Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Semangat Kerja Guru TK Pratiwi Desa Tulakan Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah
Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru TK Pratiwi Desa Tulakan Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi oleh Kepala Sekolah pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian sebagai berikut : pada Siklus I adalah : 1 orang guru mendapat skor 102; 1 orang guru mendapat skor 122; dan 1 orang guru mendapat skor 125. Rata-rata skor 116,33. Skor tertinggi 125 dan skor terendah 102. Kemudian pada Siklus II adalah : 1 orang guru mendapat skor 124; 1 orang guru mendapat skor 138; dan 1 orang guru mendapat skor 142. Rata-rata skor 134,67. Skor tertinggi 142 dan skor terendah 124. Dan pada Siklus III adalah : 1 orang guru mendapat skor 160; 1 orang guru mendapat skor 172; dan 1 orang guru mendapat skor 175. Rata-rata skor 169,00. Skor tertinggi 175 dan skor terendah 160
Peningkatan Hasil Belajar Menganalisis Perkembangan Kehidupan Politik Dan Ekonomi Bangsa Indonesia Masa Orde Baru Pada Mata Pelajaran Sejarah Indonesia Dengan Penerapan Model Think-Pair-Square Siswa Kelas XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan
Permasalahan yang muncul di Kelas XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan adalah siswa kurang menguasai beberapa kompetensi dasar yang diajarkan. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 42,86% atau 12 siswa Kelas XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan belum memahami sepenuhnya materi Menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 58,13 dan 43,75% atau 14 siswa memiliki nilai di bawah rata-rata kelas. Atas dasar data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap materi Menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru, karena mungkin menganggap bahwa materi ini adalah materi yang membosankan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru melalui metode Think-Pair-Square Siswa Kelas XII MIPA 4 SMA Negeri 1 Barat Kabupaten Magetan Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Think-Pair-Square dalam meningkatkan kemampuan materi ajar Menganalisis perkembangan kehidupan politik dan ekonomi Bangsa Indonesia pada masa Orde Baru ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 73,75; siklus II 76,88, dan siklus III 79,06. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu siklus I hanya 68,75%, siklus II meningkat menjadi 81,25%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Meningkatkan Prestasi Belajar Fisika/IPA Melalui Discovery Learning Pada Siswa Kelas VIII-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Pringkuku, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019.
Dalam proses belajar mengajar dan dalam pemberian soal – soal tes atau ulangan harian yang diberikan oleh guru bidang studi setelah kompetensi dasar selesai, tidak semua siswa menguasai konsep setiap kompetensi dasar yang sesuai yang tujuan pembelajaran yang hendak dicapai. Tujuan dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui Melalui dari Discovery Learning (Pembelajaran yang mengembangkan hasil penemuan peserta didik) bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal soal test hasil belajar bidang studi Fisika/IPA. 2) Agar supaya pelajar yang mendapatkan remidi bagi siswa yang mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal soal test hasil belajar bidang studi Fisika/IPA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dengan Discovery Learning dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Pada Siklus I Dari hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata rat hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 63,73 dengan prosentase sebesar 63,72%. Hal ini masih rendah dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka Kegiatan penelitian ini perlu diadakan penelitian pada siklus ke II dan masih dinyatakan belum berhasil. Pada Siklus II Dari hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata rat hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 67,33 dengan prosentase sebesar 67.33%. Hal ini masih rendah dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka Kegiatan penelitian ini perlu diadakan penelitian pada siklus ke II dan masih dinyatakan belum berhasil. Pada Siklus III hasil prestasi belajar tersebut diatas dapat disimpulkan secara rata rat hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 81,41 dengan prosentase sebesar 81,41%. Hal ini diatas dari SKBM yang telah ditentukan sebesar 70 atau 70%. Maka Kegiatan penelitian ini Tidak perlu diadakan penelitian pada siklus berikutnya dan dinyatakan berhasil
Mengapresiasikan Hasil Prestasi Belajar Belajar Bahasa Indonesia Melalui Metode Multipt Accut Learning Pada Siswa Kelas VII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Nguntoronadi, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2017/2018.
Melalui penggunaan metode Multipt Accut Learning (Pembelajaran yang mengembangkan seluruh potensi peserta didik) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan bagi siswa. Hal ini dapat dilihat melalui kegiatan pada setiap siklusnya, sehingga pada siklus I ini data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 3 (9,38%) dan sedang sebanyak 11 (34,38%) serta sebanyak 18 (56,25%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 1 (3,13%), sedangkan sebanyak 7 (21,88%) dan perhatian kurang 24 (75%). data diatas dapat disimpulkan pada Siklus I ini prestasi belajar secara rata rata mencapai 68,29 (68,29%) dari sejumlah siswa sebanyak 32 siswa. Hal ini masih berada di bawah SKBM sebesar 70. Untuk itu perlu diadakan kegiatan pada Siklus yang ke II. Dan Pada Siklus yang ke 2 menunjukkan data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 25 (78,13%) dan sedang sebanyak 5 (15,63%) serta sebanyak 2 (6,25%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 25 (78,13%), perhatian orang tua sebanyak 4 (12,5%) dan perhatian kurang 3 (9,38%). Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Multipt Accut Learning dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada Pembelajaran Bahasa Indonesia. Dari 32 siswa yang mencapai ketuntasan 70% ada 14 siswa, yang mencapai ketuntasan 80% ada 19 siswa, yang mencapai ketuntasan 90% ada 7 siswa. Sedangkan untuk ketuntasan Madikal mencapai 78,26,25%. Jadi ketepatan pembelajaran dengan menggunakan metode Multipt Accut Learning dinyatakan tuntas. Dari data diatas dapat disimpulkan pada Siklus II ini prestasi belajar secara rata rata mencapai 76,66 (76,66%) dari sejumlah siswa sebanyak 32 siswa. Hal ini masih berada di atas SKBM sebesar 70. Untuk itu tidak perlu diadakan kegiatan pada Siklus berikutnya, Sehingga pembelajaran dengan menggunakan metode Multipt Accut Learning dinyatakan Tuntas
Peningkatan Hasil Belajar Mengenal Perbandingan Dan Skala Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Siswa Kelas V SDN Wonomlati Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar mengenal konsep perbandingan dan skala sangat rendah, yakni 42,86% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 66,67. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Two Stay Two Stray. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mengenal konsep perbandingan dan skala. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal konsep perbandingan dan skala melalui metode Two Stay Two Stray pada siswa Kelas V, melalui metode Two Stay Two Stray Siswa Kelas V SDN Wonomlati Kecamatan Krembung Kabupaten Sidoarjo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam meningkatkan kemampuan Matematika ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 70,00; siklus II 75,48; dan siklus III 79,76. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 61,91%, siklus II 76,19%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray dalam proses pembelajaran dapat meningkatan kemampuan dan hasil belajar Matematika pada kompetensi dasar mengenal konsep perbandingan dan skala
Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Melalui Metode Transferring Approach Learning Pada Siswa Kelas Kelas XI-IPS-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan, Tahun Pelajaran 2018/2019
Pemahaman siswa Sekolah Menengah Atas terhadap isi pelajaran sangat rendah. Hasil wawancara dengan beberapa Kepala Sekolah yang dilakukan lewat pengamatan menunjukkan belum adanya pola desain pembelajaran materi Mengonstruksi Informasi dalam Teks Prosedur. Setelah dilakukan analisis atas hasil tindakan dengan metode Transferring Approach Learning tingkat pemahaman dengan hasil hasil prestasi belajar pada masing masing siklus maka Pada Siklus I dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 5.74 ( 57 % ) dari sejumlah 25 siswa dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 5.74 ( 57 % ) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II. Dan Pada Siklus II Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 6.54 (65%) dari sejumlah 25 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 6.54 (65%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke III. Dari data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 7.49 (75%) dari sejumlah 25 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). Maka karena rata rata 7.49 (75%) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke IV. Serta pada siklus IV ini data hasil prestasi belajar siswa diatas secara rata rata hasil prestasi belajar siswa menunjukkan 9.74 (97%) dari sejumlah 25 siswa. Dimana standart Ketuntasan belajar siswa ditentukan sebesar 70 (70%). dimana rata rata prestasi belajar menunjukkan 9.74 (97%) Karena hal ini berada diatas standart ketuntasan, Maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Terbukti pembelajaran Metode Transferring Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan pemanfaatan pengetahuan dalam situasi/konteks baru) akan memperoleh beberapa keuntungan bagi guru dan bagi siswa
Penerapan Metode Direct Learning Guna Meningkatkan Pemahaman Dan Prestasi Siswa Dalam Belajar PKn Tentang Kepatuhan Terhadap Hukum Pada Siswa Kelas IX Semester I SMPN 1 Wates Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: (a) Bagaimanakah peningkatan kefahaman siswa dengan diterapkannya metode pembelajaran Direct Learning? (b) Bagaimanakah pengaruh metode pembelajaran Direct Learning terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan kefahaman siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Direct Learning. (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkannya metode pembelajaran Direct Learning. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX Semester I SMPN 1 Wates Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Data yang diperoleh berupa hasil Soal evaluasi, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (56,00%), siklus II (76,00%), siklus III (92,00%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran Direct Learning anak dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas IX Semester I SMPN 1 Wates Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PKn
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Oleh Pengawas Sekolah Di SMP Negeri 2 Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo
Dalam tugasnya selain melakukan pengawasan dan evaluasi, pengawas sekolah juga harus melakukan pembinaan. Peranan pengawas sekolah adalah memberi dukungan, membantu, dan mengikut sertakan. Seorang pengawas sekolah harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Penjelasan tersebut telah menggambarkan bahwa pengawas sekolah memberikan peran penting dalam meningkatkan kualitas guru terutama dalam kompetensi pedagogik. Semakin baik pembinaan yang dilakukan pengawas sekolah maka guru semakin profesional sebagai pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik, meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru
Peningkatan Motivasi Belajar Melalui Penerapan Pengajaran Berbasis Inkuiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kalisat Kabupaten Jember Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018-2019
Motivasi belajar siswa akan meningkat jika siswa terlibat aktif dalam suatu proses belajar yang menarik. Rumusan masalah penelitian ini sebagai berikut: 1) Apakah penerapan pengajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan haasil belajar IPS siswa kelas IX-C SMPN 2 Kalisat Kabupaten Jember semester Genap Tahun Pelajaran 2018-2019 ? 2) Bagaimanakah penerapan pengajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan haasil belajar IPS siswa kelas IX-C SMPN 2 Kalisat Kabupaten Jember semester Genap Tahun Pelajaran 2018-2019 ? Adapun tujuan penelitian yang ingin dicapai adalah: ingin mengetahui , apakah dengan penerapan pengajaran berbasis inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan haasil belajar IPS siswa kelas IX-C SMPN 2 Kalisat Kabupaten Jember Semester ganjil tahun pelajaran 2018-2019. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang bertujuan untuk meningkatkan motivasi belajar sehingga dapat meningkatkan hasil belajar IPS siswa kelas IX-C dalam proses pembelajaran. Metode penentuan lokasi penelitian menggunakan metode purposive area, sedangkan untuk menetukan sampel atau responden penelitian menggunakan purposive random sampling. Peneliti menggunakan beberapa tehnik dalam pengumpulan data, antara lain tehnik observasi, angket, wancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa dengan penggunaan metode pembelajaran yang berbasis inkuiri dapat meningkatkan motivasi belajar siswa mata pelajaran IPS kelas IX-B SMPN 2 Kalisat Kabupaten Jember Tahun Ajaran 2018-2019 . Setelah siklus I motivasi belajar siswa meningkat dengan rata-rata nilai aspek kognitif 70,27 pada siklus I, siklus II menjadi 77,59. Nilai rata – rata aspek afektif berturut-turut untuk siklus I, dan II adalah 75,27; menjadi 82,59. Begitu juga dengan aspek psikomotorik dari 70, 27 meningkat menjadi 77,59. pada siklus II. Dengan demikian “Penerapan Pengajaran Berbasis Inkuiri Untuk dapat menginkatkan Hasil Belajar IPS Siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kalisat Kabupaten Jember Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018-2019 yang ditandai dengan peningkatan nilai rata-rata kelas maupun prosentase ketuntasan belajar IPS
Pemanfaatan Pendekatan Berbasis Active Knowledge Sharing Learning Sebagai Upaya Untuk Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Siswa Kelas V Semester Genap Di SD Negeri Pacing 2 Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019
Strategi pembelajaran berbasis Active Knowledge Sharing Learning (Pembelajaran Saling Tukar Pengetahuan) yang digunakan dalam kegiatan belajar mengajar siswa Kelas V Semester Genap di SD Pacing 2 Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020, ternyata lebih efektif dalam meningkatkan dan menumbuhkan aktivitas Kecakapan Hidup, motivasi, dan Prestasi Belajar hasil belajar siswa. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian tiap siklus. Pada siklus I dari frekuensi data tersebut diketahui kategori kurang dalam Prestasi Belajar adalah nilai 5 dengan frekuensi 4 dan prosentase 10,00%, kategori nilai sedang adalah nilai 6 dengan frekuensi 10 dan prosentase 10,00%, sedangkan kategori hasil belajar cukup adalah nilai 7 dengan frekuensi 13 dan prosentase 32,5%, nilai cukup baik adalah 8 dengan frekuensi 10 dan prosentase 25%, nilai baik adalah 9 dengan frekuensi 3 dengan prosentase 7,5% dan nilai sangat baik adalah 10 dengan frekuensi 0 dan prosentase 0%. Dengan nilai rata-rata pada siklus I ini adalah 6,95 hal ini masih dibawah SKBM 75, sehingga perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Pada siklus II dari frekuensi data tersebut diketahui kategori kurang dalam Prestasi Belajar adalah nilai 5 dengan frekuensi 0 dan prosentase 0%, kategori nilai sedang adalah nilai 6 dengan frekuensi 3 dan prosentase 7,50% sedangkan kategori hasil belajar cukup adalah nilai 7 dengan frekuensi 9 dan prosentase 28,5%, nilai cukup baik adalah 8 dengan frekuensi 13 dan prosentase 32,00%, nilai baik adalah 9 dengan frekuensi 10 dengan prosentase 25,00% dan nilai sangat baik adalah 10 dengan frekuensi 5 dan prosentase 12,50% dan rata-rata nilai pada siklus II ini sebesar 8,28, hal ini berada di atas SKBM 75. Sehingga penelitian ini dinyatakan tuntas. Dan Hipotesis “Jika Pendekatan Berbasis Active Knowledge Sharing Learning diterapkan dalam Pembelajaran, Maka Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas V Semester Genap di SD Negeri 2 Pacing Kecamatan Padas, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 akan meningkat”, dapat diterima