Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Kemampuan Menemukan Isi Puisi Pada Mata Pelajaran Bahasa Jawa Dengan Strategi Pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Kecamatan Sukorejo
Strategi pembelajaran yang lebih menekankan pada aktivitas siswa merupakan metode belajar mengajar yang mengutamakan peran siswa aktif, baik fisik, mental maupun sosial. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam mata pelajaran Bahasa Jawa sangat rendah. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan strategi pembelajaran Inquiry. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Inquiry diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menemukan isi puisi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman Menemukan isi puisi melalui strategi pembelajaran Inquiry pada siswa Kelas VIII A, maka tujuan penelitian dirumuskan sebagai berikut : Meningkatkan Kemampuan Menemukan isi puisi pada mata pelajaran Bahasa Jawa dengan strategi pembelajaran Inquiry Siswa Kelas VIII A SMP Negeri 1 Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018. Peranan strategi pembelajaran Inquiry dalam meningkatkan kemampuan Bahasa Jawa materi ajar Menemukan isi puisi ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 72,86; siklus II 77,62, dan siklus III 80,71. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentasi ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II meningkat menjadi 80,95%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 95,24%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan strategi pembelajaran Inquiry dalam proses pembelajaran dapat meningkatan kemampuan Menemukan isi puisi pada mata pelajaran Bahasa Jawa
Upaya Meningkatkan Motivasi Belajar Matematika Siswa Kelas X TKRO 2 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung Melalui Pelaksanaan Team Teaching Tahun Pelajaran 2019/2020
Berdasarkan observasi di kelas X TKRO 2 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung, pada waktu proses pembelajaran dimulai siswa tidak segera memasuki kelas dan beberapa siswa datang terlambat serta suasana kelas sangat gaduh. Saat guru menerangkan pelajaran, siswa memperhatikan tetapi sebagian siswa yang duduk di deretan belakang masih ramai. Ada siswa yang mengobrol dengan teman sebangkunya, bahkan ada yang mengerjakan tugas selain pelajaran matematika. Pada waktu siswa mengerjakan soal latihan, guru sesekali menghampiri dan memberi penjelasan kepada siswa yang dirasa kesulitan saat mengerjakan soal. Tetapi tindakan seperti itu tidak selalu dilakukan pada setiap siswa, karena keterbatasan waktu dan tenaga. Maka guru tidak dapat memberikan pelayanan kepada siswanya secara individual. Hal ini mengakibatkan siswa putus asa dalam menghadapi kesulitan saat mengerjakan tugas. Padahal menurut Sardiman (2003: 83) salah satu ciri orang yang bermotivasi adalah tekun menghadapi tugas. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan motivasi belajar matematika siswa kelas X TKRO 2 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung melalui pembelajaran team teaching dan untuk mendeskripsikan peningkatan motivasi belajar matematika siswa kelas X TKRO 2 SMKN 3 Boyolangu Tulungagung. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas X TKRO 2 yang berjumlah 38 siswa. Penelitian dilakukan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari dua kali pertemuan. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan observasi dan angket. Data yang diperoleh dianalisis dengan cara reduksi, paparan data dan penyimpulan. Juga dilakukan analisis data deskriptif untuk data hasil observasi. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh kesimpulan bahwa pelaksanaan team teaching dapat meningkatkan motivasi belajar matematika. Dari hasil observasi keterlaksanaan team teaching, pada siklus I mencapai 90,48% dan 100% pada siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa adanya peningkatan motivasi belajar siswa yang ditunjukkan dengan besarnya rata-rata persentase dalam angket motivasi belajar siswa, yakni secara keseluruhan pada siklus I sebesar 74,41% dengan kategori sedang menjadi 87,28% dengan kategori tinggi pada siklus II
Peningkatan Prestasi Belajar Bahasa Inggris Melalui Pembelajaran Koooperatif Model Numberit Head Together Pada Siswa SMP Negeri 1 Buko Kelas VIII Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris melalui pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together pada siswa SMP Negeri 1 Buko kelas VIII semester genap tahun pelajaran 2019/2020 Kecamatan Buko Kabupaten Banggai Kepulauan. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together berpengaruh terhadap hasil belajar Bahasa Inggris? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Bahasa Inggris dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together?. Secara khusus tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together terhadap hasil belajar Bahasa Inggris. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Bahasa Inggris setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Numbered Head Together. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Buko Kelas VIII Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020 Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (54,17%), siklus II (70,83%), siklus III (87,50%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa penerapan metode kooperatif model Numbered Head Together dapat meningkatkan Prestasi Belajar siswa kelas VIII SMP Negeri 1 Buko pada pembelajaran Bahasa Inggris
Peningkatan Hasil Belajar Menentukan Akar Pangkat Tiga Suatu Bilangan Kubik Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Siswa Kelas VI SDN Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo
Proses belajar mengajar yang berkembang di kelas umumnya ditentukan oleh peran guru dan siswa sebagai individu-individu yang terlibat langsung di dalam proses tersebut. Prestasi belajar siswa itu sendiri sedikit banyak tergantung pada cara guru menyampaikan pelajaran pada anak didiknya. Oleh karena itu kemampuan serta kesiapan guru dalam mengajar memegang peranan penting bagi keberhasilan proses belajar mengajar pada siswa. Hal ini menunjukkan adanya keterkaitan antara prestasi belajar siswa dengan metode mengajar yang digunakan oleh guru. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik sangat rendah, yakni 42,86% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 66,67. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik melalui metode Two Stay Two Stray pada siswa Kelas VI, melalui metode Two Stay Two Stray Siswa Kelas VI SDN Ngampel Kecamatan Balong Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam meningkatkan kemampuan Matematika ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 70,00; siklus II 75,48; dan siklus III 79,76. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 61,91%, siklus II 76,19%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam proses pembelajaran dapat meningkatan kemampuan dan hasil belajar Matematika pada kompetensi dasar Menentukan akar pangkat tiga suatu bilangan kubik
Pembelajaran Kontekstual Pada Materi Direct And Indirect Untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Inggris Siswa Kelas XI TKR-1 Semester II SMKN 3 Boyolangu Tahun Pelajaran 2020 / 2021
Model pembelajaran kontekstual sangat cocok diterapkan di era pendidikan sekarang yang lebih mengarah pada kontekstual, bermakna dan menyenangkan. Pembelajaran kontekstual ini diberikan dalam materi Direct and indirect bagi siswa kelas XI TKR-1 semester 2 SMKN 3 Boyolangu karena mampu mengaitkan pengajaran pada konteks yang berbeda-beda. Secara teknis pembelajaran kontekstual menyadari kebutuhan pengajaran dan pembelajaran yang terjadi dalam berbagai konteks seperti rumah, sekolah, dan masyarakat. Berdasarkan kelebihan yang telah dipaparkan, pembelajaran kontekstual pada materi Direct and indirect akan mampu meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Inggris siswa kelas XI TKR-1 semester 2 SMKN 3 Boyolangu. Dari hasil penelitian dapat diketahui bahwa skor rata-rata aktifitas siswa pada siklus I masih rendah (1.69 s/d 2.20). belum ada kelompok yang mencapai skor 3. Sedangkan pada siklus II aktifitas siswa telah meningkat, dimana ada 6 kelompok yang mencapai skor aktifitas 3.00. Hanya 2 kelompok yang mencapai skor 2.90 pada aspek ketelitian dan presentasi. Jadi pada siklus II aktifitas siswa telah mencapai keaktifan dengan derajat yang tinggi (lebih dari 75 % yang mencapai skor tertinggi 3.00). Berdasarkan hasil analisis data, maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual (CTL) dalam pembelajaran Bahasa Inggris dengan materi expressions yang diterapkan pada siswa kelas XI TKR-1 semester 2 SMKN 3 Boyolangu sangat berpengaruh terhadap prestasi hasil belajar siswa. Minat serta efektifitas peran serta siswa meningkat pada saat proses pembelajaran Bahasa Inggris berlangsung
Penerapan Model Pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) Menggunakan Media Focusky Pada Mata Pelajaran Konstruksi Bangunan Gedung Di SMK Negeri 3 Boyolangu Siswa XI KGSP 2 Semeseter Genap Tahun Pelajaran 2019/2020
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui: (1) peningkatan pelaksanaan kegiatan mengajar guru; (2) peningkatan kegiatan belajar siswa; dan (3) peningkatan hasil belajar siswa setelah diterapkannya model pembelajaran Student Teams Achievement Division (STAD) menggunakan media Focusky pada mata pelajaran konstruksi bangunan gedung kelas XI KGSP-2 di SMK Negeri 3 Boyolangu. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berhenti pada siklus ke 2, karena target peningkatan hasil belajar sebanyak 75% siswa memperoleh nilai lebih dari standar KKM sekolah, yakni ≥ 75 telah tercapai. Subjek penelitian ini adalah 36 siswa kelas XI KGSP-2 SMK Negeri 3 Boyolangu tahun ajaran 2019/2020. Instrumen pengambilan data yang digunakan terdiri dari lembar observasi dan lembar tes hasil belajar siswa. Hasil analisa data yang dilakukan, menunjukkan bahwa: (1) pelaksanaan kegiatan mengajar guru pada siklus 1 memperoleh skor rata-rata 3,45 dengan kategori cukup baik, setelah dilakukan refleksi dapat meningkat pada siklus 2 sehingga memperoleh skor rata-rata 4,11 dengan kategori baik; (2) kegiatan belajar siswa pada siklus 1 memperoleh skor rata-rata 3,46 dengan kategori cukup aktif, setelah dilakukan refleksi dapat meningkat pada siklus 2 sehingga memperoleh skor rata-rata 3,93 dengan kategori aktif; serta (3) hasil belajar siswa yang tuntas pada siklus 1 memperoleh skor rata-rata 81,00 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 20 siswa (55,56%) dengan kategori sedang, kemudian pada siklus 2 terjadi peningkatan sehingga memperoleh skor rata-rata 81,16 dengan jumlah siswa yang tuntas sebanyak 31 siswa (86,11%) dengan kategori sangat tinggi
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas IV Dengan Penerapan Project Based Learning Di SD Negeri Inpres Kayobunga Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa Saat ini penting kiranya siswa mulai diberikan keluasan untuk mendapatkan pengalaman dan pemahaman atas informasi yang diperoleh dari penemuan-penemuan atau eksperimen-eksperimen yang mereka buat. Dan tentunya akan menambah daya kreatifitas siswa di kelas. Karena itu perlu adanya suatu formulasi yang membawa siswa pada tingkat kreatifitas yang lebih. dengan waktu yang cukup, sesuai dengan waktu yang di gunakan untuk satu konsep bahasan, demi tercapainya kurikulum yang sudah ditetapkan di sekolah juga penggunaan media dan model yang tidak terlalu sulit dapat mempermudah siswa dan guru dalam melaksanakan pembelajaran. Model pembelajaran yang dimaksud adalah model project based learning, yang selanjutnya disebut pembelajaran berbasis proyek. Penelitian ini bertujuan untuk Menerapan model Project Based Learning dalam upaya meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV di SD Negeri Inpres Kayobunga Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SD Negeri Inpres Kayobunga kelas IV dengan jumlah siswa 20 orang. Objek penelitian ini adalah pembelajaran Iman kepada malaikat di kelas IV yang meliputi kegiatan guru dan siswa serta hasil belajar siswa selama proses belajar mengajar berlangsung. Waktu penelitian digunakan dalam penelitian ini pada bulan Agustus sampai Oktober 2018, semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Berdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran Iman kepada malaikat yang terdiri dari 3 siklus, serta melakukan pengamatan pada kegiatan tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa Pelaksanaan Pembelajaran Iman kepada malaikat dengan model Project Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Inpres Kayobunga
Peningkatan Hasil Belajar Menyunting Karangan Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (Ops) Siswa Kelas Ix B Smp Negeri 1 Kecamatan Sambit
Permasalahan yang muncul di Kelas IX B SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit adalah siswa kurang menguasai konsep Menyunting karangan. Seharusnya siswa Kelas IX B pada telah memahami materi ajar Bahasa Indonesia, khususnya penguasaan konsep Menyunting karangan. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 45,83% siswa Kelas IX B SMP Negeri 1 Kecamatan Sambit belum memahami konsep Menyunting karangan. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 50,63 dan 45,83% siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75, serta adanya data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap pelajaran Bahasa Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 40 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan penguasaan konsep Menyunting karangan melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Bahasa Indonesia melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawasan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Bahasa Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Menyunting karangan dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 70,63, siklus II 76,88, dan siklus III 83,33. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 62,50%, siklus II 79,17% dan siklus III 100%
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kerampilan Reading Comprehension Melalui Metode Jigsaw Pada Siswa Kelas IX SMP Negeri 1 Madiun
Untuk menciptakan suasana yang menumbuhkan gairah belajar, meningkatkan prestasi belajar siswa, mereka memerlukan pengorganisasian proses belajar mengajar yang baik. Asumsi dasarnya adalah proses pengajaran yang optimal memungkinkan hasil belajar yang optimal pula. Tujuan Penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran kooperatif dengan menggunakan metode Jigsaw dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada ketrampilan Reading Comprehension pada siswa KELAS IX SMP Negeri 1 Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020?”. Untuk mengetahui apakah melalui pembelajaran kooperatif metode Jigsaw dapat meningkatkan aktivitas belajar kelompok dalam memahami Reading Comprehension dalam Bahasa Inggris pada Siswa KELAS IX SMP Negeri 1 Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020?”. Penelitian ini direncanakan dalam tiga siklus. Dari data hasil refleksi siklus I akan dipergunakan sebagai acuan untuk menyusun perencanaan pada siklus II. Hal ini dimaksudkan untuk selalu mengadakan perbaikan pada setiap siklusnya sehingga tujuan dari penelitian ini dapat tercapai. Hasil-penelitianmenunjukkan bahwa menggunakan Jigsaw sebagai metode pembelajaran kooperatif bisa membantu siswa untuk meningkatkan pencapaian ketrampilan pemahaman membaca mereka. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian pada Siklus 1 : nilai rata-rata kelas siswa dalam kegiatan ketrampilan pemahaman membaca yaitu 76,10. Hal ini dapat dikatakan bahwa ketrampilan pemahaman membaca siswa cukup baik dengan peningkatan sebesar 6,10 dari target indicator keberhasilan tindakan 80,00. Pada siklus 2 : nilai rata-rata kelas siswa dalam kegiatan ketrampilan pemahaman membaca yaitu 78,60. Hal ini dapat dikatakan bahwa ketrampilan membaca siswa mengalami peningkatan sebesar 6,50. Dan pada Siklus 3 nilai rata-rata siswa kelas IX-F pada siklus III ini cukup memuaskan atau lebih baik dari pada siklus II yaitu 82,90 dengan peningkatan sebesar 4,30. Bila dibandingkan dengan kondisi awal maka kenaikannya adalah 12,90. Capaian ini sudah melebihi target indikator keberhasilan tindakan. Maka penelitian ini berhasil
Peningkatan Keterampilan Dasar Permainan Kasti Pada Mata Pelajaran PJOK Dengan Pembelajaran Model Elaborasi (EB) Siswa Kelas V A SDN 1 Brotonegaran Ponorogo
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa keterampilan siswa pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan khususnya pada materi ajar permainan kasti sangat rendah, yakni hanya 53,85% dari jumlah siswa dinyatakan tuntas belajar dan nilai rerata yang dicapai hanya 57,69. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Elaborasi. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Elaborasi diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa terampil dalam pembelajaran materi ajar permainan kasti. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 4 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah: Meningkatkan hasil belajar permainan dan atau olahraga tradisional bola kecil materi ajar permainan kasti melalui metode Elaborasi Siswa Kelas V A SDN 1 Brotonegaran Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Elaborasi dalam meningkatkan hasil belajar ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 68,81; siklus II 75,24, dan siklus III 81,43. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 71,43%, siklus II meningkat menjadi 80,95%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%