Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Lembaga-Lembaga Negara Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Strategi Pembelajaran Active Knowledge Sharing Siswa Kelas VI B SLB Negeri Sampang

    Get PDF
    Banyak perhatian khusus diarahkan kepada perkembangan dan kemajuan pendidikan guna meningkatkan mutu pendidikan. Berdasarkan hasil angket sebelum penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa akan belajar jika diberi tugas oleh guru. Siswa belum mampu mengambil makna dari belajar, kemauan ssiwa untuk mengembangkan kreativitasnya masih rendah, kegiatan belajar siswa masih tergantung pada guru. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tentang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia melalui strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing pada siswa Kelas VI B, SLB Negeri Sampang Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan strategi pembelajaran Active Knowledge Sharing dalam meningkatkan hasil belajar tentang Sistem Pemerintahan Republik Indonesia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I  74,17; siklus  II 78,33; dan siklus III 84,17. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 66,67%, siklus II 83,33%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%

    Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Dengan Model Question Student Have Pada Siswa Kelas XII-IPA-3 SMA Negeri 1 Tapen Kab. Bondowoso Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatan hasil belajar siswa kelas XII-IPA-3 SMA Negeri 1 Tapen pada materi Deret aritmetika dan deret geometri dengan menggunakan model Question Student Have. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas kelas XII-IPA-3 SMA Negeri 1 Tapen, yang terdiri dari 24 orang. Penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus terdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan atau observasi, serta analisis dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, dan pemberian tes pada setiap akhir siklus pembelajaran. Teknik analisa data dengan menggunakan teknik deskriptif kualitatif persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Peningkatan aktivitas siswa menunjukkan perolehan pada studi awal hanya 9 siswa atau 37,50%, naik menjadi 13 siswa atau 54,17% pada siklus pertama, dan 100% pada siklus kedua atau semua siswa meningkat aktivitas dalam pembelajaran. Hal di atas didukung pula oleh peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal hanya  57,92 naik menjadi 65,00 pada siklus pertama, dan 73,75 pada siklus kedua,  dengan tingkat ketuntasan belajar sebanyak 5 siswa (20,83%) pada studi awal,  45,83% atau 11 siswa pada siklus pertama, dan pada siklus terakhir menjadi 95,83%, atau dari 24 siswa yang mengikuti pelaksanaan perbaikan pembelajaran 23 siswa dinyatakan tuntas belajarnya dan satu siswa belum tuntas belajarnya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa “Jika digunakan model Question Student Have pada materi Deret aritmetika dan deret geometri, maka hasil belajar siswa kelas XII-IPA-3 SMA Negeri 1 Tapen Tahun Pelajaran 2017/2018 akan meningkat”

    Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Siswa Kelas VIII.B Di SMP Negeri 2 Kertosono Semester Genap Tahun Pelajaran 2013/2014 Pada Mata Pelajaran PKn Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe GI

    Get PDF
    Seorang guru akan lebih berhasil apabila dalam proses belajar mengajar menerapkan metode belajar yang bervariasi. Begitu pula halnya dalam pembelajaran PKn yang sering dianggap membosankan oleh siswa. Hal inilah yang memacu penulis untuk melaksanakan penelitian tindakan untuk meningkatkan dan mengembangkan aktivitas dan hasil belajar siswa di kelas VIII.B SMP Negeri 2 Kertosono. PTK ini dilaksanakan untuk memecahkan permasalahan pembelajaran PKn.  Penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri dari empat tahap, yakni : 1) tahap perencanaan (planning), 2) tahap pelaksanaan (acting), 3) tahap pengamatan (observing), dan 4) refleksi (reflecting). Penelitian ini dilaksanakan dengan menerapkan Model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation). Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dalam pembelajaran PKn selain dapat dipergunakan sebagai alat untuk menguji keaktifan siswa, sekaligus juga dapat dipergunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa agar pembelajaran PKn menjadi lebih bermutu. Dari hasil pengamatan, menunjukkan Model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) dapat meningkatkan aktivitas siswa, hal ini dapat diketahui dari data pada siklus 1 aktivitas siswa dalam pembelajaran PKn KD 5.1, 5.2 dan 5.3 hanya mencapai 64% tetapi pada siklus 3 mencapai 81%, demikian juga hasil belajar siswa sebelum pembelajaran menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation)  rata – rata hasil belajar   66 tetapi setelah pembelajaran PKn menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe GI (Group Investigation) pada siklus 3 meningkat menjadi 83. Peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dibarengi dengan peningkatan kinerja guru yang pada siklus 1 hanya memperoleh skor 17 atau 68% tetapi pada siklus 3 mencapai skor 20 atau 80%

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pkn Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Di Kelas XII-IPS-1 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini dilatar belakangi oleh rendahnya aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII-IPS-1 SMA Negeri 1 Bondowoso tahun pelajaran 2019/2020 pada mata pelajaran PKn yang dilihat dari sebagian hasil belajar siswa belum optimal yang disebabkan karena siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi, sehingga perlu dicari alternatif pemecahan masalah dengan menerapkan proses pembelajaran yang lebih berorientasi pada siswa secara aktif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII-IPS-1 SMA Negeri 1 Bondowoso. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII-IPS-1 SMA Negeri 1 Bondowoso sebanyak 24 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, teknik tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas dan hasil belajar siswa meningkat pada setiap siklusnya. Pada kondisi awal siswa yang tuntas aktivitas belajarnya sebanyak8 siswa atau 33,33% pada siklus I meningkat menjadi 17 siswaatau 70,83%dan pada siklus II meningkat menjadi 24 siswaatau 100% yang tuntas aktivitas belajarnya. Meningkatnya aktivitas belajar siswa juga diikuti oleh meningkatnya hasil belajar siswa, yaitu pada kondisi awal nilai rata-rata hasil belajar siswa sebesar 58,75, pada siklus I menjadi 68,33, dan pada siklus II menjadi 73,75. Ketuntasan hasil belajar siswa secara klasikal juga meningkat, dimana pada kondisi awal jumlah siswa yang tuntas sebanyak7 siswa atau 29,17%, pada siklus I meningkat menjadi 15 siswa atau 62,50%, dan pada siklus II menjadi 21 siswa atau 87,50%. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII-IPS-1SMA Negeri 1 Bondowosotahun pelajaran 2019/2020

    Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Melalui Metode Pembelajaran Penemuan (Discovery) Siswa Kelas VII Semester I SMP Negeri I Kesu`Toraja Utara

    Get PDF
    Berdasarkan pengalaman penulis di lapangan, kegagalan dalam belajar rata-rata dihadapi oleh sejumlah siswa yang tidak memiliki dorongan belajar. Untuk itu dibutuhkan suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dengan upaya membangkitkan motivasi belajar siswa, misalnya dengan membimbing siswa untuk terlibat langsung dalam kegiatan yang melibatkan siswa serta guru yang berperan sebagai pembimbing untuk menemukan konsep IPA. Pembelajaran dengan penemuan (discovery) memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (67,57%), siklus II (78,38%), siklus III (89,19%). Penerapan metode pembelajaran penemuan (discovery) mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran penemuan (discovery) sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belaja

    Penerapan Metode Karya Wisata Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Pada Anak TK A, TK Negeri Pembina Nganjuk Kab. Nganjuk Tahun 2017

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan anak dalam berbahasa khusunya berbicara yang kurang berkembang secara maksimal .Hal ini karena kurangnya variasi metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berbahasa. Metode karyawisata merupakan cara pembelajaran yang membawa atau mengikut sertakan  anak untuk mengunjungi suatu tempat diluar kelas secara langsung guna mempelajari, mengamati, suatu obyek secara langsung sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Metode ini merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode karya wisata terhadap kemampuan berbahasa pada anak TK A, TKNegeri Pembina Nganjuk Kec.Nganjuk Kab Nganjuk,  tahun  2017. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode karyawisata untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mengikuti alur pokok 2 siklus :siklus pertama merupakan identifikasi masalah, dilanjutkan alternative pemecahan masalah dan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, kemudian  diobservasi dan dianalisa terakhir penulis akan melakukan refleksi, dan dilanjutkan pada siklus berikutnya.Penelitian ini dilaksanakan di  TK Negeri Pembina Nganjuk Kab.Nganjuk,  tahun 2018. Dari hasil analisis data dengan penerapan metode karyawisata sangat baik untuk metode pendidikan di TK Negeri Pembina Nganjuk ,Kab.Nganjuk, diperoleh hasil ketuntasan kemampuan berbahasa dari 15 anak diperoleh 13 anak telah mencapai ketuntasan kemampuan. Hal ini mencapai tingkat ketuntasan yaitu 86,67% melampaui tingkat ketuntasan yang diharapkan yaitu75%, karena pada umumnya anak usia TK gemar melihat langsung dan mendengarkan cerita yang disampaikan baik oleh guru, kakak maupun ibunya. Dan guru harus mampu mengupayakan ada nya interaksi dengan siswa, dengan demikian maka akan membiasakan anak berbicara, yang mana pada akhirnya akan membiasakan anak berani mengungkapkan fikiranya dengan bahasa

    Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Islam Parlaungan Waru Kabupaten Sidoarjo

    Get PDF
    Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru SMA Islam Parlaungan Waru Kabupaten Sidoarjo melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Pada akhir penelitian, atas dasar data yang terkumpul diperoleh skor terendah 126, skor tertinggi 172. Setelah dilakukan analisis data, maka diketahui pula bahwa Mi = 148; SDi = 7,3. Dengan demikian kategori “rendah” untuk ubahan semangat kerja guru di bawah 22 atau <22; kategori “Kurang” berada pada 23 sampai 147, kategori “Cukup” di antara 148 sampai 170, dan kategori “Tinggi” berada pada >171 atau di atas 171. Persentase kecenderungan ubahan semangat kerja guru pada siklus III menunjukkan bahwa 50,00% pada kategori tinggi, 25,00% pada kategori cukup, dan kategori kurang sebesar 25,00%, sahingga dapat dikatakan bahwa semangat kerja guru SMA Islam Parlaungan Waru Kabupaten Sidoarjo adalah “Tinggi”

    Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo

    Get PDF
    Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMA Hang Tuah 2 Sidoarjo melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi

    Upaya Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Matematika Materi Memahami Konsep Himpunan Bagian Melalui Penerapan Model Pembelajaran Problem Posing Pada Siswa Kelas VII-H SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penerapan model pembelajaran Problem Posing dalam meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas VII-H SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2016/2017. Jenis Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus.Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 4 Madiun pada bulan Januari sampai dengan Maret 2017. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-H SMP Negeri 4 Madiun yang berjumlah 30 orang. Fokus utama penelitian ini adalah tercapainya peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa, terhadap pembelajaran matematika dengan model pembelajaran Problem Posing. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi, angket, tes dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa menunjukkan peningkatan. Motivasi belajar siswa meningkat pada setiap siklus yaitu indikator perhatian (attention) pada siklus I sebesar 50,0% meningkat menjadi  64,3% pada siklus II dan meningkat 79,6% pada siklus III. Indikator relevansi (relevance) pada siklus I sebesar 46,1% meningkat menjadi  63,6% pada siklus II dan meningkat 77,3%. Indikator percaya diri (confidence) pada siklus I sebesar 51,7% meningkat menjadi 62,9% pada siklus II dan meningkat 77,5% pada siklus III. Indikator kepuasan (satisfaction) pada siklus I sebesar 50,5% meningkat menjadi 59,2% pada siklus II dan meningkat 78,3% pada siklus III. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan yaitu pada siklus I rata-rata sebesar 70,3 dengan ketuntasan klasikal 60% meningkat pada siklus II rata-rata 73,9 dengan ketuntasan klasikal 70%. Pada siklus III mengalami peningkatan rata-rata sebesar 79,5 dengan ketuntasan klasikal 83,3%

    Peningkatan Keterampilan Menyusun Teks Cerita Pendek Menggunakan Model Discovery Learning Dan Media Dongeng Pada Siswa Kelas IX C MTs Negeri 2 Trenggalek Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Latar belakang diadakannya penelitian di MTs Negeri 2 Trenggalek yaitu pemecahan permasalahan yang dialami karena  pembelajaran  menyusun teks cerita pendek yang belum efektif. Peserta didik masih kesulitan  dalam  mengembangkan gagasan mereka untuk dituangkan  dalam  sebuah teks cerita pendek, kesulitan menyusun teks cerita pendek dengan memperhatikan struktur teks cerita pendek serta sikap dan perilaku yang ditunjukkan peserta didik selama proses  pembelajaran  kurang baik. Permasalahan Kualitas proses  pembelajaran  menyusun teks cerita pendek menggunakan model discovery learning dan media dongeng pada  siswa  kelas IX C MTs Negeri 2 Trenggalek sudah baik sesuai dengan pelaksanaan  pembelajaran . Ada peningkatan kualitas  pembelajaran  dari siklus I kesiklus II. Kualitas proses  pembelajaran  menyusun teks cerita pendek menggunakan model discovery learning  dan media dongeng dapat dilihat dari lima aspek yaitu, (1) intensinya proses internalisasi penumbuhan minat-minat  siswa  menyusun teks cerita pendek, (2) intensifnya proses diskusi yang kondusif untuk  menentukan tema dongeng, (3) intensifnya proses  siswa  menyusun teks  cerita pendek dengan memperhatikan struktur  teks  cerita pendek,(4)   kondusifnya kondisi  siswa  saat memaparkan hasil menyusun teks cerita pendek didepan kelas, (5) reflektif atau tidaknya saat refleksi di bagian akhir  pembelajaran .  keterampilan   siswa  kelas IX C MTs Negeri 2 Trenggalek  dalam  menyusun teks cerita pendek mengalami peningkatan setelah mengikuti  pembelajaran  menggunakan model discovery learning dan media dongeng. Peningkatan  keterampilan  menyusun teks cerita pendek terlihat dari hasil tes antara siklus I dan siklus II. Pada siklus I diperoleh hasil rata-rata kelas sebesar 64,90  dalam  kategori kurang dan belum mencapai KKM yang telah ditentukan. Namun setelah guru merefleksi kekurangan-kekurangan pada siklus I dan melakukan perbaikan pada siklus II, nilai rata-rata  siswa  meningkat menjadi 88,65  dalam  kategori baik dan sudah mencapai KKM yang ditentukan. Jadi dari siklus I ke siklus II mengalami peningkatan nilai sebesar 23,74

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇