Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Penerapan Model Pembelajaran Team Group Tournament Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Menyusun Teks Deskriptif Pada Siswa Kelas VII A SMPN 4 Ponorogo Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019
Menulis merupakan kegiatan kebahasaan yang memegang peran penting dalam dinamika peradaban manusia. Melalui kegiatan menulis pula orang dapat mengambil manfaat bagi perkembangan dirinya. Sayangnya dalam pelajaran Bahasa Inggris di SMPN 4 Ponorogo menunjukkan adanya indikasi penurunan. Salah satu hal yang bisa dianggap sebagai penyebab adalah kurangnya variasi mengajar yang baik. Oleh karena itu maka diadakanlah PTK ini. Sedangkan tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) Peningkatan hasil bekajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran Team Group Tournament Pada Siswa Kelas VII A SMPN 4 Ponorogo Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 (2) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran model Team Group Tournament terhadap aktivitas belajar bahasa Inggris secara klasikal pada siswakelasVII A SMPN 4 Ponorogo Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini diadakan di SMP Negeri 4 Ponorogo semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berlangsung selama 2 bulan dengan 3 siklus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran dengan model Team Group Tournament memiliki dampak positif dalam meningkatkan hasil belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (61,76%), siklus II (76,47%), siklus III (94,12%). Demikian juga Penerapan model Team Group Tournament dapat meningkatkan aktifitas belajar siswa yang ditunjukan dengan skor hasil pengamatan menunjukkan adanya peningkatan prosentase keaktifan siswa yaitu siklus I (23,53%), siklus II (73,53%) dan siklus III (91,18). Dengan demikian siswa yang diajardenganmenggunakan model Pembelajaran Team Group Tournament,KBM menjadi lebih baik bila dibandingkan dengan teknik ceramah dan penugasan, dan persentase ketuntasan belajar pun lebih tinggi disbanding dengan yang tidak menggunakan model Pembelajaran Team Group Tournament
Peningkatan Perolehan Hasil Belajar Tentang Sistem Etika Dan Nilai Pada Layanan Bimbingan Dan Konseling Melalui Metode Cycle Learning Siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo
Berdasarkan kenyataan di lapangan membuktikan bahwa 30,56% dari siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo pada mata pelajaran Bimbingan dan Konseling memiliki hasil belajar dalam kategori rendah. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti melakukan suatu kegiatan penelitian tindakan (action research) dengan mengimplementasikan strategi pembelajaran konstruktivisme. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Tiap pertemuan memiliki alokasi 2 jam pelajaran (2 x 45 menit) dan terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah meningkatkan perolehan belajar mata pelajaran Bimbingan dan Konseling siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Sedangkan hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi guru, kepala sekolah, siswa maupun peneliti lanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Bimbingan dan Konseling yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa yang dibinanya. Selain itu juga memberikan bahan masukan dalam rangka pengembangan kurikulum sekolah agar tidak terpaku dengan cara-cara kovensional yang mapan, namun perlu disesuaikan dengan perubahan atau inovasi penyelenggaraan pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cycle Learning cukup efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas X MIPA 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo. Hal ini dibuktikan dengan adanya data yang menunjukkan peningkatan nilai rerata (mean score) yang diikuti ketuntasan belajar siswa meningkat dalam setiap siklusnya, yakni pada siklus I mencapai 74,72 ketuntasan belajar 80,55%, siklus II mencapai 79,30 ketuntasan belajar 86,11%, dan siklus III meningkat menjadi 85,13 dan ketuntasan belajar 100%
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Di SDN Brahu Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo
Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SDN Brahu Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan Nasional telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDN Brahu Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Pengawas Sekolah Di SMA Negeri 1 Besuk Kabupaten Probolinggo
Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMA Negeri 1 Besuk meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMA Negeri 1 Besuk melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Adapun hasil penelitian pada siklus IV yang merupakan siklus terakhir menunjukkan bahwa guru yang termasuk kategori kemampuan profesional tinggi sebesar 8 orang atau 50,00%, kategori cukup sebesar 2 orang atau 12,50%, dan yang tergolong kategori kemampuan profesional kurang sejumlah 2 orang atau 12,50%. Adapun guru yang termasuk kategori kemampuan profesional rendah sebanyak 4 orang atau 25,00%. Pada umumnya kemampuan profesional guru berdasarkan hasil penelitian pada siklus IV adalah “tinggi”
Upaya Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Discovery Learning Pembelajaran Yang Mengembangkan Hasil Penemuan Peserta Didik Pada Siswa Kelas VIII-C Semester Ganjil Di SMP Negeri 2 Geneng, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020.
Pada siklus I dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 64,55. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 75. Ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 21 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 52.5% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 19 anak dengan prosentase sebesar 47.5%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut di atas yang belum memasuki SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus yang ke II. Dari pada Siklus yang ke II memiliki nila rata-rata sebesar 73,03. Hal ini masih berada dibawah SKBM sebesar 75, ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 12,13% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 87,88%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 18 anak dengan prosentase sebesar 87,88%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut diatas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka perlu diadakan kegiatan Siklus III. Pada Siklus ke III diperoleh. Dari sejumlah siswa sebanyak 40 siswa memiliki nilai rata-rata sebesar 89,28. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 75, ini terlihat masih banyaknya siswa memperoleh nilai 60 sebanyak 4 siswa dengan prosentase yang dicapai sebesar 12,13% dan siswa yang memperoleh nilai 70 sebanyak 10 anak dengan prosentase sebesar 30,31%. Serta siswa yang memperoleh nilai 80 sebanyak 22 anak dengan prosentase sebesar 66,67%. Serta siswa yang memperoleh nilai 90 sebanyak 4 anak dengan prosentase sebesar 12,13%. Maka dari hasil prestasi belajar tersebut di atas yang belum memenuhi SKBM yang ditentukan, maka tidak perlu diadakan kegiatan Siklus berikutnya. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini : “Jika pembelajaran bidang studi Bahasa Inggris dengan menggunakan Discovery Learning Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik sebagai alat atau metode dalam kegiatan pembelajaran dapat meningkatkan prestasi belajar siswa”, dapat diterima
Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Kegiatan Workshop Di SMK Ma’arif NU Jatirejo
Kenyataan dilapangan guru dalam menetapkan KKM tidak berdasarkan analisis dan tidak memperhatikan prinsip serta langkah-langkah penetapan, oleh karena itu perlu ada kegiatan pada awal tahun pelajaran yang dapat memberikan informasi kepada guru yang dijadikan pedoman dalam penetapan KKM. Sudah saatnya sebagai guru yang profesional apalagi sudah lulus sertifikasi seyogianya terus meningkatkan kompetensinya, termasuk di dalamnya dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM tidak ditetapkan secara ngawur dan sembrono. Merupakan kontrak pedagogik antara guru dengan peserta didik dan antara satuan pendidikan dengan masyarakat. Keberhasilan pencapaian KKM merupakan upaya yang harus dilakukan bersama antara guru, peserta didik, pimpinan satuan pendidikan dan orang tua. Melalui workshop yang diadakan di SMK Ma’arif NU Jatirejo Kabupaten Mojokerto diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru-guru yang mengajar di SMK Ma’arif NU Jatirejo Kabupaten Mojokerto terutama dalam menetapkan KKM. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan sekolah(PTS) sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan peneliti untuk menyelesaikan permasalahan sekolah. Instrumen penelitian meliputi angket, lembar observasi, dan hasil kinerja guru, dengan analisis data kualitatif sederhana dengan melihat lembar observasi pada saat pelaksanaan workshop berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal melalui pembinaan berupa Workshop di SMK Ma’arif NU Jatirejo Kabupaten Mojokerto dari siklus I ke siklus II telah mencapai target minimal yang telah ditetapkan yakni 85 %, artinya 85 % guru telah efektif dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal
Penerapan Strategi Terbimbing Melalui Kerja Praktik Dalam Menyusun RPP Dengan Metode Pembelajaran Kooperatif Pada Guru SD Negeri Kedunggalar 3 Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Tujuan penelitian ini adalah menerapkan strategi terbimbing melalui kerja praktik dalam menyusun RPP dengan metode pembelajaran Kooperatif pada guru SDNegeri Kedunggalar 3 Kec. Kedunggalar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Metode yang digunakan adalah penelitian tindakan sekolah. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yakni bulan September-Oktober 2018. Subjek pada penelitian ini adalah guru di SDN Kedunggalar 3 Kecamatan Kedunggalar Kabupaten Ngawi. Jumlah guru yang diteliti adalah sebanyak 8 orang. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan deskriptif kuantitatif. Pokok dalam penelitian ini adalah strategi Terbimbing dengan metode Kooperatif dalam menyusun RPP. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah data-data yang berhubungan dengan rumusan masalah yaitu apakah dengan strategi terbimbing akan dapat meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Instrumen yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini terdiri dari observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja guru meningkat setelah dilakukan tindakan yang berupa strategi terbimbing dari siklus I ke siklus II. Peningkatan tersebut terlihat dalam menyusun rencana pembelajaran atau RPP. Berdasarkan hasil strategi terbimbing siklus I dan siklus II kompetensi guru meningkat, yakni kompetensi guru dalam melaksanakan pembelajaran siklus I mencapai 65% sedangkan siklus II mencapai 86%. Kompetensi guru dalam menyusun RPPpada siklus I mencapai 65% sedangkan siklus II 88 %. Dengan demikian tindakan siklus II rata-rata sudah di atas 85%. Berdasarkan hasil penelitian tindakan tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan strategi terbimbing melalui kerja praktik meningkat dalam menyusun RPP dengan metode pembelajaran kooperatif. Guru menunjukkan keseriusan dalam memahami dan menyusun RPP apalagi setelah strategi terbimbingmelalui kerja praktik menyusun RPP dari peneliti
Peningkatan Pemahaman Dan Prestasi Siswa Dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Tentang Energi Pada Gaya Dan Gerak Suatu Benda Melalui Media Realita Bagi Siswa Kelas VI Semester II SDN Butuh 2 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020
Latar belakang penelitian adalah hasil belajar siswa mata pelajaran IPA banyak yang nilainya kurang dari KKM, hal ini dikarenakan guru terbiasa menggunakan metode konvensional sehingga siswa jenuh dalam pembelajaran, salah satu cara agar siswa mampu belajar dengan bermakna adalah menggunakan Media realita. Tujuan penelitian untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa menggunakan Media realita pada pembelajaran IPA materi “Energi Pada Gaya dan Gerak Suatu Benda” siswa Kelas VI Semester II SDN Butuh 2 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas model spiral dari Kemmis dan Mc Taggart. Variabel penelitian adalah hasil belajar, melalui media realita. Teknik pengumpulan data berupa hasil tes formatif tiap siklus, dengan instrumen penelitian menggunakan butir-butir soal. Hasil yang diperoleh berupa hasil belajar siswa mencapai KKM (≥70) Pada pelaksanaan siklus I siswa yang sudah tuntas sebanyak 15 siswa dengan persentase 68,18% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 7 siswa dengan persentase 31,82%. Pada pelaksanaan siklus II jumlah siswa yang sudah tuntas meningkat sebanyak 21 siswa dengan persentase 96,00% dan siswa yang belum tuntas sebanyak 1 siswa dengan persentase 4,00%. Berdasarkan penelitian yang telah dilaksanakan, dapat disimpulkan bahwa penggunaan Media realita dapat meningkatkan Prestasi Belajar siswa Kelas VI Semester II SDN Butuh 2 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri. Dari hasil penelitian tersebut, disarankan dalam implementasi pembelajaran di sekolah dapat menggunakan Media realita untuk Peningkatan Prestasi Belajar siswa
Peningkatan Aktifitas Dan Hasil Belajar Siswa Ada Materi Makhluk Hidup Dan Lingkungannya Melalui Metode Cooperative Script Di SDN Kedungjajang 01 Kabupaten Lumajang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018
Dari segi proses pembelajaran IPA di kelas VI belum semuanya bersifat konstruktivis yaitu pembelajaran yang menggali pengetahuan dan pemahaman awal peserta didik terhadap konsep tertentu. Aktifitas siswa dalam proses pembelajaran juga masih rendah.. Dari segi output, hasil belajar IPA siswa kelas VI masih rendah. Permasalahan pembelajaran tersebut segera dicarikan solusinya. Salah satunya dengan menggunakan Metode cooperative script. Metode cooperative script adalah :sebuah Metode belajar dimana siswa bekerja berpasangan dan bergantian secara lisan mengiktisarkan, bagian-bagian dari materi yang dipelajari, Penelitian tersebut bertujuan untuk meningkatkan Aktifitas dan hasil Belajar siswa pada materi makhluk hidup dan lingkungannya pada siswa klas VI SDN. Kedungjajang 01 Kecamatan Kedungjajang Kabupaten Lumajang. Berdasarkan hasil penelitian pada siklus I : Nilai rata-rata 65. Ketuntasan belajar klasikal sebesar 58%. Hasil penelitian pada siklus II : Nilai rata-rata 76,7. Ketuntasan belajar klasikal sebesar 71%. Dan hasil penelitian siklus III : Nilai rata-rata 78,3. Ketuntasan belajar klasikal sebesar 87%. Berdasarkan data hasil belajar siswa pada siklus 3 diketahui bahwa skor terendah 65, skor tertinggi 90, serta rata-rata skor kelas 78,3 Dengan demikian jika dibandingkan dengan rata-rata skor kelas pada siklus I dan siklus II maka rata-rata skor kelas mengalami kenaikan yang signifikan. Sehingga baik secara individual dan klasikal aktifitas dan hasil belajar siswa tuntas
Peningkatan Hasil Belajar Mengelas Tingkat Lanjut Dengan Proses Las Mig (GMAW) Dengan Metode Smart Learning Siswa Kelas XII TPK SMK Negeri 3 Buduran
Berdasarkan kenyataan yang ada, hasil belajar siswa Kelas XII TPK dalam hal menguasai materi Memeriksa Pengelasan dan Memperbaiki Kerusakan/Cacat Pengelasan dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor hanya mencapai 54,41. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 52,94% atau 18 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Mengelas Tingkat Lanjut Dengan Proses Las MIG (GMAW) kompetensi dasar Memeriksa Pengelasan dan Memperbaiki Kerusakan/Cacat Pengelasan melalui strategi pembelajaran SMaRT Learning pada siswa Kelas XII TPK, SMK Negeri 3 Buduran Kabupaten Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan model pembelajaran SMaRT Learning dalam meningkatkan hasil belajar Mengelas Tingkat Lanjut Dengan Proses Las MIG (GMAW) pada kompetensi dasar Memeriksa Pengelasan dan Memperbaiki Kerusakan/Cacat Pengelasan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 72,35; siklus II 75,62; dan siklus III 83,59. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 70,59%, siklus II 79,41%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%