Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Sosiologi Materi Pokok Kelompok Sosial Dengan Menggunakan Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Pair Share (TPS) Bagi Siswa Kelas XI IPS2 Di SMANegeri 4 Pasuruan Semester Genap Tahun Pelajaran 2015/2016

    Full text link
    Terkait dengan upaya peningkatan motivasi dan hasil belajar, salah satu solusinya adalah pemilihan model pembelajaran yang tepat. Yaitu model yang mampu membuat seluruh siswa terlibat dalam suasana pembelajaran. Think Pair and Share adalah suatu model pembelajaran kooperatif yang memberi siswa waktu untuk berfikir dan merespon serta saling bantu satu sama lain. Adapun tujuan penelitian ini ialah, 1) untuk mengetahui perencanaan penerapan model Think Pair And Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Pasuruan semester genap tahun pelajaran 2015/2016, 2) untuk mengetahui hasil penerapan model Think Pair And Share untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Pasuruan semester genap tahun pelajaran 2015/2016. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang terdiri dari tiga siklus. Siklus I dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, (4X45 menit) dan siklus II juga dilakukan dalam dua kali pertemuan (4X45 menit). Tahapan pelaksanaan penelitian tindakan kelas meliputi perencanaan, pelaksanaan, Pengamatan, dan refleksi.Dari hasil analisa, menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran kooperatif dengan model Think Pair And Share dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Sosiologi kelas XI IPS 2 SMA Negeri 4 Pasuruan semester genap tahun pelajaran 2015/2016 telah dilaksanakan dengan baik dan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil penelitian yang menunjukkan adanya peningkatan dalam setiap pertemuan. Berdasarkan catatan peneliti selama penerapan model Think Pair And Share didapat perolehan observasi tekait hasil belajar siklus I mencapai 57%, siklus II mencapai 70% dan siklus III mencapai 93%

    Penerapan Metode Karya Wisata Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Pada Anak TK A TK Negeri Pembina Nganjuk Tahun 2017

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kemampuan anak dalam berbahasa khusunya berbicara yang kurang berkembang secara maksimal.Hal ini karena kurangnya variasi metode yang digunakan guru dalam pembelajaran berbahasa.Metode karyawisata merupakan cara pembelajaran yang membawa atau mengikut sertakan anak untuk mengunjungi suatu tempat diluar kelas secara langsung guna mempelajari, mengamati, suatu obyek secara langsung sesuai dengan keadaan yang sesungguhnya. Metode ini merupakan salah satu metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kemampuan berbahasa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh metode karya wisata terhadap kemampuan berbahasa pada anak TK A, TKNegeri Pembina Nganjuk Kec.Nganjuk Kab Nganjuk, tahun 2017.Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas dengan menggunakan metode karyawisata untuk mengembangkan kemampuan berbahasa anak dengan mengikuti alur pokok 2 siklus :siklus pertama merupakan identifikasi masalah, dilanjutkan alternative pemecahan masalah dan rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, kemudian diobservasidan dianalisa terakhir penulis akan melakukan refleksi, dan dilanjutkan pada siklus berikutnya.Penelitian ini dilaksanakan di TK Negeri Pembina Nganjuk Kab.Nganjuk, tahun 2018. Dari hasil analisis data dengan penerapan metode karyawisata sangat baik untuk metode pendidikan di TK Negeri Pembina Nganjuk ,Kab.Nganjuk, diperoleh hasil ketuntasan kemampuan berbahasa dari 15 anak diperoleh 13 anak telah mencapai ketuntasan kemampuan. Hal ini mencapai tingkat ketuntasan yaitu 86,67% melampaui tingkat ketuntasanyang diharapkan yaitu75%, karena pada umumnya anak usia TK gemar melihat langsung dan mendengarkan cerita yang disampaikan baik oleh guru, kakak maupun ibunya. Dan guru harus mampu mengupayakan ada nya interaksi dengan siswa, dengan demikian maka akan membiasakan anak berbicara, yang mana pada akhirnya akan membiasakan anak berani mengungkapkan fikiranya dengan bahasa

    Upaya Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar IPA Materi Cara Tumbuhan Beradaptasi Melalui Penerapan Metode Diskusi Kelompok Pada Siswa Kelas VI SDN 10 Sangkir Kecamatan Lubuk Basung

    Full text link
    Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 10 Sangkir Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam pada pembelajaran IPA dengan menggunakan metode diskusi kelompok. Jenis penelitian adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilakukan secara kolaboratif. siswa. Penelitian menggunakan model Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian dilaksanakan dalam dua siklus tindakan. Siklus I terdiri dari tiga pertemuan dan Siklus II dua pertemuan. Subjek penelitian adalah siswa kelas VI SD Negeri 10 Sangkir Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam yang berjumlah 14. Teknik pengumpulan data dengan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan teknik triangulasi Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Data yang diperoleh dari hasil observasi, dokumentasi dan tes dianalisis ke dalam bentuk deskripsi. Hasil penelitian membuktikan penggunaan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan minat siswa menunjukkan perolehan pada studi awal 5 siswa (35,71%) pada studi awal menjadi 9 siswa atau 64,29% pada siklus pertama dan 14 siswa atau 100%. Hal tersebut didukung pula oleh hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi 57,14 pada studi awal, menjadi 66,43 pada siklus pertama, dan pada siklus kedua meningkat menjadi 76,43 sedangkan tingkat ketuntasan belajar baru mencapai angka 4 siswa atau 28,57% pada kondisi awal, meningkat menjadi 6 siswa atau 42,86% dan 13 siswa atau 92,86% pada siklus kedua dan secara keseluruhan semua kriteria keberhasilan pembelajaran telah tercapai pada siklus kedua. Kesimpulannya adalah penggunaan metode diskusi kelompok dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas VI SD Negeri 10 Sangkir Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022 pada pelajaran IPA materi cara tumbuhan beradaptasi

    Kinerja Guru PAI Dalam Menanamkan Aqidah Peserta Didik Kelas Rendah Di SDN Gugus VI Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam

    Full text link
    Penelitian ini mengkaji tentang kinerja guru PAI dalam menanamkan aqidah peserta didik kelas rendah di SDN Gugus VI kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan membahas tentang: kinerja guru PAI dalam menanamkan aqidah peserta didik kepada Allah SWT, dan aqidah peserta didik kepada Malaikat serta aqidah peserta didik kepada hari akhir di kelas rendah SDN gugus VI Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Penelitian dilaksanakan di 1) SD Negeri 52 Sago Kecamatan Lubuk Basung, 2) SD Negeri 24 Sungai Jaring Kecamatan Lubuk Basung, 3) SD Negeri 50 Padang Tongga Kecamatan Lubuk Basung, 4) SD Negeri 44 Padang Mardani Kecamatan Lubuk Basung. Sumber data yang digunakan  terdiri dari data primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Data dianalisis dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa: 1)  kinerja guru PAI dalam menanamkan aqidah kepada Allah SWT dengan menerangkan kepada peserta didik bahwa, a) Mengajarkan kepada peserta didik bahwa Allah SWT yang patut disembah; b) Menjelaskan kepada peserta didik bahwa Allah SWT yang menciptakan segala sesuatu yang ada dibumi ini tanpa bantuan siapapun; c) dan Mengajarkan kepada peserta didik bahwa semua yang diciptakan Allah SWT dibumi ini untuk kemaslahatan manusia. 2) Kinerja guru PAI dalam menanamkan aqidah kepada malaikat dengan, a) mengajarkan tentang sifat-sifat malaikat Allah SWT, b) meneladani sifat-sifat malaikat Allah SWT, c) Mengajarkan kepada peserta didik tentang tugas-tugas dari malaikat Allah SWT. 3) Kinerja guru PAI dalam menanamkan aqidah peserta didik kepada hari akhir dengan, a) menerangkan nama-nama lain dari hari akhir, b) menerangkan keadaan atau kondisi manusia dan dunia ini pada hari kiamat, dan c) menerangkan bahwa suatu hari ada pembalasan bagi setiap amal perbuatan yang telah diperbuat selama di dunia

    Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi MGMP Di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan

    Full text link
    Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di SMK Ma’arif Darus Sholihin Magetan agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran

    Implementasi Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) Dapat Meningkatkan Prestasi Matematika Materi Fungsi Kuadrat Pada Siswa Kelas IX B Di SMP Negeri 5 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020

    Full text link
    Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan  prestasi belajar Matematika materi fungsi kuadrat pada Siswa  Kelas IX B, SMP Negeri 5 Ngawi Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui penerapan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan  prestasi belajar Matematika materi fungsi kuadrat pada Siswa Kelas IX B, SMP Negeri 5 Ngawi Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 5 Ngawi, Kabupaten Ngawi. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Penggunaan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) dapat meningkatkan  prestasi belajar Matematika materi fungsi kuadrat pada Siswa  Kelas IX B, SMP Negeri 5 Ngawi, Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya rata-rata hasil belajar siswa terhadap materi yang disampaikan guru (rata-rata hasil evaluasi belajar siswa meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (70,31), (81,41), dan (87,97), sedangkan prosentase ketuntasan secara klasikal belajar siswa meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (68,75 %), (81,25 %), dan (90,63 %). Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal tercapai

    Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Teks Fungsional Pendek Tentang Advertisement Melalui Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Dengan Media Gambar Pada Siswa Kelas XII-TKRO-2 SMK Negeri 3 Bondowoso Semester 1

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran teks fungsional pendek tentang advertisementpada siswa kelas XII-TKRO-2 SMK Negeri 3 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini diadakan karena pembelajaran teks fungsional pendek tentang advertisement pada siswa kelas XII-TKRO-2 SMK Negeri 3 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 masih tergolong kurang. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII-TKRO-2 SMK Negeri 3 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 31 siswa. Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Prosedur pelaksanaan tindakan dan implementasi di lokasi penelitian terbagi dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu: perencanaan (planning), pelaksanaan tindakan (acting), observasi (observing) dan refleksi (reflecting) dan dilaksanakan dalam 3 pertemuan. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, pengamatan, dan dokumentasi kegiatan pembelajaran. Analisis dilakukan dengan teknik analisis data kualitatif dan teknik analisis data kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan model pembelajaran picture and picture dengan media gambar mampu meningkatkan keterampilan siswa dalam menulis advertisement. Hal tersebut di atas dapat dibuktikan dengan peningkatan aktivitas belajar siswa, yaitu pada kondisi awal aktivitas belajar siswa sebesar 32,26% atau 10 siswa, pada siklus I menjadi 67,74% atau 21 siswa, dan pada siklus II menjadi 100% atau 31 siswa. Ketuntasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan dari kondisi awal siswa yang tuntas sebanyak 8 siswa (25,81%) pada siklus I menjadi 18 siswa (58,06%) dan pada siklus II jumlah siswa yang tuntas menjadi 28 siswa (90,32%), dengan nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 56,77, pada siklus I menjadi 66,45, dan pada siklus II rata-rata nilai hasil belajar siswa menjadi 77,10. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Picture And Picture dengan Media Gambar dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas XII-TKRO-2 SMK Negeri 3 Bondowoso Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 pada materi teks fungsional pendek tentang advertisement

    Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) Dengan Pendekatan Saintifik Untukmeningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Kimia Siswa Kelas XII-MIPA-3 SMA Negeri 1 Tapensemester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar kimia dan aktivitas siswa dalam pembelajaran melalui Penerapan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Pendekatan Saintifik di kelas XII-MIPA-3SMA Negeri 1 Tapen. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan subjek penelitian seluruh kelas XII-MIPA-3SMA Negeri 1 Tapen tahun pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 27 siswa terdiri dari 12 siswa putra dan 15 siswa putri. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes dan non tes, yang terdiri dari posttest dan lembar observasi. Data diolah dengan menggunakan teknik analisis kuantitatif sederhana yaitu nilai rata-rata, persentase daya serap, ketuntasan belajar, dan rata-rata skor observer. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pembelajaran kimia dengan menggunakan Model Kooperatif Tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan hasil belajar dan keaktifan siswa. Penerapan Metode Teams Games Tournament (TGT) yang divariasikan dengan mengerjakan lembar kerja dalam pembelajaran mampu meningkatkan keaktifan belajar siswa dari 37,04% (10 siswa) pada kondisi awal, meningkat menjadi 18 siswa (66,67%) pada siklus I, dan pada akhir pelaksanaan pembelajaran siklus II meningkat menjadi 25 siswa atau 92,59%. Kerja sama antar kelompok dalam diskusi mampu memotivasi siswa dalam pembelajaran sehingga dapat  meningkatkan prestasi belajar yang ditunjukkan dengan peningkatan nilai rata-rata prestasi belajar yang terus meningkat. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan perolehan nilai rata-rata prestasi belajar dari 56,67 pada prasiklus, meningkat menjadi 68,52 pada siklus I, dan pada akhir siklus II meningkat menjadi 78,15 dengan tingkat ketuntasan belajar dari 7 siswa (25,93%) pada prasiklus, menjadi 17 siswa (62,96%) pada siklus I, dan menjadi 24 siswa (88,89%) pada siklus II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan model kooperatif tipe Team Games Tournament (TGT) dengan Pendekatan Saintifik dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas XII-MIPA-3SMA Negeri 1 Tapen tahun pelajaran 2019/2020

    Peningkatan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Dengan Materi Pelajaran Peninggalan Hindu Di Indonesia Melalui Metode Demonstrasi Pada Siswa Kelas V Semester Ganjil Di SD Negeri Losari 2 Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020.

    Full text link
    Dalam mencapai Tujuan Pembelajaran Khusus pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial di Sekolah Dasar, khususnya di SD Negeri Losari 2 Kecamatan Tulakan, Kabupaten Pacitan masih banyak mengalami kesulitan. Hal ini terlihat dari masih rendahnya nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial  dibandingkan dengan nilai beberapa mata pelajaran lainnya. Oleh sebab itu penggunaan metode pembelajaran dirasa sangat penting untuk membantu siswa dalam memahami konsep-konsep Ilmu Pengetahuan Sosial. Dengan penerapan Metode Demonstrasi maka Pada Siklus I data nilai ulangan harian dimana dalam proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 61,52 (61,52%) dari 17 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 0 siswa dengan prosentase 0 % dan yang tidak tuntas sebanyak 17 siswa dengan tingkat prosentase 100 %. Pada Siklus II data nilai ulangan harian dimana dalam proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 68,47 ( 68,47%) dari 17 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 21 siswa dengan prosentase 64,70 % dan yang tidak tuntas sebanyak 9 siswa dengan tingkat prosentase 41,17%. Pada Siklus ke III nilai ulangan harian dimana dalam proses pembelajaran menunjukkan nilai rata-rata yang dicapai 86,52 (86,52%) dari 17 siswa. Sedangkan siswa yang tuntas belajar sebanyak 15 siswa dengan tingkat prosentase 100%. Akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Hal inilah yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa dengan adanya efektivitas belajar tersebut siswa akan memperoleh prestasi atau nilai yang baik. Jadi dengan demikian metode pemberian pembelajaran Pembelajaran Demonstrasi itu lebih tepat diterapkan pada semua mata pelajaran

    Pelaksanaan Supervisi Akademik Kepala Sekolah Sebagai Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Melaksanakan Program BDR (Belajar Dari Rumah) Di SDN 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021

    Full text link
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami guru di SD Negeri 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat terhadap pelaksanaan program BDR (Belajar Dari Rumah) yang dicetuskan pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran virus Covid-19 di sekolah. Oleh sebab itu, peneliti melaksanakan kegiatan supervisi akademik guna meningkatkan keterampilan mengajar guru dalam melaksanakan program BDR. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dan dilaksanakan di SD Negeri 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat. Subjek Penelitian dalam penelitian ini adalah seluruh guru yang berjumlah 10 guru. Penelitian tindakan ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik observasi kegiatan pembelajaran dan catatan lapangan. Instrumen yang digunakan adalah lembar observasi yang telah valid dan reliabel. Analisis data yang dilakukan adalah analisis data kuantitatif dan kualitatif terhadap hasil observasi kegiatan guru selama proses belajar mengajar. Observasi dikembangkan dari instrumen BDR oleh Kemendikbud. Penerapan supervisi akademik yang telah dilakukan oleh peneliti mampu meningkatkan keterampilan guru dalam melaksanakan program BDR di SD Negeri 29 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Peningkatan kemampuan guru  dalam penyusunan program BDR (belajar dari rumah) secara individu meningkat pada setiap siklusnya. Pada kondisi awal tidak ada satupun guru yang dinyatakan mampu menyusun program BDR (belajar dari rumah) dengan baik, pada siklus pertama meningkat menjadi 6 orang guru atau 60%, dan 100% atau semua guru dinyatakan mampu program BDR (belajar dari rumah) dengan baik pada siklus kedua

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇