Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Mengapresiasi Hasil Prestasi Belajar Bidang Studi Geografi Melalui Pendekatan Inquiring Minds Want To Know Approach Learning Kelas XII-IPs-3 Semester Ganjil Di SMA Negeri 1 Rengel, Kabupaten Tuban Tahun Pelajaran 2022/2023
Guru dalam hal pelaksanaan Inquiring Minds Want To Know Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang membangkitkan Minat belajar) sebagai fHasilitator dan dinamisator kelas. Dari Hasil observasi pada siklus I aktifitas siswa yang kurang = 55,6%, cukup = 22,2% dan baik = 22,2%. Hasil prestasi siswa pada siklus I menunjukkan nilai secara rata rata 54.73 (55%) pada awal tes, dan di akhir tes menunjukkan rata rata sebesar 60.62 (61%) dan Pada Siklus II di awal tes secara rata rata yang diperoleh menunjukkan 66.06 (66%) dan di akhir dilaklukan test yang diperoleh sebesar 68.26 (68%). Sehingga secara garis besar Hasil prestasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan adri tes awal dan akhir sebanyak 5.89 (6%) dan Pada Siklus II sebesar 2.2 (2%) Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan diperoleh data secara keseluruhan secara rata rata anak yang kurang aktif sebesar 6.25 dengan anak 25. dan yang memiliki aktivitas cukup sebanyak 10 anak (1.11%) dengan rata rata 1.11. serta yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 10 anak (1.11%) dengan rata rata 1.11. pada siklus I. Sedangkan Hasil pengamatan antar kelompok pada siklus II diperoleh data sebanyak 5 anak yang memiliki aktivitas kurang (0.56%) dengan rata rata yang diperoleh 0.56. yang memiliki aktivitas sedang senanyak 12 anak dengan rata rata yang diperoleh 1.33. dan yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 28 anak dengan rata rata yang diperoleh sebanyak 3.11. (3.11%). Maka dari Hasil pengamatan antar kelompok dapat dikategorikan berhasil atau dapat diterima. Jadi hubungan antara pembelajaran metode pembelajaran dengan prestasi belajar Geografi, bahwa dengan adanya pemberian pembelajaran metode pembelajaran yang teratur dan tetap maka siswa timbul aktivitas belajar didalam Geografi dan berkembanglah pengetahuan yang diterimanya. Dengan demikian maka ketepatan atau keefektifan metode pembelajaran metode pembelajaran akhirnya dapat meningkatkan prestasi belajar yang dicapai oleh siswa. Hal inilah yang dapat digunakan sebagai bukti bahwa dengan adanya efektivitas belajar tersebut siswa akan memperoleh prestasi atau nilai yang baik. Jadi dengan demikian metode pemberian pembelajaran metode pembelajaran itu lebih tepat diterapkan pada semua mata pelajaran sehingga Hasil penelitian dapat dinyatakan dapat diterima
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Dalam Pembelajaran IPS Menggunakan Model Cooperative Learning Tipe Two Stay Two Stray (Tsts) Di Kelas V SD Negeri 61 Kajai Pisik Kecamatan Lubuk Basung Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini berawal dari permasalahan dalam pembelajaran IPS di kelas V SD Negeri 61 Kajai Pisik Kecamatan Lubuk Basung dimana sebagian besar siswa mengalami kesulitan dalam memahami materi pembelajaran IPS, sehingga hasil belajar yang diperoleh siswa pun rendah. Oleh karena itu, untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS diterapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) pada siswa kelas V SD Negeri 61 Kajai Pisik Kecamatan Lubuk Basung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas V SD Negeri 61 Kajai Pisik Kecamatan Lubuk Basung yang berjumlah 25 orang siswa. Instrument yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa lembar observasi, dokumentasi dan tes hasil belajar. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalis dengan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua kali siklus dan setiap siklus terdiri dari satu kali pertemuan. Hasil penelitian dari setiap siklus yang telah dilaksanakan dengan menggunakan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) menunjukkan adanya peningkatan baik proses pembelajaran maupun hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari pencapaian siswa dalam pembelajaran, dimana pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh siswa baru mencapai ketuntasan 56% dengan nilai rata-rata siswa 69,2. Sedangkan pada siklus II menunjukkan peningkatan yang cukup tinggi dengan nilai rata-rata siswa 80,2 dan ketuntasan 84%. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS) berhasil meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPS di kelas V SD Negeri 61 Kajai Pisik Kecamatan Lubuk Basung
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Melalui Kegiatan Lesson Study Di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripisikan tentang pelaksanaan Lesson Study, hambatan dalam pelaksanaannya, dan juga untuk mengetahui hasil program Lesson Study dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah (PTS) yang dilaksanakan dalam 2 siklus dengan empat tahapan pada masing-masing siklusnya, yaitu (1) perencanaan, (2) pelaksanaan, (3) pengamatan, dan (4) refleksi. Penelitian ini dilakukan selama 3 (empat) bulan yaitu dari bulan Januari 2019 s.d. Maret 2019. Subjek penelitian sebanyak 8 orang guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam. Teknik Pengumpulan data dilakukan dengan teknik observasi, dan dokumentasi. Validasi data dilakukan dengan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan 8 guru hanya terdapat 5 guru atau 62,50% dalam kriteria sedang dan 3 guru atau 37,50% dalam kriteria rendah dengan rata-rata hasil penilaian sebesar 51,27 dengan kriteria sedang, pada siklus pertama dari 8 guru terdapat 3 guru atau 37,50% yang mendapat kriteria tinggi dan 5 guru atau 62,50% dalam kriteria sedang serta perolehan nilai rata-rata mencapai angkat 74,46 dalam kriteria sedang. Pada siklus kedua terdapat 8 guru atau 100% yang mendapat kriteria tinggi dengan perolehan nilai rata-rata mencapai angkat 87,67 dalam kriteria tinggi. Dari penjelasan di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pelaksanaan Lesson Study terbukti dapat meningkatan kompetensi pedagogik guru guru-guru di SD Negeri 63 Surabayo Kecamatan Lubuk Basung Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Laporan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling Upaya Mereduksi Perilaku Bullying Melalui Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Role Playing Pada Siswa SMP Negeri 1 Ngoro
Role play adalah campuran antara terapi conditioned refleks (reflek terkondisi) dari salter, teknik psikodrama dari Moreno, dan fixed role terapy (terapi peran tetap) dari Kelly. Kemendikbud menyebutkan 4 macam di antaranya, bullying secara verbal, bullying secara sosial, bullying secara fisik dan bullying secara cyber. Korban bullying rentan mengalami masalah kesehatan fisik dan mental. Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang dilaksanakan dalam suatu kelompok dengan memanfaatkan dinamika kelompok sehingga anggota dapat mengembangkan potensi diri sekaligus memperoleh manfaat dari pembahasan topik masalah. Instrumen data penelitian berupa angket. Dengan menggunakan kertas, kuesioner dibagikan kepada 10 responden siswa. Waktu penelitian akan menyesuaikan dengan jadwal pelayanan bimbingan konseling yakni 1 JP setiap minggu. Penelitian ini menunjukkan bahwa menulis dengan menggunakan teknik role playing dapat diharapkan bahwa dapat mereduksi perilaku bullying. Sehingga siswa dapat memiliki pemahaman lebih tentang perilaku bullying. Selain itu, siswa akan tidak lagi melakukan perilaku bullying. Terdapat peningkatan pada pemahaman siswa tentang perilaku bullying. Pada siklus I sebanyak 45% sedangkan pada siklus II sebanyak 51,66 % siswa memiliki pengetahuan yang kuat tentang bahaya, penyebab dan dampak buruk dari perilaku bullying. Siswa pun sangat setuju dengan penggunaan teknik role playing dalam pemberian layanan bimbingan kelompok dapat mereduksi perilaku bullying siswa. Karena sebanyak 76,67% siswa menyatakan teknik role playing dapat mereduksi perilaku bullying disekolah. Siswa sangat menyukai role play dalam pelaksanaan bimbingan kelompok. Setelah melaksanakan role playing ini responden menjadi pelopor anti bullying di sekolah. Serta pengalaman yang dipetik siswa dari bertukar cerita ketika role play pada pelaksanaan bimbingan kelompok
Upaya Peningkatan Keterampilan Guru Dalam Pembuatan Soal Ulangan Berbasis Google Form Melalui Pelaksanaan Kegiatan Workshop Di SMP Negeri 4 Ampek Nagari Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam Semester 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Permasalahan dalam penelitian ini adalah rendahnya keterampilan guru dalam pembuatan soal ulangan berbasis google form di SMP Negeri 4 Ampek Nagari Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam. Tujuan penelitian adalah meningkatkan keterampilan guru dalam pembuatan soal ulangan berbasis google form melalui pelaksanaan kegiatan Workshop. Subjek penelitian adalah 8 guru di SMP Negeri 4 Ampek Nagari Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dan dilaksanakan dalam 2 kali pertemuan dalam tiap siklusnya. Teknik pengumpulan data dengan teknik observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif komparatif. Hasil penilaian observasi kegiatan diskusi menunjukkan bahwa pada kondisi awal perolehan nilai menunjukkan angka 47,08 dalam kriteria KURANG, meningkat menjadi 69,58 dalam kriteria CUKUP pada siklus pertama dan 90,83 dalam kriteria SANGAT BAIK pada akhir siklus kedua. Penjelasan mengenai peningkatan keterampilan guru dalam pembuatan soal ulangan berbasis google form pada kondisi awal sebesar 46,74 dan hanya masuk dalam kualifikasi KURANG, dan pada pelaksanaan siklus pertama menunjukkan hasil angka nilai rata-rata 69,27 dalam kualifikasi C atau CUKUP dan pada akhir siklus kedua meningkat menjadi 86,98 dalam kualifikasi nilai SANGAT BAIK. Dari segi peningkatan keterampilan guru dalam pembuatan soal ulangan berbasis google form secara individual menunjukkan peningkatan, karena pada siklus pertama ada 5 guru 41,67% yang memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kategori BAIK, pada siklus kedua semua guru dinyatakan meningkat keterampilannya dalam pembuatan soal ulangan berbasis google form, karena dari 12 guru terdapat 6 guru atau 50% yang memenuhi kriteria keberhasilan yaitu masuk dalam kategori SANGAT BAIK dan 6 guru atau 50% dalam kriteria nilai BAIK. Melihat data perolehan hasil penelitian dalam kegiatan Penelitian Tindakan Sekolah ini, dapat disimpulkan bahwa Workshop yang dilakukan oleh kepala sekolah terhadap 8 guru di SMP Negeri 4 Ampek Nagari Kecamatan Ampek Nagari Kabupaten Agam dinyatakan BERHASIL meningkatkan keterampilan guru dalam pembuatan soal ulangan berbasis google form
Upaya Meningkatkan Kemampuan Guru Dalam Penyusunan Silabus Dan RPP Melalui Pelaksanaan Kegiatan Pembinaan Profesional Dengan Pendekatan Kooperatif Di Sekolah Dasar Negeri 09 Bancah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022
Penelitian tentang peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan silabus dan RPP melalui kegiatan pembinaan profesional dengan pendekatan kooperatif di SD Negeri 09 Bancah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam pada semester 1 tahun pelajaran 2021/2022. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research) dengan 4 tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Subjek penelitian sebanyak 8 guru dengan penjelasan 6 guru kelas, 1 guru PAI dan 1 guru Penjaskes di SD Negeri 09 Bancah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan kegiatan observasi dan dokumentasi. Validasi data menggunakan teknik triangaluasi. Analisis data menggunakan teknik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan kemampuan guru dalam pengembangan silabus dan perencanaan pelaksanaan pembelajaran meningkat yakni dari nilai rata-rata dari 49,59 dengan kriteria nilai kurang pada kondisi awal, menjadi 69,98 kriteria nilai cukup pada siklus pertama dan menjadi 89,47 kriteria nilai sangat baik pada siklus kedua. Kesimpulannya adalah kegiatan pembinaan profesional dengan pendekatan kooperatif terbukti dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pengembangan silabus dan RPP di SD Negeri 09 Bancah Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam pada semester 1 tahun pelajaran 2021/2022
Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran PKn Melalui Role Play Pada Siswa Kelas IV SDN Segulung 03 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: “adakah peningkatan kemampuan berbicara melalui teknik Role Play, sedangkan tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mengetahui ada tidaknya peningkatan kemampuan menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya melalui teknik Role Play siswa kelas IVsemester IISDN Segulung 03 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019 . Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah. Peneliti terlibat langsung dalam penelitian mulai dari awal sampai penelitian berakhir. Peneliti berusaha melihat, mengamati, merasakan, menghayati, merefleksi dan mengevaluasi kegiatan pembelajaran yang berlangsung. Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata kemampuan berbicara pada siklus I 7 dalam hal ini masuk pada katagori cukup dan mendekati lebih dari cukup, pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 7,92 masuk pada katagori lebih dari cukup dan mendekati baik, dan pada siklus ketiga diperoleh nilai rata-rata 9,28 masuk dalam katagori baik sekali. dapat disimpulkan bahwa : Ada peningkatan kemampuan menunjukkan sikap terhadap globalisasi di lingkungannya melalui teknik Role Play siswa kelas IVSDN Segulung 03 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2018/2019
Meningkatkan Ketuntasan Belajar Matematika Materi Menghitung Luas Bangun Segi Banyak Melalui Model Pembelajaran Friend Giving Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Kepet 02 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021
Metode pembelajaran friend giving ini merupakan salah satu metode pembelajaran yang dapat dikatakan menarik bagi siswa karena dalam pembelajaran ini siswa dapat belajar dengan serius tapi santai. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: adakah peningkatkan kemampuan menghitung luas segi banyak sederhana, luas lingkaran, dan volume prisma segitigadengan pembelajaran friend giving siswa kelas VI SD Negeri Kepet 02 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2020/2021?. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif, dengan jenis penelitian tindakan. Dalam penelitian ini peneliti berkolaborasi dengan guru lain serta dengan kepala sekolah.Tahap-tahap pelaksanaan penelitian tindakan terdiri dari perencanaan (planning), pelaksanaan (acting), observasi (obseving), dan refleksi (relecting). Untuk mendapatkan hasil penelitian yang akurat maka data yang telah terkumpul dianalisis secara statistik yaitu mengunakan rumus mean atau rata-rata. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa nilai rata-rata pada siklus I 75.57 dan pada siklus II diperoleh nilai rata-rata 89,47. Mengacu pada hipotesis tindakan yang diajukan dalam penelitian tindakan kelas ini maka dapat disimpulkan bahwa : ada peningkatan kemampuan menghitung luas segi banyak sederhana, luas lingkaran, dan volume prisma segitigadengan pembelajaran friend giving siswa kelas VI SD Negeri Kepet 02 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun tahun pelajaran 2020/2021
Upaya Meningkatkan Kinerja Guru Mengajar Profesional Melalui Pembinaan Konsep Presentasi Power Point Di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018
Mengingat pentingnya penggunaan media dalam proses belajar mengajar, maka penulis tertarik untuk mengadakan penelitian tindakan sekolah yang berhubungan dengan media, yang lebih khususnya adalah pengaruh penggunaan media presentasi Power point terhadap hasil kinerja guru selama proses belajar megajar di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018. Adapun lokasi penelitian yang penulis tetapkan adalah SD Binaan Pengawas di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun pelajaran 2017/2018 dengan melibatkan 9 guru kelas. SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk ini juga di bawah pembinaan penulis. Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh, Penggunaan media Presentasi Power point berpengaruh terhadap aktivitas guru mengajar dan hasil belajar siswa di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 dalam pengajaran mata pelajaran serta dengan membandingkan hasil siklus I dan II yang cukup signifikan.Berdasarkan pembahasan di atas terjadi peningkatan kinerja guru dalam mengajar secara profesional melalui pembinaan dalam konsep presentasi power point. Pada siklus I nilai rata-rata kinerja guru mengajar secara profesional sebesar 63%, pada siklus II nilai rata-rata kinerja guru mengajar secara profesional sebesar 90%, terjadi peningkatan 27%. Hal ini membuktikan bahwa mutu mengajar guru dan peningkatan hasil belajar di SDN Jaan 3 Kecamatan Gondang Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 pada mata pelajaran dengan menggunakan media Presentasi Power point menjadi lebih baik
Meningkatkan Kedisiplinan Guru Dalam Kehadiran Mengajar Di Kelas Melalui Penerapan Reward And Punishment Di SMP Negeri 4 Pasirian Satu Atap Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang Semester I Tahun Pelajaran 2017/2018
Peningkatan mutu pembelajaran disekolah sangat tergantung dari beberapa faktor. Faktor yang sangat penting antara lain adalah penerapan budaya sekolah kearah peningkatan mutu. Budaya sekolah merupakan hal yang positif yang harus dipertahankan dan dilaksanakan oleh semua warga sekolah tanpa merasa terpaksa.Budaya sekolah yang harus dipertahankan salah satunya adalah masalah kedisiplinan, termasuk disiplin para guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar.Untuk meningkatkan disiplin para guru dapat diupayakan melalui bermacam-macam cara. Dalam Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) ini, peneliti selaku pengawas SMP mencoba melaksanakan tindakan berupa penerapan Reward And Punishment untuk para guru di SMPN 4 Pasirian Satu Atap, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang tahun pelajaran 2017/2018.Subyek penelitian ini adalah 4 orang guru SMPN 4 Pasirian Satu Atap, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang. Penelitian tindakan sekolah ini dilaksanakan dalam dua siklus, karena dari hasil penelitian dan analisa data, ternyata pada siklus kedua, kedisiplinan guru dalam kehadiran dikelas pada proses belajar mengajar meningkat dan memenuhi indikator yang telah ditetapkan yakni sebesar 75%.Dari hasil penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa untuk meningkatkan disiplin guru dalam kehadiran dikelas pada kegiatan belajar mengajar dapat dilakukan dengan penerapan Reward And Punishment kepada guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Reward And Punishmnet dapat meningkatkan kedisiplinan guru dalam hal kehadiran mengajar di kelas di SMPN 4 Pasirian Satu Atap, Kecamatan Pasirian Kabupaten Lumajang tahun pelajaran 2017/2018. Peningkatan kedisiplinan pada siklus I mencapai 62,5%, sedangkan pada siklus II mencapai 87,5%