Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Tentang Membaca Lancar Dengan Metode Widyawisata Siswa Kelas I SDN 01 Manguharjo

    No full text
    Penelitian ini dilakukan untuk meningkatkan keaktifan siswa dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode Widyawisata yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan. Dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual sehingga materi pelajaran yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (Action research) yang terdiri dari tiga siklus yaitu siklus I, siklus II, dan siklus III. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas I SDN 01 Manguharjo Kota Madiun. Data yang diperoleh berupa lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan yaitu siklus I 64,00%, siklus II 76,00%, siklus III 92,00%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode Widyawisata dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas I SDN 01 Manguharjo Kota Madiun. Model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai alternatif pembelajaran Bahasa Indonesia

    Peningkatan Keterampilan Menyusun Teks Deskriptif Lisan Dan Tulis Pada Mata Pelajaran Bahasa Inggris Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas X RPL A SMK Negeri 1 Jenangan

    Get PDF
    Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Bahasa Inggris sangat rendah, yakni hanya 55,26% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 58,68. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis, pendek dan sederhana, terkait tempat wisata dan bangunan bersejarah terkenal. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis, pendek dan sederhana, terkait tempat wisata dan bangunan bersejarah terkenal melalui metode Elaborasi Siswa Kelas X RPL A SMK Negeri 1 Jenangan Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan keterampilan Bahasa Inggris materi ajar Menyusun teks deskriptif lisan dan tulis, pendek dan sederhana, terkait tempat wisata dan bangunan bersejarah terkenal ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 72,11; siklus II 77,37;  dan siklus III 81,05. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu siklus I 68,42%, siklus II 78,95%, siklus III mencapai 92,11%

    Peningkatan Prestasi Belajar Melalui Metode Game Puzzle Dalam Pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan Materi Pemilihan Kepala Daerah Dan Wakil Kepala Daerah Kelas VI-B Semester I SDN Ngadiluwih 1 Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015

    Get PDF
    Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah pembelajaran Game puzzle berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b)  Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode media pembelajaran Game puzzle? Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkap pengaruh media pembelajaran Game puzzle terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya media pembelajaran Game puzzle Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa metode media pembelajaran Game puzzle dapat meningkatkan prestasi belajar khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Pemilihan Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah pada siswa Kelas VI-B Semester I SDN Ngadiluwih 1 Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016. Hal ini bisa dilihat dari sebelum penelitian mencapai nilai rata-rata 67.65, siklus I 72.06, siklus II mencapai rata-rata 85.88 maka ada peningkatan dibanding sebelum penelitian sebesar 10.88. Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan agar prestasi Pendidikan Kewarganegaraan terus meningkat disarankan melalui media pembelajaran Game puzzle kepada siswa

    Penerapan Metode Demonstrasi Guna Meningkatkan Prestasi Belajar Penjaskesrek Materi Renang Gaya Punggung Pada Siswa Kelas V Semester II SD Negeri Grogol 3 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Penggunaan metode mengajar yang sebagian besar dilakukan guru dengan mengedepankan peran guru. Hal ini menyebabkan anak kurang berperan sehingga akhirnya nilai yang diraih pun  kurang dari yang diharapkan. Banyak metode mengajar yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu diantaranya metode Demonstrasi. Dengan pendekatan metode Demonstrasi diharapkan anak dapat menggali dan menemukan pokok materi secara bersama-sama dalam kelompok atau secara individu. Sehingga akhirnya merasa senang dan materi yang dipelajari melekat dalam benaknya karena didapatkan melalui pengalamannya sendiri. Secara khusus penelitian ini diharapkan berhasil meningkatkan prestasi pembelajaran  dilihat dari dimensi guru dan siswa dengan cara penerapan/ penggunaan pendekatan pembelajaran Penjaskesrek yang relatif baru yaitu pendekatan metode Demonstrasi Indikator “Renang Gaya Punggung”  pada siswa Kelas V Semester II SD Negeri  Grogol 3 Kecamatan Grogol  Kabupaten Kediri. Berdasarkan data dan analisisnya maka ada peningkatan yang bermakna dalam prestasi belajar mata pelajaran Penjaskesrek jika mendapat pembelajaran metode Demonstrasi Hal ini disebabkan karena siswa dituntut untuk belajar lebih keras, dan dapat mengetahui kelemahan pemahamannya serta mendapatkan perbaikan dari temannya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian pada Siklus I bahwa nilai rata-rata siswa adalah 70,80 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 80. Dan meningkat pada Siklus II yaitu nilai rata-rata siswa adalah 82,00 dengan nilai  terendah 70 dan nilai tertinggi 90. Dengan demikian terbukti bahwa Pembelajaran metode demonstrasi meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas V Semester II SD Negeri Grogol 3 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri

    Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Dengan Pendekatan Saintifik Untuk meningkatkan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas X-MIPA-1 SMA Negeri Grujugan Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia dan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Pendekatan Saintifik di kelas X-MIPA-1SMA Negeri Grujugan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian seluruh kelas X-MIPA-1 SMA Negeri Grujugan tahun pelajaran 2018/2019yang berjumlah 30 siswa. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes, yang terdiri dari posttest dan lembar observasi. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kimia dengan menggunakan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Penerapan Metode Teams Games Tournament (TGT) yang divariasikan dengan mengerjakan lembar kerja dalam pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa dari dari 43,33% (13 siswa) pada kondisi awal, meningkat menjadi 20 siswa (66,67%) pada siklus I dan pada akhir pelaksanaan pembelajaran siklus II meningkat menjadi 28 siswa atau 93,33%.Kerja sama belajar dalam kelompok juga mendorong siswa yang tuntas membantu siswa yang belum tuntas. Hal Ini menunjukkan kerja sama antar kelompok dalam diskusi mampu memotivasi siswa dalam pembelajaran sehingga dapat meningkatkan prestasi belajar yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar yang terus meningkat.Hal ini dibuktikan dengan peningkatan perolehan nilai rata-rata prestasi belajar sebesar 64,67meningkat menjadi 75,00pada siklus I dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 86,00, dengan tingkat ketuntasan belajar dari 10 siswa (33,33%) menjadi 19 siswa (63,33%) dan 27 siswa (90,00%) pada siklus II

    Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Sebagai Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Sejarah Materi Mengenal Manusia Purba Pada Siswa Kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Sejarah materi Mengenal Manusia Purba melalui Model Pembelajaran Make A Match pada siswa kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (Classroom Action Research-CAR). Setiap siklus terdiri dari dari empat tahap kegiatan, yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah Siswa Kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang. yang berjumlah 36 siswa. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi, tes dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik member chek dan triangulasi. Teknik Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif dengan persentase. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan diperoleh peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa. Peningkatan aktivitas belajar dari kondisi awal sebanyak 20 siswa atau 55,56%, pada siklus I naik menjadi 28 siswa atau 77,78%, dan pada siklus II menjadi 36 siswa atau 100%. Kenyataan tersebut juga didukung oleh peningkatan hasil belajar siswa, dimana nilai rata-rata pada kondisi awal hanya 63,33 pada siklus I naik menjadi 75,83, dan pada siklus II menjadi 86,94, dengan tingkat ketuntasan belajar pada kondisi awal sebanyak 6 siswa atau 16,67%, pada siklus I menjadi 22 siswa atau 61,11%, dan pada siklus II menjadi 33 siswa atau 91,67%, dan masih ada 3 orang siswa (8,33%) yang belum tuntas, namun semua indikator dan kriteria keberhasilan proses perbaikan pembelajaran telah tercapai pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan Model Pembelajaran Make A Match dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Sejarah materi Mengenal Manusia Purba pada siswa kelas X-MIPA-2 SMA Negeri 1 Tenggarang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020

    Peningkatan Kualitas Pembelajaran Guru Dan Optimalisasi Program Kepengawasan Akademik Dan Manajerial Oleh Pengawas Sekolah Di TK Al Islam Desa Bubakan Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan

    Get PDF
    Kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah sebagai tindak lanjut dari upaya meningkatkan kompetensi penulis, yaitu keterampilan melaksanakan supervisi akademik dan manajerial, dan meningkatkan kualitas litbang dengan semaksimal mungkin. Pada penelitian ini akan difokuskan pada Supervisi Akademik dan Manajerial. Penelitian ini sejalan dengan pelaksanaan pengawasan oleh pengawas sekolah yang harus dijalani oleh penulis adalah dalam kegiatan tatap muka dengan guru-guru pada sekolah yang menjadi binaannya. Tujuan yang ingin dicapai dari pelaksanaan Penelitian Tindakan Sekolah ini adalah: 1) Melaksanakan dan membuat laporan upaya peningkatan kompetensi penelitian dan pengembangan oleh guru baik secara mandiri maupun terprogram; 2) Menyusun perangkat pembelajaran untuk satu mata pelajaran lengkap; 3) Menyusun laporan observasi pembelajaran di kelas terhadap beberapa guru dalam upaya mencapai standar kompetensi lulusan; 4) Mengembangkan model penilaian yang secara umum dapat dipandang lebih baik dari apa yang telah dikembangkan di sekolah, baik yang menyangkut mekanisme, prosedur, dan instrumen penilaiannya; 5) Melaksanakan pengkajian terhadap program kepengawasan di Dinas Pendidikan Kabupaten Pacitan (UPT SMP Negeri 1 Donorojo) berkenaan dengan implementasi 8 standar nasional pendidikan (SI, SKL, Proses, Penilaian, Pengelolaan, Sarpras, Tendik, Pembiayaan). Setelah penulis sebagai pengawas sekolah melaksanakan kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah mulai awal sampai akhir pelaksanaan kegiatan, maka kompetensi supervisi akademik penulis sebagai pengawas sekolah dapat meningkat, kompetensi guru dalam mengembangkan perangkat pembelajaran (silabus dan RPPH) meningkat, dengan melaksanakan supervisi guru dan kepala sekolah, maka kompetensi supervisi akademik penulis semakin meningkat, meningkatnya kompetensi penulis dalam menyusun perangkat pembelajaran. Hasil Supervisi Akademik Siklus ke-1 (Ibu Marini, S.Pd, Guru Kelompok B) : Perencanana Kegiatan Pembelajaran 77,27%; Proses Pembelajaran 79,41%. Hasil Supervisi Akademik Siklus ke-2 (Ibu Marini, S.Pd, Guru Kelompok B) : Perencanana Kegiatan Pembelajaran 77,27%; Proses Pembelajaran 79,41%

    Penggunaan Metode Pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pembuatan Pola Dasar Rok Siswa Kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Bondowoso Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Faktor penentu dalam dalam pendidikan adalah guru dan siswa. Guru sebagai komponen penting dari tenaga kependidikan, memiliki tugas untuk melaksanakan proses pembelajaran, dan siswa merupakan salah satu objek dari pembelajaran tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk menerapkan metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk mengungkap permasalahan pada pembelajaran praktik pembuatan pola dasar rok melalui kegiatan penelitian dengan jenis penelitian Pre Eksperiment. Peneliti akan menguji pengaruh dari metode pembelajaran Team Assisted Individualization (TAI) untuk kompetensi dasar pembuatan pola dasar rok, seberapa jauh metode ini akan membantu siswa dalam memahami dan mempraktekkan materi dan mempengaruhi pencapaian hasil mereka. Dari uraian tersebut, masalah yang akan diteliti dapat dirumuskan secara lebih spesifik yaitu: 1). Bagaimana hasil belajar siswa dalam pembuatan pola dasar rok sebelum menggunakan metode Team Assisted Individualization (TAI)? Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas mulai dari pra siklus, Siklus I dan Siklus II maka dapat disimpulan kalau penggunaan Model Team Assisted Individualization (TAI) dapat meningkat hasil belajarProduktif membuat pola, hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut: 1). Ketuntasan belaja, Dari 33 Jumlah siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Bondowoso pada pra siklus besarya ketuntasan belajar sebesar 51.52%, pada siklus I meningkat menjadi 66.67% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 84.85% 2). Daya serap siswa , Dari 33 Jumlah siswa kelas X Tata Busana SMK Negeri 2 Bondowoso pada pra siklus besarya daya serap siswasebesar 69.70%, pada siklus I meningkat menjadi 74.39% sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 77.73%

    Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Sifat-Sifat Hitung Bilangan Melalui Pendekatan Berbasis Aktivitas Pada Siswa Kelas IV SDN 7 Slahung Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep tentang sifat-sifat Hitung Bilangan melalui pendekatan Berbasis Aktivitas pada siswa kelas IV SDN 7 Slahung Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Semester 1 Tahun Pelajaran 2013/2014. Subjek penelitian tindakan kelas ini berjumlah 15 siswa kelas IV. Model pembelajaran Berbasis Aktivitas dalam meningkatkan kemampuan Matematika materi ajar tentang Sifat-Sifat Hitung Bilangan ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir yakni: pada siklus 1 71,00, siklus 2 74,00 dan siklus 3 80,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir yaitu pada siklus 1 hanya 60,00%, siklus 2 meningkat menjadi 80,00%, pada siklus 3 terjadi peningkatan mencapai 100%

    Penerapan Metode Kerja Kelompok Untuk Meningkatkan Pemahaman Dan Hasil Belajar IPA Materi Alat Reproduksi Manusia Pada Siswa Kelas IX-C MTs Negeri 4 Jember Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Permasalahan yang muncul di awal proses pembelajaran adalah rendahnya pemahaman dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas IX-C MTs Negeri 4 Jember Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 28 siswa. Pengumpulan data dengan teknik observasi, tes dan dokumentasi. Validasi data dengan teknik triangulasi. Analisis data dilaksanakan secara kualitatif dan kuantitatif pada setiap akhir siklus. Hasil penelitian membuktikan penggunaan metode kerja kelompok mampu meningkatkan pemahaman belajar siswa dari 42,86% atau 12 siswa  pada studi awal, menjadi 67,86% atau 19 siswa pada siklus I, dan pada siklus II meningkat menjadi 100% atau 28 siswa, serta meningkatkan hasil belajar siswa dari rata-rata 57,50 pada studi awal, menjadi 68,21 pada siklus I, dan pada akhir siklus II menjadi 76,07, sedangkan ketuntasan belajar juga mengalami peningkatan yang cukup signifikan dimana pada studi awal hanya 8 orang siswa (28,57%), pada siklus I menjadi 60,71% atau 17 siswa, dan pada siklus II meningkat lagi menjadi 89,29% atau 25 siswa. Kesimpulannya adalah penggunaan metode kerja kelompok terbukti mampu meningkatkan pemahaman dan hasil belajar siswa kelas IX-C MTs Negeri 4 Jember Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇