Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Motivasi Dan Prestasi Belajar IPS Pokok Bahasan Peristiwa Politik Dan Ekonomi Indonesia Pasca Pengakuan Kedaulatan Pada Siswa Kelas IX B Semester I SMP Negeri 2 Pacitan Tahun Pembelajaran 2016/2017 Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe
Tujuan penelitian perbaikan pembelajaran ini adalah: (1) Mendeskripsikan peningkatan motivasi IPS pokok bahasan peristiwa politik dan ekonomi Indonesia pasca pengakuan kedaulatan pada siswa Kelas IX B semester I SMP Negeri 2 Pacitan Tahun Pembelajaran 2016/2017 melalui metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). (2) Mendeskripsikan peningkatan prestasi belajar IPS pokok bahasan peristiwa politik dan ekonomi Indonesia pasca pengakuan kedaulatan pada siswa Kelas IX B semester I SMP Negeri 2 Pacitan Tahun Pembelajaran 2016/2017 melalui metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). Jenis atau desain penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian menunjukkan: (1) Motivasi IPS pada siswa Kelas IX B semester I SMP Negeri 2 Pacitan Tahun Pembelajaran 2016/2017 meningkat melalui metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). Pernyataan tersebut dibuktikan dengan hasil pengamatan motivasi belajar pada siklus tindakan terkahir, yaitu: pertemuan 2 Siklus II adalah: aspek 1 sebesar 82,0% (baik), aspek 2 sebesar 79,7% (baik), aspek 3 sebesar 87,5% (baik sekali), aspek 4 sebesar 83,6% (baik), aspek 5 sebesar 78,1 (baik), aspek 6 sebesar 82,8% (baik), aspek 7 sebesar 87,5% (baik sekali), aspek 8 sebesar 85,9% (baik), aspek 9 sebesar 82,0% (baik), aspek 10 sebesar 80,5% (baik). (2) Prestasi belajar IPS pada siswa Kelas IX B semester I SMP Negeri 2 Pacitan Tahun Pembelajaran 2016/2017 meningkat melalui metode pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournament). Peningkatan prestasi belajar siswa Kelas IX B semester I SMP Negeri 2 Pacitan dapat dilihat dari peningkatan nilai rata-rata siswa, yaitu: sebelum tindakan rata-rata siswa adalah 58,59 dengan ketuntasan belajar sebesar 22%, setelah dilakukannya tindakan siklus I meningkat menjadi 68,66 dengan ketuntasan belajar sebesar 50%, dan siklus II meningkat lagi menjadi 81,91 dengan ketuntasan belajar sebesar 94%. Metode TGT untuk meningkatkan prestasi belajar IPS membuat siswa lebih jelas dan tertarik dalam presentasi kelas
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar IPS Dengan Bimbingan Dan Motivasi Pada Siswa Kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan
Metode pembelajaran sangat mempengaruhi tinggi rendahnya hasil belajar siswa. Di kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan, di kelas III pembelajaran masih ditekankan pada pembelajaran Tematik untuk itu diperlukan suatu metode pembelajaran yang dapat membantu siswa dalam meningkatkan hasil belajar yang salah satunya adalah dengan penggunaan Bimbingan dan Motivasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan prestasi belajar siswa dan membantu siawa kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan mudah memahami pembelajaran yang disampaikan. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 2 siklus, yang terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Data yang diperoleh dalam penelitian ini meliputi hasil belajar siswa yang diambil dari pemberian soal tes pada akhir siklus, kemampuan guru dalam pengelolaan pembelajaran yang diambil dari lembar observasi kegiatan guru, aktivitas siswa yang diambil dari lembar observasi kegiatan siswa. Jumlah siswa dalam penelitian ini adalah 25 siswa terdiri dari 12 siswa laki-laki dan 13 siswa perempuan. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar siswa dari 53 (nilai rata-rata hasil belajar sebelum penelitian) menjadi 67,69 (siklus I) dan 84,61 (siklus II). Begitupun dengan ketuntasan klasikal meningkat dari ketuntasan 61,53% pada siklus I menjadi 92,30% pada siklus II. Demikian pula peningkatan daya serap klasikal dari 67,69% pada siklus I menjadi 84,61% pada siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa perbaikan pembelajaran dengan menggunakan Bimbingan dan Motivasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa Kelas III SDN Susukanrejo II Pasuruan pada Mata Pelajaran IPS Semester 2 Tahun Pelajaran 2018-2019
Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Subtema Introduce Myself Melalui Penerapan Model Pembelajaran Think Talk Write Pada Siswa Kelas VII-B SMP Negeri 1 Tapen Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Tapen pada pembelajaran bahasa Inggris subtema Introduce Myself setelah mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran Think-Talk-Write (TTW). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilakukan secara kolaboratif antara peneliti sebagai guru mata pelajaran bahasa Inggris dan wali kelas VII-B. Tindakan dilaksanakan dalam 2 siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari 2 pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Tapen Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa sebanyak 32 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran think talk write pada pembelajaran bahasa Inggris subtema introduce myself terbukti mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa dari 43,75% atau 14 siswa pada studi awal menjadi, 68,75% atau 22 siswa pada siklus I, meningkat menjadi 93,75% atau 30 siswa pada akhir siklus II. Hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari rata-rata pada temuan awal yang hanya hanya 56,88 naik menjadi 66,35 pada siklus I, dan 76,56 pada siklus II, dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 6 siswa (18,75%) pada studi awal, 62,50% atau 20 siswa pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 28 siswa atau 87,50%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui penerapan model pembelajaran TTW (Think-Talk-Write) efektif untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VII-B SMP Negeri 1 Tapen Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 pada pembelajaran bahasa Inggris subtema introduce myself.
 
Meningkatkan Ketrampilan Menebali Huruf Melalui Metode Pembimbingan Kelompok Pada Anak TK B TK Pertiwi Ngepeh Loceret Nganjuk Tahun 2018
Rendahnya kemampuan siswa kelas B/TK B dalam menebali hurup : (1) siswa kurang latihan; (2) kemampuan guru yang kurang dalam penyampaian materi; (3) sistem kegiatan belajar mengajar yang monoton dan kurang menarik, sehingga siswa bosan.Pembelajaran dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode Pembimbingan Kelompok, siswa akan lebih terpancing dan mudah untuk berlatih dalam menebali hurup. Penggunaan metode Pembimbingan Kelompok merupakan sarana mempermudah siswa dalam memahami materi ajar agar tidak mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Dengan Penggunaan Metode Pembimbingan Kelompok, peneliti yakin bahwa pembelajaran akan berjalan lancar, memudahkan siswa untuk menebali hurup untuk mengenalkan hurup. Berdasarkan hasil penelitian selama dua siklus didapat kesimpulan bahwa: (1) Kemampuan/ketrampilan menebali hurup anak TK B,TK Pertiwi Ngepeh Loceret Nganjuk tahun2018 setelah pembelajaran menggunakan Metode Pembimbingan Kelompok persentase keberhasilannya dapat mencapai 90%; (2) Dalam kegiatan pembelajaran dengan Metode Pembimbingan Kelompok , sebagian besar siswa terlibat aktif bekerja sama / bergotong royong (dalam diskusi dengan kelompoknya) dalam proses kegiatan latihan menebali hurup bersama; dan (3) Aktivitas guru dalam pembelajaran sangat tinggi/sangat antusias
Peningkatan Keterampilan Mempraktikkan Teknik Dasar Lari Jarak Pendek 100 Meter Dengan Menggunakan Metode Progresif Pada Siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Kecamatan Siman
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan khususnya pada kompetensi dasar mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek sangat rendah, yakni hanya 62,50% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 60,63. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Metode Progresif dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa berprestasi dalam kompetensi dasar mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek melalui Metode Progresif pada siswa Kelas VII D SMP Negeri 1 Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Metode Progresif dalam meningkatkan prestasi Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan kompetensi dasar mempraktikkan teknik dasar lari jarak pendek ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,46; siklus II 74,58, dan siklus III 83,54. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 83,33%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100,00%
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Pengawas Sekolah Di SLB Putra Mandiri Tarik Kabupaten Sidoarjo
Sebagai tenaga profesional, guru memegang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SLB Putra Mandiri Tarik Kabupaten Sidoarjo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SLB Putra Mandiri Tarik Kabupaten Sidoarjo melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi
Peningkatan Kemampuan Membuat Ringkasan Teks Yang Dibaca Dengan Pendekatan Pembelajaran Terpadu Siswa Kelas VI SD Ma’arif Ponorogo Tahun Pelajaran 2015/2016
Pelaksanaan pembelajaran lompat jauh pada siswa kelas VI SD Ma’arif Ponorogo kurang memuaskan bagi guru Bahasa Indonesia, hasil yang didapatkan siswa pada tes evaluasi akhir pembelajaran masih banyak siswa yang nilainya belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Sedangkan tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengefektifitaskan pembelajaran dengan cara pendekatan Pembelajaran Terpadu atau memvariasikan berbagai macam permainan kedalam pembelajaran. Berdasarkan permasalahan diatas maka peneliti menyimpulkan rumusan permasalahan yang dihadapi oleh peneliti yaitu “Apakah melalui pendekatan Pembelajaran Terpadu dapat meningkatkan hasil belajar kemampuan membuat ringkasan teks pada siswa kelas VI SD Ma’arif Ponorogo tahun Pelajaran 2015/2016. Membuat ringkasan teks melalui pendekatan Pembelajaran Terpadu merupakan salah satu alternative pembelajaran Bahasa Indonesia di SD Ma’arif Ponorogo. Namun kenyataannya dalam proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal. Hasil penelitian yang menggunakan 3 siklus dan 9 pertemuan menunjukan di siklusI nilai rata-rata akhir kelas 66,9 dengan nilai persentase ketuntasan 66% nilainya masih kurang memuaskan. Maka dilanjutkan di siklus II nilai rata-rata akhir kelas 75,04 dengan nilai persentase 78,2% dan pada Siklus III Prosentasenya 93%. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data pengamatan dilapangan dan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan Pembelajaran Terpadu pada materi membuat ringkasan teks mengalami peningkatan dalam hasil belajar siswa kelas VI SD Ma’arif Ponorogo. Saran dari peneliti, guru dapat menvariasikan berbagai macam bentuk pendekatan kedalam pembelajaran
Penggunaan Metode Pembelajaran Role Play Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa Kelas IV SDN Ngreco V Kec. Tegalombo Kab. Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Adakah peningkatan kemampuan memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten / kota dan provinsi siswa Kelas IV SDN Ngreco V Kec. Tegalombo Kab. Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan mengoptimalkan metode pembelajaran bermain peran (role Play). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul. Dengan hasil evaluasi Siklus I mendapatkan nilai rata-rata 69.38 persentase 50% dan meningkat pada siklus II 81.25 persentase 100% dapat disimpulkan bahwa : ada peningkatan kemampuan memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten / kota dan provinsi melalui optimaslisai metode pembelajaran bermain peran (role play) siswa kelas IV SDN Ngreco V Kec. Tegalombo Kab. Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “Adakah peningkatan kemampuan memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten / kota dan provinsi siswa Kelas IV SDN Ngreco V Kec. Tegalombo Kab. Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018 dengan mengoptimalkan metode pembelajaran bermain peran (role Play). Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul. Dengan hasil evaluasi Siklus I mendapatkan nilai rata-rata 69.38 persentase 50% dan meningkat pada siklus II 81.25 persentase 100% dapat disimpulkan bahwa : ada peningkatan kemampuan memahami sejarah, kenampakan alam dan keragaman suku bangsa di lingkungan kabupaten / kota dan provinsi melalui optimaslisai metode pembelajaran bermain peran (role play) siswa kelas IV SDN Ngreco V Kec. Tegalombo Kab. Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Peran Pengawas Sekolah Di SMK Negeri 2 Pacitan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMK Negeri 2 Pacitan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik. meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meingkatkan kompetensi pedagogik guru
Efektivitas Metode Pembelajaran “Candu Jesko” Dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Materi Masa Kemerdekaan- Masa Reformasi Pada Peserta Didik Kelas IX SMP Negeri 4 Madiun
Proses pembelajaran masih sering dilakukan guru di dalam kelas. Pembelajaran yang disajikan oleh guru masih sangat monoton, membosankan dan tidak mampu membangkitkan motivasi siswa untuk belajar. Hampir setiap saat pembelajaran berlangsung di dalam kelas. Suasana pembelajaran yang berlangsung di kelas masih menganut paradigma lama, guru belum menggunakan berbagai metode dan model pembelajaran yang inovatif. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan metode Candu Jesko dalam meningkatkan hasil belajar IPS materi masa kemerdekaan hingga masa reformasi pada peserta didik kelas IX SMP Negeri 4 Madiun. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan dengan metode terbimbing dan diskusi kelompok. Hasil belajar diukur melalui tes awal dan tes akhir. Hasil belajar pada tes awal mencapai rata-rata pencapaian 75,21 dan meningkat menjadi 80,07 pada tes akhir. Ketuntasan klasikal pada akhir pembelajaran mencapai 87%. Hal ini dapat disimpulkan bahwa metode candu jesko sangat efektif dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran IPS materi masa kemerdekaan hingga masa reformasi