Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Prestasi Belajar IPS Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Type Jigsaw Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 3 Bedrug Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019
Penelitian bertujuan untuk: (1) Mendiskripsikan rencana pembelajaran materi kegiatan ekonimi di masyarakat dengan menggunakan pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran IPS pada siswa di Kelas IV SD Negeri 3 Bedrug Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019 untuk meningkatkan hasil belajar siswa; (2) Mendiskripsikan tipe jingsaw untuk meningkatkan hasil belajar siswa; (3) Mendiskripsikan hasil pembelajaran. Prosedur penelitian Rancangan model PTK dilaksanakan meliputi rancangan penelitian, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, dan analisa data. Rancangan Penelitian Rancangan Penelitian. pelaksanaan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) meliputi empat alur (langkah), yaitu perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Sumber dan teknik pengumpulan data adalah rencana pelaksanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran, hasil belajar siswa dalam pembelajaran. Instrumen penelitian lembar Observasi guru yaitu aktifitas guru selama proses pembelajaran, lembar aktifitas siswa selama proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan membuktikan ada upaya guru dalam meningkatkan aktifitas Guru , siswa selama proses pembelajaran , dan peningkatan prestasi belajar siswa, sehingga dapat disimpulkan bahwa, penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dalam pembelajaran IPS pada materi koperasi kompetensi dasar 3.3.mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan, serta kehidupan sosial dan budaya di lingkungan sekitar sampai provinsi menunjukkan peningkatan prestasi belajar siswa Kelas IV SD Negeri 3 Bedrug Kecamatan Pulung Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2018/2019,. adapun peningkatan prestasi belajar siswa terlihat dari pencapaian nilai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) 76 yaitu, pada pra tindakan, ketuntasan prestasi belajar siswa baru mencapai 23 (%), nilai rata-rata 58,8. Padasiklus I nilai rata-rata 78, jumlah siswa yang tuntas belajar 17 siswa atau 55%, Siklus II rata-rata 87, jumlah siswa yang tuntas belajar 29 siswa atau 94 %
Peningkatan Motivasi Dan Prestasi Belajar Siswa Kelas IX-I Di SMP Negeri 2 Kertosono Mata Pelajaran IPA Materi Listrik Dinamis Melalui Penerapan Metode Eksperimen Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui keberhasilan penggunaan metode eksperimen apakah dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa kelas IX.I SMP Negeri 2 Kertosono, Kabupaten Nganjuk mata pelajaran IPA materi Listrik Dinamis. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan sebanyak 3 siklus. Setiap siklus terdiri dari : perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (Acting), observasi dan Evaluasi (Obsevation and Evaluation), dan refleksi dan Perencanaan Ulang (Reflecting and Replanning). Subjek penelitian adalah siswa kelas IX.I SMP Negeri 2 Kertosono Tahun Pelajaran 2017/2018 yang berjumlah 32 siswa. Alat pengumpulan data yang digunakan tes menggunakan instrument/butir soal untuk mengukur prestasi belajar siswa, lembar observasi kegiatan guru dan motivasi siswa, serta hasil foto saat PBM berlangsung. Hasil penelitian menyatakan bahwa pembelajaran IPA materi “Listrik Dinamis” melalui penerapan metode eksperimen dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa kelas IX.I SMP Negeri 2 Kertosono Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini terbukti pada kondisi awal sebelum dilaksanakan tindakan nilai rata-rata prestasi siswa 65 belum mencapai KKM, siklus I nilai rata-rata kelas menjadi 70, ketuntasan belajar pada siklus II nilai rata-rata kelas menjadi 74 dan pada siklus 3 naik lagi menjadi 80 dengan kategori baik. Sebenarnya pada siklus II ini ketuntasan belajar telah tercapai, tetapi masih belum maksimal, sehingga dilakukan lagi siklus 3 dan rata – rata hasil belajar siswa naik menjadi 80. Selain itu, kegiatan guru dan siswa yang diamati pada lembar observasi juga mengalami peningkatan. Hasil observasi yang telah dilaksanakan dinyatakan penelitian ini telah berhasil dengan baik. Berdasarkan tindakan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan metode eksperimen dapat meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa IX.I SMP Negeri 2 Kertosono – Kabupaten Nganjuk semester ganjil tahun pelajaran 2017/2018 pada mata pelajaran IPA
Implementasi Pendidikan Karakter Dalam Novel Ayah Karya Andrea Hirata Siswa Kelas VI SD Negeri 3 Mangkujayan Ponorogo Tahun Pelajaran 2016/2017
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel Ayah karya Andrea Hirata dengan menggunakan pendekatan psikolog sastra dan untuk mendeskripsikan implementasi pendidikan karakter dalam novel Ayah karya Andrea Hirata pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Mangkujayan Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Kegiatan analisis data dalam penelitian ini lebih ditekankan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan karakter dalam novel yang berjudul Ayah dan data di lapangan berupa Implementasi pendidikan karakter pada pembelajaran bahasa Indonesia siswakelas VI. Adapun hasil penelitian dari deskripsi nilai-nilai pendidikan karakter yang terdapat dalam novel Ayah karya Andrea Hirata adalah : ada 12 karater meliputi: Jujur, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis rasa ingin tahu, semangat, kebangsaan, cinta tanah air, menghargai, prestasi, bersahabat, komunikatif, cinta damai, peduli sosial, tanggung jawab. Sedangkan implementasinya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia pada siswa kelas VI SD Negeri 3 Mangkujayan Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017 sebagai berikut: dari jumlah siswa 21 siswa nilai pendidikan karakter religius sejumlah 19 siswa, nilai karakter rasa ingin tahu sejumlah 15 siswa, nilai pendidikan karakter jujur sejumlah 20 siswa, nilai pendidikan toleransi sejumlah 19 siswa, nilai pendidikan karakter cinta damai sejumlah 16 siswa, nilai pendidikan karakter kerja keras sejumlah 18 siswa, nilai pendidikan karakter kreatif 11 siswa, nilai pendidikan karakter mandiri sejumlah 14 siswa, nilai pendidikan karakter demokratis sejumlah 14 siswa, nilai pendidikan karakter komunikatif/bersabar sejumlah 15 siswa, nilai pendidikan karakter cinta tanah air sejumlah 14 siswa, nilai pendidikan karakter disiplin sejumlah 16 siswa, nilai pendidikan karakter peduli sosial sejumlah 15 siswa. Jadinilaipendidikankarakter yang banyak adalah jujur dan toleransi dan yang paling sedikit adalah nilai pendidikan karakterkreatif
Peningkatan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Tentang Sikap Santun Dan Menghargai Teman, Melalui Strategi Pembelajaran Synergetic Teaching Siswa Kelas IV B SDN 1 Brotonegaran Kecamatan Ponorogo
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa untuk dalam bidang Pendidikan Agama Islam khususnya pada kompetensi dasar Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat sangat rendah, yakni 50,00% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,00. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Synergetic Teaching dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat melalui metode Synergetic Teaching pada siswa Kelas IV B SDN 1 Brotonegaran Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Synergetic Teaching dalam meningkatkan kemampuan Pendidikan Agama Islam materi ajar Memahami sikap santun dan menghargai teman, baik di rumah, sekolah, dan di masyarakat ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 71,00; siklus II 80,00, dan siklus III 86,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 60,00%, siklus II meningkat menjadi 80,00%, pada siklus III menjadi 100%
Peningkatan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Dengan Tajwid Melalui Model Pembelajaran “GUCIL” Di Kelas V SDN Warungdowo 1 Kecamatan Pohjentrek Pasuruan
Fakta pembelajaran di kelas V tempat peneliti mengajar menunjukkan bahwa merasa kesulitan untuk menerapkan hukum bacaan ihfa, idgham, iqlab dan qolqolah dalam membaca ayat-ayat Al Qur’an. Alternative pemecahannya dengan memperbarui pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui inovasi model pembelajaran yaitu metode pembelajaran “GUCIL”. Masalah yang dirumuskan adalah 1) bagaimanakah peningkatan kemampuan membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui model pembelajaran “GUCIL”? 2) bagaimanakah peningkatan hasil belajar dalam KBM membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui model pembelajaran “GUCIL”? 3) bagaimanakah aktifitas belajar siswa dalam KBM membaca Al Qur’an dengan tajwid melalui model pembelajaran “GUCIL”? Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan. Subyek tindakan siswa di kelas tersebut. Penelitian dilakukan dalam 2 siklus. Setiap siklus terdiri dua tatap muka melalui tahapan refleksi awal, perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Data penelitian berupa deskripsi hasil observasi, catatan lapangan, test perbuatan, tes tulis dan lembar angket siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui model pembelajaran “GUCIL” kemampuan membaca Al Qur’an dengan tajwid meningkat. Hal ini tampak pada siklus I pertemuan 1 siswa yang mampu membaca Al Qur’an dengan benar 21,8% meningkat menjadi 37,6% pada pertemuan 2 dan 3 pada siklus 2 meningkat menjadi 46,9% dan 56,2%, kemampuan ini sesuai kriteria penilaian adalah A dengan rentang nilai 91-100
Meningkatkan Prestasi Belajar Kimia Materi Pokok Struktur Atom Dan Tabel Periodik Melalui Model Kooperatif Tipe TGT Pada Siswa Kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan di SMA Negeri 4 Pasuruan ternyata hasil belajar kimia siswa kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan masih rendah yaitu nilai rata-rata untuk materi pokok struktur atom dan tabel periodik dari jumlah siswa 36 dengan ketuntasan klasikal 39% atau 14 siswa dan siswa yang tidak tuntas 57% atau 22 siswa dengan rata-rata nilai 61. Rendahnya hasil belajar kimia di kelas X A2 SMA Negeri 4 Pasuruan tersebut menunjukkan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep kimia. Hal ini disebabkan karena pembelajaran didominasi dengan metode ceramah yang berpusat pada guru. Guru lebih aktif dalam kegiatan pembelajaran sebagai pemberi pengetahuan bagi siswa. Akibatnya siswa memiliki banyak pengetahuan tetapi tidak dilatih untuk menemukan pengetahuan dan konsep, sehingga siswa cenderung lebih cepat bosan dalam mengikuti pelajaran yang berdampak pada rendahnya hasil belajar. Berdasarkan penelitian hasil penilian afektif siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 76 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100% pada siklus II mendapat nilai rata rata 78 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100%. Hasil penilian kognetif siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 71 dengan prosentase ketuntasan sebanyak 78% pada siklus II mendapat nilai rata rata 73 dengan prosentase ketuntasan sebanyak 89%. Hasil penilian psikomotor siswa pada siklus I mendapat nilai rata rata 76 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100% pada siklus II mendapat nilai rata rata 78 dengan katagori B dengan prosentase ketuntasan sebanyak 100%. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa Model Kooperatif Tipe TGT memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I dan II) yaitu masing-masing 78% dan 89% .pada siklus II ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai
Peningkatan Hasil Belajar Sosiologi Materi Pokok Pembentukan Kelompok Sosial Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Siswa Kelas XI IPS 4 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018
Pada ulangan harian materi pembentukan kelompok sosial menunjukkan hasil yang tidak memuaskan. Rata-rata kelas hanya mencapai nilai 64 meskipun nilai tersebut belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan yaitu 65. Namun siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM 14 anak atau 40% dan yang tuntas hanya 21 anak atau 60% dari seluruh siswa kelas XI IPS4 yang berjumlah 35 Anak Untuk meningkatkan pengusaan siswa terhadap materi ajar tersebut, kami melaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Diduga sumber permasalahan yang terkait dengan rendahnya hasil belajar sosiologi pada materi pembentukan kelompok sosialdi SMA Negeri 4 Pasuruan ini, dapat kami kemukakan sebagai berikut : 1. Siswa merasa bosan dengan pembelajaran yang dilakukan, karena proses pembelajaran lebih didominasi oleh guru, akibatnya siswa bersifat pasif. 2. Kurang siapnya siswa untuk menerima pelajaran sosiologi pada materi Pembentukan kelompok sosial diduga anggapan siswa pada pelajaran sosiologi merupakan pelajaran yang membosankan dan menghafal. 3. Metode dan teknik yang kurang tepat sehingga kurang menarik bagi siswa. Hasil ulangan siswa antara siklus 1 dan 2 Hasil tes formatif siklus 1 masih banyak siswa yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) di bawah 65. Yaitu dari 35 siswa yang tuntas hanya 74% atau sebanyak 26 siswa yang tuntas sedangkan 26% masih belum tuntas belajar atau sebanyak 9 siswa, untuk siklus 2 sebanyak 33 siswa yang tuntas belajar atau sebanyak 94% siswa yang tuntas belajar
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Oleh Pengawas Sekolah Di SMP Negeri 3 Bojonegoro Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019
Dalam tugasnya selain melakukan pengawasan dan evaluasi, pengawas sekolah juga harus melakukan pembinaan. Peranan pengawas sekolah adalah memberi dukungan, membantu, dan mengikut sertakan. Seorang pengawas sekolah harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Penjelasan tersebut telah menggambarkan bahwa pengawas sekolah memberikan peran penting dalam meningkatkan kualitas guru terutama dalam kompetensi pedagogik. Semakin baik pembinaan yang dilakukan pengawas sekolah maka guru semakin profesional sebagai pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Bojonegoro, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik, meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik gur
Upaya Peningkatan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI Mata Pelajaran IPA Materi Gerhana Matahari Dan Bulan Melalui Metode Demonstrasi Di SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2016/2017
Berdasarkan hasil tes dalam bidang studi IPA pada kompetensi dasar 9.3 menjelaskan terjadinya gerhana bulan dan gerhana matahari pada semester II menunjukkan rendahnya tingkat penguasaan siswa terhadap materi pelajaran itu. Dari 31 siswa kelas VI SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang yang mencapai penguasaan materi pembelajaran hanya 16 siswa. Untuk meningkatkan penguasaan siswa terhadap materi ini, maka dilaksanakan perbaikan pembelajaran melalui Penelitian Tindakan Kelas. Dengan adanya permasalahan diatas, salah satu upaya yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA adalah penggunaan metode demonstrasi. Penggunaan metode demonstrasi dalam pembelajaran merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh guru dalam rangka meningkatkan hasil belajar siswa pada pelajaran IPA. Penggunaan metode demonstrasi dianggap sesuai karena dalam pelajaran IPA banyak sekali materi yang pembahasannya membutuhkan peragaan dan terkait langsung dengan kehidupan sehari–hari, Tentu saja hal ini memerlukan peran aktif siswa, yang sebelumnya sudah diperagakan oleh guru melalui metode demonstrasi. Selain itu siswa akan melihat secara nyata pokok bahasan pembelajaran yang sedang diikutinya, tidak hanya berupa bayangan fiktif belaka (abstrak) tanpa tahu aslinya. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan jenis penelitiannya adalah penelitian tindakan kelas sebanyak 2 siklus. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, wawancara, tes, dan dokumentasi. Analisis ketuntasan hasil belajar pada siklus 1 mencapai 68% dengan nilai rata-rata 73; dan pada siklus 2 mencapai 94% dengan nilai rata-rata 83. Berdasarkan analisis ketuntasan belajar pada siklus 2, maka dapat dikatakan bahwa siswa kelas VI SDN Wonorejo 02 Kecamatan Kedungjajang telah mencapai ketuntasan belajar secara klasikal. Kelas dikatakan tuntas belajarnya apabila terdapat minimal 75% siswa yang telah mencapai nilai ≥ 70
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Isi Puisi Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas II SDN Bajang Kecamatan Balong
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Mendeskripsikan isi puisi sangat rendah. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi pembelajaran Inquiry. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Inquiry diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mendeskripsikan isi puisi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dalam Mendeskripsikan isi puisi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui strategi pembelajaran Inquiry pada siswa Kelas II SDN Bajang Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan strategi pembelajaran Inquiry dalam meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia materi ajar Mendeskripsikan isi puisi ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 74,00; siklus II 76,50, dan siklus III 81,50. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 70,00%, siklus II meningkat menjadi 80,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%