Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Mengidentifikasi Perkembangan Sosial Remaja Pada Layanan Bimbingan Dan Konseling Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pringkuku

    Get PDF
    Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam Layanan Bimbingan dan Konseling khususnya pada topik layanan Perkembangan Sosial Remaja sangat rendah. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi pembelajaran Inquiry. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Inquiry diharapkan minimal 90% dari jumlah siswa memahami konsep Perkembangan Sosial Remaja. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman topik layanan Perkembangan Sosial Remaja melalui strategi pembelajaran Inquiry pada siswa Kelas VII B, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut : Meningkatkan Kemampuan Mendefinisikan Perkembangan Sosial Remaja pada Layanan Bimbingan dan Konseling Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VII B SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan strategi pembelajaran Inquiry dalam meningkatkan pemahaman dalam layanan Bimbingan dan Konseling ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 74,00; siklus II 78,33, dan siklus III 83,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 76,67%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 93,33%

    “Shopping Di Pasar Bersama Via Vallen” (Best Practice)

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pemahaman materi pasar kelas VII SMP Negeri 4 Madiun serta menganalisis proses hasil audio visual pada kegiatan di pasar. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Best Practice. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-A-D SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019 yang terdiri dari 120 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah instrumen saat tugas pengamatan dan instrumen saat presentasi untuk mengetahui tingkat pemahaman materi pasar pada kelas VII. Hasil Best Practice menunjukkan bahwa Shopping di pasar bersama Via Vallen merupakan praktik terbaik untuk pembelajaran materi pasar karena siswa bisa terlibat langsung pengamatan kegiatan di pasar tradisional dan modern menggunakan smartphone

    Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Penggunaan Sumber Energi Pada Mata Pelajaran IPA Dengan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Siswa Kelas 5 D Slb Negeri Sampang

    Get PDF
    Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Alam khususnya pada kompetensi dasar Mendeskripsikan penggunaan beberapa sumber energi dalam kehidupan sehari hari sangat rendah, yakni 47,62% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,50. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Apabila guru menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mendeskripsikan penggunaan beberapa sumber energi dalam kehidupan sehari hari.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Mendeskripsikan penggunaan beberapa sumber energi dalam kehidupan sehari hari melalui metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada siswa Kelas 5D SLB Negeri Sampang Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan kemampuan dan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 68,75; siklus II 75,00; dan siklus III 78,75. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 50,00%, siklus II 75,00%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%

    Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Negeri 1 Krucil Kabupaten Probolinggo

    Get PDF
    Peranan pengawas sekolah adalah memberi dukungan, membantu, dan mengikut sertakan. Seorang pengawas sekolah harus menciptakan suasana sedemikian rupasehingga guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkanpotensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Penjelasan tersebut telah menggambarkan bahwa pengawas sekolah memberikan peran penting dalam meningkatkan kualitas guru terutama dalam kompetensipedagogik. Semakin baik pembinaan yang dilakukan pengawas sekolahmaka guru semakin professional sebagai pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Krucil Probolinggo, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik. meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meingkatkan kompetensi pedagogik guru

    Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Teks Fungsional Pendek Tentang Advertisement/ Iklan Siswa Kelas XII-MIPA-3 SMA Negeri 1 Bondowoso Melalui Model Pembelajaran Picture And Picturedengan Media Gambar Semester 1

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran teks fungsional pendek tentang advertisement/iklan pada siswa kelas XII-MIPA-3 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini diadakan karena pembelajaran teks fungsional pendek tentang advertisement/ iklan pada siswa kelas XII-MIPA-3 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 masih tergolong kurang. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII-MIPA-3 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 28 siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur pelaksanaan tindakan dan implementasi di lokasi penelitian terbagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting) dan dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes,  pengamatan, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis dilakukan dengan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran picture and picture dengan media gambar dalam pembelajaran teks fungsional pendek tentang advertisement/iklan mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis advertisement/iklan. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan nilai rata-rata pada prasiklus sebesar 56,07, pada siklus I menjadi 67,86, dan pada siklus II menjadi 78,21. Dari hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa nilai hasil belajar sudah memenuhi standar kriteria ketuntasan minimum (KKM) dengan standar nilai 70. Peningkatan ketuntasan belajar meningkat dari 6 siswa atau 21,43% pada prasiklus, menjadi 18 siswa atau 64,29% pada siklus I, dan pada siklus II menjadi 25 siswa atau 89,29%, dan didukung pula oleh peningkatan aktivitas belajar siswa dari 12 siswa atau 42,86% pada prasiklus, pada siklus I menjadi 20 siswa atau 71,43% dan pada siklus II menjadi 28 siswa atau 100%. Kesimpulannya adalah penerapan media gambar terbukti mampu meningkatkan keterampilan menulis advertisement/iklansiswa kelas XII-MIPA-3 SMA Negeri 1 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

    Peningkatkan Prestasi Belajar Kimia Tentang Sifat Larutan Penyangga Dan Peranan Larutan Penyangga Dalam Tubuh Makhluk Hidup Melalui Model Pembelajaran Tapps Pada Siswa XI IPA3 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Pada hasil ulangan harian pada kompetensi dasar sifat  larutan  penyangga  dan  peranan  larutan  penyangga  dalam tubuh makhluk hidup,  semester 2, tahun  pelajaran  2017/2018  di SMA Negeri 4 Pasuruanyang memuat materi sifat  larutan  penyangga  dan  peranan  larutan  penyangga  dalam tubuh makhluk hidup  terlihat  bahwa,  dari 40 siswa yang  mendapatkan  nilai  di bawah  KKM 70 sebanyak 21 orang atau sebanyak 53%, belum tuntas, siswa yang mendapatkan  nilai  di  atas  atau  sama dengan  > 70 sebanyak  19 orang  atau  sebanyak 47% yang tuntas. Dari  analisis data siklus I diperoleh hasil sebanyak 15 anak (38%) memiliki minat baik, 12 anak (30%) memiliki minat cukup, dan 13 anak (33)% memiliki minat kurang. siklus II diperoleh hasil sebanyak 21 anak (53%) memiliki minat baik, 12 (30%) anak memiliki minat cukup dan 7 anak (18%) memiliki minat kurang. Dari analisis data siklus I diperoleh hasil sebanyak 15 anak (38%) memiliki perhatian baik, 13 anak (33%) memiliki perhatian cukup, dan  12 anak (30%) memiliki perhatian kurang.Siklus II diperoleh hasil sebanyak 21 anak (53%) memiliki perhatian baik, 12 anak (30%) memiliki perhatian cukup, dan 7 anak (18%) memiliki perhatian kurang. Dari analisis data siklus I diperol hasil sebanyak 15 anak (38%) memiliki partisipasi baik, 14 anak (35%) memiliki partisipasi cukup, dan 11 anak (28)% memilik pastisipasi kurang. Siklus II diperoleh hasil sebanyak 21 anak (53%)  memiliki partisipasi baik, 11 anak (28%) memiliki partispasi cukup, dan 8anak (20%) memiliki partisipasi   kurang. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran TAPPS (Thinking Aloud Pairs Problem Solving) memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II) yaitu masing-masing 73% dan 93% .pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai.Model Pembelajaran TAPPS memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (73%), Siklus dan Siklus II(93%)

    Peningkatan Hasil Belajar Biologi Pokok Bahasan Kode Genetik Dan Sintesis Protein Melalui Pembelajaran Kooperatif Tipe STAD Siswa Kelas XII IPA 4 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017

    Get PDF
    Pada ulangan harian materi Kode genetik dan sintesis protein menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Rata-rata kelas hanya mencapai nilai 54 meskipun nilai tersebut belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan yaitu 70. Namun siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 27 anak atau  68% dan yang tuntas hanya 13 anak atau 32% dari seluruh siswa kelas XII IPA4 yang berjumlah 40 Anak. Untuk meningkatkan pengusaan siswa terhadap materi ajar tersebut, kami melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Diduga sumber permasalahan yang terkait dengan rendahnya hasil belajar biologi pada Kode genetik dan sintesis protein di  SMA Negeri 4 pasuruan  ini. Maka peneliti merumusan masalah sebagi berikut : 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran biologi pokok bahasan kode genetik dan sintesis protein melalui pendekatan kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Division) pada siswa kelas XII IPA4 SMA Negeri 4 pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017? 2. Bagaimana peningkatan hasil belajar biologi pokok bahasan kode genetik dan sintesis protein melalui pendekatan kooperatif Tepe STAD pada siswa kelas XII IPA4 SMA Negeri 4 pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017? 3.  Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran yang menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD kelas XII IPA4 SMA Negeri 4 pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2016/2017? Hasil ulangan siswa antara siklus 1 dan 2 Hasil tes formatif siklus 1 masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) di bawah 70. Yaitu dari 40 siswa yang tuntas hanya 53% atau sebanyak 21 siswa yang tuntas sedangkan 47% masih belum tuntas belajar atau sebanyak 19 siswa, untuk siklus 2 sebanyak 38 siswa yang tuntas belajar atau sebanyak 95% siswa yang tuntas belaja

    Peningkatan Hasil Belajar Kimia Pokok Bahasan Manfaat, Dampak Dan Proses Pembuatan Unsur-Unsur Dan Senyawanya Melalui Metode Inkuiri Siswa Kelas XII IPA3 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Pada ulangan harian materi manfaat, dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Rata-rata kelas hanya mencapai nilai 64 meskipun nilai tersebut belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan yaitu 65. Namun siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 14 anak atau  40% dan yang tuntas hanya 21 anak atau 60% dari seluruh siswa kelas XII A3 yang berjumlah 35 Anak Untuk meningkatkan pengusaan siswa terhadap materi ajar tersebut, kami melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Diduga sumber permasalahan yang terkait dengan rendahnya hasil belajar kimia pada materi manfaat, dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya di  SMA Negeri 4 Pasuruan  ini, dapat kami kemukakan sebagai berikut : 1.Siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan, karena proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, akibatnya siswa bersifat pasif. 2. Kurang siapnya siswa untuk menerima pelajaran kimia pada materi Sebaran flora dan fauna diduga anggapan siswa pada pelajaran kimia merupakan pelajaran yang membosankan dan menghafal. 3. Metode dan teknik yang kurang tepat sehingga  kurang menarik bagi siswa. Maka peneliti merumusan masalah sebagi berikut : 1. Bagaimana pelaksanaan pembelajaran kimia pokok bahasan manfaat, dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya melalui metode inkuiri pada siswa kelas XII A3 SMA Negeri 4 Pasuruan semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018? 2. Bagaimana peningkatan hasil belajar kimia pokok bahasan Manfaat, dampak dan proses pembuatan unsur-unsur dan senyawanya melalui metode inkuiri pada siswa kelas XII A3 SMA Negeri 4 Pasuruan semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018? 3.  Bagaimanakah aktivitas guru dan siswa selama kegiatan pembelajaran yang menggunakan metode inkuiri kelas XII A3 SMA Negeri 4 Pasuruan semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018? Hasil ulangan siswa antara siklus 1 dan 2 Hasil tes formatif siklus 1 masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) di bawah 65. Yaitu dari 35 siswa yang tuntas hanya 74% atau sebanyak 26 siswa yang tuntas sedangkan 26% masih belum tuntas belajar atau sebanyak 9 siswa, untuk siklus 2 sebanyak 33 siswa yang tuntas belajar atau sebanyak 94% siswa yang tuntas belajar

    Penerapan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) Dapat Meningkatkan Pembelajaran Tematik Pada Siswa Kelas I Di SDN Rejuno 1 Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Tujuan penelitian ini adalah  untuk meningkatkan hasil belajar Tematik pada siswa kelas I SD Negeri Rejuno 1  Kecamatan  Karangjati Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019 melalui penerapan model pembelajaran tematik dengan melibatkan penerapan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS).Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Prosedur penelitian ini terdiri dari dua siklus setiap siklus mempunyai empat tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi atau pengamatan kemudian refleksi dan masing – masing siklusnya ada dua kali pertemuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan pada setiap pertemuan diadakan tes proses dan post tes sehingga dapat diketahui ada tidaknya peningkatan hasil belajar pada mata pelajaran Tematik dengan melibatkan penggunaan media pembelajaran secara sistematis. Sebagai subjek adalah siswa kelas I SD Negeri Rejuno 1  Kecamatan  Karangjati Kabupaten  Ngawi yang berjumlah 26 anak. Teknik pengumpulan data digunakan teknik wawancara, observasi, tes dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah model analisis deskriptif komparatif.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan, bahwa ada peningkatan hasil belajar dalam mata pelajaran Tematik setelah dilaksanakan tindakan kelas dengan melibatkan penerapan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS). Hal ini dapat ditunjukkan dengan meningkatnya hasil nilai dari tes yang dilakukan pada siswa sebelum dan sesudah dilaksanakannya tindakan. Siklus I ada peningkatan hasil belajar Tematik pada siswa dari nilai rata-rata 66,7 menjadi 74,4 dan dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 42,3% menjadi 69,2%. Siklus II ada peningkatan hasil belajar Tematik dari nilai rata-rata siklus I yaitu 74,4 menjadi 80,4 dan dari pencapaian Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 69,2% menjadi 92,3%. Dengan demikian, dapat diajukan suatu rekomendasi bahwa hasil belajar Tematik dapat ditingkatkan dengan melibatkan penerapan Metode Struktural Analitik Sintetik (SAS) pada siswa kelas I SD Negeri Rejuno  1  Kecamatan  Karangjati Kabupaten  Ngawi Tahun Pelajaran 2018/2019

    Mengapresiasikan Hasil Prestasi Belajar Melalui Discovery Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Hasil Penemuan Peserta Didik ) Di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Pada Kelas IX-2 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020.

    Get PDF
    Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus 1, bahwa dari 28 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Terpadu dengan menggunakan metode konvensional (ceramah)dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai dengan katagori baik adalah 6 siswa dengan prosentase 12,5%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Hal ini mencerminkan keadaaan yang sesungguhnya kemajuan belajar siswa secara alamiah (tanpa ada tindakan kelas). Berdasarkan pengamatan pada siklus ini suasana kelas belum kondusif, siswa masih kurang aktif, gairah bertanya kurang serta belum ada usaha untuk mendapatkan informasidengan menulis atau bertanya kepada teman atau guru. Pada siklus 3 tampak dari 28 siswa, setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. Kenyataan ini setelah di analisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya di kelas. Pada siklus 4 didapatkan  hasil  belajar secara rata rata menunjukkan 86,07. Hal ini menunjukkan peningkatan sesuai yang diharapkan sehingga dapat didistribusikan frekuensi hasil belajar siswa Kelas IX-2 Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 pada siklus 4 sebagai berikut : dari data diatas siswa yang memiliki nilai 90 sebanyak 13 anak (46,43%), yang memiliki nilai 85 sebanyak 8 anak (28,57%) dan yang memperoleh nilai 80 sebanyak 7 anak (25%). Sehingga dari data tersebut dapat disimpulkan siswa yang memperoleh nilai diatas SKBM sebesar 65 sebanyak 28 anak (100%). Maka dalam penelitian ini dinyatakan Tuntas dan Berhasil

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇