaran yang diajarakan karena setiap mata pelajaran memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Mata pelajaran PKn diharapkan dapat mewujudkan proses pendidikan yang integral dan mampu mengembangkan kepribadian warga negara yang partisipatif bertanggung jawab yang pada gilirannya akan menjadi landasan untuk berkembanganya masyarakat Indonesia yang demokratis. Pada umumnya metode pembelajaran yang selama ini dilakukan oleh guru kelas dalam pembelajaran PKn adalah metode ceramah sehingga siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Selain itu siswa selama ini dibekali dengan catatan- catatan dan tugas tentang pelajaran Pkn dari guru tanpa dapat memahami pelajaran tersebu
Penerapan Model Pembelajaran Student Team Achievement Division (STAD) Pada Mata Pelajaran IPS Terpadu Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas IX E SMP Negeri I Nguntoronadi Tahun Pelajaran 2017 / 2018
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan penggunaan strategi pembelajaran STAD pada mata pelajaran IPS Terpadu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Nguntoronadi Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2017/2018. Strategi pembelajaran STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Nguntoronadi Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2017/2018, sebagai buktinya bahwa berdasarkan data hasil pengamatan pembelajaran kooperatif STAD dari siklus I mencapai 64,47% dan siklus II mencapai 92,39%. Peningkatan tersebut menunjukkan peningkatan semangat belajar siswa dalam mengikuti pembelajaran IPS Terpadu. hasil pengamatan pembelajaran melalui kegiatan kuis dari siklus I mencapai 85,17% sedangkan pada siklus II mencapai 93,16%. Peningkatan tersebut menunjukkan peningkatan semangat belajar siswa dengan menggunakan variasi kuis. Dari data di atas membuktikan bahwa pembelajaran dengan menggunakan variasi kuis dapat meningkatan proses pembelajaran prestasi belajar siswa. Kemampuan pada Standar Kompetensi Memahami kondisi perkembangan negara di dunia, Kompetensi Dasar Mendiskripsikan perkembangan Perang Dunia II (termasuk pendudukan Jepang ) serta pengaruhnya terhadap keadaan sosial, ekonomi dan politik dapat ditingkatkan melalui strategi pembelajaran yang tepat oleh guru yang kreatif. Sehingga ada peningkatan prestasi belajar pada mata pelajaran IPS Terpadu siswa kelas IX E SMP Negeri 1 Nguntoronadi Kabupaten Magetan tahun pelajaran 2017/2018
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Biologi Materi Jaringan Hewan Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Macth Pada Siswa Kelas XI.MIPA.2 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Latar belakang masalah penelitian ini adalah proses pembelajaran biologi yang kurang variatif dan tidak ada inovasi pembelajaran sehingga berujung pada rendahnya aktivitas dan hasil belajar biologi siswa kelas XI.MIPA.2 SMA Negeri 1 Bondowoso. Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk meningkatan aktivitas dan hasil belajar biologi dengan menggunakan model pembelajaran make a match. Penelitian ini merupakan jenis Penelitian Tindakan kelas yang dilakukan dalam dua siklus dengan model penelitian mengacu pada model spiral dari Kemmis dan McTaggart. Setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan dan observasi, serta refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XI.MIPA.2 SMA Negeri 1 Bondowoso dengan jumlah siswa 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis ketuntasan dan analisis komparatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran make a match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar biologi siswa. Terbukti dari pengukuran tingkat aktivitas belajar biologi siswa kelas XI.MIPA.2 SMA Negeri 1 Bondowoso pada kondisi awal hanya 13 siswa atau 46,43%, pada siklus I menjadi 19 siswa atau 67,86%, dan pada siklus II meningkat menjadi 28 siswa atau 100%, dan peningkatan ketuntasan dan hasil belajar biologi siswa yang awalnya pada pembelajaran pra siklus siswa yang tuntas ada 9 siswa atau 32,14%, pada siklus I mengalami kenaikan menjadi 17 siswa atau 60,71%, dan pada siklus II ada 26 siswa atau 92,86%, hasil ini sesuai dengan indikator yang ditentukan yakni nilai dengan KKM 70 di atas 85%. Adapun peningkatan nilai rata-rata hasil belajar meningkat dari 57,14 pada kondisi awal, menjadi 67,50 pada siklus I, dan 77,50 pada siklus II. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran make a match pada pembelajaran biologi materi jaringan hewan dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XI.MIPA.2 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Peningkatan Kemampuan Menulis Surat Pembaca Dengan Kalimat Efektif Menggunakan Strategi Pembelajaran Berbasis Masalah Siswa Kelas IX.E SMP Negeri 6 Ponorogo Tahun Pelajaran 2014/2015
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan pembelajaran berbasis masalah di kelas IX.E SMP Negeri 6 Ponorogo dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil belajar penulisan surat pembaca. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research / CAR). Lokasi penelitian yang dipilih adalah kelas IX.E, SMP Negeri 6 Ponorogo dengan jumlah siswa 32 orang. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara, dan prosedur tes teks tertulis. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran berbasis masalah dapat meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran penulisan surat pembaca kelas IX.E SMP Negeri 6 Ponorogo. Adapun tujuan PTK ini dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan pembelajaran menulis puisi bebas sesuai dengan persyaratan yang tertuang dalam bahasa Indonesia. Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni : 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan Metode Pembelajaran berbasis masalah. Dari hasil pengamatan motivasi dan prestasi belajar siswa menunjukkan metode ini dapat meningkatkan motivasi siswa, yang semula sebelum melaksanakan metode ini motivasi siswa dalam pembelajaran menulis surat masih rendah, tetapi melalui penerapan metode pembelajaranberbasis masalah motivasi siswa dapat meningkat hingga mencapai 81% pada siklus ketiga, dan dari hasil prestasi belajar siswa sebelum menerapkan metode hanya 60,6% dengan kriteria penilaian C dapat meningkat secara bertahap. Hal ini dapat ditunjukkan dengan peningkatan rata – rata hasil prestasi siswa, mulai dari hasil prestasi belajar siswa pada siklus 1 menjadi 68 dengan kriteria kriteria C, kemudian meningkat lagi pada siklus 2 menjadi 78,38 dan pada siklus 3 menjadi 84,25
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Mengajar Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Dengan Teknik Individual Di SD Binaan Kecamatan Situbondo Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2019/2020
Kompetensi guru khususnya guru dalam mengajar di SD Binaan Kecamatan Situbondo masih rendah. Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar di SD Binaan Kecamatan Situbondo, maka diperlukan tindakan sebagai langkah perbaikan, dengan melaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar. Subyek penelitian yaitu guru-guru di SD Binaan Kecamatan Situbondo pada Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 6 orang guru dengan latar belakang pendidikan 5 orang sarjana (S-1) dan 1 orang guru belum sarjana. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif, sedangkan penilaian terhadap kriteria kualitas pelaksanaan proses belajar mengajar dari guru yang diamati dan diobservasi dengan rentang skor antara 1 sampai dengan 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komptensi guru dalam mengajar dinilai melalui 4 aspek penilaian yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan proses pembelajaran menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Rata-rata hasil penilaian terhadap 4 aspek penilaian kompetensi guru dalam mengajar pada setiap siklusnya dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal sebesar 56,18 masuk dalam kriteria (C), pada siklus II menjadi 74,20 masuk dalam kriteria (C) dan pada siklus II sebesar 93,43 dan masuk dalam kriteria nilai (SB). Kesimpulannya adalah pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual ditunjang dengan pelaksanaan supervisi kunjungan kelas terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru di SD Binaan Kecamatan Situbondo Tahun Pelajaran 2019/2020
Penerapan Lesson Study (LS) Untuk Meningkatkan Keprofesionalan Pembelajaran Guru Bahasa Indonesia Di SMP Negeri 3 Kota Madiun
Penelitian ini berupa Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) yang bertujuan untuk meningkatkan keprofesionalan pembelajaran guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Madiun. Keprofesionalan pembelajaran yang dimaksudadalahkeprosesionalan guru dalammelaksanakanpembelajaran yang meliputiaspekpersiapan, pelaksanaan, danpenlaianpembelajaran. Tindakan yang diterapkan pada penelitian ini adalah lesson study (LS) dengan melibatkan 4 (empat) guru Bahasa Indonesia sebagai subjek. Tindakan ini dilakukan dalam 2 (dua) siklus. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah dokumen dan pengamatan. Data pra-tindakan diperoleh dari dokumen hasil penilaian supervisi yang meliputi nilai perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran pada semester sebelumnya. Data setelah tindakan diperoleh dengan teknik observasi, dan studi dokumentasi. Observasi dilakukan dengan mengadakan penilaian pelaksanaan pembelajaran di tempat guru mengajar sedangkan studi dokumen dilakukan dangn menilai dokumen rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dan administrasi penilaian pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Lesson studyber hasil meningkatkan profesionalitas pembelajaran guru bahasa Indonesia di SMP Negeri 3 Madiun secaracukupsignifikanyaitu 15,60 poindariskalapenilaian 0 sampai 100. Nilai keprofesionalan pembelajaran rerata yang semula 71,96 dengan predikat Cukup pada waktu sebelum diadakan penelitian menjadi 87,56 dengan predikat Baik, dalam skala penilaian 0 sampai 100, setelah penelitian. (2) Peningkatan ini terjadi pada semua subjek guru Bahasa Indonesia dan seluruh aspek keprofesionalan pembelajaran baik aspek persiapan, pelaksanaan, maupun administrasi penilaian pembelajaran; (3) Aspek yang paling tinggi peningkatannya adalah aspek perencanaan pembelajaran yang mencapai 18,23 poin, disusul aspek administrasi penilaian yang mencapai 15,00 poin dan terakhir aspek pelaksanaan pembelajaran yang mencapai 13,56 poin
Peningkatan Hasil Belajar Mengenal Satuan Jarak Dan Kecepatan Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas V SDN Puloniti Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Matematika khususnya pada kompetensi dasar Mengenal satuan jarak dan kecepatan. sangat rendah, yakni hanya 2 siswa dari 5 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 56,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Mengenal satuan jarak dan kecepatan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Mengenal satuan jarak dan kecepatan melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas V SDN Puloniti Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Matematika materi ajar Mengenal satuan jarak dan kecepatan.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 73,00; siklus II 75,00, dan siklus III 79,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 80,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan strategi Peer Lessons dalam proses pembelajaran dapat meningkatan pemahaman konsep mata pelajaran Matematika pada materi ajar Mengenal satuan jarak dan kecepatan.Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Matematika khususnya pada kompetensi dasar Mengenal satuan jarak dan kecepatan. sangat rendah, yakni hanya 2 siswa dari 5 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 56,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Mengenal satuan jarak dan kecepatan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Mengenal satuan jarak dan kecepatan melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas V SDN Puloniti Kecamatan Bangsal Kabupaten Mojokerto Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Matematika materi ajar Mengenal satuan jarak dan kecepatan.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 73,00; siklus II 75,00, dan siklus III 79,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 80,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan strategi Peer Lessons dalam proses pembelajaran dapat meningkatan pemahaman konsep mata pelajaran Matematika pada materi ajar Mengenal satuan jarak dan kecepatan