Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Upaya Meningkatkan Disiplin Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Melalui Penerapan Reward And Punishment Di SLB Negeri Banjarsari Wetan Dagangan Madiun
Kondisi bangsa yang sedang menghadapi wabah Covid-19 mendorong kepala sekolah untuk menyusun langkah yang tepat dalam melaksanakan manajemen pelaksanaan pembelajaran di satuan pendidikan yang dipimpinnya. Pembelajaran yang diberikan kepada peserta didik harus tetap bermutu dan bermakna dalam proses pelaksanaannya. Untuk mencapai hasil yang maksimal, disiplin adalah kunci dari seluruh proses pembelajaran yang dilaksanakan oleh semua guru. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS), dicobakan tindakan berupa penerapan Reward and Punishment untuk para guru di SLB Negeri Banjarsari Wetan Dagangan Madiun yang berjumlah 18 orang guru. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang meliputi kegiatan (1) Perencanaan, (2) Pelaksanaan, (3) Pengamatan dan (4) Refleksi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Reward dan Punishment efektif untuk meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran mengajar di kelas. Setelah diadakan penerapan tindakan berupa Reward dan Punishment, guru yang terlambat lebih dari 15 menit adalah 0, dan guru yang terlambat kurang dari 10 menit sebanyak 16 orang guru
Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Seni Rupa Materi Ragam Hias Pada Bahan Kayu Melalui Penerapan Model Pembelajaran Mind Map Pada Siswa Kelas VII-D SMPNegeri 2 Tenggarang Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran dan keaktifan dan hasil belajar siswa dengan menerapkan metode mind map pada pembelajaran seni rupa materi ragam hias pada bahan kayu di kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini terfokus pada peserta didik di kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 31 siswa terdiri dari 17 laki-laki dan 14 perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran seni rupa materi ragam hias pada bahan kayu siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019 meningkat.Adapun penjelasan mengenai ketuntasan keaktifan belajar siswa pada kondisi awal sebanyak 14 siswa atau 45,16%, pada siklus I menjadi 21 siswa atau 67,74%, dan pada siklus II menjadi 31 siswa atau 100%. Rata-rata nilai hasil tes pada kondisi awal sebesar 55,81, pada siklus I meningkat menjadi 66,77, dan pada siklus II menjadi 77,42, sedangkan jumlah siswa yang tuntas pada kondisi awal sebanyak 7 siswa atau 22,58%, pada siklus I menjadi 19 siswa atau 61,29% dan pada siklus II menjadi 28 siswa atau 90,32%. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan metode mind map terbukti dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran seni rupa materi ragam hias pada bahan kayu siswa kelas VII-D SMP Negeri 2 Tenggarang semester genap Tahun Pelajaran 2018/2019
Peningkatan Hasil Belajar Menyampaikan Pengalaman Pribadi Di Masa Lampau Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Ngrayun
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Inggris khususnya pada kompetensi dasar Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau. sangat rendah, yakni hanya 16 siswa dari 32 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,78. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas VIII A SMP Negeri 2 Ngrayun Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Inggris materi ajar Menyampaikan pengalaman pribadi di masa lampau.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 71,72; siklus II 75,16, dan siklus III 80,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Relating Approach Learning Pada Siswa Kelas IX-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Pacitan, Kabupaten Pacitan Pada Tahun Pelajaran 2020/2021
Dengan RELATING Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Belajar dikaitkan dengan Konteks pengalaman kehidupan nyata) memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru (ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 67,66%, 79,16%, dan 95,83%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Hal ini dapat diketahui Pada Siklu I dengan menerapkan Relating Approach Learning diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 67,66 dan ketuntasan belajar mencapai 67,66% atau ada 17 siswa dari 24 siswa sudah tuntas belajar. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal siswa belum tuntas belajar, karena siswa yang memperoleh nilai ≥ 65 hanya sebesar 67,66%. Dan Pada Siklus II diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar siswa adalah 75,41 dan ketuntasan belajar mencapai 79,16% atau ada 20 siswa dari 24 siswa sudah tuntas belajar. Serta Pada Siklus yang ke III diperoleh nilai rata-rata tes formatif sebesar 77,91 dan dari 24 siswa yang telah tuntas sebanyak 24 siswa dan 1 siswa belum mencapai ketuntasan belajar. Maka secara klasikal ketuntasan belajar yang telah tercapai sebesar 95,83% (termasuk kategori tuntas). Berdasarkan analisis data, diperoleh aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar dengan menerapkan gabungan Relating Approach Learning dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Maka dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil
Peningkatan Kemampuan Anak Mengenal Huruf Melalui Permainan Menguraikan Kata Di TK Dharma Wanita Kertosari Kabupaten Jember
Kemampuan Anak Mengenal huruf masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf melalui permainan menguraikan kata. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas, dengan subjek penelitian kelompok B di Taman Kanak-kanak.Teknik dalam pengumpulan data berupa observasi, yang diolah dengan teknik persentase. Hasil penelitian pada setiap siklus telah menunjukan adanya peningkatan kemampuan anak mengenal huruf dari kondisi awal, siklus I sampai siklus I. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil penelitian. Berdasarkan tindakan yang telah dilakukan dapat dijabarkan keberhasilan pengunaan permainan menguraikan kata sebagai berikut : Aspek 1 anak mampu membaca gambar, pada kondisi awal adalah 38%, pada siklus I menjadi 62% dan siklus II meningkat menjadi 95%. Aspek 2 anak mampu membaca kata pada gambar, pada kondisi awal adalah 33%, pada siklus I menjadi 57% dan siklus II meningkat menjadi 95%. Aspek 3 anak mampu menguraikan kata, pada kondisi awal adalah 24%, pada siklus I menjadi 53% dan siklus II meningkat menjadi 91%. Aspek 4 anak mampu menyebutkan huruf vocal pada kata, pada kondisi awal adalah 33%, pada siklus I menjadi 57% dan siklus II meningkat menjadi 95%. Aspek 5 anak mampu menyebutkan huruf konsonan pada kata, pada kondisi awal adalah 33%, pada siklus I menjadi 62% dan siklus II meningkat menjadi 90%. Aspek 6 anak mampu menyebutkan kata yang mempunyai huruf awal yang sama , pada kondisi awal adalah 29%, pada siklus I menjadi 62% dan siklus II meningkat menjadi 91%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa permainan menguraikan kata dapat meningkatkan kemampuan anak mengenal huruf
Meningkatan Prestasi Belajar Matematika Melalui Pendekatan Listening Activities Learning Pada Siswa Kelas IX-C Ganjil Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021
Listening Activities Learning (Pembelajaran Pembelajaran yang mengembangkan dengan cara mendengarkan dan berdiskusi) mempunyai dampak positif pada peningkatan hasil belajar. Keberanian siswa untuk tampil didepan anggota kelompoknya masih terdapat kendala, dimana anak kelihatan bingung dan canggung hal ini dapat dilihat dari hasil observasi pada siklus I aktifitas siswa yang kurang = 55,6 %, cukup = 22,2 % dan baik = 22,2 %. hasil prestasi siswa pada siklus I menunjukkan nilai secara rata rata 54.73 (55 % ) pada awal tes, dan di akhir tes menunjukkan rata rata sebesar 60.62 ( 61 % ) dan Pada Siklus II di awal tes secara rata rata yang diperoleh menunjukkan 66.06 ( 66 % ) dan di akhir dilaklukan test yang diperoleh sebesar 68.26 ( 68 % ). Sehingga secara garis besar hasil prestasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan adri tes awal dan akhir sebanyak 5.89 ( 6 % ) dan Pada Siklus II sebesar 2.2 ( 2 % ) Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan diperoleh data secara keseluruhan secara rata rata anak yang kurang aktif sebesar 6.25 dengan anak 25. dan yang memiliki aktivitas cukup sebanyak 10 anak ( 1.11 % ) dengan rata rata 1.11. serta yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 10 anak ( 1.11 % ) dengan rata rata 1.11. pada siklus I. Sedangkan hasil pengamatan antar kelompok pada siklus II diperoleh data sebanyak 5 anak yang memiliki aktivitas kurang ( 0.56 % ) dengan rata rata yang diperoleh 0.56. yang memiliki aktivitas sedang senanyak 12 anak dengan rata rata yang diperoleh 1.33. dan yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 28 anak dengan rata rata yang diperoleh sebanyak 3.11. ( 3.11 % ). Maka dari hasil pengamatan antar kelompok dapat dikategorikan berhasil atau dapat diterima maka Listening Activities Learning adalah dalam segi pendidikan pembelajaran dengan Listening Activities Learning tidaklah sekedar agar bahan yang banyak itu segera terselesaikan tepat waktunya dan bukan pula agar siswa banyak latihan-latihan saja, tetapi lebih dari itu. Tujuan yang penting adalah untuk mendidik siswa agar dengan pembelajaran dengan Listening Activities Learning itu, betul-betul timbul aktivitas untuk belajar dengan sebaik-baiknya, tidak merasa terpaksa, tidak merasa keberatan, tidak merasa bosan bahkan siswa akan merasa senang dengan pembelajaran dengan Listening Activities Learning
Menetapkan Model Emotional Activities Learning (Pembelajaran Yang Mengembangkan Minat Dan Perhatian Guru) Pada Guru Pengajar Kelas V Semester Gasal Di SD Negeri 5 Babadan Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang Tahun Pelajaran 2020/2021
Dengan menggunakan Emotional Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan minat dan perhatian Guru) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi Guru yang mencapai ketuntasan 70%. Pada siklus I menunjukkan Dari data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas Guru yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 2 (13.33%) dan sedang sebanyak 4 (27%) serta sebanyak 9 (60%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian Guru dalam kegiatan belajar, Guru yang memiliki perhatian baik sebanyak 0 (0%), sedangkan sebanyak 2 (20%) dan perhatian kurang 8 (80%). Dari hasil presatasi belajar data diatas dapat disimpulkan pada Siklus I ini Pengajaran Guru secara rata rata mencapai 68 dari sejumlah Guru sebanyak 15 Guru. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 70. Untuk itu perlu diadakan kegiatan pada Siklus yang ke II. Pada Siklus II diperoleh data dari hasil aktifitas Guru yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 13 (87%) dan sedang sebanyak 1 (7%) serta sebanyak 1 (7%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian Guru dalam kegiatan belajar, Guru yang memiliki perhatian baik sebanyak 12 (80%), perhatian orang tua sebanyak 2 (13%) dan perhatian kurang 1 (7%). Dari hasil presatasi belajar data diatas dapat disimpulkan pada Siklus II ini Pengajaran Guru secara rata rata mencapai 81.3 ( 81%) dari sejumlah Guru sebanyak 15 Guru. Hal ini berada di atas SKBM sebesar 70. Untuk itu tidak perlu diadakan kegiatan pada Siklus berikutnya, Sehingga pembelajaran dengan menggunakan Emotional Activities Learning dinyatakan Tuntas
Peningkatan Minat Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Teks Explanation Melalui Penerapan Metode Mind Mapping Pada Siswa Kelas XI-IPA-1 SMA Negeri 1 Trenggalek Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMA Negeri 1 Trenggalek.Adapun tujuan penelitian ini adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Subjek penelitianyang diambil adalah kelas XI-IPA-1 SMA Negeri 1 Trenggalek Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa sebanyak 32 orang, terdiri dari 13laki-laki dan 19 perempuan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan urutan kegiatan perencanaan (planning), tindakan (action), observasi (observation), refleksi (reflection) atau evaluasi.Teknik pengumpulan data yang dilakukan dalam penelitian dengan teknik tes, observasi, dan dokumentasi.Teknik analisa data dengan teknik deskriptif kualitatif.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode mind mapping dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa. Hasil observasi minat siswa pada kondisi awal hanya terdapat 14 siswa atau 43,75%, pada siklus I naik menjadi 22 siswa atau 68,75%, dan pada siklus II menjadi 32 siswa atau 100%. Meningkatnya minat siswa berdampak positif pada meningkatnya hasil belajar siswa. Hal tersebut dibuktikan dengan kenaikan nilai rata-rata hasil belajar siswa dari kondisi awalyang hanya 55,94, pada siklus I naik menjadi 67,19, dan pada siklus II menjadi 78,13, dengan tingkat ketuntasan belajar siswa pada kondisi awal sebanyak 8 siswa 25,00%, pada siklus I menjadi 20 siswa atau 62,50%, dan pada siklus II meningkat menjadi 29 siswa atau 90,63%, dan masih ada 3 orang siswa atau 9,38% yang belum tuntas, namun demikian semua indikator dan kriteria keberhasilan proses perbaikan pembelajaran telah tercapai pada siklus II.Kesimpulannya adalah penerapan pembelajaran denganmetode mind mapping dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas XI-IPA-1 SMA Negeri 1 Trenggalek Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020
Manfaat Synetics Approach Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas VI Semester Genap Di SD Negeri 5 Wonosidi Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020
Model pembelajaran merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif yang memberikan kesempatan kepada siswa waktu untuk berpikir dn merespon serta saling membantu satu dama lain. Metode ini langkah-langkahnya adalah berpikir (Think), berpasangan (Pairing) berbagi (Sharing). Sedangkan Authentik Assesment adalah serangkaian kegiatan untuk mengukur prestasi siswa sebagai hasil dari suatu program instruksional. Authentik Assesment yang digunakan adalah penilaian portofolio. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan model pembelajaran dan Authentik yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 76,42%. Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberikan PR (tugas portofolio) untuk mengukur pemahaman siswa tentang materi yang diberikan. Dari hasil tes akhir yang menunjukkan bahwa ketuntasan belajar siswa secara klasikal sebesar 76,42%. Analisis hasil belajar siswa dengan Authentic Assesment diperoleh ketuntasan belajar secara klasikal sebesar 78,5%. Berdasar hasil belajar di atas ternyata dengan penilaian sebenarnya (Authentic Assesment) ketuntasan belajar secara klasikal mencapai 78,5%. Hal ini menunjukkan bahwa Authentic Assesment dapat dipertimbangkan sebagai moel penilaian yang baik untuk digunakan, karena mengukur semua aspek pembelajaran mulai dari proses, kinerja dan hasil
Peningkatan Hasil Kinerja Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Menggunakan Media Power Point Di SDN Bungin Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2018/2019
Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk: a) Mengembangkan sikap positif terhadap penggunaan media pendidikan informatika ke dalam kegiatan proses belajar mengajar b) Membangkitkan minat guru untuk memanfaatkan media pendidikan. Adapun Penelitian Tindakan Sekolah ini berlokasi di SDN Bungin Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2019/2020 yang ditujukan pada guru kelas IV mengajar IPS dan siswa kelas IV yang ada di lokasi penelitian. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran model Presentasi Power Point memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru dengan ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan III yang masing-masing 65,00%, 77,27%, dan 86,36,00%. Dan pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai