Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di TK Putra Harapan Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan

    Get PDF
    Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi  pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja TK Putra Harapan Desa Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi oleh Pengawas Sekolah pada Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan komunikasi administrasi dalam meningkatkan semangat kerja guru dasar ini ditandai terjadinya peningkatan skor hasil angket berupa  kenaikan nilai rerata (Mean), mulai siklus pertama sampai siklus ketiga atau putaran terakhir; yaitu : pada siklus I nilai rerata mencapai 107,25; siklus II nilai rerata mencapai 128,5 berarti terjadi peningkatan sebesar 21,25; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 163,50 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 35,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I  sebesar 25,00%, siklus II sebesar 50,00% dan akhirnya pada siklus III sebesar 75,00%

    Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas X Jasa Boga 1 SMK Negeri 2 Bondowoso Melalui Penerapan Metode Pembelajaran Examples Non Examples Pada Mata Pelajaran Pengetahuan Bahan Makanan

    Get PDF
    SMK Negeri 2 Bondowoso merupakan sekolah kejuruan yang memiliki beberapa program keahlian yang membekali siswa dengan pengetahuan, keahlian dan ketrampilan sehingga lulusan siap terjun di dunia kerja. Salah satu program keahlian di SMK Negeri 2 Bondowoso yaitu program keahlian tata boga. Progam keahlian Tata Boga merupakan salah satu program keahlian disekolah menengah kejuruan yang membekali siswa dengan keterampilan, pengetahuan dan sikap kerja agar kompeten dalam bidang Boga. Pengetahuan bahan makanan merupakan mata pelajaran teori dan praktek yang diajarkan pada Jurusan Tata Boga di SMK Negeri 2 Bondowoso mata pelajaran Pengetahuan bahan makanan diajarkan pada smester ganjil dan genap di kelas X Tata Boga. Berdasarkan batasan masalah diatas maka dirumuskan permasalahan penelitian yaitu: Apakah metode pembelajaran Examples Non Examples dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran pengetahuan bahan makanan kelas X Jasa Boga 1 di SMK Negeri 2 Bondowoso? Berdasarkan data hasil penelitian tindakan kelas mulai dari pra siklus, Siklus I dan Siklus II maka dapat disimpulan kalau penggunaan metode Examples and Non exampl dapat meningkat hasil belajar pelajaran produktif pengetahuan bahan makanan , hal ini dapat dilihat dari data sebagai berikut: Ketuntasan Belajar, Pada pra siklus besarnya ketuntasan belajar siswa sebesar 48.39%, pada siklus I megalami peningkatan menjadi 74.19%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 87.10% Daya Serap siswa, Pada pra siklus besarnya daya serap siswa sebesar 65.32%, pada siklus I megalami peningkatan menjadi 69.68%, sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 79.19%

    Penerapan Metode Role Playing Pada Mata Pelajaran Paisiswa Kelas V SD Negeri Kedunggalar 4 Kabupaten Ngawi Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses pelaksanaan metode role playing dalam meningkatkan kemampuan memahami materi Sejarah Kebudayaan Islam siswa kelas VSD Negeri Kedunggalar 4 tahun pelajaran 2018/2019? Dan bagaimana penerapan metode role playing pada mata pelajaran PAI pokok bahasan Sejarah Kebudayaan Islampada siswa kelas V SD Negeri Kedunggalar 4 Tahun Pelajaran 2018/2019? Adapun tujuan penelitian dalam hal ini adalah: 1) Untuk meningkatkan kemampuan memahami dan meneladani materi Sejarah Kebudayaan Islamsiswa kelas V SD Negeri Kedunggalar 4 tahun pelajaran 2018-2019 2) Untuk mengetahui hasil penerapan metode Role Playing pada pelajaran PAI pokok bahasan Sejarah Kebudayaan Islampada siswa kelas V SD Negeri Kedunggalar 4 Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan penelitian jenis tindakan kelas. Adapun tekhnik pengumpulan datanya menggunakan tes, observasi, dokumentasi, catatan lapangan, dan wawancara. Tes digunakan untuk memperoleh data tentang hasil belajar siswa kelas VSD Negeri Kedunggalar 4 Tahun Pelajaran 2018/2019. Sedangkan observasi, catatan lapangan, wawancara, dan dokumentasi digunakan untuk menggali data tentang pembelajaran PAI, respon siswa, keadaan siswa, guru dan karyawan, serta sejarah, sarana dan prasarana sekolah. Berdasarkan hasil analisis data pada hasil tes belajar sebelum prasiklus sebesar 58%, pada siklus 1 sebesar 65%, siklus 2 76% dan pada siklus 3 sebesar 89%. Hasil ini menunjukkan penerapan metode role playing dapat meningkatkan kemampuan memahami materi Sejarah Kebudayaan Islampada siswa kelas VSD Negeri Kedunggalar 4  tahun pelajaran 2018/2019

    Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi MGMP Di SMP Negeri 2 Pacitan

    Get PDF
    Pelaksanaan sistem kurikulum nasional yang sentralistik telah menghasilkan perilaku kognitif siswa yang kurang fleksibel. Siswa merasa lebih aman dan cenderung terikat pada apa yang telah ada, pikiran mereka kurang berkembang dan cenderung kurang suka pada sesuatu yang baru. Praktik-praktik pendidikan yang dikembangkan kelihatannya lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif, menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan. Akhirnya kompetensi belajar kurang berkembang secara optimal. Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut  adalah pembelajaran dengan pendekatan Paikem.Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini  para guru di SMP Negeri 2 Pacitan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali  pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SMP Negeri 2 Pacitan yang terdiri dari 16 orang guru.  Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori baik, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori cukup sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori baik

    Penerapan Pembelajaran The Power Of Two Guna Meningkatkan Kefahaman Tentang Pemerintahan Desa Dan Pemerintahan Kecamatan Dalam Proses Belajar Pendidikan Pada Siswa Kelas IV Semester I SDN Ringinsari 2 Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran

    Get PDF
    Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran The Power Of Two berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran The Power Of Two? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Metode The Power Of Two terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran The Power Of Two. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil tes formatif siklus I : nilai rata-rata siswa adalah 75.00 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 85.42 dengan nilai terendah 80 dan nilai tertinggi 100. Dari siklus II ini dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran telah berhasil mencapai apa yang sudah ditargetkan. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapkan, yaitu adanya peningkatan prestasi pembelajaran yang ditunjukkan dengan peningkatan prestasi siswa secara menyeluruh. Simpulan dari penelitian ini adalah metode The Power Of Two dapat berpengaruh positif terhadap proses belajar siswa, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Kewarganegaraan

    Peningkatan Kreativitas Guru Dan Keterampilan Mengajar Melalui Supervisi Klinis Di KKG Gugus Permata Hati Kecamatan Rowokangkung

    Get PDF
    Serangkaian potret pembelajaran yang dilakukan KKG Gugus Permata Hati Kecamatan Rowokangkung dapat dimaknai bahwa persoalan mendasar yang perlu mendapatkan perhatian adalah peningkatan kreatifitas guru dan keterampilan mengajar agar guru-guru dapat mendesain aktivitas pembelajaran secara bermakna yang menempatkan peserta didik sebagai pengonsumsi gagasan. Kenyataan dilapangan masih jauh dari harapan atau belum sepenuhnya komponen itu dilaksanakan. Maka peneliti berupaya melakukan perbaikan dalam rangka peningkatan kreatifitas guru dan ketrampilan mengajar melalui kegiatan supervisi khususnya supervisi klinis. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan selama dua siklus hasil seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut ini. 1. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis. Berdasarkan hasil penilaian ketrampilan mengajar guru, diperoleh Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis dalam setiap siklus mengalami peningkatan. Hal ini berdampak positif terhadap kreativitas guru untuk meningkatkan ketrampilan mengajarnya terbukti  dengan meningkatnya ketrampilan mengajar guru pada setiap siklus yang terus mengalami peningkatan. 2. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis pada Siklus I sudah tampak hasil penilaian dalam kegiatan supervisi klinis pada kreativitas  ketrampilan mengajar guru pada siklus I rata - rata yaitu 70 dengan katogore cukup. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pada siklus pertama secara klasikal kegiatan pembelajaran melalui supervisi klinis belum tuntas, karena guru dalam kreatifitas ketrampilan memngajar yang memperoleh nilai >55 hanya sebesar 80% lebih kecil dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%. 3. Kreativitas Guru dalam Keterampikan Mengajar melalui Supervisi Klinis pada Siklus II adanya peningkatan yang signifikan. Hasil penilaian tersebut menunjukkan bahwa pada siklus II secara klasikal kegiatan pembelajaran melalui supervisi klinis sudah tuntas, karena guru dalam kreatifitas ketrampilan mengajar yang memperoleh nilai >55 sebesar 100% lebih besar dari persentase ketuntasan yang dikehendaki yaitu sebesar 85%

    Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Materi Siklus Makhluk Hidup Melalui Metode Bekerja Berpasangan Pada Siswa Kelas IV SD Negeri Jatigembol 2 Kedunggalar Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Sampai saat ini dalam pembelajaran IPA siswa hanya bisa menghafal konsep yang dipelajarinya, tetapi siswa kurang mampu untuk menghubungkan antara apa yang mereka pelajari dengan bagaimana pengetahuan tersebut akan dimanfaatkan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: Apakah dengan diterapkannya metode Bekerja Berpasangan dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi siklus makhluk hidup. Adapun Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan belajar melalui metode Bekerja Berpasangan adalah membantu siswa dalam kegiatan belajar agar bisa berfikir secara cepat dan melatih ketelitian, kecerdasan serta kecermatan dengan waktu yang  di tentukan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan siklus berdaur, yaitu siklus di ulangi jika tujuan yang dirumuskan belum dicapai secara optimal. Setiap siklus pembelajaran terdiri dari empat tahapan: (1) perencanaan, (2) Pelaksanaan,(3) Pengamatan (observastion), dan (4) Refleksi. Hasil penelitian menunjukan bahwa pembelajaran IPA melalui penggunaan metode Bekerja Berpasangan ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa, pada setiap tindakan mengalami peningkatan yang cukup baik sehingga hasil belajar siswa meningkat yaitu pada siklus I Peserta didik yang tuntas mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 18 orang siswa atau sebanyak 59,4% sedangkan Peserta didik yang belum mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) sebanyak 17 orang siswa atau sebanyak 40,6%. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan hasil belajar siswa yaitu sebanyak 27 siswa atau sebesar 89,1% tuntas dan sebanyak 8 siswa atau sebesar 9,9% belum tuntas. Dengan demikian, penggunaan metode Bekerja Berpasangan sangat menunjang terhadap hasil belajar siswa pada materi siklus makhluk hidup di kelas IV SD Negeri Jatigembol 2 KedunggalarTahunPelajaran 2018/2019

    Peningkatan Hasil Dan Aktivitas Belajar Siswa Kelas VI Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Discovery Learning Di SDN 02 Pangongangan Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalkah untuk mengetahui adanya (1) peningkatan hasil belajar matemaika ketika guru menerapkan model pembelajaran discovery learning di kelas VI SDN 02 Pangongangan tahun pelajaran 2018/2019; (2) peningkatan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran matematka ketika guru menerapkan model pembelajaran discovery learning di kelas VI SDN 02 Pangongangan tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang terdiri dai 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Subjek penelitian ini dalah siswa kelas VI SDN 02 Pangongangan dengan jumlah 23 siswa tahun pelajaran 2018/2019 semester I. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi aktivitas belajar siswa dan tes untuk menilai adanya peningkatan hasil belajar matematika menggunakan model pembelajaran discovery learning.  Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan laporan penelitian dengan menggunakan tabel, grafik dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa  (1) Ada peningkatan hasil belajar siswa ketika guru menerapkan model pembelajaran discovery learning dalam mata pelajaran Matematika kelas VI di SDN 02 Pangongangan Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil belajar siswa pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh yaitu 69,58, pada siklus II meningkat menjadi 84,58 dengan ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan yang semula 58,33% pada siklus I meningkat menjadi 91,67% pada siklus II. (2) Ada peningkatan aktivitas belajar siswa dalam pembelajaran mata pelajaran Matematika ketika guru menerapkan model pembelajaran discovery learning dalam mata pelajaran Matematika kelas VI di SDN 02 Pangongangan Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan rata-rata penilaian pada siklus I 74,79 meningkat menjadi 87,08

    Peningkatan Hasil Belajar Melaporkan Hasil Wawancara Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas IV SDN Mojoruntut 2 Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo

    Get PDF
    Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa pemahaman konsep siswa dalam mata pelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada kompetensi dasar Melaporkan hasil wawancara. sangat rendah, yakni hanya 10 siswa dari 20 siswa yang dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 55,75. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Peer Lessons diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam Melaporkan hasil wawancara. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep Melaporkan hasil wawancara melalui metode Peer Lessons pada siswa. Peranan Strategi Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep  mata pelajaran Bahasa Indonesia materi ajar Melaporkan hasil wawancara.ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 72,25; siklus  II 75,25, dan siklus III 80,50. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 65,00%, siklus II meningkat menjadi 75,00%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100% Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan strategi Peer Lessons dalam proses pembelajaran dapat meningkatan pemahaman konsep mata pelajaran Bahasa Indonesia pada materi ajar Melaporkan hasil wawancara

    Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Materi Bentuk Kerjasama Asean Melalui Pembelajaran Metode Card Short Siswa Kelas VI Semester II SDN Sonorejo 2 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah pembelajaran Card Short berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b)  Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran Card Short? Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkap pengaruh metode pembelajaran Card Short terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya media pembelajaran Card Short. Dari hasil penelitian ini dapat diketahui bahwa metode pembelajaran Card Short dapat meningkatkan prestasi belajar khususnya dalam pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan materi Bentuk Kerjasama Asean pada siswa Kelas VI Semester II SDN Sonorejo 2 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini bisa dilihat dari ketuntasan Siklus I 65.63% siklus II  90.63%,  siklus III 100%.  Berdasarkan kesimpulan diatas maka disarankan agar prestasi Pendidikan Kewarganegaraan terus meningkat disarankan melalui metode pembelajaran Card Short kepada sisw

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇