Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Memelihara Dokumen Dan Koleksi Benda Berharga Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas II SDN 1 Karangpatihan Kecamatan Balong
Penguasaan konsep memelihara dokumen dan koleksi benda berharga bagi siswa Kelas II pada semester I diharapkan telah menguasai materi ajar dan diharapkan memiliki nilai yang tinggi. Sehingga jika timbul hal-hal yang tidak sesuai dengan harapan harus segera dicarikan cara pemecahan. Permasalahan yang muncul di Kelas II SDN 1 Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo adalah siswa kurang menguasai konsep Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 50,00% siswa Kelas II SDN 1 Karangpatihan Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo belum memahami konsep Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,75 dan 50,00% siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75, serta adanya data hasil observasi bahwa siswa terlalu menganggap remeh terhadap pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan penerapan model Olah Pikir Sejoli (OPS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 35 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Memelihara dokumen dan koleksi benda berharga dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 72,50, siklus II 75,00, dan siklus III 83,75. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 50,00%, siklus II 75,00% dan siklus III 100%
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Tes Hasil Belajar Akhir Semester Genap Melalui Workshop Di SMP Negeri 1 Kecamatan Slahung Tahun Pelajaran 2019/2020
Kenyataan yang terjadi di sekolah bahwa guru jarang menyusun soal, biasanya mempergunakan soal yang sudah ada, tinggal menyesuaikan dengan pokok bahasan yang diajarkan. Keadaan seperti ini juga terjadi di SMP Negeri 1 Slahung KabupatenPonorogo, sehingga sering terjadi tidak tepat antara bahan ajar dengan tes pada semester bersangkutan. Di sisi lain guru sebagian besar belum biasa menyusun tes, sehingga sering mencari dari beberapa kumpulan soal yang sudah ada ( bank soal). Berdasarkan pemikiran tersebut maka peneliti bertujuan untuk menjawab bagaimana upaya meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun tes hasil belajar akhir semester II melalui workshop SMP Negeri 1 Slahung Tahun pelajaran 2019/2020?. Penelitian ini dilaksanakan melalui workshop menyusun tes dengan jumlah guru 31 orang guru yang diikutkan dalam workshop di SMP Negeri 1 Slahung Tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus. Untuk mengetahui aktivitas guru dalam bekerja maka peneliti melengkapi dengan panduan observasi yang meliputi : 1. Silabus, 2.RPP, 3 Buku pegangan, dan 4. format kisi-kisites. Dari hasil penelitian yang dilaksanakan melalui workshop maka peneliti dapat menyimpulkan bahwa kompetensi guru SMP Negeri 1 Slahung Tahun pelajaran 2019/2020 dalam menyusun tes hasil belajar akhir semester genap menjadi meningkat. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil observasi pada siklus I diketahui bahwa dari 31 guru SMP Negeri 1 Slahung terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 17, pada aspek kaidah penulisan soal 11; dan pada kesesuaian materi terdapat 7 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 35, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 14 atau (46%), pada aspek kaidah penulisan soal 20 atau (62%); dan pada kesesuaian materi terdapat 24 atau (72%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 58 atau (62%). Pada Siklus II diketahui terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 3, pada aspek kaidah penulisan soal 0; dan pada kesesuaian materi terdapat 0 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 3, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 28 atau (88%), pada aspek kaidah penulisan soal 31 atau (100%); dan pada kesesuaian materi terdapat 31 atau (100%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 90 atau (94%)
Peningkatan Kinerja Guru Dalam Pembelajaran Di Kelas Melalui Supervisi Edukatif Kolaboratif Secara Periodik Di SDN Teguhan 02 Tahun Pelajaran 2018/2019
Tujuan Penelitian adalah mendeskripsikan langkah-langkah supervisi edukatif kolaboratif secara periodik untuk meningkatkan kinerja guru dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, menilai prestasi belajar , dan melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa di SDN Teguhan 02 Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan 2 siklus yang terdiri dai 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini dalah guru SDN Teguhan 02 Kabupaten Madiun dengan jumlah 6 orang guru. Teknik pengumpulan data terdiri atas empat kegiatan pokok yakni pengumpulan data awal, data hasil analisis setiap akhir siklus, serta tanggapan lain dari guru terhadap pelaksanaan supervisi edukatif model kolaboratif. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan laporan penelitian dengan menggunakan tabel, grafik dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui supervisi edukatif kolaboratif secara periodik dapat meningkatkan kinerja guru SDN Teguhan 02 terbukti dengan adanya : (1) peningkatan guru dalam menyusun rencana pembelajaran nilai rata-rata keberhasilan dalam merencanakan pembelajaran sebesar 71,98 % meningkat menjadi 100%. (2) peningkatan guru dalam melaksanakan pembelajaran terbukti dengan meningkatnya nilai rata-rata keberhasilan melaksanakan pembelajaran dari 72,44 % meningkat menjadi 93,81 %. (3) peningkatan guru dalam menilai prestasi belajar siswa yaitu nilai keberhasilan sebesar 81,3 % meningkat menjadi 90.56 %, (4) .peningkatan guru dalam melaksanakan tindak lanjut penilaian prestasi belajar siswa yaitu nilai keberhasilan sebesar 59,76 % meningkat menjadi 90.56 %
“WEBEGIN” : Webinar Beasiswa Perguruan Tinggi Dan Informasi Sebagai Bentuk Kolaborasi Elemen Pendidikan Mensukseskan Mbs (Manajemen Berbasis Sekolah)
Faktor kemiskinan, budaya pernikahan dini dan kurangnya pengetahuan mengenai informasi peluang beasiswa dan pendidikan perguruan tinggi menjadi faktor penghambat proses berkembangnya anak didik untuk mengeyam pendidikan lebih tinggi. Padahal perlu dijelaskan juga bahwa Pendidikan lebih tinggi juga berpeluang dalam peningkatan taraf hidup, menurunkan kemiskinan dan peluang kerja yang lebih baik. Penulis membantu memfasilitasi di semua peserta didik berhak mendapatkan informasi terbaik untuk mendapatkan peluang pendidikan dan kerja di masa depan dengan Program WeBegin.MBS adalah model pengelolaan yang memberikan otonomi (kewenangan dan tanggung jawab yang lebih besar kepada sekolah), memberikan keluwesan kepada sekolah, mendorong partisipasi secara langsung dari warga sekolah (guru, siswa, kepala sekolah, karyawan) dan masyarakat (orang tua siswa, tokoh masyarakat, ilmuwan, pengusaha), dan meningkatkan mutu sekolah. Program WeBegin sejalan dengan agenda pemerintah dalam menjalankan MBS sehingga gagasan program ini sangat realistis dijalankan di sekolah terutama SMA/ SMK. Analisa SWOT dari Program ini lebih banyak memiliki sisi keuntungan dibandingkan sisi kekurangannya dan peluang program yang kemungkinan bisa dikembangkan lebih baik sehingga program ini bisa diimplementasikan di sekolah Kabupaten Bangkalan bahkan di seluruh daerah
Peningkatan Prestasi Siswa Dalam Belajar Penjas Tentang Renang Gaya Dada Melalui Penerapan Pembelajaran The Power Of Two Pada Siswa Kelas VI Semester II SDN Butuh 1 Kecamatan Kras Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017
Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah pembelajaran The Power Of Two berpengaruh terhadap hasil belajar Penjas? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Penjas dengan diterapkannya metode pembelajaran The Power Of Two? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Metode The Power Of Two terhadap hasil belajar Penjas. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Penjas setelah diterapkannya pembelajaran The Power Of Two. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Hasilnya adalah pada siklus I Nilai rata-rata siswa adalah 73,82 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 90. Sedangkan pada siklus II Nilai rata-rata siswa adalah 84,12 dengan nilai terendah 70 dan nilai tertinggi 100. Dari siklus II ini dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran telah berhasil mencapai apa yang sudah ditargetkan. Sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa proses pembelajaran sudah memenuhi apa yang diharapkan, yaitu adanya peningkatan prestasi pembelajaran yang ditunjukkan dengan peningkatan prestasi siswa secara menyeluruh. Simpulan dari penelitian ini adalah metode The Power Of Two dapat berpengaruh positif terhadap proses belajar siswa, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Penjas
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Pengawas Sekolah Di TK Attarmasi Tremas Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan
Latar belakang penelitian ini adalah adanya kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di TK Attarmasi Tremas Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru TK Attarmasi Tremas Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori Kemampuan Profesional Guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi
Upaya Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Dan Hasil Belajar Matematika Materi Operasi Hitung Bilangan Bulat Dan Pecahan Melalui Penerapan Guided Discovery Learning (Penemuan Terbimbing) Pada Siswa Kelas VII-A SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019
Permasalahan pembelajaran matematika di Kelas Kelas VII-A SMP Negeri 4 Madiun adalah kemampuan pemahaman matematika siswa rendah sehingga hasil belajar siswa belum memenuhi kategori ketuntasan. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah peningkatan keaktifan siswa, kemampuan pemahaman belajar siswa dan hasil belajar siswa melalui penerapan metode Guided Discovery Learning (Penemuan Terbimbing). Penelitian ini bertujuan mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman dan hasil belajar matematika materi operasi hitung bilangan bulat dan pecahan pada siswa kelas VII-A SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2018/2019 melalui penerapan metode Guided Discovery Learning (Penemuan Terbimbing). Jenis penelitian merupakan Penelitian Tindakan Kelas. Subyek Penelitian adalah VII-A SMP Negeri 4 Madiun tahun pelajaran 2018/2019 berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, metode tes dan dokumentasi. Dalam menganalisa data digunakan teknik analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan aktivitas siswa siklus I memperoleh skor rata-rata 10,65 dengan kategori cukup, meningkat menjadi 15,00 pada siklus II dengan kategori baik. Peningkatan kemampuan pemahaman matematika pada siklus I diperoleh presentase rata-rata siswa sebesar 65,45% dengan kategori cukup meningkat menjadi 77% dengan kategori baik. Peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I ketuntasan klasikal mencapai 63,3% meningkat menjadi 80% pada siklus II
Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Materi Bangun Datar Melalui Media Puzzle Pada Siswa Kelas II SDN Teguhan 02 Kecamatan Jiwan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2018-2019
Tujuan penelitian ini yaitu 1) untuk meningkatkan aktivitas belajar siswa kelas II pada pelajaran Matematika materi Bangun Datar di SDN Teguhan 02. 2) Meningkatkan hasil belajar siswa kelas II pada pelajaran Matematika materi Bangun Datar di SDN Teguhan 02. 3) Meningkatkan performansi guru dalam mengajar Matematika kelas II materi Bangun Datar di SDN Teguhan 02. Subjek penelitian ini yaitu siswa kelas II SDN Teguhan 02 tahun ajaran 2018/2019 yang berjumlah 21 siswa. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus yang terdiri atas empat tahap yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan pengamatan aktivitas belajar siswa serta performansi guru saat pembelajaran berlangsung. Hasil penelitian siklus I menunjukkan rata-rata nilai hasil belajar siswa sebesar 78,6 dengan persentase tuntas belajar klasikal sebesar 81%, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran mencapai 67,9 dengan kriteria tinggi, dan performansi guru sebesar 85,42 dengan kategori A. Pada siklus II diperoleh rata-rata hasil belajar siswa sebesar 85,8 dengan persentase tuntas belajar klasikal mencapai 100%, keaktifan siswa dalam proses pembelajaran sebesar 85,6 dengan kriteria sangat tinggi, dan nilai performansi guru mencapai 96,67 dengan kategori A. Hasil tersebut membuktikan adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Berdasarkan hasil yang diperoleh, dapat diambil simpulan bahwa media puzzle terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa, serta performansi guru. Saran yang peneliti berikan berkaitan dengan hasil penelitian yaitu sebaiknya guru harus lebih kreatif dan variatif dalam menyajikan media puzzle bangun datar, sehingga siswa selalu merasa tertarik dan ingin tahu puzzle apakah yang akan digunakan dalam pembelajaran
Upaya Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar IPS Materi Perubahan Sosial Budaya Melalui Metode Discovery Pada Siswa Kelas IX-C SMP Negeri 1 Sukosari Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan dalam penelitian adalah apakah melalui metode discovery dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPS di kelas IX-C SMP Negeri 1 Sukosari semester 1 tahun pelajaran 2019/2020? Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaranIPS melalui metode kelas IX-C SMPNegeri 1 Sukosaritahun pelajaran 2019/2020. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas.Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa kelas IX-C dengan jumlah siswa sebanyak 26 siswa. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini berupa observasi selama proses pembelajaran berlangsung, hasil observasi aktivitas siswa, hasil evaluasi siswa serta dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan metode discovery dapat meningkatkan keaktifan siswa. Hal ini dibuktikan dengan perolehan hasil observasi keaktifan siswa pada kondisi awal yang hanya 10 siswa atau 38,46%, pada siklus I naik menjadi 16 siswa atau 61,54%, dan pada siklus IImenjadi 100% atau 26 siswa. Hal tersebut didukung pula oleh kenaikan hasil belajar siswa dari rata-rata pada kondisi awal hanya 58,08, pada siklus I naik menjadi 68,46, dan pada siklus II menjadi 78,08, dengan tingkat ketuntasan belajar pada kondisi awal sebanyak 6 siswa (23,08%), pada siklus II menjadi15 siswa atau 57,69% dan pada siklus II menjadi 24 siswa atau 92,31%. Dari hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penerapan metode discovery dapat meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa kelas IX-C SMPNegeri 1 Sukosaritahun pelajaran 2019/2020 pada materi perubahan sosial budaya.
 
Peningkatan Kinerja Guru Dalam Menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal Melalui Kegiatan Workshop Di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro
Kenyataan dilapangan guru dalam menetapkan KKM tidak berdasarkan analisis dan tidak memperhatikan prinsip serta langkah-langkah penetapan, oleh karena itu perlu ada kegiatan pada awal tahun pelajaran yang dapat memberikan informasi kepada guru yang dijadikan pedoman dalam penetapan KKM. Sudah saatnya sebagai guru yang profesional apalagi sudah lulus sertifikasi seyogianya terus meningkatkan kompetensinya, termasuk di dalamnya dalam menetapkan kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM tidak ditetapkan secara ngawur dan sembrono. Pendidikan melakukan upaya pencapaian KKM dengan memaksimalkan proses pembelajaran dan penilaian. Melalui workshop yang diadakan di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro diharapkan dapat meningkatkan kinerja guru-guru yang mengajar di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro terutama dalam menetapkan KKM. Penelitian yang dilaksanakan adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) sekaligus sebagai sarana pengembangan profesinya (Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru), PTS merupakan penelitian yang berawal dari permasalahan sekolah, diselesaikan melalui tindakan spesifik dari gagasan peneliti untuk menyelesaikan permasalahan sekolah. Instrumen penelitian meliputi angket, lembar observasi, dan hasil kinerja guru, dengan analisis data kualitatif sederhana dengan melihat lembar observasi pada saat pelaksanaan workshop berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan guru-guru dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal melalui pembinaan berupa Workshop di SMK Negeri Ngasem Kabupaten Bojonegoro dari siklus I ke siklus II telah mencapai target minimal yang telah ditetapkan yakni 85 %, artinya 85 % guru telah efektif dalam menetapkan Kriteria Ketuntasan Minimal