Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Strategi Pembelajaran Actual Learning Pada Siswa Kelas IX-2 Semester Genap Di SMP Negeri 1 Bangsal, Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2019/2020
Latar belakang dari penelitian ini adalah apakah dengan strategi pembelajaran Actual Learning (Pembelajaran secara nyata/aktual) dapat mengoptimalkan hasil prestasi belajar siswa siswa Kelas IX-2 Semester Genap di SMP Negeri 1 bangsal, Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2019/2020 dalam belajar mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam? Hasil penelitian menunjkkan bahwa dengan metode pembelajaran dengan metode Actual Learning (Pembelajaran secara nyata/actual) ternyata pada Siklus 1 rata-rata hasil prestasi belajar siswa didapatkan sebesar 57,21 (57%). Masih dibawah tingkat ketuntasan belajar (KKM) yang telah ditentukan yaitu 75 (75%). Pada siklus 2 rata-rata hasil prestasi belajar siswa didapatkan sebesar 73,94 (74%). Pada siklus 3 rata-rata hasil prestasi belajar siswa didapatkan sebesar 79,50 (80%). Hasil ini berada di atas KKM, maka penelitian ini dinyatakan telah berhasil dan telah tuntas. Kesimpulannya adalah strategi pembelajaran dengan menggunakan strategi pembelajaran Actual Learning (Pembelajaran secara nyata/aktual) dapat mengoptimalkan hasil prestasi belajar siswa Kelas IX-2 Semester Genap di SMP Negeri 1 bangsal, Kabupaten Mojokerto Tahun Pelajaran 2019/2020 pada mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Peningkatan Prestasi Belajar IPS Kompetensi Dasar Mendeskripsikan Perjuangan Para Tokoh Pejuang Pada Penjajahan Belanda Dan Jepang Melalui Pembelajaran Tipe Group Investigation Pada Siswa Kelas V SDN 1 Tahunan Tegalombo Pacitan Semester II Tahun Pelajaran
Menyadari akan pentingnya penggunaan model pembelajaran dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan, pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah membuat berbagai kebijakan. Kebijakan tersebut diantaranya adalah peningkatan mutu guru melalui berbagai penataran maupun pelatihan, adanya proyek peningkatan mutu melalui droping pendidikan ke setiap jenjang sekolah tentu harus diikuti dengan pengembangan model pembelajaran sesuai dengan karakteristik media. Berdasarkan kenyataan yang ada, tingkat keterampilan siswa Kelas V dalam hal menguasai materi tentang perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor kelas hanya mencapai 58,75. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 58,33% atau 14 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar tentang perjuangan para tokoh pejuang pada masa penjajahan Belanda dan Jepang melalui strategi pembelajaran Group Investigation pada siswa Kelas V, SDN 1 Tahunan Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Semester II Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan model pembelajaran Group Investigation dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 71,67; siklus II 75,83; dan siklus III 81,67. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 66,67%, siklus II 83,33%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Upaya Meningkatkan Keterampilan Bermain Kasti Dengan Menggunakan Media Bola Kepelan Kertas Pada Siswa Kelas IV Di SDN Kloposawit 02 Tahun Pelajaran 2018/2019
Pendidikan Jasmani adalah proses pendidikan yang memanfaatkan aktivitas jasmani yang direncanakan secara sistematik bertujuan untuk mengembangkan dan meningkatkan individu secara organik, neuromuskuler, perseptual, kognitif, dan emosional, dalam kerangka sistem pendidikan nasional.Permasalah yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah (a) Bagaimanakah peningkatan Keterampilan Bermain kasti bagi siswa dengan menggunakan media inovasi bola kepelan kertas? (b) bagaimanakah pengaruh media bola kepelan kertas Keterampilan Bermain siswa? Tujuan dari penelitian ini adalah (a) bagaimanakah peningkatan minat belajar kasti setelah digunakannya bola kepelan kertas sebagai medi pembelajaran, (b) Mengetahui Keterampilan Bermain kasti setelah mencoba menggunakan media bola kepelan kertas.Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua putaran. Setiap putaran terdiri dari dua tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan. Refleksi dan refisi Sasaran penelitian ini adalah Siswa Kelas IV dari data diperoleh berupa hasil tes praktik , lembar observasi. Dari hasil analisa didapat bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatakan dari siklus I sampai II yaitu, siklus I (70,37%), siklus II (96.30%) untuk ranah afktif psikomotor yaitu 55.56% menjadi 77.78%, dan untuk ranah afektif 81.48% menjadi 96.30%, sedangkan Kognitif 77,78 menjadi 100%Simpulan dari penelitian ini adalah media bola kepelan kertas dapat berpengaruh positif terhadap Keterampilan Bermain siswa Kelas VI serta model pembejalaran dapat digunakan sebagai salah satu media alternativdalam pembelajaran penjas
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Konsep Dasar Matriks Pada Mata Pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas XI TEI A SMK Negeri 1 Jenangan
Upaya untuk mendorong guru dalam menetapkan strategi agar tujuan pembelajaran dapat tercapai, guru perlu didorong untuk terus menyempurnakan strategi tersebut misalnya dengan menetapkan kaji tindak dalam pembelajaran. Fenomena yang terjadi di Kelas XI TEI A diperoleh data rendahnya pemahaman konsep Mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar matriks, yakni 50,00% siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 64,71. Penerapan model pembelajaran Bowling Kampus, merupakan sebuah penawaran peneliti dalam memecahkan masalah dengan harapan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar matriks. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar matriks pada mata pelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Bowling Kampus Siswa Kelas XI TEI A SMK Negeri 1 Jenangan Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Bowling Kampus dalam meningkatkan pemahaman konsep Matematika kompetensi dasar mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar matriks ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni : pada siklus I 73,05; siklus II 75,27, dan siklus III 79,44. Selain itu ditandai pula adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 66,67%, siklus II menjadi 80,55%, pada siklus III mencapai 94,44%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Bowling Kampus dalam proses pembelajaran dapat meningkatan pemahaman konsep Mendeskripsikan dan menganalisis konsep dasar matriks pada mata pelajaran Matematika
Peningkatan Perolehan Hasil Belajar Menerapkan Konsep Pengukuran Pada Mata Pelajaran IPA Melalui Metode Cycle Learning Siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Madiun
Berdasarkan kenyataan di lapangan membuktikan bahwa 50,00% dari siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Madiun pada mata pelajaran IPA memiliki hasil belajar dalam kategori rendah. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti melakukan suatu kegiatan penelitian tindakan (action research) dengan mengimplementasikan strategi pembelajaran konstruktivisme. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri atas 2 kali pertemuan. Tiap pertemuan memiliki alokasi 3 jam pelajaran (3 x 40 menit) dan terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah meningkatkan perolehan belajar mata pelajaran IPA siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Sedangkan hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi guru, kepala sekolah, siswa maupun peneliti lanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran IPA yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa yang dibinanya. Selain itu juga memberikan bahan masukan dalam rangka pengembangan kurikulum sekolah agar tidak terpaku dengan cara-cara kovensional yang mapan, namun perlu disesuaikan dengan perubahan atau inovasi penyelenggaraan pembelajaran yang disesuaikan dengan tuntutan perkembangan zaman. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cycle Learning cukup efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VII C SMP Negeri 1 Madiun. Hal ini dibuktikan dengan adanya data yang menunjukkan peningkatan rerata (mean score) yang diikuti ketuntasan belajar siswa meningkat dalam setiap siklusnya, yakni pada siklus I mean score mencapai 70,63 ketuntasan belajar 53,13%, siklus II mencapai 77,81 ketuntasan belajar 75,00%, dan siklus III meningkat menjadi 83,91 dan ketuntasan belajar 96,88%
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Kimia Melalui Model Pembelajaran Dengan Pendekatan IBL (Inquiry-Based Learning) Pada Siswa Kelas XI MIPA-1 SMAN 1 Campurdarat Semester 2 Tahun Pelajaran 2019/2020
Perbedaan penelitian ini dibandingkan dengan penelitian-penelitian sebelumnya adalah siswa lebih diaktifkan dalam mencari informasi dan pengetahuan mengenai materi dengan jalan siswa membuat soal yang disertai dengan jawabannya, kemudian dengan informasi yang mereka dapat siswa melakukan percobaan untuk membuktikan teori yang ditemukan oleh para ahli. Pada akhir kegiatan, siswa menyimpulkan konsep materi yang dibahas. Dengan kegiatan ini diharapkan pemahaman siswa akan meningkat yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa. Sebelum penerapan model pembelajaran dengan pendekatan IBL nilai rata-rata kognitif siswa 47.61 dengan ketuntasan 27.91% dan setelah penerapan model pembelajaran dengan pendekatan IBL menjadi 77.42 dengan ketuntasan klasikal 83.72% pada siklus I, kemudian meningkat menjadi 86.89 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus II, dan meningkat lagi menjadi 89.77 dengan ketuntasan klasikal 100% pada siklus III. Hasil belajar afektif siswa mengalami peningkatan dari 72.31 pada siklus I, 77 pada siklus II, dan 80.39 pada siklus III. Sedangkan hasil belajar psikomotorik siswa juga mengalami peningkatan dari siklus I, siklus II, dan siklus III, berturut-turut nilai rata-ratanya adalah 72.09:76.31;dan 78.78. Dengan demikian target peneliti telah tercapai
Peningkatan Aktivitas Belajar Bimbingan Konseling Pada Bimbingan Pribadi Materi Konsep Diri Dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual Model Kooperatif Siswa Kelas IX-C SMP Negeri 3 Lumajang Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018
Permasalahan yang terjadi selama proses bimbingan konseling yang ditemui adalah penarapan bimbingan yang dilakukan secara konvensional, seperti ekspositori, drill atau ceramah. Proses ini hanya menekankan pada pencapaian tuntutan kurikulum dan penyampaian kontekstual semata daripada mengembangkan kemampuan belajar dan mengembangun individu. Kondisis seperti ini tidak akan menumbuh kembangkan aspek kemampuan dan aktivitas siswa seperti yang diharapkan. Akibatnya nilai-nilai yang didapat tidak seperti yang diharapkan. Sehubungan dengan permasalahan tersebut di atas, maka dilakukan penelitian kelas untuk mengatasi permasalahan pembelajaran dengan menggunakan pendekatan kontekstual model kooperatif sebagai solusinya. Penelitian ini bertujuan : 1) Untuk mengetahui pendekatan kontekstual model kooperatif dalam bimbingan Konseling pada bidang bimbinan Pribadi materi Konsep Diri dapat meningkatkan aktivitas belajar Siswa Kelas IX-C SMP Negeri 3 Lumajang Kabupaten Lumajang Semester Genap tahun pelajaran 2017/2018. 2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dengan menggunakan pendekatan konstektual model kooperatif dalam bimbingan dan Konseling pada bimbingan Pribadi materi Konsep Diri dapat meningkatkan aktivitas belajar Siswa Kelas IX-C SMP Negeri 3 Lumajang Kabupaten Lumajang Semester Genap tahun pelajaran 2017/2018. Berdasarkan hasil penelitian tindakan kelas yang telah dilaksanakan, maka dapat disimpulkan bahwa : 1) Aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan kontekstual model kooperatif dalam bimbingan Pribadi materi Konsep Diri di Kelas IX-A pada bidang bimbingan Belajar Semester Genap tahun pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 3 Lumajang Kabupaten Lumajang. Hal ini ditunjukkan adanya kualifikasi siswa dalam belajar secara kelompok dengan predikat pada siklus 1 : hebat sebanyak 2 kelompok, baik sebanyak 3 kelompok, dan tidak berpredikat 1 kelompok; pada siklus 2 : super sebanyak 2 kelompok, hebat sebanyak 2 kelompok, baik sebanyak 2 kelompok sedangkan pada siklus 3: super sebanyak 4 kelompok, dan hebat sebanyak 2 kelompok. 2) Peningkatan aktivitas belajar melalui pendekatan kontekstual model kooperatif dalam bimbingan Konseling Kelas IX-A pada bidang bimbingan Pribadi materi Konsep Diri Semester Genap tahun pelajaran 2017/2018 SMP Negeri 3 Lumajang Kabupaten Lumajang dapat meningkatkan prestasi belajar siswa
Peningkatan Hasil Belajar Mendeskripsikan Sistem Gerak Pada Manusia Pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Metode Cycle Learning Siswa Kelas VIII E SMP Negeri 1 Kecamatan Ngebel
Berdasarkan kenyataan di lapangan membuktikan bahwa 37,50% dari siswa Kelas VIII E SMP Negeri 1 Kecamatan Ngebel pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam memiliki hasil belajar dalam kategori rendah. Berdasarkan fenomena tersebut, peneliti melakukan suatu kegiatan penelitian tindakan (action research) dengan mengimplementasikan strategi pembelajaran konstruktivisme. Penelitian tersebut dilaksanakan dalam tiga siklus. Tiap siklus terdiri atas 1 kali pertemuan. Tiap pertemuan memiliki alokasi 2 jam pelajaran (2 x 40 menit) dan terdiri atas kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Adapun metode pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara dan dokumentasi. Tujuan yang diharapkan dalam penelitian ini adalah meningkatkan perolehan belajar Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam siswa Kelas VIII E SMP Negeri 1 Kecamatan Ngebel Semester I Tahun Pelajaran 2016/2017. Sedangkan hasil penelitian ini diharapkan memiliki manfaat bagi guru, kepala sekolah, siswa maupun peneliti lanjutan dalam meningkatkan mutu pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam yang berdampak pada peningkatan hasil belajar siswa yang dibinanya. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa strategi Cycle Learning cukup efektif digunakan untuk meningkatkan hasil belajar siswa Kelas VIII E SMP Negeri 1 Kecamatan Ngebel. Hal ini dibuktikan dengan adanya data yang menunjukkan peningkatan nilai rerata (mean score) yang diikuti ketuntasan belajar siswa meningkat dalam setiap siklusnya, yakni pada siklus I mencapai 75,21 ketuntasan belajar 83,33%, siklus II mencapai 80,21 ketuntasan belajar 91,67%, dan siklus III meningkat menjadi 85,63 dan ketuntasan belajar 100
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Pengawas Sekolah Di SDN 1 Kalak Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan
Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SDN 1 Kalak Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi pengawas sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDN 1 Kalak Kecamatan Donorojo Kabupaten Pacitan melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Skor rata-rata siklus I : 143,43. Siklus II : 161,14. Terjadi peningkatan 17,71 dari nilai rerata pada siklus sebelumnya. Pada sikluls III nilai rerata mencapai 178,86, berarti terjadi peningkatan 17,72 dari nilai rerata pada siklus sebelumnya. Dan pada siklus IV nilai rerata yang dICapai pada siklus ini 200,57, berarti terjadi peningkatan sebesar 21,71 dari nilai rerata pada siklus sebelumnya
Peningkatan Layanan Bimbingan Dan Konseling Tentang Strategi Belajar Sesuai Gaya Belajar Melalui Pendekatan Model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo
Dari beberapa kelas paralel di kelas X, maka di Kelas X IPS 1 lah yang prestasinya paling rendah utamanya pada topik layanan Strategi belajar sesuai gaya belajar. Hal ini didukung adanya data prestasi layanan Bimbingan dan Konseling mencapai mean skor 57,37 dan siswa yang dinyatakan tuntas belajar hanya 52,63% dengan standar ketuntasan minimal ditetapkan 75. Sebagai perwujudan tanggung jawab peneliti yang juga konselor Bimbingan dan Konseling di Kelas X IPS 1, maka peneliti menawarkan penerapan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas, yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri atas 2 pertemuan dan tiap pertemuan dialksanakan selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan yang diharapkan dari penelitian ini adalah meningkatkan hasil layanan Strategi belajar sesuai gaya belajar melalui Pembelajaran Kooperatif model Rotating Trio Exchange Siswa Kelas X IPS 1 SMA Negeri 1 Sidoarjo Semester I Tahun pelajaran 2019/2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil layanandapat ditingkatkan dengan pembelajaran kooperatif model Rotating Trio Exchange. Hal ini dapat dibuktikan dengan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing siklus I sebesar 73,55, siklus II sebesar 79,08 dan siklus III 84,74. Selain itu peningkatan ini juga didukung dengan adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar siswa yaitu pada siklus I sebesar 65,79%, siklus meningkat menjadi 81,58% dan siklus III meningkat dengan pesat sebesar 97,37%