Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Di SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan
Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan semangat kerja guru SMP Negeri 1 Pringkuku Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Peranan komunikasi administrasi dalam meningkatkan semangat kerja guru dasar ini ditandai terjadinya peningkatan skor hasil angket berupa kenaikan nilai rerata (Mean), mulai siklus pertama sampai siklus ketiga atau putaran terakhir; yaitu : pada siklus I nilai rerata mencapai 107,6; siklus II nilai rerata mencapai 127,7 berarti terjadi peningkatan sebesar 20,1; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 160,6 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 32,9. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 0%, siklus II sebesar 28,57% dan akhirnya pada siklus III sebesar 57,14%
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Di SMP Negeri 2 Donorojo Kabupaten Pacitan
Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMP Negeri 2 Donorojo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Adapun hasil penelitian pada siklus IV yang merupakan siklus terakhir menunjukkan bahwa guru yang termasuk kategori kemampuan profesional tinggi sebesar 8 orang atau 57,13%, kategori cukup sebesar 2 orang atau 14,29%, dan yang tergolong kategori kemampuan profesional kurang sejumlah 2 orang atau 14,29%. Adapun guru yang termasuk kategori kemampuan profesional rendah sebanyak 2 orang atau 14,29%. Pada umumnya kemampuan profesional guru berdasarkan hasil penelitian pada siklus IV adalah “tinggi”
Peningkatan Hasil Belajar Mengidentifikasi Sifat-Sifat Kubus, Balok, Prisma Dan Limas Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas VIII SLB Negeri Sampang
Matematika dianggap mata pelajaran yang mudah sehingga anak cenderung merasa bisa dan sudah menguasai. Tetapi kenyataannya begitu menghadapi soal-soal ujian atau ulangan, banyak siswa yang tidak bisa mengerjakan sesuai dengan aturan atau kaidah penerapan Matematika yang baik dan benar. Apalagi jika kondisi ini didukung adanya penerapan model dan metode pembelajaran yang kurang tepat yang mengakibatkan iklim pembelajaran kurang kondusif. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan penguasaan konsep Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Matematika melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawasan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Matematika khususnya Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Mengidentifikasi sifat-sifat kubus, balok, prisma dan limas serta bagian-bagiannya dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 72,50, siklus II 75,00, dan siklus III 83,75. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 50,00%, siklus II 75,00% dan siklus III 100%
Peningkatan Hasil Belajar PPKn Tentang Berbagai Bentuk Keberagaman Suku, Bangsa, Sosial Dan Budaya Di Indonesia Melalui Model Pembelajaran Awarenes Training Siswa Kelas IV SDN 1 Balong Kecamatan Balong
Berdasarkan kenyataan yang ada, tingkat keterampilan siswa Kelas IV dalam hal menguasai materi tentang berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor kelas hanya mencapai 58,75. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 58,33% atau 14 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tentang berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia melalui strategi pembelajaran Awarenes Training pada siswa Kelas IV, SDN 1 Balong Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran Awarenes Training dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,67; siklus II 75,83; dan siklus III 81,67. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 66,67%, siklus II 83,33%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Peningkatkan Hasil Belajar PKn Melalui Model Discovery Learning Siswa Kelas XI IPS 1 SMA Negeri 4 Pasuruan Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran PKn masih rendah, khususnya siswa kelas XI IPS 1. Pada hasil penilaian harian pada materi pembelajaran Perkembangan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara semester 1, tahun pelajaran 2018/2019 di SMA Negeri 4 Pasuruan, yang memuat materi Perkembangan demokrasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara terlihat bahwa, dari 34 Siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM 70 sebanyak 23 orang atau sebanyak 68%, belum tuntas, siswa yang mendapatkan nilai di atas atau sama dengan 70 sebanyak 11 orang atau sebanyak 32% yang tuntas. Di kelas XI IPS 1, SMA Negeri 4 Pasuruan, selain masalah hasil belajar yang masih rendah, terdapat pula kendala dalam proses pembelajaran.. Model pembelajaran Discovery Learning Model pembelajaran penemuan (discovery learning) diartikan sebagai proses pembelajaran yang terjadi ketika siswa tidak disajikan informasi secara langsung tetapi siswa dituntut untuk mengorganisasikan pemahaman mengenai informasi tersebut secara mandiri. Siswa dilatih untuk terbiasa menjadi seorang yang saintis (ilmuan). Hasil penilaian harian siswa pada siklus I ini banyak siswa yang belum tuntas dari 34 Siswa hanya ada 76% siswa yang mendapat nilai antara 70-90 atau sebanyak 25 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (70) dan dinyatakan tuntas, sedangkan 24% siswa mendapat nilai diantara 50-60 atau sebanyak 8 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (70) dan dinyatakan tidak tuntas, sedangkan hasil penilaian harian siklus II menyatakan bahwa dari 34 Siswa presentase ketuntasan adalah 94% siswa yang mendapat nilai sama atau di atas KKM (70) atau sebanyak 32 siswa yang mendapat nilai diantara 70-100 dan dinyatakan tuntas sedangkan 6% siswa mendapat dinilai dibawah KKM (70) atau sebanyak 2 siswa yang mendapat nilai 60 dan dinyatakan tidak tuntas.
 
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Matematika Materi Mengurutkan Bilangan Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas I SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo
Berhasil atau tidak suatu pendidikan dalam suatu negara salah satunya adalah karena guru. Guru mempunyai peranan yang sangat penting dalam perkembangan dan kemajuan anak didiknya. Dari sinilah guru dituntut untuk dapat menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Perbaikan ini bertujuan untuk: Untuk meningkatkan aktivitas belajar materi Mengurut Bilangan setelah diterapkan pembelajaran Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas I Semester I SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018. Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah model skema spiral dari Hopkins (dalam Tim Proyek PGSM, 2006:7) dengan menggunakan empat fase yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Pembelajaran metode Demonstrasi dapat meningkatkan hasil belajar materi Mengurut Bilangan setelah diterapkannya pembelajaran Metode Demonstrasi pada Siswa Kelas I Semester I SDN 2 Semiring Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018, ini terbukti pada siklus I mencapai 45,45% dan siklus II mencapai 100%
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Mengurutkan Bilangan Dengan Menerapkan Metode Grup Investigation Pada Siswa Kelas I SDN 2 Tribungan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo
Tugas utama guru adalah bertanggung jawab membantu anak didik dalam hal belajar. Dalam proses belajar mengajar, gurulah yang menyampaikan pelajaran, memecahkan masalah-masalah yang terjadi dalam kelas, membuat evaluasi belajar siswa, baik sebelum, sedang, maupun sesudah pelajaran berlangsung. Tindakan perbaikan pembelajaran yang bertujuan untuk: Mendeskripsikan Peningkatan Hasil Belajar Matematika Mengurutkan Bilangan Dengan Menerapkan Metode Grup Investigation Pada Siswa Kelas I Semester I SDN 2 Tribungan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis & MC Taggart (dalam Arikunto, 2006:93) yaitu berbentuk spiral dari siklus ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan refleksion (refleksi). Hasil belajar siswa meningkat dari 60% ke 89% setelah menerapkan metode group investigation dalam memahami materi Mengurutkan bilangan pada Kelas I Semester I SDN 2 Tribungan Kecamatan Mangaran Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018
Meningkatkan Prestasi Belajar Teknik Dasar Perkapalan Melalui Metode Role-Play Dan Diskusi Pada Siswa Kelas X TIPK SMKN 3 Buduran Sidoarjo Tahun Pelajaran2019/2020
Pendidikan Teknik Dasar Perkapalan merupakan salah satu mata pelajaran yang dapat menghasilkan Pengetahun , sehingga menumbuhkan dan memiliki mental yang baik untuk dapat melaksanakan kegiatan pembangunan. Tujuan Penelitian Tindakan Kelas ini adalah untuk meningkatkan aktifitas belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada siswa kelas X TIPK SMKN 3 Buduran Kabupaten Sidoarjo dengan menggunakan metode bermain peran dan diskusi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMKN 3 Buduran Kabupaten Sidoarjo pada siswa kelas X TIPK pada semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Jumlah siswa ada 36 orang. Hasil evaluasi menunjukkan terdapat kenaikan yang tuntas belajar dari 20 Siswa (55,56%) pada pra tindakan menjadi 26 Siswa (72,22%) pada siklus I, dan menjadi 34 Siswa (94,44%) pada siklus II. Sedangkan yang belum tuntas belajar mengalami penurunan dari 16 Siswa (44,44%) pada pra tindakan menjadi 10 Siswa (27,78 %) pada siklus I, dan menjadi 2 Siswa (5,56%) pada siklus II. Hipotesis tindakan yang menyatakan bahwa “jika metode bermain peran dan diskusi digunakan, maka penguasaan konsep pelajaran Pendidkan Kewarganegaraan pada siswa kelas X TIPK SMKN 3 Buduran Kabupaten Sidoarjo akan meningkat”, dapat diterima
Meningkatkan Keterampilan Menulis Kalimat Perbandingan Bahasa Inggris Melalui Penggunaan Model Pembelajaraan Disco De Carso Pada Siswa Kelas VIII A Smpn 13 Madiun
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan keterampilan menulis kalimat perbandingan bahasa Inggis menggunakan model pembelajaran Disco de Carso.Penelitian ini dilaksanakan di kelas VIII A SMPN 13 Madiun pada semester genap tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa 32 anak. Dalam penelitian ini penulis menggabungan model pembelajaran discovery learning dengan Card Sort agar pembelajaran lebih menarik dan meyenangkan bagi siswa Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan revisi. Hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dengan tingkat ketuntasan belajar dari masing-masing siklus yaitu, siklus I (75 %), siklus II ( 90,62 %).Kesimpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaraan “ Disco De Carso “ dapat meningkatakan keterampilan menulis kalimat perbandingan Bahasa Inggris siswa kelas VIII A SMPN 13 Kota Madiun serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggris
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Materi Pokok Procedure Text Pada Siswa Kelas XI Tata Boga 6 SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 Dengan Metode Pemberian Tugas
Mengajar merupakan suatu usaha untuk membuat siswa belajar. Dengan demikian mengajar merupakan usaha untuk mengubah tingkah laku pada diri siswa. Terjadinya perubahan pada diri siswa juga tergantung pada faktor internal dan faktor eksternal diri siswa. Faktor internal merupakan dimensi siap atau tidaknya siswa menerima perubahan tingkah laku tersebut. Untuk mencapai peningkatan dengan Materi Pokok Procedure Text pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Siswa XI Tata Boga 6 SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 , penulis berusaha mencari alternatif metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi siswa. Metode pembelajaran yang dimaksud adalah metode Pemberian Tugas. Agar penerapan metode ini dapat berhasil, diperlukan kesungguhan dan persiapan secara matang dari guru maupun siswa. Berdasar alasan-alasan di atas, penulis melakukan penelitian sejauh mana peranan pembelajaran dengan menggunakan metode Pemberian Tugas terhadap peningkatan rata-rata nilai prestasi belajar siswa. Penelitian ini dilakukan di kelas XI Tata Boga 6 SMK Negeri 2 Boyolangu Kabupaten Tulungagung Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019. Dari penerapan metode Pemberian Tugas siswa selama tiga siklus, diperoleh peningkatan nilai rata-rata Materi Pokok Procedure Text pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris sebagai berikut: sebelum diterapkannya metode Pemberian Tugas, rata-rata nilai kelas XI Tata Boga 6 adalah sebesar 62,36; setelah diterapkan pada siklus I sebesar 76,58, pada siklus II sebesar 83,63, dan pada siklus III sebesar 91,38. Dengan adanya peningkatan hasil belajar tersebut, berarti pembelajaran dengan menerapkan metode Pemberian Tugas memenuhi indikator keberhasilan penelitian