Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Sejarah Perumusan Dan Penetapan Pancasila Sebagai Dasar Negara Pada Mata Pelajaran PPKn Melalui Pendekatan Berbasis Aktivitas Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada materi ajar tentang sejarah dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara, yakni nilai rerata 54,05. Permasalahan ini muncul ditengarai karena materi ajar kurang kontekstual, metode pembelajaran yang kurang bervariasi, model pembelajaran yang digunakan bersifat konvensional serta rendahnya motivasi karena kurang melibatkan siswa secara aktif dalam proses belajar mengajar. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Berbasis Aktivitas dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep tentang sejarah dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tentang sejarah dalam merumuskan dan menetapkan Pancasila sebagai dasar negara melalui pendekatan Berbasis Aktivitas pada siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan model pembelajaran Berbasis Aktivitas dalam meningkatkan hasil belajar siswa ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 73,10; siklus II 75,24, dan siklus III 79,52. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 76,19%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 95,24%
Peningkatan Prestasi Belajar Memahami Pelaksanaan Otonomi Daerah Melalui Model Pembelajaran Siklus Belajar (Learning Cycle) Siswa Kelas IX.A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017
Prestasi belajar atau perolehan belajar dapat didefinisikan sebagai penggambaran tingkat penguasaan siswa yang diukur berdasarkan jumlah skor ataupun prosentase jumlah skor jawaban benar atas soal tes yang disusun berdasarkan tujuan-tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan sebelumnya. Model learning cycle berorientasi pada pengembangan pribadi untuk berhubungan dengan orang lain, berperan aktif dalam proses demokrasi, dan bekerja produktif dalam kelompoknya. Peran guru dalam learning cycle adalah sebagai konselor, pembimbing dan pemberi saran/kritik yang bersahabat. Rumusan masalah dalam penelitian tindakan kelas ini adalah: Adakah peningkatan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada standar kompetensi memahami pelaksanaan otonomi daerah dengan pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar (learning cycle) siswa kelas IX.A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017?. Sedangkan tujuannya adalah untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada standar kompetensi memahami pelaksanaan otonomi daerah dengan pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar (learning cycle) siswa kelas IX. A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (observing), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu menggunakan rumus mean. Hasil penelitian menyebutkan ada peningkatan prestasi belajar terbukti pada nilai rata-rata pada siklus I 61,16 meningkat pada siklus II 73.95 dan pada siklus III menjadi 76.69. mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ada peningkatan prestasi belajar pendidikan kewarganegaraan (PKn) pada standar kompetensi memahami pelaksanaan otonomi daerah dengan pembelajaran kooperatif tipe siklus belajar (learning cycle) siswa kelas IX. A MTs Negeri Sewulan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017
Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Dengan Model Pembelajaran Aktif Tipe Snow Ball Pada Siswa Kelas V Di SDN Mojo 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Model pembelajaran aktif tipe Snow Ball ini dipusatkan pada cara siswa menyelesaikan persoalan dengan langkah sistematis yaitu dari kelompok kecil kemudian dilanjutkan dengan kelompok lebih besar sehingga pada akhirnya akan memunculkan beberapa jawaban yang telah disepakati oleh siswa secara berkelompok. (Hisyam Zaini, dkk.2007). Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah (1) “Seberapa jauh peningkatan prestasi belajar siswa dalam belajar pendidikan kewarganegaraan khususnya pendidikan kewarganegaraan pada siswa kelas V, Sekolah Dasar Negeri Mojo 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi? (2) Apakah Model pembelajaran aktif tipe Snow Ball dapat meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan dalam bidang pendidikan kewarganegaraan siswa kelas V, Sekolah Dasar Negeri Mojo 2 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi? Sedangkan tujuan penelitian adalah (1) mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran aktif tipe Snow Ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam pendidikan kewarganegaraan, (2) Mengetahui pengaruh model pembelajaran aktif tipe Snow Ball dapat meningkatkan motivasi belajar pendidikan kewarganegaraan siswa kelas V. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan dengan menentukan langkah-langkah perencanaan, prosedur pelaksanaan tindakan, refleksi, subjek penelitian, pengumpulan data, instrument penelitian, teknik analisa data, menyiapkan partisipan, penelitian tindakan menggunakan tiga siklus kegiatan. Hasil penelitian siklus 1 sampai dengan siklus 3 dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan melului model pembelajaran aktif tipe Snow Ball terdapat peningkatan prestasi belajar siswa kelas V, Sekolah Dasar Negeri Mojo 2 Kecamatan Briingin Kabupaten Ngawi, khususnya pendidikan kewarganegaraan yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus, yaitu siklus I (60,00%), siklus II (75,00%), siklus III (90,00%)
Penerapan Supervisi Klinis Sebagai Upaya Meningkatkan Motivasi Kerja Guru Di SMP Negeri 2 Tempeh Tahun Pelajaran 2016/2017
Guru sebagai subjek dalam proses belajar mengajar harus memiliki motivasi dan peran aktif dalam setiap kegiatan belajar. Peran guru dalam kegiatan ini dituntut sebagai salah satu faktor penyebab minimnya kualitas lulusan siswa. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan 1) penerapan supervisi klinis sebagai Upaya meningkatkan motivasi kerja guru di SMP Negeri 2 Tempeh Tahun Pelajaran 2016/2017 dan 2) peningkatan Motivasi Kerja Guru di SMP Negeri 2 Tempeh Tahun Pelajaran 2016/2017 setelah diterapkan supervise klinis. Berdasarkan hasil pengumpulan data motivasi kerja guru pada siklus 1 menunjukkan bahwa dari 40 orang guru yang diteliti rata-rata sebesar 2,76 dengan kategori cukup, karena siklus 1 belum memenuhi kriteria maka penelitian ini dilanjutkan dengan siklus 2. Berdasarkan hasil pengumpulan data motivasi kerja guru pada siklus 2 menunjukkan bahwa dari 40 orang guru yang diteliti rata-rata sebesar 3,75 dengan kategori baik
Peningkatan Kemampuan Passing Bawah Pada Permainan Bola Voly Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Di Kelas V SDN Blukon Kecamatan Lumajang Kabupaten Lumajang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018
Permasalahan dalam penelitian ini adalah apakah melalui Metode Demonstrasi dapat meningkatkan kemampuan Passing bawah bola voli pada siswa kelas V SDN Blukon Kabupaten Lumajang. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam materi Passing bawah bola volimelalui metode demonstrasi yang diharapkan dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran Penjaskes serta dapat meningkatkan kriteria ketuntasan maksimal (KKM). Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dalam tiga siklus, tiap siklus terdiri dari perencanaaan, pelaksanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SDN Blukon Kabupaten Lumajang yang berjumlah 46 siswa yang terdiri dari 33 laki- laki dan 13 perempuan. Data hasil belajar kemampuan Passing bawah pada permainan bola voli pada siswa kelas V diperoleh melalui tes unjuk kerja, lembar observasi yang digunakan untuk mengumpulkan data kegiatan siswa di dalam mengikuti proses pembelajaran Passing bawah bola voli dengan metode demonstrasi. Hasil penelitian menunjukkan hasil belajar kemampuan Passing bawah permainan bola voli dengan metode demonstrasi diSDN Blukon Kabupaten Lumajang dapat meningkatkan hasil belajar sehingga dapat mencapai nilai KKM yang diinginkan. Peningkatan hasil belajar siswa kelas V SDN Blukon Kabupaten Lumajang dapat dilihat dari peningkatan yang signifikan dari kondisi siklus I ke siklus III. Hasil belajar kemampuan Passing bawah permainan bola voli yang diperoleh dari siklus I adalah sebanyak 10 siswa atau persentase ketuntasan 62,5%. Sedangkan pada siklus II terjadi peningkatan menjadi 22 siswa atau persentase ketuntasan 74,25%. Sedangkan pada siklus III terjadi peningkatan menjadi 45 siswa atau presentase 96 % dari jumlah keseluruhan siswa. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa dengan metode demonstrasi dalam permainan bola voli dapat meningkatan kemampuan Passing bawah permainan bola voli semester ganjil pada siswa kelas V SDN Blukon Kabupaten Lumajang tahun pelajaran 2017/2018
Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Persamaan Garis Lurus Melalui Metode Inkuri Pada Siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember melalui metode inkuiri pada materi persamaan garis lurus. Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember sebanyak 29 siswa, terdiri dari 16 laki-laki, dan 13 perempuan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri dari empat komponen, yaitu: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, serta analisis dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan cara pengamatan atau observasi, dan pemberian tes pada setiap akhir siklus pembelajaran. Data-data hasil penelitian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas siswa pada kegiatan belajar mengajar mengalami peningkatan dari kondisi awal sebanyak 10 siswa atau 34,48%, pada siklus I naik menjadi 18 siswa atau 62,07%, dan pada siklus II menjadi 29 siswa atau 100%. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kondisi awal hanya 55,86, pada siklus I naik menjadi 67,24, dan pada siklus II menjadi 78,28, jumlah siswa yang tuntas pada kondisi awal sebanyak 8 siswa (27,59%), pada siklus I menjadi 18 siswa (62,07%), dan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas menjadi 26 siswa (89,66%), walaupun masih ada 3 siswa (10,34%) yang belum tuntas, namun karena semua kriteria keberhasilan proses pembelajaran telah tercapai pada siklus II, maka proses perbaikan pembelajaran selesai dan berhasil pada siklus II. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa penerapan metode inkuiri dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember tahun pelajaran 2019/2020 pada pembelajaran matematika materi persamaan garis lurus
Peningkatan Kepedulian Warga Sekolah Terhadap Lingkungan Melalui Program Adiwiyata Dengan Strategi ”Budi Keling” Di SDN 03 Madiun Lor
Tujuan Penelitian ini adalah pertama untuk meningkatkan kepedulian warga sekolah di SDN 03 Madiun Lor melalui program adiwiyata dengan strategi “BUDI KELING”. Kedua, untuk mengetahui kondisi SDN 03 Madiun sesudah pelaksanaan program adiwiyata dengan sebelum pelaksanaan program adiwiyata. Subyek dalam penelitian ini adalah semua warga sekolah yang meliputi guru, karyawan, penjaga sekolah, komite sekolah, siswa dan orang tua siswa. Jenis tindakan dalam penelitian ini adalah berupa tindakan nyata yaitu membimbing semua warga untuk memahami program adiwiyata dapat berjalan dengan baik. Prosedur penelitian yang dilakukan adalah mengadopsi model penelitian tindakan kelas yang dikembangkan oleh Kemmis & Taggart (2000), dimana pada prinsipnya ada empat tahap kegiatan yaitu, perencanaan tindakan (planning), pelaksanaan tindakan (action), observasi dan evaluasi proses tindakan (observation and evaluation) dan melakukan refleksi (reflecting) dalam 2 siklus. Teknik Pengumpulan Data menggunakan metode obserevasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil dari penelitian ini adalah (1)Program adiwiyata dengan strategi “BUDI KELING” dapat meningkatkan kualitas SDN 03 Madiun Lor hal ini ditunjukkan adanya meningkatnya kekompakan warga sekolah, kerja sama antar anggota tim dan kelompok kerja, kepedulian warga sekolah akan kebersihan lingkungan, proses pembelajaran yang terintegrasi dengan lingkungan hidup. Selain itu juga adanya peningkatan prestasi akademik dan non akademik; (2) Kondisi SDN 03 Madiun Lor sesudah pelaksanaan program adiwiyata dengan sebelum pelaksanaan program adiwiyata menunjukkan kemajuan yang sangat positif. Hal ini bisa dilihat dari kondisi lingkungan sekolah yang ramah lingkungan dan sarana prasara pendukung pembelajaran yang semakin baik dan lengkap
Melalui Metode Bimbingan Diversity Of Student Strategy Guidance Learning Mampu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas XI-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 3 Magetan, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2018/2019.
Pembimbingan dengan cara pendekatan konvensioanal sudah dianggap tidak efektif serta menimbulkan kejenuhan di dalam kelas, oleh karena itu guru dituntut untuk selalu dan terus berupaya memperbaiki proses pengelolaan Bimbingan. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sarana termudah untuk meneliti, mengevaluasi dan menyempurnakan pengelolaan Bimbingan. Metode Bimbingan Diversity of Student Strategy Guidance Learning adalah strategi pengajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Hasil penelitian penerapan model ini terbukti signifikan : (1) Mengairahkan siswa untuk belajar, (2) Peningkatan aktivitas siswa, (3) Pemunculan prestasi yang meningkat. Secara keseluruhan hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan, baik aktivitas, kerjasama, maupun prestasi siswa. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian berikut : pada siklus I aktivitas siswa yang aktif 26,67% dan yang tidak aktif 73,34%. Lalu Dengan Metode Bimbingan Diversity of Student Strategy Guidance Learning yang baik 13,34 dan yang kurang 86,67%, serta hasil prestasi yang dicapai sebesar 63,34% pada siklus II aktivitas siswa yang aktif 40,00% dan yang tidak aktif 60,00%, Lalu Dengan Metode Bimbingan Diversity of Student Strategy Guidance Learning yang baik 36,67% dan yang Kurang 63,34%, serta hasil prestasi yang dicapai sebesar 63,60%. Pada siklus III aktivitas siswa yang aktif 80,00% dan yang tidak aktif 20,00%, Lalu Dengan Metode Bimbingan Diversity of Student Strategy Guidance Learning yang baik 94,00% dan yang Kurang 6,67% serta hasil prestasi yang dicapai sebesar 75,44%
Penerapan Metode Kooperatif Model Team Assisted Individualization Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas X.Il 1 SMKN 1 Wonoasri Kabupaten Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020
Untuk bisa mempelajari sesuatu dengan baik, kita perlu mendengar, melihat, mengajukan pertanyaan tentangnya, dan membahasnya dengan orang lain. Bukan Cuma itu, siswa perlu “mengerjakannya”, yakni menggambarkan sesuatu dengan cara mereka sendiri, menunjukkan contohnya, mencoba mempraktekkan keterampilan dan mengerjakan tugas yang menuntut pengetahuan yang telah mereka dapatkan. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a)Bagaimanakan peningkatan prestasi belajar siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization terhadap motivasi belajar siswa Kelas X.IL 2 SMKN 1 Wonoasri tahun pelajaran 2017/2018? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model Team Assisted Individualization. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas X.IL 2 SMKN 1 Wonoasri Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (66,67%), siklus II (75,00%), siklus III (87,50%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Team Assisted Individualization dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SMKN 1 Wonoasri, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif Bahasa Inggris
Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Tema 1 Muatan Pelajaran Matematika Materi Bilangan Pecahan Melalui Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Pada Siswa Kelas V B SDN 02 Mojorejo Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan motivasi dan hasil belajar siswa pada tema 1 muatan mata pelajaran matematika materi bilangan pecahan setelah diajarkan dengan model pembelajaran Two Stay Two Stray pada siswa kelas V B SDN 02 Mojorejo Kecamatan Taman Kota Madiun tahun pelajaran 2017/2018. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus, masing-masing terdiri dari dua pertemuan. Setiap siklus terdiri atas 4 tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa Kelas V B SDN 02 Mojorejo Kota Madiun yang berjumlah 32. Teknik pengumpulan data menggunakan tes dan nontes. Analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif kuantitatif dan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan : Penerapan medel pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan motivasi belajar tema 1 muatan pelajaran matematika materi bilangan pecahan pada siswa kelas V B SDN 02 Mojorejo Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan skor motivasi belajar siswa yang diproleh melalui observasi dengan menggunakan lembar observasi dari siklus I sebesar 79,90% kategori “cukup baik” menjadi 89,58% kategori “baik” pada siklus II. Dan meningkatkan hasil belajar siswa dengan dibuktikannya peningkatan hasil belajar disetiap siklusnya yaitu sebelum tindakan diperoleh nilai rata-rata hasil belajar 66,72 dengan ketuntasan belajar 37,50%, pada siklus I meningkat dengan rata-rata sebesar 73,83 ketuntasan belajar 56,25%, pada siklus II meningkat menjadi 85,69 ketuntasan belajar 93,75%.. Simpulan penelitian adalah penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar tema 1 muatan pelajaran matematika materi bilangan pecahan pada siswa kelas V B SDN 02 Mojorejo Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/201