Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Keterampilan Menulis Teks Deskriptif Melalui Penerapanmodel Pembelajaran Think Talk Write Padapeserta Didik Kelas VII A Di SMP Negeri 10 Madiun
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk meningkatkan keterampilan menulis deskriptif pada peserta didik kelas VII A SMP N 10 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang terdiri dai 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian ini dalah peserta didik kelas VII A SMP N 10 Madiun dengan jumlah 32 peserta didik. Penelitian ini dilaksanakan pada tahun pelajaran 2018/2019 di semester II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi untuk menilai keaktifan peserta didik dalam pembelajaran dan tes dalam menilai keterampilan menulis deskriptif melalui model pembelajaran think talk write. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan laporan penelitian dengan menggunakan tabel, grafik dan penjelasan.Hasil penelitian menunjukkan : 1) Ada peningkatan keterampilan menulis deskriptif pada peserta didik kelas VII A SMP N 10 Madiun melalui penerapan model pembelajaran think talk write. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai rata-rata yang semula 73,75 pada siklus I menjadi 85,63 pada siklus II sehingga hal ini berpengaruh pada ketuntasan dalam pembelajaran yaitu yang semula 59,38% menjadi 91% pada siklus II. 2) Ada peningkatan keaktifan peserta didik pada pembelajaran menulis deskriptif bahasa Inggris di kelas VII A SMP N 10 Madiun melalui penerapan model pembelajaran think talk write. Hasil penilaian keaktifan peserta didik diperoleh nilai rata-rata pada siklus I 72,44 meningkat menjadi 82,03 pada siklus II
Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi KKG Di SDN 1 Ploso Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan
Pelaksanaan sistem kurikulum nasional yang sentralistik telah menghasilkan perilaku kognitif siswa yang kurang fleksibel. Siswa merasa lebih aman dan cenderung terikat pada apa yang telah ada, pikiran mereka kurang berkembang dan cenderung kurang suka pada sesuatu yang baru. Praktik-praktik pendidikan yang dikembangkan kelihatannya lebih ditekankan pada pemikiran reproduktif, menekankan pada hafalan dan mencari satu jawaban benar terhadap soal-soal yang diberikan. Akhirnya kompetensi belajar kurang berkembang secara optimal. Salah satu setrategi pembelajaran yang sesuai dengan hal tersebut adalah pembelajaran dengan pendekatan Paikem.Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran . Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini para guru di SDN 1 Ploso Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di SDN 1 Ploso Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan yang terdiri dari 8 orang guru. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,16 kategori”cukup,sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,67, kategori “baik”,nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 76,67 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,67, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 77,22 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,11 kategori “baik”
Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Materi Iman Kepada Qodo’ Dan Qodar Melalui Metode Lightening The Learning Climate Pada Siswa Kelas VI Semester II SDN Bringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Belajar Lightening the Learning Climate berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya metode Belajar Lightening the Learning Climate? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Belajar Lightening the Learning Climate terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya Belajar Lightening the Learning Climate. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI Semester II SDN Bringin Kecamatan Badas Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I 58.62%, siklus II 68.97%, siklus III 100%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode Lightening the Learning Climate dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa kelas VI, serta model Belajar ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Belajar Pendidikan Agama Islam
Peranan Metode Demonstrasi Dalam Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) Dalam Meningkatkan Minat Dan Prestasi Belajar Terhadap Mata Pelajaran IPA Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN 2 Siwalan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2013/2014
Berdasarkan observasi yang peneliti lakukan pada bulan September 2013 di kelas VI SDN 2 Siwalan Kecamatan Mlarak Kabupaten Ponorogo, kegiatan belajar mengajar yang guru lakukan sudah menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan. Namun kenyataan di lapangan dalam kegiatan pembelajaran masih berpusat pada guru, sebagian besar aktivitas pembelajaran dilakukan oleh guru, dan metode pembelajarannya hanya dengan ceramah yang diselingi dengan tanya jawab tentang materi yang disampaikan oleh guru. Hal ini berdampak pada hasil belajar IPA siswa yang masih terbilang kurang maksimal, dimana rata-rata kelasnya hanya 68,25. Salah satu upaya penanaman sifat ilmiah adalah dengan memberikan peluang bagi siswa untuk mencoba atau praktek sendiri. Dengan demikian akan memotivasi siswa untuk mempelajari pelajaran IPA. Memperhatikan gejala-gajala ini, sebagai guru yang ikut berperan dalam proses pembelajaran, peneliti berusaha mencari cara untuk meningkatkan minat dan prestasi siswa belajar konsep IPA. Pemilihan model pembelajaran yang tepat sesuai dengan kondisi siswa, menurut peneliti merupakan salah satu cara untuk meningkatkan minat siswa. Peneliti mencoba menerapkan metode demonstrasi, karena metode ini telah dikembangkan di negara-negara maju, menjadi pilihan penulis untuk menjawab problem ini karena model pembelajaran dengan metode Demonstrasi mengarahkan pembelajaran dan sesuai dengan karakter pembelajaran IPA yang bukan menekankan pada hasil belajar tetapi juga proses imliah dan sikap ilmiah. Serelah penulis melaksanakan penelitian ini maka penulis dapat menyimpulkan bahwa pengajaran yang penulis atau guru laksanakan dengan metode demonstrasi terhadap mata pelajaran IPA pada siswa kelas VI dapat meningkat, adapun peningkatan dapat dilihat dari nilai rata-rata ulangan harian siklus 1 : 60,71 dan pada siklus 2 meningkat menjadi : 79,28
Penerapan Metode Explicit Instruction Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Materi Perkembangbiakan Tumbuhan Pada Siswa Kelas VI SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah menerapkan metode explicit instruction untuk meningkatkan prestasi belajar IPA materi perkembangbiakan tumbuhan pada siswa kelas VI SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini dilaksanakan di SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar yang terletak di Desa Pelang Lor Kecamatan Kedunggalar. Penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan yakni September sampai oktober 2018.Subjek penelitian ini adalah seluruh siswa kelas VI SD Negeri Pelang Lor 2 Kecamatan Kedunggalar semester ganjil tahun pelajaran 2018/2019 yang berjumlah 9 siswa.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode explicit instruction telah mampu meningkatkan prestasi belajar siswa yang diindikasikan angka ketuntasan mengalami kenaikan yakni ketuntasan mengalami kenaikan yakni jika pratindakan ketuntasan sebesar 44%, maka pada siklus I dari 9 siswa yang dinyatakan tuntas sebesar 56% dan pada siklus II menjadi sebesar 100%.Dengan demikian maka dapat dikatakan bahwa explicit instruction efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar Bahasa Inggris Materi Teks Information Report Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas IX-D MTs Negeri 4 Jember Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020
Pada pembelajaran bahasa Inggris dalam penyampaian materi yang dilakukan guru dengan konvensional yang membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan berujung pada rendahnya hasil belajar siswa. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas maupun hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas IX-D MTs Negeri 4 Jember Tahun Pelajaran 2019/2020 sebanyak 25 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, teknik tes dan dokumentasi.Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data.Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dimana pada kondisi awal hanya ada 9 siswa atau 36,00%, pada siklus I meningkat menjadi 17 siswa atau 68,00%, dan pada siklus II menjadi 25 siswa atau 100%. Meningkatnya aktivitas belajar siswa berdampak pada meningkatnya nilai rata-rata hasil belajar siswa pada setiap siklusnya, yaitu pada kondisi awal sebesar 57,60, pada siklus I menjadi 68,40, dan pada siklus II menjadi 78,80. Hal tersebut juga dibuktikan dengan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal, dimana pada kondisi awal hanya terdapat 7 siswa atau 28,00%, pada siklus I meningkat menjadi 15 siswa atau 60,00%, dan pada siklus II menajdi 23 siswa atau 92,00%. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas IX-D MTs Negeri 4 Jember Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020
Peningkatan Hasil Belajar Makna Q.S. Al-Ma’un Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dengan Metode Smart Learning Siswa Kelas V B SDN 1 Mangkujayan Ponorogo
Berdasarkan kenyataan yang ada, hasil belajar siswa Kelas V B dalam hal menguasai materi ajar tentang Q.S. al-Ma’un dengan baik dan tartil dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor hanya mencapai 54,55. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 54,55% atau 12 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 4 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi ajar tentang makna Q.S. al-Ma’un dengan baik dan tartil melalui strategi pembelajaran SMaRT Learning pada siswa Kelas V B, SDN 1 Mangkujayan Kecamatan Ponorogo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan model pembelajaran SMaRT Learning dalam meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam materi ajar tentang Q.S. al-Ma’un dengan baik dan tartil ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,10; siklus II 74,97; dan siklus III 83,45. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 65,62%, siklus II 79,31%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Peningkatan Prestasi Belajar IPA Materi Reproduksi Pada Tumbuhan Dan Hewan Melalui Metode Student Facilitator And Explaining (SFE) Pada Kelas IX F Di SMP Negeri 1 Kasreman Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Materi pelajaran Reproduksi Pada Tumbuhan Dan Hewan yang urut dan logis sebenarnya sangat penting diberikan kepada murid untuk melatih menggunakan bahasa secara aktif. Ada beberapa faktor penyebab yaitu, (1) sistem ujian yang biasanya menjabarkan soal-soal yang sebagian besar bersifat teoritis, (2) kelas yang terlalu besar dengan jumlah murid berkisar antara empat puluh sampai lima puluh orang. Oleh sebab itu peneliti tertarik mengadakan penelitian tentang penggunaan Pembelajaran Metode Student Facilitator And Explaining (SFE) dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam pada siswa kelas IX F, SMP Negeri 1 Kasreman Kabupaten Ngawi. Berdasarkan uraian diatas, dapat dirumuskan masalah dalam penelitian ini adalah (1) “Seberapa jauh peningkatan prestasi belajar siswa dalam belajar Ilmu Pengetahuan Alam khususnya reproduksi pada tumbuhan dan hewan yang urut dan logis pada siswa kelas IX F, SMP Negeri 1 Kasreman Kabupaten Ngawi? (2) Apakah Metode Student Facilitator And Explaining (SFE) dapat meningkatkan motivasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam dalam bidang reproduksi pada tumbuhan dan hewan yang urut dan logis siswa kelas IX F, SMP Negeri 1 Kasreman Kabupaten Ngawi? Hasil penelitian siklus 1 sampai dengan siklus 3 dari data yang dikumpulkan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan, sehingga dapat disimpulkan melului Metode Student Facilitator And Explaining (SFE) terdapat peningkatan prestasi belajar siswa kelas IX F, SMP Negeri 1 Kasreman Kabupaten Ngawi, khususnya reproduksi pada tumbuhan dan hewan yang urut dan logis, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya rata-rata hasil belajar siswa terhadap materi yang disampaikan guru (rata-rata hasil belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 71,67, 81,88, dan 87,71, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 75,00%, 83,33%, dan 87,50%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai
Meningkatkan Kinerja Guru Matematika Melalui Metode Kooperatif Model Group Investigation Di SDN Ambelang Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian tindakan sekolah ini bertujuan untuk: a) ingin mengetahui peningkatan Kinerja Guru setelah diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Group investigation di SDN Ambelang Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2019/2020, b) ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan metode pembelajaran kooperatif model Group investigation di SDN Ambelang Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2019/2020. Adapun Penelitian Tindakan Sekolah ini berlokasi di SDN Ambelang Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2019/2020 yang ditujukan pada guru kelas V mengajar matematika dan siswa kelas V yang ada di lokasi penelitian. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembelajaran kooperatif model Group investigation memiliki dampak positif dalam meningkatkan Kinerja Guru. Hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan guru dengan ketuntasan belajar meningkat dari sklus I, II, dan III) yang masing-masing 65,00%, 80,00%, dan 90,00%. Dan pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Biologi Dengan Melalui Visual Activities Learning Sebagai Metode Pembelajaran Siswa Kelas XI-IPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 6 Madiun, Kota Madiun Pada Tahun Pelajaran 2016/2017.
Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan kegiatan untuk membaca, demonstrasi, memperhatikan dan melakukan percobaan) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,25%. Pada Siklus I, dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 17 (68%) dan sedang sebanyak 4 (16%) serta sebanyak 4 (16%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 9 (36%), yang memiliki perhatian sebanyak 6 (24%) dan perhatian kurang 10 (40%). Belum dinyatakan Tuntas.. Pada Siklus II dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 21 (84%) dan sedang sebanyak 2 (8%) serta sebanyak 2 (8%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 19 (76%), perhatian orang tua sebanyak 4 (16%) dan perhatian kurang 2 (8%). Dari data tersebut dengan menggunakan metode Visual Activities Learning tersebut dinyatakan Tuntas. Berdasarkan uraian tersebut di atas, hipotesis yang dianjurkan dalam penelitian tindakan kelas ini : “Jika kegiatan belajar mengajar menggunakan metode Visual Activities Learning pada materi pembelajaran Mendiskripsikan peranan Ekosistem dan Komponen komponennya serta siklus biogeokimia dan manfaat komponen Ekosistem dalam kehidupan pada pelajaran Biologi prestasi belajar siswa dapat meningkat”, dapat di terima