Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Penerapan Strategi Pembelajaran Aktif Tanggapan Aktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Materi Pemilu Mata Pelajaran PKn Kelas 6 Semester 1 SDN 1 Jangkar Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017
Pembelajaran PKn pada siswa Sekolah Dasar memang diperlukan strategi pembelajaran yang tepat agar menarik perhatian siswa. Pembelajaran PKn mengarahkan siswa menjadi warga Negara yang demokratis, yang menghargai perbedaan, dan mencintai keadilan dan kebenaran. Hal itu banyak mengandung keabstrakan, sehingga siswa sulit untuk memahami.Tujuan penelitian adalah : Untuk mengetahui hasil belajar setelah menerapkan strategi pembelajaran aktif tanggapan aktifmateri Pemilu mata pelajaran PKn Kelas VI Semester 1 SDN 1 Jangkar Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017. Penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan yang diadopsi dari model Hopkins yaitu model yang menggunakan prosedur kerja yang dipandang sebagai suatu spiral yang terdiri dari empat fase meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.Penerapan strategi pembelajaran aktif tanggapan aktif materi pemilu mata pelajaran PKn Kelas VI Semester 1 SDN 1 Jangkar Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017, Hasil belajar meningkat 22% dari 64% siklus 1 menjadi 86% siklus 2 setelah menerapkan strategi pembelajaran aktif tanggapan aktifmateri pemilu mata pelajaran PKn Kelas VI Semester 1 SDN 1 Jangkar Kecamatan Jangkar Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2016/2017
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Matematika Melalui Mental Activities Learning Pada Siswa Kelas XI-IPA-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 5 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018
Dengan menggunakan Mental Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan pengingatan, memecahkan soal dan menanggapi) sebagai teknik atau metode pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Siswa dapat dengan mudah memahami dan menguasai materi pelajaran, di samping itu siswa dituntut untuk aktif, bertanggung jawab dan disiplin dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini terlihat pada pertemuan I dalam pembahasan materi pembelajaran pengertian dan sumber-sumber Matematika, pada siklus I dinyatakan 60 (60%) dinyatakan belum tuntas. Dan perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II. Sedangkan pada Siklus II Dari data diatas disimpulkan pada kegiatan siklus ke II ini hasil prestasi belajar siswa dengan menggunakan Mental Activities Learning secara rata rata sebesar 77.81 (78 %). Hal ini berada diatas SKBM yang telah ditentukan pada awal pembelajaran sebesar 65. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi pada siklus II dinyatakan 77.81 (78 %) dinyatakan tuntas. Melalui Penerapan Mental Activities Learning mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan Mental Activities Learning sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. Sehingga dalam kegiatan penelitian ini dapat dinyatakan berhasil atau Tuntas
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Pendidikan Agama Islam Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas PAI Sekolah Dasar Di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo
Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di Sekolah Dasar binaan di Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru Pendidikan Agama Islam. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugas sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru Pendidikan Agama Islam di Kecamatan Sukorejo melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya skor yaitu siklus 1 : Skor rata-rata 139. Skor tertinggi 156. Skor terendah 122. Siklus 2 : Skor rata-rata 158,83. Skor tertinggi 180. Skor terendah 142. Siklus 3 Skor rata-rata 182,67. Skor tertinggi 200. Skor terendah 164. Siklus 4 : Skor rata-rata 204,67. Skor tertinggi 220. Skor terendah 184. Dan peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi
Meningkatkan Ketrampilan Menulis Laporan Melalui Pendekatan Contextual Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019
Pengajaran bahasa Indonesia dimaksudkan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik untuk dapat berkomunikasi menggunakan bahasa Indonesia dengan baik dan benar, baik secara lisan maupun tulisan, serta menumbuhkan apresiasi hasil karya kesusastraan Indonesia. Manusia pada umumnya lebih mampu berkomunikasi secara lisan daripada tulisan. Hal ini disebabkan manusia memang lebih banyak melakukan komunikasi secara lisan dari pada tulisan. Permasalahan kegiatan pembelajaran yang tidak optimal menyebabkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran bahasa Indonesia sangat rendah. Hasil pemberian tugas pembuatan laporan siswa pada pembuatan laporan dari 29 siswa hanya 11 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (75), sedangkan 18 siswa lainnya mendapat nilai dibawah KKM (75). Pendekatan pembelajaran yang menarik yang selalu melibatkan siswa dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan ketermapilan menulis siswa kelas VIII E SMP Negeri 3 Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019. Pendekatan tersebut adalah pendekatan Contextual. Hasil pemberian tugas pembuatan laporan pada siklus I masih banyakan siswa yang belum tuntas, dari 29 siswa hanya 13 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (75) atau sebesar 45% siswa yang mendapat nilai diantar 75-95 dan siswa tersebut tuntas, sedangkan 16 siswa mendapat nilai dibawah KKM (75) atau sebanyak 55% siswa yang belum tuntas dan mendapat nilai diantara 50-60. Sedangkan pada siklus II ini sudah mengalami peningkatan yang signifikan. Hasil pemberian tugas pembuatan laporan siswa banyak siswa yang mendapat nilai diatas KKM. Rata-rata yang diperoleh pada siklus II ini adalah 87. Semua siswa sudah mendapat nilai diatas KKM (75) atau sebanyak 93% siswa yang mendapat nilai diatas 75-95 dan masih ada 2 siswa mendapat nilai di bawah KKM (75) atau sebanyak 7% siswa yang mendapat nilai 60-70. sehingga penelitian ini tidak berlanjut pada siklus berikutnya
Peningkatkan Prestasi Belajar Matematika Tentang Barisan Dan Deret Melalui Model Pembelajaran Tapps Pada Siswa Kelas XII IPS 3 SMA Negeri 1 Ambulu Kabupaten Jember Semester Genap Tahun Pelajaran 2016/2017
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama tiga siklus hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut ini. Model Pembelajaran TAPPS dapat meningkatkan kualitas pembelajaran Matematika, dengan analisis data tingkat minat, perhatian, dan partisipasi siswa sebagai berikut :dari data kegiatan guru dalam proses belajar mengajar pada siklus I mendapat nilai 28dengan rata-rata 2 dalam katagori (cukup), untuk siklus II mendapat nilai 43 dengan rata-rata 3.5 dengan kategori amat baik. Berdasarkan analisis data siklus I diperoleh hasil sebanyak 11 siswa (30,55%) memiliki partisipasi baik, 14 siswa (38,88 %) memiliki partisipasi cukup, dan 11 siswa (30,55%) memiliki partisipasi kurang. Siklus II diperoleh hasil sebanyak 18 siswa (48,64%) memiliki partisipasi baik, 11 anak (29,72%) memiliki partisipasi cukup dan 8 siswa (21,62%) memiliki partisipasi kurang.Dari hasil ini dapat diinterpretasikan bahwa kegiatan pembelajaran Matematika dengan menerapkan Model Pembelajaran TAPPS dapat meningkatkan partispasi siswa terhadap pembelajaran.Model Pembelajaran TAPPS memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (73%), Siklus dan Siklus II(92%)
Usaha Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Pada Materi Pekerjaan Interior Kapal Dengan Model Discovery Learning Pada Siswa Kelas XI IK SMK Negeri 3 Buduran Tahun Pelajaran 2017/2018
Terjadinya kondisi pembelajaran siswa aktif dan mempunyai prestasi yang tinggi merupakan harapan dari semua pelaku pendidikan. Dengan model pembelajaran discovery learning, diharapkan ada peningkatan hasil belajar siswa. Sejauh ini, siswa SMK Negeri 3 Buduran khususnya kelas XI IK masih mengalami kendala memahami materi Pekerjaan Interior Kapal. Oleh karena itu, metode pembelajaran discovery learning ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Penelitian ini dilakukan dengan 2 siklus, dimana siklus pertama menggunakan model discovery learning pada topik konstruksi dinding dan konstruksi dasar kapal dan pada siklus kedua menggunakan model discovery learning yang dilengkapi gambar kerja tersetruktur pada topik perangkaian konstruksi dasar kapal dengan konstruksi dinding kapal. Berdasarkan hasil penelitian, jumlah siswa yang telah mencapai KKM mengalami kenaikan dari siklus pertama ke siklus kedua, yaitu dari 15 siswa (42,31%) menjadi 27 siswa (88,46%). Peningkatan ini juga terjadi pada meningkatnya aktifitas siswa, dimana julmah siswa aktif pada siklus pertama 46,15% siswa menjadi 84,62% siswa. Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap materi pekerjaan interior kapal
Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Kurikulum 2013 Melalui Pendampingan Di SMP Negeri 3 Totikum Kabupaten Banggai Kepulauan Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Sekalipun guru SMP Negeri 3 Totikum telah mengikuti pelatihan Kurikulum 2013 namun masih banyak mengalami kesulitan menyusun RPP Kurikulum 2013 sesuai Peremedikbud 103 tahun 2017. Hasil monitoring dan evaluasi kepala sekolah menunjukkan bahwa hanya 10% dari semua guru 10 orang yang bisa menyusun RPP terbaru tersebut. Salah satu faktor penyebab adalah kurang sosialisasi pelatihan Kurikulum 2013 kepada teman sejawat. Padahal SMP Negeri 3 Totikum merupakan salah satu SMP Negeri di Kabupaten Banggai Kepulauan. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh: (1) kesibukan guru, (2) kurang adanya pendampingan dan (3) kurang sosialisasi. Terkait dengan permasalahan di atas, perlu adanya bantuan penanganan yang memadai. Dalam hal ini upaya yang dilakukan adalah dengan melaksanakan pendampingan, yang bertujuan pada peningkatan kompetensi guru melalui siklus yang sistematis. Analisa data yang dilaksanakan menggunakan analisa diskriptif kualitatif. Penelitian dilakukan dengan tahapan siklus, masing-masing siklus terdiri dari 4 (empat) langkah meliputi: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Hasil penelitian ini, 10 guru dari sekolah yang menjadi subyek penelitian, semuanya menunjukkan peningkatan kompetensia sesuai dengan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Saran yang diajukan adalah : (1) perlu diintensifkan peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP melalui kegiatan pendampingan atau sejenisnya (2) untuk meningkatkan kompetensi guru, sekolah, perlu adanya wahana semacam IHT, agar mereka dapat saling bertukar pengalaman melalui dialog akademis. Berdasarkan hasil penelitian terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menyusun RPP. Pada siklus I nilai rata-rata komponen RPP Kurikulum 2013 69%, pada siklus II nilai rata-rata komponen RPP Kurikulum 2013 83%, terjadi peningkatan 14%. Untuk mengetahui lebih jelas peningkatan setiap komponen RPP Kurikulum 2013, dapat dilihat pada lampiran Rekapitulasi Hasil Penyusunan RPP Kurikulum 2013 dari Siklus ke Siklus di SMP Negeri 3 Totikum
Penerapan Strategi Pembelajaran Dengan Menggunakan Film Pendek Komedi “Mark Angel” Di Youtube Untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Writing Siswa Kelas VII-D SMPN 6 Madiun Materi Asking For And Giving Informations
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar writing siswa kelas VII-D SMP Negeri 6 Madiun pada mata pelajaran Bahasa Inggris materi asking for and giving informations penerapan strategi pembelajaran dengan menggunakan film pendek komedi “Mark Angel” di Youtube. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang dilakukan dalam dua siklus, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian adalah siswa kelas VII-D sebanyak 32 siswa, 14 siswa laki-laki dan 18 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi dan angket. Dari hasil penelitian terdapat peningkatan jumlah siswa yang mencapai KKM dari prasiklus 50%, pada siklus I naik menjadi 56,25% dan siklus II naik menjadi 87,81%. Hasil nilai rata-rata dari prasiklus sebesar 69,06 meningkat pada siklus I menjadi 73,44, dan pada siklus II meningkat menjadi 88,13 dan sudah melebihi KKM. Sedangkan peningkatan keaktifan belajar siswa yang menunjukkan klasifikasi A dan B pada siklus II yaitu sebesar 87,51%. Dari hasil pembahasan disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran dengan menggunakan film pendek komedi “Mark Angel” di Youtube pada mata pelajaran Bahasa Inggris Materi Asking For and Giving Informations dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar writing siswa kelas VII-D SMP Negeri 6 Kota Madiun
Peningkatan Kinerja Guru SD Negeri Kejayan 1 Kabupaten Bondowoso Dalam Pengembangan Profesionalisme Melalui Teknik Supervisi Kelas Tahun Pelajaran 2019/2020
Tidak semua guru memiliki keberanian untuk mengakui kekurangan atau kelemahannya sebagai guru yang proesional. Kartu mandiri merupakan salah satu cara untuk membuat segala sesuatu menjadi transparan. Guru mampu menuangkan permasalahan kinerjanya pada kartu tersebut. Kreativitas dari seorang pimpinan merupakan sikap yang harus terus dipupuk dan dikembangkan. Memotivasi guru untuk menunjukkan profesionalisme merupakan wujud nyata tindakan kepala sekolah pada kompetensi supervisi. Dari hasil tindakan dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa:”Teknik Supervisi Kelas dapat digunakan untuk menumbuhkan kinerja guru dalam mengembangkan profesionalismenya”. Hasil analisis, catatan supervisor, dapat dimanfaatkan untuk perkembangan keterampilan mengajar guru atau meningkatkan profesionalisme guru, setidak-tidaknya dapat mengurangi kendala-kendala yang muncul atau yang mungkin akan muncul. Umpan balik akan memberi pertolongan bagi supervisor dalam melaksanakan tindak lanjut supervisi. Dari umpan balik itu pula dapat tercipta suasana komunikasi yang tidak menimbulkan ketegangan, tidak menonjolkan otoritas yang mereka miliki, memberi kesempatan untuk mendorong guru memperbaiki penampilan, serta kinerjanya. Hasil pengamatan dokumen administrasi pembelajara pada siklus I nilai rata-rata 71 karena ada 4 orang guru yang mendapat nilai baik, 4 orang guru mendapat nilai sedang, sedangkan untuk siklus II diperoleh data nilai rata-rata 80 karena ada 2 orang guru yang mendapat nilai baik sekali, 6 orang guru mendapat nilai baik. Hasil pengamatan proses pembelajaran rata-rata 67 karena karena ada 3 guru yang mendapat nilai baik dan 5 guru masih mendapat nilai sedang. sedangkan untuk siklus II pengamatan proses pembelajaran rata-rata 81 karena semua guru mendapat nilai baik. Maka pelaksanaan siklus II sudah berhasil tidak dilakukan lagi dengan siklus berikutny
Peningkatan Kompetensi Profesional Guru Dalam Menulis Soal HOTS Melalui Kegiatan Pelatihan Dan Pendampingan Di SMK Negeri 2 Singosari
Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah (School Action Research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah proses pembelajaran di sekolah. Penelitian ini menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai. Pelaksanaan kegiatan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun soal HOTS dilakukan melalui kegiatan pelatihan dan pendampingan, dalam penulisan soal HOTS secara individual yang meliputi kegiatan memperbaiki soal yang sudah dikerjakan di rumah, pembentukan kelompok dan saling tukar soal antar anggota kelompok, tiap individu menelaah soal berdasarkan instrumen, diskusi dalam kelompok untuk menentukan soal paling HOTS, presentasi masing-masing kelompok, komentar dan saran dari anggota lain, penguatan dari narasumber dapat meningkat. Dari aspek penyusunan kisi-kisi soal siklus I nilai rata-rata yang dicapai 61% termasuk dalam kategori cukup meningkat menjadi 88% termasuk dalam kategori sangat baik pada siklus II, untuk penulisan soal pilihan ganda dari 78.47 menjadi 84.72%, penulisan pada soal uraian dari 78.84% menjadi 83.33%, untuk penulisan soal uraian pada siklus I mencapai nilai 81.25% termasuk dalam kategori baik pada siklus II meningkat menjadi 92.69% termasuk dalam kategori sangat baik