Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Kemampuan Profesional Guru TK Dharma Wanita Desa Wonokarto Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Pengawas Sekolah

    Get PDF
    Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di TK Dharma Wanita Wonokarto Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru dan kepala sekolah. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru TK Dharma Wanita Wonokarto Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori Kemampuan Profesional Guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi

    Peningkatan Aktivitas Siswa Bersekolah Yang Menyenangkan Melalui Pasorga Indah Di SDN Wonokerto Kecamatan Tekung

    Get PDF
    Setiap sekolah sekurang-kurangnya memiliki beberapa sarana prasarana sesuai standar nasional pendidikan. Terpenuhinya sarana prasarana tersebut akan memperlancar proses pencapaian tujuan pendidikan.Terdapat ungkapan “Wajah sekolah adalah wajah kepala sekolahnya”. Aktivitas siswa di SDN Wonokerto pada observasi awal menunjukkan kurang banyak beraktivitas di sekolah Tujuan dari penelitian ini adalah Meningkatkan aktivitas siswa bersekolah yang menyenangkan  di SDN  Wonokerto melalui Psorgaindah. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian dengan peningkatan psorgaindah, meningkat sesuai harapan dan kriteria yang diinginkan yaitu pada aktivitas siswa di sekolah. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya hasil penilaian siswa sebagai berikut : Antusiasitas dan semangat siswa untuk segera menuju sekolah pada siklus I = 59% dan 49%, sedangkan pada siklus II= 84% dan 81%; Perasaan senang atau kurang senang ketika beraktivitas di sekolah pada siklus I= 43% dan 65%, sedangkan pada siklus II= 92% dan 83%; Aktivitas di sekolah maupun keiutsertaan mengikuti kegiatan ekstra kurikuler pada siklus I= 58% dan 50%, sedangkan pada siklus II= 74% dan 66%; Pembiasaan prilaku hidup bersih dan pemanfaatan suasana lingkungan sekolah pada siklus I= 83% dan 72%, sedangkan pada siklus II= 85% dan 89%; Motivasi para guru terhadap aktivitas yang dilakukan siswa di sekolah pada siklus I= 65% dan 67%, sedangkan pada siklus II= 89% dan 85%. Jika pasorga indah dilakukan oleh kepala sekolah maka siswa menjadi senang serta meningkat aktivitasnya di sekolah

    Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Kepala Sekolah Di SDN 2 Jarak Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDN 2 Jarak Kecamatan Siman Kabupaten Ponorogo melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Secara lengkap Hasil Penelitian Kemampuan Profesional Guru adalah : Siklus 1 : Skor tertinggi 156. Skor terendah 122. Skor rata-rata 139. Pada Siklus 2 : Skor tertinggi 180. Skor terendah 142. Skor rata-rata 158,83. Pada Siklus III : Skor tertinggi 200. Skor terendah 164. Skor rata-rata 182,67. Dan pada siklus IV : tertinggi 220. Skor terendah 184. Skor rata-rata 204,67. Terbukti skor mereka terus meningkat. Peningkatan yang dicapai guru merupakan sesuatu yang sewajarnya dihargai, karena guru telah berupaya secara bertahap yang ditempuh setapak demi setapak pada tiap siklusnya. Peningkatan kemampuan profesional guru yang dicapai melalui supervisi teknik DRK terbukti secara nyata

    Upaya Meningkatkan Kompetensi Supervisi Kepala Sekolah Melalui Pembinaan Pengawas Sekolah Secara Berkala Model Interaksi Aktif Bagi Kepala SMP Kabupaten Situbondo

    Get PDF
    Tujuan utama kegiatan supervisi adalah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, yang pada akhirnya juga berpengaruh terhadap peningkatan prestasi belajar siswa. Karena begitu besar manfaat dari pelaksanaan supervisi bagi guru, maka kepala sekolah dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya sebagai seorang supervisor, dituntut pula untuk mengetahui, memahami, dan terampil dalam melaksanakan supervisi. Tuntutan tersebut mengharuskan seorang kepala sekolah memiliki kompetensi supervisi yang memadai. Berdasarkan hasil monitoring dan evaluasi peneliti selaku Pengawas SMP di sekolah wilayah kabupaten Situbondo, ditemukan bahwa sebagian besar kepala sekolah di wilayah kabupaten Situbondo belum mampu menyusun program supervisi akademik dan belum melaksanakan supervisi akademik secara benar, serta belum melaksanakan kegiatan tindak lanjut dari supervisi akademik dalam rangka peningkatan profesionalisme guru. Berdasarkan latar belakang masalah dapat diuraikan rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu Apakah dengan pembinaan pengawas sekolah secara berkala model interaksi aktif dapat meningkatkan kemampuan kepala sekolah dalam melaksanakan supervisi akademik terhadap guru secara benar?. Jenis penelitian menggunakan penelitian survei. Pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode analisis deskriptif kualitatif. Dari pembahasan di atas, dapat penulis simpulkan beberapa hal, yaitu: Pembinaan secara berkala melalui metode interaksi aktif yang dilakukan oleh pengawas terhadap kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi supervisi kepala sekolah di Kabupaten Situbondo dalam peningkatan mutu pendidikan baik aspek perencanaan supevisi, pelaksanaan supevisi maupun tindak lanjut dalam supervisi akademik.

    Mengapresiasi Hasil Prestasi Belajar Bahasa Inggris Dengan Kompetensi Dasar What Can We Learn From Baduy People Melalui Metode Demonstrasi Pada Guru Kelas XI-IPS-2 Semester Genap Di SMA Negeri 6 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Berdasarkan analisis data kualitatif dan profil tingkat pemahaman dengan hasil hasil prestasi belajar ditunjukkan melalui kegiatan siklus pada masing masing siklus. Maka Pada Siklus I Dari data hasil prestasi belajar Guru diatas secara rata rata hasil prestasi belajar Guru menunjukkan 57.4 ( 57 % ) dari sejumlah 26 Guru. Dimana standart Ketuntasan belajar Guru ditentukan sebesar 70 ( 70 % ). Maka karena rata rata 57.4 ( 57 % ) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II. Dan Pada Siklus II Dari data hasil prestasi belajar Guru diatas secara rata rata hasil prestasi belajar Guru menunjukkan 65.4 ( 65 % ) dari sejumlah 26 Guru. Dimana standart Ketuntasan belajar Guru ditentukan sebesar 70 ( 70 % ). Maka karena rata rata 65.4 ( 65 % ) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke III. Dari data hasil prestasi belajar Guru diatas secara rata rata hasil prestasi belajar Guru menunjukkan 74.9 ( 75 % ) dari sejumlah 26 Guru. Dimana standart Ketuntasan belajar Guru ditentukan sebesar 70 ( 70 % ). Maka karena rata rata 74.9 ( 75 % ) masih berada dibawah standart ketuntasan, Maka perlu diadakan kegiatan pada siklus ke IV. Setalah pada siklus IV ini data hasil prestasi belajar Guru diatas secara rata rata hasil prestasi belajar Guru menunjukkan 97.4 ( 97 % ) dari sejumlah 26 Guru. Dimana standart Ketuntasan belajar Guru ditentukan sebesar 70 ( 70 % ). dimana rata rata prestasi belajar menunjukkan 97.4 ( 97 % ) Karena hal ini berada diatas standart ketuntasan, Maka tidak perlu diadakan kegiatan pada siklus berikutnya. Maka dengan adanya pembelajaran Metode Demonstrasi akan memperoleh beberapa keuntungan bagi siswa dan bagi Guru. Dengan pembelajaran Metode Demonstrasi akan membantu, mengembangkan dan menyelesaikan materi atau bahan Bahasa Inggris tersebut tetapi anak didiknya benar-benar sudah berlatih dan mempunyai pengetahuan yang lebih mendalam. Selain itu tugas yang diberikan harus dicek apakah dikerjakan atau belum, kemudian perlu dievaluasi, karena akan memberi motivasi belajar Guru

    Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi KKG Di SDN Pintu Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo

    Get PDF
    Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini  para guru di SDN Pintu Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali  pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SDN Pintu Kecamatan Jenangan Kabupaten Ponorogo yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,38 katagori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,88, katagori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 78,75 katagori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 78,33 katagori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,08 katagori “baik”

    Peningkatan Kemampuan Membaca Pemahaman Pembelajaran Bahasa Indonesia Dengan Menggunakan Metode Latihan Kelas III SDN 01 Josenan Kota Madiun Semester Ii Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Kemampuan membaca merupakan kunci utama untuk mempelajari keterampilan mata pelajaran yang lain. Karena seorang siswa yang tidak dapat membaca atau kemampuan membacanya rendah dapat dipastikan ia tidak dapat mempelajari pelajaran lain dengan baik. Siswa SD wajib menguasai keterampilan calistung (membaca, menulis dan hitung). Keterampilan membaca pada siswa sekolah dasar sangat penting bagi perkembangan diri, baik untuk melanjutkan ke kelas yang lebih tinggi, maupun untuk terjun ke masyarakat. Penelitian ini bertujuan meningkatkan kemampuan membaca pemahaman  pada siswa dan mendiskripsikan peningkatan hasil belajar sebagai dampak digunakan metode latihan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di kelas 3 SDN 01 Josenan Kota Madiun. Penelitian tindakan kelas ini meliputi dua siklus. Tiap siklus terdiri atas dua kali pertemuan dan empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, refleksi. Data penelitian diambil melalui tes dan nontes. Teknik tes yaitu berupa penilaian keterampilan membaca pemahaman  dan tes tertulis terhadap isi bacaan sederhana, sedangkan teknik nontes meliputi : observasi,  jurnal guru, dokumentasi foto. Selanjutnya data dianalisis secara kuantitatif dan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan peningkatan dari kegiatan pratindakan, siklus I dan siklus II. Pada Prasiklus nilai rata - rata siswa mengalami peningkatan sebesar : 59,15; dan pada siklus 1 nilai rata - rata siswa mengalami peningkatan menjadi sebesar : 69,40 ; dan pada siklus II nilai rata - rata siswa menjadi sebesar : 83,60. Berdasarkan dari hasil belajar yang telah dicapai pada siswa di atas, maka penelitian yang dilaksanakan di SDN 01 Josenan Kecamatan Taman Kota Madiun dapat dikatakan berhasil secara  optimal

    Mengefektifitaskan Prestasi Belajar Matematika Melalui Metode Pembelajaran Mental Activities Learning Pada Siswa Kelas IX-1 Semester Genap Di SMP Negeri 3 Nawangan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Mental Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan pengingatan, memecahkan soal dan menanggapi)  sebagai teknik  atau metode pembelajaran dapat berjalan dengan optimal. Siswa dapat dengan mudah memahami dan menguasai materi pelajaran, di samping itu siswa dituntut untuk aktif, bertanggung jawab dan disiplin dalam kegiatan belajar mengajar. Hal ini terlihat pada pertemuan I dalam pembahasan materi pembelajaran pengertian dan sumber-sumber Matematika, pada siklus I dinyatakan 60.58 (60.58%) dinyatakan belum tuntas. Dan perlu diadakan kegiatan pada siklus ke II.  Sedangkan pada Siklus II Dari data diatas disimpulkan pada kegiatan siklus ke II ini hasil prestasi belajar siswa dengan menggunakan Strategi Pembelajaran Mental Activities Learning  secara rata rata sebesar 77.94 (77.94%). Hal ini berada diatas SKBM yang telah ditentukan pada awal pembelajaran sebesar 65. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hasil evaluasi pada siklus II dinyatakan 77.94 (77.94%) dinyatakan tuntas. Melalui Penerapan metode pembelajaran Mental Activities Learning  mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat Mengefektifitaskan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil wawancara dengan sebagian siswa, rata-rata jawaban siswa menyatakan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan metode pembelajaran Mental Activities Learning  sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar. Sehingga dalam kegiatan penelitian ini dapat dinyatakan berhasil atau Tuntas

    Mengapresiasikan Hasil Prestasi Belajar Bahasa Jawa Melalui Transfering Approach Learning Pada Siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Dengan penerapan Transfering Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan pemanfaatan pengetahuan dalam situasi/konteks baru) dalam pembelajaran Bahasa Jawa Materi Pelajaran Mengartikan kata-kata yang dianggap sulit dalam bacaan cerita wayang  Ramayana lakon pada siswa Kelas VIII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020, tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Bahasa Jawa. Penerapan Transfering Approach Learning dalam pembelajaran Bahasa Jawa Pokok Bahasa mengartikan kata-kata yang dianggap sulit dalam bacaan cerita wayang Ramayana lakon pada siswa Kelas VIII-B  Semester Ganjil Di SMP Negeri 4 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020, berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Bahasa Jawa. Berdasarkan hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap ketrampilan Transfering Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan pemanfaatan pengetahuan dalam situasi/konteks baru), dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang ketrampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai ketrampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti pembelajaran jika pembelajaran menggunakan ketrampilan Transfering Approach Learning dan ketrampilan proses, khususnya pada komponen ketrampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Sehingga dalam kegiatan penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil

    Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Sifat-Sifat Operasi Hitung Bilangan Bulat Dan Pecahan Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Metode Cycle Learning Siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kecamatan Ponorogo

    Get PDF
    Berdasarkan kenyataan di lapangan membuktikan bahwa 53,33% dari siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo pada mata pelajaran Matematika memiliki hasil belajar dalam kategori rendah. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti melakukan suatu kegiatan penelitian tindakan (action research) dengan mengimplementasikan strategi pembelajaran Cycle Learning. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Tiap pertemuan memiliki alokasi 2 jam pelajaran (2 x 40 menit) dan terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah meningkatkan perolehan belajar mata pelajaran Matematika siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Sedangkan hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi guru, kepala sekolah, siswa maupun peneliti lanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Matematika yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa yang dibinanya. Selain itu juga memberikan bahan masukan dalam rangka pengembangan kurikulum sekolah agar tidak terpaku dengan cara-cara kovensional yang mapan, namun perlu disesuaikan dengan perubahan atau inovasi penyelenggaraan pembelajaran sesuai dengan perkembangan zaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cycle Learning cukup efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII A SMP Negeri 3 Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo. Hal ini dibuktikan dengan adanya data yang menunjukkan peningkatan persentase siswa yang memiliki nilai kategori baik yang diikuti ketuntasan belajar siswa meningkat dalam setiap siklusnya, yakni pada siklus I kategori baik mencapai 26,67% ketuntasan belajar 60,00%, siklus II kategori baik mencapai 56,67% ketuntasan belajar 70,00%, dan siklus III kategori baik meningkat menjadi 76,67% dan ketuntasan belajar 96,67%

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇