Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kreativitas Kerja Kelompok Siswa Dalam Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Pendekatan Kooperatif Model Jigsaw Pada Siswa Kelas V SD Negeri Tukum 01 Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2016/2017
Kreativitas kerja kelompok siswa SD Negeri Tukum 01 Kecamatan Tekung Lumajang masih sangat kurang pada mata pelajaran IPA. Perihal tersebut dikarenakan siswa belum paham tentang kerja kelompok yang sesungguhnya. Untuk mengatasi keadaan tersebut perlu dicari pendekatan pembelajaran yang tepat sehingga dapat meningkatkan kreativitas kerja kelompok siswa. Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kreativitas kerja kelompok siswa dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam setelah dilaksanakan pembelajaran dengan pendekatan kooperatif model jigsaw. penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V SD Negeri Tukum 01 Kecamatan Tekung Lumajang , Tahun Pelajaran 2016/2017. Hasil data diperoleh dari lembar observasi kegiatan pembelajaran dan angket untuk memperoleh potret respon siswa tentang penggunaan pendekatan kooperatif model jigsaw dalam kerja kelompok. Hasil analis didapatkan bahwa kreativitas kerja kelompok siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, Pada siklus 1 siswa mengajukan pertanyaan dengan lengkap sebanyak 10 siswa / 25% , siklus 2 (20 siswa / 50% , pada siklus I siswa yang mengemukakan gagasan 14 siswa / 35% , siklus 2 (24 siswa 60% , Pada siklus 1 siswa yang menyanggah gagasan 14 siswa / 35% ,dan pada siklus 2 ( 22 siswa / 55%
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Materi Perubahan Keruangan Dan Interaksi Antarruang Di Indonesia Dan Negara-Negara Asean Melalui Penerapan Model Pembelajaran Numbered Head Together Pada Siswa Kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun
Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah aktivitas dan hasil belajar siswa akan meningkatkan dengan menerapkan Model Pembelajaran tipe Numbered Head Together Pada Mata Pelajaran IPS di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian adalah Penelitian tindakan kelas ini dengan tahapan masing-masing siklus yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 28 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, dokumentasi dan tes. Validitas data yang digunakan yaitu, teknik triangulasi data. Triangulasi data disini dengan membandingkan hasil tes dengan hasil observasi yang telah dilakukan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan analisis data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukan bahwa secara umum Hasil belajar siswa kelas di kelas VIII-D SMP Negeri 1 Pujer Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam mata pelajaran IPS ditingkatkan dengan menggunakan model pembelajaran tipe Head Together pada pembelajaran. Pada observasi awal aktivitas belajar menunjukkan peningkatan dari 13 siswa atau 46,43% yang dinyatakan tuntas, pada siklus I meningkat menjadi 19 siswa atau 67,86% , dan pada siklus II meningkat menjadi 92,86% atau 26 siswa yang dinyatakan meningkat aktivitas belajarnya. Rata-rata nilai hasil belajar pada kondisi awal sebesar 55,00 pada siklus I menjadi 66,07 dan pada siklus II menjadi 77,14, dengan ketuntasan belajar dari 6 siswa (21,43%) pada kondisi awal, meningkat menjadi 17 siswa (60,71%) pada siklus I dan pada siklus II menjadi 25 siswa (89,29%). Dari perolehan angka-angka di atas dapat disimpulan bahwa pada siklus II, proses pelaksanaan perbaikan pembelajaran dinyatakan berhasil dan tuntas pada siklus II
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar PKn Materi Globalisasi Dengan Menggunakan Model Make A Match Pada Siswa Kelas VI SDN Ramban Kulon 1 Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso
Proses pembelajaran merupakan salah satu tahap yang sangat menentukan terhadap keberhasilan belajar siswa. Berhubungan dengan hal tersebut telah dilakukan banyak upaya oleh pemerintah dalam memacu dan meningkatkan kompetensi guru yang baik, sehingga mampu menciptakan pembelajaran yang berkualitas. Perbaikan ini bertujuan untuk: Untuk meningkatkan aktivitas belajar materi Globalisasi setelah diterapkan pembelajaran Model Make a match pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Ramban Kulon 1 Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2017/2018. Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah model skema spiral dari Hopkins (dalam Arikunto, 2006:94) dengan menggunakan empat fase yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil belajar materi Globalisasi meningkat setelah diterapkannya pembelajaran Model Make a match pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Ramban Kulon 1 Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2017/2018; Peningkatan hasil belajar tersebut didukung dengan nilai siswa di siklus 2 relative lebih baik daripada nilai siswa pada siklus 1
Peningkatan Kemampuan Guru TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi PKG
Salah satu setrategi pembelajaran yang diterapkan saat ini adalah pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM. Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku pengawas sekolah, selama ini para guru di TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan yang terdiri dari 3 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,33 kategori ”cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,67, kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 75,00 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,33, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 74,44 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,44 kategori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Pusat Kegiatan Gugus (PKG) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di TK Tunas Putra Desa Ketepung Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran
Peningkatan Hasil Belajar Menyimak Teks Seni Berbahasa Dan Teks Ilmiah Sederhana Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas XII APK 1 SMK Negeri 1 Bojonegoro
Fenomena yang terjadi di Kelas XII APK 1 diperoleh data rendahnya pemahaman konsep Menyimak Untuk Memahami Secara Kreatif Teks Seni Berbahasa dan Teks Ilmiah Sederhana, yakni 50,00% siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 64,71. Masalah ini perlu segera ditangani agar tidak menimbulkan akibat yang fatal pada siswa. Penerapan model pembelajaran Bowling Kampus, merupakan sebuah penawaran peneliti dalam memecahkan masalah dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menyimak Untuk Memahami Secara Kreatif Teks Seni Berbahasa dan Teks Ilmiah Sederhana. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Menyimak Untuk Memahami Secara Kreatif Teks Seni Berbahasa dan Teks Ilmiah Sederhana Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas XII APK 1 SMK Negeri 1 Bojonegoro Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan Model Pembelajaran Bowling Kampus dalam meningkatkan pemahaman konsep Bahasa Indonesia materi ajar Menyimak Untuk Memahami Secara Kreatif Teks Seni Berbahasa dan Teks Ilmiah Sederhana ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 72,97; siklus II 75,16, dan siklus III 80,31. Selain itu ditandai pula adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 65,63%, siklus II menjadi 78,13%, pada siklus III mencapai 96,88%
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Kepala Sekolah Di SMA Negeri 1 Ngoro Kabupaten Mojokerto
Dari hasil observasi di lapangan khususnya di Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Ngoro meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMA Negeri 1 Ngoro melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Berikut adalah data hasil penelitian : Siklus I: Rata-rata skor 142,75. Skor tertinggi 166. Skor terendah 122. Siklus II: Rata-rata skor 160,50. Skor tertinggi 180. Skor terendah 142. Siklus III: Rata-rata skor 179,25. Skor tertinggi 200. Skor terendah 164. Siklus IV: Rata-rata skor 202,75. Skor tertinggi 220. Skor terendah 180. Dari uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa Supervisi Akademik dengan Teknik Individual Conference (IC) dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan profesional guru
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Dengan Metode Index Card Match Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Materi Teks Tanggapan Kritis Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 2 Bulagi Selatan Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018
Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa hasil belajar siswa menunjukkan angka dimana masih sering di bawah Kriteria ketuntasan Minimum (KKM) yang telah ditetapkan di SMP Negeri 2 Bulagi Selatan yaitu 70. Sebagai pengantisipasi di atas dan untuk menumbuhkan interaksi guru dengan siswa secara efektif perlu diupayakan dengan menggunakan metode pembelajaran yang tepat. Karena dengan penerapan metode yang tepat nantinya akan membantu keberhasilan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, penerapan metode pembelajaran harus sesuai dengan materi yang disampaikan pada saat itu karena tidak ada suatu metode yang paling baik untuk semua materi. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di kelas IX SMP Negeri 2 Bulagi Selatan. Subyek dari penelitian ini adalah siswa Kelas IX. Waktu pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran tersebut selama Juli–Agustus 2017. Sedangkan jadwal pelaksanaan penelitian pada pembelajaran untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia. Berdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, diperoleh kesimpulan sebagai berikut : (1) Metode Index Card Match membuat siswa lebih bersemangat dan bermakna dalam pembelajaran Bahasa Indonesia. (2) Selama proses penelitian berlangsung, terjadi perubahan tingkah laku siswa ke arah positif. Hal ini dibuktikan dengan skor rata-rata aspek pengamatan yang selalu meningkat pada setiap pertemuan.Peningkatan pemahaman konsep terjadi sangat signifikan setiap siklusnya, hal tersebut dilihat dari kenaikan rata-rata nilai pretest yang semula 45,00 kemudian mengalami kenaikan pada siklus I dengan rata-rata 62,50 dan memperlihatkan kenaikan kembali pada siklus II dengan rata-rata sebanyak 82,50. Hal itu juga dapat dilihat dengan nilai ketuntasan klasikal pada setiap siklus yang bermula dari angka 25% menjadi 100% siswa dinyatakan tuntas belajar dalam materi Teks Tanggapan Kritis
Peranan Metode Active Knowledge Sharing Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Pada Siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 2 Madiun, Kota Madiun Pada Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode Active Knowledge Sharing Learning (Pembelajaran yang Mengembangkan Bertbagai Pengetahuan Secara Aktif Pada Siswa)? (b) Bagaimanakah pengaruh metode Active Knowledge Sharing Learning terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya metode Active Knowledge Sharing Learning. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode Active Knowledge Sharing Learning Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Ganjil di SMA Negeri 2 Madiun, Kota Madiun pada Tahun Pelajaran 2019/2020.. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (69,66%), siklus II (74,53%), siklus III (83,09%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan metode Active Knowledge Sharing Learning dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Ganjil di SMA Negeri 2 Madiun, Kota Madiun pada Tahun Pelajaran 2019/2020. serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggris. Sehingga dalam pelaksanaan Penelitian dapat dinyatakan Berhasil atau Tuntas
Peningkatan Kemampuan Mengapresiasikan Puisi Dengan Menggunakan Strategi Pemodelan Siswa Kelas V SDN Sukosari Kota Madiun Tahun Pelajaran 2016/2017
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Peningkatan proses pembelajaran mengapresiasikan puisi siswa kelas V SDN Sukosari Kota Madiun dengan menggunakan strategi pemodelan. 2) Hasil peningkatan pembelajaran mengapresiasikan puisi siswa kelas V SDN Sukosari Kota Madiun dengan menggunakan strategi pemodelan. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah siswa SDN Sukosari Madiun dengan jumlah 14 siswa tahun pelajaran 2016/2017 semester I. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi guna menilai aktivitas siswa dalam pembelajaran dan tes dalam menilai hasil belajar mengapresiasi puisi dengan menggunakan strategi pemodelan. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan laporan penelitian dengan menggunakan tabel, grafik dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada peningkatan aktifitas guru dan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran mengapresiasi puisi ketika guru menerapkan model pembelajaran strategi pemodelan yaitu pada siklus I aktifitas mengajar guru mendapat kategori cukup baik meningkat menjadi kategori baik pada siklus II, dan aktifitas belajar siswa pada siklus I mendapat kategori cukup aktif meningkat pada siklus II menjadi kategori sangat aktif. 2) Ada peningkatan hasil belajar siswa ketika guru menerapkan strategi pemodelan dalam pembelajaran mengapresiasi puisi. Hasil belajar mengapresiasi pusi pada siklus I nilai rata-rata adalah 76 dengan prosentase ketuntasan 71% meningkat menjadi 84 dengan ketuntasa 100% pada siklus II
Pengelolaan Pembelajaran PKn Melalui Metode Kerja Kelompok Indikator “Bentuk Kerjasama Asean” Kelas VI Semester II SDN Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Penggunaan metode mengajar yang sebagian besar dilakukan guru dengan mengedepankan peran guru. Hal ini menyebabkan anak kurang berperan sehingga akhirnya nilai yang diraih pun kurang dari yang diharapkan. Banyak metode mengajar yang dapat diterapkan dalam proses belajar mengajar. Salah satu diantaranya Kerja kelompok. Dengan pendekatan Kerja kelompok diharapkan anak dapat menggali dan menemukan pokok materi secara bersama-sama dalam kelompok atau secara individu. Sehingga akhirnya merasa senang dan materi yang dipelajari melekat dalam benaknya karena didapatkan melalui pengalamannya sendiri. Secara khusus penelitian ini diharapkan berhasil meningkatkan prestasi pembelajaran dilihat dari dimensi guru dan siswa dengan cara penerapan/ penggunaan pendekatan pembelajarn PKn yang relatif baru yaitu pendekatan Kerja kelompok Indikator “Bentuk Kerjasama Asean” pada siswa kelas VI Semester II SDN Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri. Berdasarkan data dan analisisnya maka ada peningkatan yang bermakna dalam prestasi belajar mata pelajaran PKn jika mendapat Metode Kerja kelompok. Hal ini disebabkan karena siswa dituntut untuk belajar lebih keras, dan dapat mengetahui kelemahan pemahamannya serta mendapatkan perbaikan dari temannya. Hasil penelitian terhadap 20 siswa Kelas VI Semester II SDN Bedug Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri menunjukkan bahwa Metode Kerja kelompok dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran PKn. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kelas, dimana untuk siklus 1 adalah 68.75 sedangkan untuk siklus 2 adalah sebesar 80.31