Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Manfaat Model Pembelajaran Reliating Approach Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 20192020
Dengan Penggunaan Reliating Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Belajar dikaitkan dengan Konteks pengalaman kehidupan nyata) hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap ketrampilan Reliating Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang Mengembangkan Belajar dikaitkan dengan Konteks pengalaman kehidupan nyata), dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang ketrampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai ketrampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti Belajar jika belajar menggunakan ketrampilan Reliating Approach Learning dan ketrampilan proses, khususnya pada komponen ketrampilan proses melakukan pengamatan di mana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Reliating Approach Learning dalam Belajar Kompetensi Dasar dengan Topik Pembelajaran Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar. Penerapan Reliating Approach Learning dalam Belajar Pokok Bahasa Rumus Empiris dan Rumus Molekul pada Siswa Kelas X-IPA-2 Semester Ganjil di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus I dan siklus 2. Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil. 
Kemampuan Meningkatkan Aktifitas Belajar Pada Layanan Bimbingan Konseling Melalui Pendekatan Kooperatif Model Think-Pair-Share Dengan Authentic Assessment Pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 5 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran
Penelitian ini dilaksanakan dalam suatu siklus yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi serta refleksi. Metode pengumpulan data dengan observasi, dokumentasi serta tes. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dengan pendekatan model pembelajaran Think-Pair-Share dan Authentic Assessment yang ditunjukkan dari hasil belajar siswa yang mencapai ketuntasan belajar klasikal 88,12%. Pada Siklus I dua siswa yang mengalami kesulitan dalam mengerjakan soal dan menoleh kiri kanan untuk meminta jawaban dari teman. Dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa prosentasi siswa yang mencapai ketuntasan belajar rata-rata 20,5%, dua siswa kurang memahami materi, sehingga nilainya masih rendah. Pada Siklus II dari data yang diperoleh menunjukkan bahwa prosentase peningkatan prestasi belajar siswa rata-rata adalah 15%. Dari data hasil yang diperoleh dari tes siklus II dan satu siswa kurang memahami materi, sehingga nilai yang diperoleh masih rendah, bahkan tidak mengalami kenaikan. Pada Siklus III dari hasil tes akhir ini menunjukkan bahwa peningkatan prestasi belajar siswa jika dibandingkan dengan pada saat siklus ke II, rata-rata 11,5%. Dan satu siswa sudah mengalami peningkatan prestasi hasil tes sebesar 22,5%. Serta Pengajaran yang diberikan secara berulang-ulang dengan media kepada siswa terutama satu siswa dapat Mengupayakan prestasi belajarnya. Yang dapat disimpulkan Bahwa Prestasi belajar siswa yang diperoleh mengalami kenaikan rata-rata secara keseluruhan 12,36%dsalam setiap siklus subyek penelitian dalam mengerjakan soal siklus mengalami kenaikan. Dan data di atas hasil prestasi belajar yang diperoleh siswa pada awal siklus dan akhir siklus mengalami kenaikan sebesar 7,7%. Dari lima siswa, satu siswa mengalami kenaikan mencapai 60%, tetapi masih dibawah kurang (<75%). Sehingga dalam kegiatan Penelitian Tindakan Kelas ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil.
 
Peningkatan Keterampilan Tentang Persamaan Dan Fungsi Kuadrat Pada Mata Pelajaran Matematika Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas X TPM A SMK Negeri 1 Jenangan
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa untuk dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Mendeskripsikan persamaan dan fungsi kuadrat sangat rendah, yakni hanya 52,78% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 58,61. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Mendeskripsikan persamaan dan fungsi kuadrat. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan keterampilan Mendeskripsikan persamaan dan fungsi kuadrat melalui metode Elaborasi pada siswa Kelas X TPM A, SMK Negeri 1 Jenangan Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan keterampilan Matematika materi ajar Mendeskripsikan persamaan dan fungsi kuadrat ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 68,61; siklus II 73,06; dan siklus III 77,22. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 61,11%, siklus II meningkat menjadi 72,22%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 91,67%
Peningkatan Semangat Kerja Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Guru SDN 2 Caluk Kecamatan Slahung Semester Genap Tahun Pelajaran 2014/2015
Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolak ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupagaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Hasil dari pelaksanaan supervise komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui tahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan semangat kerja guru SDN 2 Caluk Kabupaten Ponorogo melalui Supervisi Komunikasi Administrasi pada Semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi KKG Di SDN Ngrukem Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo
Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SDN Ngrukem Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SDN Ngrukem Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,16 kategori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,67, kategori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 76,67 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,67, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 77,22 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,11 kategori “baik”
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Proses Pembelajaran Dengan Menerapkan Teknologi Informasi Dan Komunikasi Melalui Supervisi Akademik Di SD Negeri Sidomulyo 01 Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2019/2020
Kompetensi/kemampuan guru dalam menggunakan TIK masih rendah, sehingga dalam pelaksanaan prosespembelajaran menjadi kurang efektif dan efisien karena hanya cenderung melaksanankan tugas secara rutinitas dan mengenyampingkan kemajuan iptek pembelajaran. Hal ini tentu suatu kendala/ hambatan bagi guru dan ketercapaian tujuan sekolah. Untuk menjawab hal itu, penulis mencoba memberi solusi kepada guru-guru untuk menerapkan pembelajaran berbasis TIK dalam pembuatan perangkat pembelajaran seperti : silabus, RPP, alat peraga, teknik pengumpulan data, dan pembuatan instrumen-instrumen pembelajaran yang dibutuhkan guru dalam menyampaikan materi pembelajaran di kelas dan mengevaluasi pembelajaran yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (a) pengaruh Peningkatan Kompetensi Guru Menerapkan TIK Dalam Proses Pembelajaran Melalui Supervisi Akademik dan (b) aktivitas guru kelas dalam menggunakan media tekhnologi komunikasi informasi dalam belajar mengajar. Penelitian tindakan sekolah (PTS) inidilakukandengan dua siklus yang masing-masing siklusnya terdiri dari tahap (1) perencanaan, (2) pelaksanaan tindakan perbaikan, (3) observasi, dan (4) refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (a) terjadi peningkatan kompetensi guru dalam menerapkan TIK Melalui Supervisi Akademik Pada Guru SD Negeri Sidomulyo 01Kecamatan Pronojiwo Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2019/2020. Penilaian pada siklus 1 mencapai nilai rata-rata 68,2%, berada pada katagori cukup, dan hasil penilaian pada siklus kedua yang mencapai nilai rata-rata 83%, berada pada katagori sangat baik, dan (b) aktivitas guru dalam pelaksanaan pembelajaran pada siklus kedua lebih baik daripada pada saat siklus kesatu. Sehingga terjadi peningkatan yang signifikan dalam pelaksanaan supervisi akademik yang dilakukan di SD Negeri Sidomulyo 01 Tahun Pelajaran 2019/2020
Peningkatan Pemahaman Tentang Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Dengan Metode ISS (Information Search Strategy) SD Negeri 1 Kaponan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018
Penelitian ini berangkat dari masalah hasil belajar siswa yang belum mencapai KKM. Berdasarkan dari dokumentasi nilai hasil belajar siswa kelas V, diperoleh data sebanyak 42,1% dari jumlah 17 siswa mencapai KKM yang ditentukan yakni 70. Menurut data dalam pembelajaran bahwa metode pembelajaran yang kurang inovatif serta kurangnya media pendukung atau alat peraga sehingga berdampak kepada pemahaman siswa. Fokus masalah yang diteliti adalah bagaimana peningkatan pemahaman materi mempertahankan keutuhan NKRI dengan menggunakan metode ISS (Information Search Strategy) pada mata pelajaran PKn kelas V SD Negeri 1 Kaponan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018.Penelitian ini bertujuan untuk: 1) Untuk mengetahui penerapan metode ISS (Information Search Strategy) dalam materi mempertahankan keutuhan NKRI pada mata pelajaran PKn Kelas V di SD Negeri 1 Kaponan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018. 2) Untuk peningkatan pemahaman siswa materi mempertahankan keutuhan NKRI melalui metode ISS (Information Search Strategy) pada mata pelajaran PKn Kelas V di SD Negeri 1 Kaponan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2017/2018. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kurt Lewin dengan subjek penelitian 17 siswa dan tempat penelitian di SD Negeri 1 Kaponan. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus pembelajaran yang meliputi 4 tahap. Pada setiap siklus terdiri dari pelaksanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Pengumpulan data diperoleh melalui wawancara, observasi guru dan siswa, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode ISS (Information Search Strategy)dalam meningkatkan pemahaman materi mempertahankan keutuhan NKRI pada mata pelajaran PKn Kelas V di SD Negeri 1 Kaponan Kecamatan Mlarak dapat dikategorikan baik. Hal ini dibuktikan dengan perolehan observasi aktivitas guru dan siswa yang mengalami peningkatan dari siklus I ke siklus II, yakni dari observasi guru mendapat skor peningkatan dari 65,62 menjadi 85,22. Hal ini dibuktikan dari tahap pra siklus, siklus I maupun siklus II, yakni dari 64,73 menjadi 68,42 kemudian menjadi 86,84 dengan persentase masing-masing 42,1%, 63,15% dan 89,47%
Meningkatkan Prestasi Belajar Seni Musik Melalui Metode Creative Approach Pada Siswa Kelas IX-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Bangsal, Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2018/2019
Dengan penerapan metode Creative Approach (Pendekatan yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) sangat tepat dilakukan untuk pembelajaran Seni Musik dengan harapan dapat meningkatkan prestasi pada siswa. Hasil penelitian menunjukkan pada silus 1 prestasi belajar siswa secara rata-rata hasil presasi belajar siswa menujukkan 6,0 (660%) dari 32 siswa. Pada siklus 2 menunjukkan 6,40 (64%). Pada siklus 3 menunjukkan 6,5 (65%). Dan pada siklus 4 menunjukkan 87,26 (87%). Dimana standart ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Karena hal ini berada di atas standart ketuntasan, maka dinyatakan berhasil dan dapat diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan adanya pembelajaran Metode creative approach (pendekatan yang mengembangkan kreativitas siswa) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan siswa. dengan Metode creative approach (pendekatan yang mengembangkan kreativitas siswa) akan membantu, mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan Seni Musik tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu tugas yang diberikan harus dicek apakah dikerjakan atau belum. Segala usaha yang dilakukan itu adalah pada hakekatnya untuk membangkitkan minat belajar pada murid agar lebih bergairah belajarnya
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Teks Rekaman Percobaan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ponorogo
Pemahaman Konsep merupakan istilah lain dari prestasi yaitu penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengan nilai test atau angka nilai yang diberikan guru. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan. sangat rendah, yakni hanya 16 siswa dari 20 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,78. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi Peer Lessons. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan melalui metode Peer Lessons pada siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Indonesia materi ajar Memahami teks eksemplum, tanggapan kritis, tantangan, dan rekaman percobaan baik melalui lisan maupun tulisan.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 71,72; siklus II 75,16, dan siklus III 80,00. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 62,50%, siklus II meningkat menjadi 78,13%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Peningkatan Kemampuan Menghitung Volume Tabung Dengan Metode Demonstrasi Alat Peraga Visual Pada Pembelajaran Matematika Siswa Kelas VI SDN Tekung 02 Tekung Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019
Sebagai manifestasi peningkatan kemampuan profesionalisme guru sebagai pengajar, maka telah dikembangkan strategi pembelajaran kontekstual (matematika realistik) pada mata pelajaran Matematika. Strategi yang dilaksanakan adalah menghitung volume tabung dengan menerapkan metode demonstrasi alat peraga visual. Penelitian ini dilaksanakan melalui 2 siklus tindakan kelas, di SDN Tekung 02 kelas VI Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 20 anak pada mata pelajaran Matematika. Penggunakan bantuan media atau alat peraga visual , telah mampu meningkatkan kemampuan penguasaan siswa dalam menghitung volume bangun tersebut, karena efektifnya pembelajaran di siklus kedua. Pelaksanaan siklus kedua, telah mencapai penilaian otentik diatas kriteria penilaian yaitu dengan rataan penilaian keseluruhan aspek yang berkisar 85,05+4,49dan didukung rataan kelas hasil evaluasi belajar sebesar 82,00 dengan jumlah peserta didik yang tuntas adalah 19 anak (90%)