Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Memahami Pembelajaran Fisika Sumber Arus Listrik Melalui Metode Learning Games Siswa Kelas IX F SMP Negeri 1 Jenangan Ponorogo
Guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran dituntut mampu memahami materi dan menyampaikannya pada siswa. Adapun tujuan penelitian adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan hasil belajar Fisika, untuk mengetahui kelancaran aktifitas siswa dan untuk mengetahui penerapan metode learning games dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IX F di SMPN 1 Jenangan Ponorogo tahun pelajaran 2016/2017. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas.Subyek penelitian dalam penelitian ini adalah kelas IX F SMPN 1 Jenangan Ponorogo yang berjumlah 29 siswa.Penelitian ini dilakukan pada mata pelajaran Fisika, dengan pokok bahasan Sumber Arus Listrik, semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017.Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, dokumentasi dan review.Data dianalisis secara deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan keaktifan siswa bertambah jumlahnya sebesar 3,125%, hasil belajar siswa mengalami kenaikan dari siklus 1 ke siklus 2 sebesar 7,29 atau 10,31 %. Demikian hal nya dengan jumlah siswa yang tuntas belajar meningkat 12,5% dari 25 pada siklus 1 dan di siklus 2 sebanyak 29 siswa. Melalui metode learning games keaktifan dan hasil belajar Fisika pokok bahasan Sumber Arus Listrik siswa kelas IX F di SMPN 1 Jenangan Ponorogo semester ganjil tahun pelajaran 2016/2017 mengalami kenaikan
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Perbandingan Dan Skala Melalui Pendekatan Learning Expeditions Siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Kecamatan Bungkal
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan ketrampilan Perbandingan dan Skala melalui metode learning Expeditions pada siswa Kelas VII A SMP Negeri 1 Kecamatan Bungkal Semester II tahun Pelajaran 2016/2017. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa ketrampilan siswa untuk dalam bidang matematika khususnya pada materi ajar Perbandingan dan Skala rerata yang dicapai hanya 55,56% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 60,53. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri dari 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit, yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan Model Pembelajaran learning Expeditions dalam meningkatkan ketrampilan matematika materi ajar Perbandingan dan Skala ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni: pada siklus I 72,40; siklus II 76,30, dan siklus III 81,48. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 70,37%, siklus II meningkat menjadi 81,48%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 92,60%
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Pkn Materi Pemerintahan Pusat Dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Picture And Picture Pada Siswa Kelas VI Di SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo
Keberhasilan anak dalam pembelajaran merupakan harapan setiap guru dan orang tua. Untuk dapat mewujudkan harapan itu, orang tua dan guru perlu memahami anak sebagai manusia seutuhnya yang menjadi tanggung jawabnya. Perbaikan pembelajaran ini bertujuan untuk : Meningkatkan Aktivitas Belajar PKn Materi Pemerintahan Pusat Dengan Menerapkan Metode Pembelajaran Picture And Picture Pada Siswa Kelas VI Semester I Di SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018?. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan yang diadopsi dari model Hopkins yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu spiral yang terdiri dari empat fase (Tim Pelatih Proyek PGSM, 1999:8). Keempat fase tersebut meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan Aktivitas belajar Mata Pelajaran PKn Kelas VI Semester I Di SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini ditunjukkan adanya kualifikasi siswa dalam belajar yang meningkat setiap siklusnya. Hal ini ditunjukkan adanya kualifikasi siswa dalam belajar yang meningkat setiap siklusnya; Hasil belajar siswa meningkat setelah diterapkan Metode Pembelajaran Picture And Picture pada materi Pemerintahan Pusat dengan prosentase ketuntasan sebesar 58 % pada siklus I, namun ada peningkatan pada siklus II menjadi 87
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Dengan Kompetensi Dasar Memahami Ciri Khusus Makhluk Hidup Dan Lingkungan Hidupnya Melalui Metode Authentic Assesment Approach Learning Pada Guru Yang Mengajar Di Kelas 6 Semester Ganjil Di SDN
Berdasarkan analisis data kualitatif dan profil tingkat pemahaman dengan hasil-hasil prestasi belaja ditunjukkan melalui kegiatan siklus pada masing-masing siklus. Maka pada Siklus I dari data hasil prestasi belajar Guru di atas secara rata-rata hasil prestasi belajar guru menunjukkan 57,4 (57%) dari sejumla 26 Guru. dimana standart ketuntasan belajar guru ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata-rata 57,7 (57%) masih dibawah standart ketuntasan, maka perlu diadakan kegiatan pada siklus II. Dan pada siklus II dan III juga masih dibawah standart ketuntasan. Setelah pada siklus IV ini data hasil prstasi belajar guru diatas secara rata-rata hasil prestasi belajar guru menunjukkan 97,4 (97%) dari sejumlah 26 guru. dimana standart ketuntasan belajar guru ditentukan sebesar 70 (70%). Karena hal ini berada di atas standart ketuntasan, maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Maka dengan adanya pembelajaran Metode Authentic Assesment Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan dan Penerapan Penilaian Otentik) akan membantu mengembangkan dan meningkatkan prestasi belajar Guru
Mengoptimalkan Hasil Motivasi Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Dan Kesehatan/Penjaskes Pada Siswa Kelas 5 Semester Ganjil Melalui Inquiry Approach Learning Di SDN 3 Sukodono, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, Tahun Pelajaran 2019/2020
Usaha guru mengarahkan pengalaman belajar siswa tidak selamnya dapat dilakukan dengan lancar, sering terdapat hambatan-hambatan yang memerlukan pemecahan. Usaha-usaha pemecahan harus disesuaikan dengan hambatan-hambatan yang dihadapi oleh guru, melalui penelitian-penelitian kecil di kelas. Penelitian semacam ini sering disebut penelitian siklus. Secara umum tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengupayakan kualitas pembelajaran pendidikan jasmani dan kesehatan/panjaskes pada siswa kelas 5 semester ganjil melalui inquiry approach learning (pendekatan pembelajaran yang mengembangkan kemampuan untuk menemukan suatu konsep) di SDN 3 Sukodono – Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang, tahun pelajaran 2019/2020. Dimana penelitian ini dilakukan per siklus. Berdasarkan data yang diperoleh melalui penelitian bahwa motivasi hasil prestasi yang diperoleh oleh siswa selama siklus awal sampai akhir siklus adalah mengalami kenaikan rata-rata secara keseluruhan 12,36%. Berdasarkan temuan yang diperoleh motivasi hasil prestasi yang dicapai oelh siswa setelah pembelajaran memakai media adalah 7,7% atau sekitar 8% daripada sebelum mendapatkan siklus, yang berarti bahwa setiap kali dilakukan refleksi dan revisi daris etiap siklus hasil belajar sudah menunjukkan adanya peningkatan
Peranan Pembelajaran Value Clasification And Moral Development Approach Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Materi Mendeskripsikan Azan Dan Ikamah Untuk Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SD Negeri Rejuno 1 Kecamatan Karangjati
Model Pembelajaran Value Clasification And Moral Development Approach (Pendekatan Yang Mengembangkan Pribadi Siswa Sesuai Dengan Kompetensi) ini dipergunakan pada saat proses belajar mengajar pada bidang studi kelas yang mengajar bidang studi Pendidikan Agama Islam. Maka dengan dipergunakan metode tersebut akan senantiasa anak aktif dalam belajar. dengan demikian semakin banyak diberikan tugas-tugas kepadanya maka anak akan mudah memahami materi pemeblajaran Kelas yang mengajar bidang Studi Pendidikan Agama Islam, maka akan mengakibatkan prestasi belajar semakin meningkat. Pada siklus I telah menunjukkan hasil untuk keaktifan siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 6 (15,79%) dan sedang sebanyak 13 (34,21%) dengan criteria cukup serta sebanyak 19 anak (50) memiliki criteria kurang. Pada siklus II untuk criteria aktifitas siswa yang memiliki aktifitas Baik dalam kegiatan belajar sebanyak 20 siswa (52,63%) dan Sedang sebanyak 9 anak (23,68%) memiliki aktiftas Cukup. Sedangkan hasil pengamatandari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian Baik sebanyak 9 (23,68%) perhatian orang tua sebanyak 17 (44,74%) dan perhatian kurang 12 (31,58%). Sedangkan pada criteria cukup sebanyak 9 anak (23,68%). Dari hasil prestasi belajar tersebut secara rata-rata pada hasil prestasi belajar bidang studi Kelas yang mengajar bidang Studi Pendidikan Agama Islam pada Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SD Negeri Rejuno 1 Kecamatan Karangjati-Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 meunjukkan 90 (90%). Hal ini berada di atas SKBM atau ketuntasan belajar sebesar 70,00. Maka proses pemberian tugas yang berkaitan dengan peningkatan prestasi belajar menjadi Tuntas
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi Kelompok Di SDN Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Dari hasil pantauan peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan rumusan masalah tersebut di atas maka penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Kelompok Kerja Guru terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi yang terdiri dari enam orang guru kelas dan dua orang guru bidang studi. Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi diskusi adalah 70,00% katagori ”cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 90,00% katagori “baik”, Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II , terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok kerja guru dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut diatas disarankan kepada guru-guru di Sekolah Dasar Negeri Bringin 3 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi, agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Mengajar Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Dengan Teknik Individual Di SD Binaan Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2018/2019
Kompetensi guru khususnya guru dalam mengajar di SD Binaan Kecamatan Panjimasih rendah. Salah satu faktor penyebabnya karena dari 9 orang guru, hanya 1 orang guru yang menyadang gelar sarjana, sedangkan sebagian besar menyandang gelar diploma 2 (D. II). Untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar di SD Binaan Kecamatan Panjimaka diperlukan tindakan sebagai langkah perbaikan, dengan melaksanakan kegiatan penelitian tindakan sekolah. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengajar. Subyek penelitian yaitu guru-guru di SD Binaan Kecamatan Panji pada Tahun Pelajaran2018/2019yang berjumlah 6 orang guru dengan latar belakang pendidikan bukan sarjana (S-1). Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan triangulasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif, sedangkan penilaian terhadap kriteria kualitas pelaksanaan proses belajar mengajar dari guru yang diamati dan diobservasidengan rentang skor antara 1 sampai dengan 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan komptensi guru dalam mengajar dinilai melalui 4 aspek penilaian yaitu perencanaan, pelaksanaan, penilaian dan pengawasan proses pembelajaran menunjukkan peningkatan yang signifikan pada setiap siklusnya. Rata-rata hasil penilaian terhadap 4 aspek penilaian kompetensi guru dalam mengajar pada setiap siklusnya dapat dijelaskan bahwa pada kondisi awal sebesar 56,18 masuk dalam kriteria (C), pada siklus II menjadi 74,20 masuk dalam kriteria (C) dan pada siklus II sebesar 93,43 dan masuk dalam kriteria nilai (SB). Kesimpulannya adalah pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual ditunjang dengan pelaksanaan supervisi kunjungan kelas terbukti mampu meningkatkan kompetensi guru di SD Binaan Kecamatan Panji Tahun Pelajaran 2018/2019
Meningkatkan Hasil Belajar PPKN Melalui Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas VIII F SMPN 3 Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019
Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas VIII A di SMP Negeri 4 Lumajang, pada waktu guru PPKn mengajar dengan materi “Kedaulatan yang dianut oleh bangsa Indonesia dan landasan hukumnya, dan Kompetensi Dasar : Menjelaskan makna kedaulatan rakyat”, pada indikator : Menjelaskan kedaulatan yang dianut oleh bangsa Indonesia dan landasan hukumnya, ditemukan atau nampak bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih kurang. Hal itu ditunjukkan dari 32 siswa, 21 siswa (66 %) masih kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mata pelajaran tersebut. Saat guru sedang menjelaskan pelajaran di depan kelas, ternyata ada siswa yang melakukan aktivitas sendiri. Hal itu disebabkan karena guru PPKn dalam mengajar hanya menggunakan metode ceramah tanpa didukung dengan menggunakan media pembelajaran. Tingkat keaktifan siswa yang rendah tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil tes pada akhir pembelajaran yaitu dari 32 siswa kelas VIII F, yang nilainya telah mencapai KKM (> 7,00) hanya 8 siswa (25 %) dan sisanya sebesar 24 siswa (75 %) nilainya belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas bahwa hasil belajar PPKn pada siswa Kelas VIII F SMPN 3 Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 meningkat melalui metode Mind Mapping. Nilai yang diperoleh dari peneliti pada siklus I yaitu 31 dengan rata-rata 2,2 (cukup) sedangkan KBM guru pada siklus ke II disini peneliti sudah mendapat nilai 47 atau rata-rata 3,6 (baik), sedangkan hasil ulangan harian siswa pada siklus I hanya 11 siswa yang tuntas atau 34% sedangkan 66%atau sebanyak 21 siswa masih belum tuntas dan mendapat nilai dibawah KKM (70). Rata-rata yang diperoleh pada hasil ulangan harian I ini masih 65, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil yang diperoleh hasil ulangan harian siswa pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan signifikan yaitu rata-rata yang diperoleh 85 dan persentase ketuntasan 88% atau sebanyak 28 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (70) sedangkan 14% atau 4 siswa yang belum tuntas
Meningkatkan Hasil Belajar IPS Melalui Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas VIII H SMPN 3 Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019
Berdasarkan observasi yang dilakukan di kelas VIII H di SMP Negeri 3 Lumajang, pada waktu guru IPS mengajar dengan materi pokok “Perubahan Masyarakat Indonesia Pada Masa Penjajahan dan Tumbuhnya Semangat Kebangsaan, ditemukan atau nampak bahwa keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial masih kurang. Hal itu ditunjukkan dari 31 siswa, 20 siswa (65 %) masih kurang aktif dalam mengikuti proses belajar mata pelajaran tersebut. Tingkat keaktifan siswa yang rendah tersebut dapat berpengaruh terhadap hasil belajar siswa. Hal ini ditunjukkan oleh hasil tes pada akhir pembelajaran yaitu dari 31 siswa kelas VIII H, yang nilainya telah mencapai KKM (> 7,00) hanya 8 siswa (26 %) dan sisanya sebesar 24 siswa (74 %) nilainya belum mencapai KKM. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas bahwa hasil belajar IPS pada siswa Kelas VIII H SMPN 3 Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 meningkat melalui metode Mind Mapping. Kegiatan penelitian tindakan kelas dilakukan selama dua siklus. Nilai yang diperoleh dari peneliti pada siklus I yaitu 31 dengan rata-rata 2,2 (cukup) sedangkan KBM guru pada siklus ke II disini peneliti sudah mendapat nilai 47 atau rata-rata 3,6 (baik), sedangkan hasil ulangan harian siswa pada siklus I hanya 11 siswa yang tuntas atau 35% sedangkan 65% atau sebanyak 20 siswa masih belum tuntas dan mendapat nilai dibawah KKM (70). Rata-rata yang diperoleh pada hasil ulangan harian I ini masih 65, sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan dengan hasil yang diperoleh hasil ulangan harian siswa pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan signifikan yaitu rata-rata yang diperoleh 84 dan persentase ketuntasan 87% atau sebanyak 27 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (70) sedangkan 14% atau 4 siswa yang belum tuntas