Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar IPS Peserta Didik Kelas IX Melalui Model Pembelajaran Problem Based Learning Dengan Media Video Di SMP Negeri 9 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk 1) Menguraikan peningkatan aktivitas belajar peserta didik kelas IX melalui model pembelajaran problem based learning dengan media video di SMP Negeri 9 Madiun tahun pelajaran  2018/2019. 2) Menjelaskan peningkatan hasil belajar peserta didik kelas IX melalui model pembelajaran problem based learning dengan media video di SMP Negeri 9 Madiun tahun pelajaran  2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan 2 siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Subjek penelitian berjumlah 22 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Ada peningkatan aktivitas belajar peserta didik dalam pembelajaran mata pelajaran IPS ketika guru menerapkan model pembelajaran problem based learning dengan media video dalam mata pelajaran IPS kelas IX di SMP Negeri 9 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019, pada siklus I rata-rata penilaian aktivitas belajar 68,75 pada siklus I meningkat menjadi 88,07 pada siklus II.  2) Ada peningkatan hasil belajar peserta didik ketika guru menerapkan model pembelajaran problem based learning dengan media video dalam mata pelajaran IPS kelas IX di SMP Negeri 9 Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019. Hasil belajar IPS pada siklus I yaitu : nilai rata-rata yang diperoleh pada siklus I 69,95 meningkat menjadi 85,23 pada siklus II dengan ketuntasan klasikal juga mengalami peningkatan yang semula 36,36% pada siklus I meningkat menjadi 90,91% pada siklus II

    Upaya Mengatasi Kecemasan Berbicara Melalui Pengimplementasian Strategi Cognitive Structuring Siswa Kelas IX-E SMP Negeri 3 Lumajang Semester Genap Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Dalam PTK ini, guru Pembimbing selaku konselor sekolah mencoba memecahkan permasalahan siswa untuk mengatasi atau mengurangi kecemasannya saat berbicara ataupun presentasi di depan kelas. Dengan Kombinasi antara Strategi Systematic Desensitization dengan Strategi Cognitive Restructuring (CR), konselor sebagai peneliti akan mengimplementasikannya terhadap para siswa yang score kecemasannya tergolong “berat”. Asumsi yang mendasari digunakannya strategi ini adalah bahwa kecemasan berbicara di depan kelas disebabkan adanya keyakinan klien / siswa yang tidak rasional  tentang peristiwa yang berhubungan dengan berbicara di depan kelas. Dengan Kombinasi Strategi Systematic Desensitization (SD) dengan Strategi Cognitive Restructuring ( CR ) ini peneliti / konselor berharap dapat membantu siswa yang mengalami kecemasan sehingga dapat mengatasi masalahnya sendiri atau paling tidak memperingan permasalahan kecemasannya tersebut serta berharap pula bahwa strategi ini dapat membantu siswa – siswa lain yang berbeda penyebab kecemasannya. Model PTK yang kami gunakan adalah model dari Kemmis dan Mc. Tagart yang mengguanakan spiral yang terdiri atas empat langkah dalam tiap siklkusnya, yakni Perencanaan, Tindakan, Pengamatan dan Refleksi. PTK ini menggunakan 3 siklus. Pada saat Siklus I, siswa masih ragu-ragu dan malu untuk bermain peran / role play. Pada Siklus II dilaksanakan perlakuan dengan menggunakan strategi Cognitive Restructuring dan saat berlatih mempraktekkan sudah tampak kemajuan, karena disamping ada homework/latihan di rumah, mereka selalu dibiasakan untuk mempratekkan sendiri, saat ditunjuk guru untuk berbicara dan maju ke depan kelas. Pada siklus ke III, kelima siswa tetap diberi tindakan kombinasi strategi SD dengan strategi CR serta adanya penambahan dengan dilaksanakan relaksasi ototm gerakan latihan. Hasilnya bahwa kedua siswa seperti pada siklus II tetap memerlukan tindak lanjut Pembina TK Ian dan juga latihan intensif untuk meringankan, menghilangkan kecemasannya. Untuk dua siswa lainnya yakni fernanda sudah mulai terlihat kemajuan dalam mengatasi kecemasannya sendiri. Sedangkan Lilis S khusus untuk pelajaran Bahasa Inggris masih tetap memerlukan bantuan latihan pada soal Speaking, begitu juga menurut guru bidang studi Bahasa Inggris, bahwa Lilis S  lemah pada materi tersebut. Implementasi kombinasi strategi SD dengan strategi CR cukup membantu siswa yang mengalami kecemasan berbicara di depan kelas. Jika dilakukan dan diterapkan secara serius, telaten dan Intensif

    Peningkatan Kompetensi Guru Dalam Menerapkan Model Pembelajaran Kolaborasi Melalui Bimbingan Kepala Sekolah Di SDN Wirolegi 03 Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan kompetensi guru melalui bimbingan Kepala Sekolah di SDN Wirolegi 03 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan diterapkannya model pembelajaran kolaborasi? (b) Bagaimanakah pengaruh bimbingan kepala sekolah dalam meningkatkankompetensi gurudalam menerapkan model pembelajaran kolaborasi di SDN Wirolegi 03 Tahun Pelajaran 2018/2019? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan peningkatan kompetensi guru melalui bimbingan Kepala Sekolah di SDN Wirolegi 03 Tahun Pelajaran 2018/2019 dengan diterapkannya model pembelajaran kolaborasi, (b) Ingin mengetahui pengaruh bimbingan kepala sekolah dalam meningkatkan kompetensi guru dalam menerapkan model pembelajaran kolaborasi di SDN Wirolegi 03 Tahun Pelajaran 2018/2019. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak dua siklus. Setiap siklus terdiri dari tiga tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan dan refleksi. Sasaran penelitian ini adalah guru SDN Wirolegi 03. Data yang diperoleh berupa lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa kompetensi guru mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II yaitu, siklus I (68%) dan siklus II (87%.).Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa bimbingan kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru SDN Wirolegi 03 dalam menerapkan model pembelajaran kolaborasipada semester genaptahunpelajaran 2018/2019

    Peningkatan Kompetensi Guru Kelas 4 Dan 5 Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Matematika Melalui Supak Moping Di SDN 03 Nambangan Kidul Kota Madiun Semester II Tahun Pelajaran 2018-2019

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan supervisi akademik  model pendampingan (Supak Moping)  dapat meningkatkan kompetensi guru kelas 4 dan 5 AB dalam mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis Saintifik di SDN 03 Nambangan Kidul Kota Madiun   tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini adalah penelitian tindakan sekolah dengan 2 siklus yang terdiri dari 4 tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi.  Subjek penelitian ini dalah guru kelas 4 AB dan 5 AB SDN  03 Nambangan Kidul  Kota Madiun dengan jumlah 4 orang guru tahun pelajaran 2018/2019 semester II. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi guna mengetahui  profesionalisme guru kelas dalam pembelajaran. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kualitatif yaitu menyajikan laporan penelitian dengan menggunakan tabel, grafik dan penjelasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa : melalui supervisi akademik  model pendampingan (Supak Moping)  dapat meningkatkan kompetensi guru kelas 4 dan 5 AB dalam mengembangkan media pembelajaran matematika berbasis Saintifik di SDN 03 Nambangan Kidul Kota Madiun   tahun pelajaran 2018/2019. Hal ini ditunjukkan dengan meningkatnya perolehan nilai rata-rata  kemampuan guru dalam mengembangkan media pembelajaran Matematika dari kategori cukup pada siklus 1  dengan nilai rata-rata 53,50 menjadi kategori baik dengan nilai rata-rata 79,50 pada siklus 2

    Upaya Meningkatkan Motivasi Berprestasi Dan Hasil Belajar Siswa Melalui Metode Joyful Learning Dalam Pembelajaran Akuntansi Pada Siswa Kelas XI AK 4 SMKN 2 Madiun Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Akuntansi sering kali dikategorikan sebagai mata pelajaran yang monoton dan cenderung membosankan. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap motivasi berprestasi dan juga hasil belajar siswa. Hasil obsevasi awal menunjukkan rendahnya tingkat motivasi berprestasi siswa kelas XI AK 4 SMKN 2 Madiun dapat dilihat berdasarkan lima aspek berikut yaitu (1) ketekunan dan keuletan sebesar 34,48%; (2) perhatian siswa sebesar 62,07%; (3) kemandirian siswa 20,69%; (4) semangat siswa sebesar 55,17%; dan (5) mengemukakan pendapat sebesar 20,69%. Rendahnya motivasi berprestasi tersebut juga diperparah dengan rendahnya tingkat ketuntasan belajar siswa. Sebanyak 6 siswa (20,69%) dari 29 siswa, telah mendapatkan nilai diatas KKM (75), sementara sisanya sebanyak 23 siswa (79,31%) mendapatkan nilai dibawah KKM (75). Kondisi ini menuntut guru untuk dapat menciptakan pembelajarn yang dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan juga hasil belajar akuntansi siswa. Untuk mengatasi hal tersebut dipilihlah metode Joyful Learning dimana siswa dapat belajar secara menyenangkan tanpa ada perasaan tertekan dan bosan. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang berlangsung selama dua siklus. Hasil pelaksanaan tindakan menunjukkan adanya peningkatan motivasi berprestasi siswa berturut-turut pada siklus I dan II sebagai berikut (1) ketekunan dan keuletan sebesar 58,62% pada siklus II meningkat menjadi 89,66%; (2) perhatian siswa sebesar 75,86% pada siklus I meningkat menjadi 93,10% pada siklus II; (3) kemandirian siswa 55,17% pada siklus I meningkat menjadi 82,76% pada siklus II; (4) semangat siswa sebesar 72,41% pada siklus I meningkat menjadi 96,55% pada siklus  II; dan (5) mengemukakan pendapat sebesar 34,48% pada siklus I meningkat menjadi 79,31% pada siklus II. Peningkatan motivasi berprestasi siswa ini secara otomatis juga meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi. Pada siklus I terdapat 20 siswa atau 68,97% yang memenuhi KKM (75) dan meningkat menjadi 26 siswa yang memenuhi KKM (75) pada siklus II atau sebesar 89,66%. Atas dasar hal tersebut maka pelaksanaan tindakan tidak dilanjutkan pada siklus berikutnya dan dapat diambil kesimpulan bahwa penggunaan metode Joyful Learning dapat meningkatkan motivasi berprestasi dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran akuntansi

    Pemanfaatan Pendekatan Berbasis Active Knowledge Sharing Learning Sebagai Upaya Untuk Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Pada Guru Kelas VI Semester Genap Di SDN Selotinatah 4 Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran

    Get PDF
    Perbuatan nyata Guru dalam pembelajaran merupakan hasil keterlibatan berpikir Guru terhadap kegiatan belajarnya. Dengan demikian proses Guru aktif dalam kegiatan belajar mengajar merupakan suatu kegiatan pembelajaran yang harus dilaksanakan secara terus menerus dan tiada henti. Hal ini dapat dilakukan apabila interaksi antara Guru dan guru terjalin dengan baik. Berdasarkan fenomena-fenomena tersebut, peneliti akan melakukan suatu kegiatan penelitian tindakan pada Guru Kelas VI Semester Genap di SDN Selotinatah 4 Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2018/2019 menekankan pada peningkatan motivasi belajar Guru melalui kegiatan pembelajaran berbasis aktivitas Kecakapan Hidup. Yaitu pembelajaran berbasis Active Knowledge Sharing Learning (Pembelajaran Saling Tukar Pengetahuan). Pendekatan dan Jenis Penelitian yang dilakukan oleh peneliti adalah penelitian tindakan. Melalui penelitian ini terbukti bahwa Strategi dalam  pembelajaran berbasis Active Knowledge Sharing Learning  dalam Pelajaran Dengan Kompetensi Dasar Mendeskripsikan hasil pengamatan tentang pengaruh energi panas, gerak, getaran dalam kehidupan sehari-hari, pada Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam Guru Kelas VI Semester Genap di SDN Selotinatah 4 Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan Tahun Pelajaran 2018/2019 diupayakan dapat meningkatkan Prestasi Belajar, motivasi, kreatifitas, dan pemecahan dalam belajar. Hal ini terbukti dari hasil penelitian bahwa pada Sikus 1 Prestasi Belajar belajar siswa mendapatkan nilai rata-rata 6.95, hal ini masih dibawah SKBM 75 sehingga perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Dan pada Siklus 2 Prestasi Belajar belajar siswa mendapatkan rata-rata nilai sebesar 8.28

    Peningkatan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Materi Pemerintah Daerah Melalui Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) Terhadap Siswa Kelas VI Semester I SDN Ringinrejo 2 Kecamatan Ringinrejo Kabupaten Kediri

    Get PDF
    Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) berpengaruh terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan? (b)  Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI)? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) terhadap hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami  peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (53.57 %,), siklus II (67.86%), siklus III (89.29 %). Simpulan dari penelitian ini adalah Model Pembelajaran Problem Based Introduction (PBI) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VI, serta pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Kewarganegaraan

    Efektivitas Program Pembinaan Kedisiplinan Dalam Proses Kegiatan Belajar Mengajar Terhadap Etos Kerja Mandiri Guru SDN 2 Awar-Awar Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo

    Get PDF
    Dalam suatu proses pembelajaran, terjadi proses interaksi antara guru dan siswa. Di sinilah sangat diperlukan kedisiplinan baik oleh guru maupun siswa. Terciptanya situasi yang disiplin, dapat menimbulkan jalannya pelajaran, sehingga berpengaruh terhadap pencapaian tujuan. Demikian pula bagi  guru disiplin  mengajar harus ditingkatkan agar secara efektif dapat dicapai suatu  etos kerja yang semaksimal mungkin dalam rangka meningkatkan mutu  pengajaran di kelas. Kenyataan menunjukkan bahwa dalam suatu kehidupan, orang-orang yang berhasil dalam hidupnya kebanyakan dilandasi oleh disiplin diri yang sangat tinggi. Pada awalnya guru guru merasa tidak siap terhadap inspeksi dan kunjungan dinas untuk pembinaan kedidiplinan, dengan alasan terbatasnya waktu dan sulitnya kesadaran secara mandiri terhadap arti pentingnya disiplin. Setelah supervisor pendidikan menyarankan melalui pembinaan dan pengarahan tentang tujuan dan maksud pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan sekolah dengan tema kedisiplinan selama proses belajar mengajar, maka para guru di SDN 2 Awar-Awar Kec. AsembagusKabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018  setuju dan mau diajak secara kolaboratif sebagai subjek penelitian guna mengimplementasikan aspek nilai kedisiplinan menjadi satu yang sangat penting. Selama penelitian berlangsung, bagi para guru di SDN 2 Awar-Awar Kec. Asembagus Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2017/2018   sangat respek terhadap pelaksanaan kegiatan penelitian tindakan sekolah ini terlebih pada saat putaran kedua  dilaksanakan, alhasil banyak peningkatan mutu dan etos kinerja guru dalam menjaga dan melaksanakan  rasa kedisiplinan diri secara mandiri untuk menjaga kebersihan dan kerapian serta menyusun dan melaksanakan RPP dengan serius. Hal ini akan menjadi satu tolok ukur keberhasilan mencerdaskan pendidikan di sekolah tingkat Lanjutan. Hasil dari pelaksanaan efektivitas program pembinaan kedisiplinan dalam proses kegiatan belajar mengajar terhadap etos kerja mandiri guru SDN 2 Awar-Awar Kecamatan Asembagus Kabupaten Situbondo menunjukkan hal yang memuaskan. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan nilai-rata-rata dari siklus I sebesar 27 menjadi nilai rata-rata sebesar 31,64 pada siklus II

    Meningkatkan Prestasi Belajar Penjas – Orkes Materi Senam Lantai Melalui Metode STAD Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Janti Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Secara khusus penelitian ini diharapkan berhasil meningkatkan prestasi pembelajaran  dilihat dari dimensi guru dan siswa dengan cara penerapan/ penggunaan pendekatan pembelajaran Penjas - Orkes yang relatif baru yaitu pendekatan Metode STAD Indikator “Senam Lantai”  pada siswa Kelas VI Semester I SDN  Janti Kecamatan Wates  Kabupaten Kediri. Berdasarkan data dan analisisnya maka ada peningkatan yang bermakna dalam prestasi belajar mata pelajaran Penjas - Orkes jika mendapat Metode STAD Hal ini disebabkan karena siswa dituntut untuk belajar lebih keras, dan dapat mengetahui kelemahan pemahamannya serta mendapatkan perbaikan dari temannya. Dalam penelitian ini ada beberapa saran antara lain : (1) Penelitian ini sebaiknya dilakukan secara terus menerus minimal selama 1 (satu) semester sehingga dapat diketahui apakah Metode STAD dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi pelajaran lebih menyeluruh. (2) Sebaiknya penelitian perlakuan Metode STAD dilakukan pada kelas eksperimen lainnya, sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih menyeluruh. Hasil penelitian terhadap 23 siswa Kelas VI Semester I SDN Janti Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. menunjukkan bahwa Metode STAD dapat meningkatkan prestasi belajar siswa pada mata pelajaran Penjas - Orkes. Hal ini dapat dilihat dari rata-rata nilai kelas, dimana untuk siklus I adalah 70.87 sedangkan untuk siklus II adalah sebesar 82.17

    Meningkatkan Kemampuan Guru Menyusun RPPH Melalui Pendekatan Supervisi Akademik Di KKG Gugus Permata Hati Kecamatan Rowokangkung Kabupaten Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019

    Get PDF
    Pendidik atau Guru adalah pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Setiap pendidik atau guru dalam mengajar diharuskan memiliki perangkat pembelajaran dan evaluasi pembelajaran yang digunakan untuk melaksanakan pembelajaran di kelas. Setiap proses pasti selalu meliputi tiga kegiatan utama yakni perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Demikian pula yang terjadi dengan proses belajar mengajar di sekolah. Seorang guru diharuskan melakukan perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran. Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) adalah rencana yang menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untuk mencapai satu kompetensi dasar yang ditetapkan dalam Standar Isi dan dijabarkan dalam silabus.Berdasar kepada hasil analisa pada tahun pelajaran 2017/2018 di TK Binaan Kecamatan Rowokangkung, muncul permasalahan rendahnya guru yang membuat perencanaan pembelajaran khususnya penyusunan RPP. Untuk meneliti lemahnya kinerja guru dalam hal tersebut, dilakukanlah penelitian untuk melihat sejauhmana langkah supervisi akademik kepala sekolah dapat meningkatkan kompetensi guru dalam penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran. Supervisi Akademik adalah serangkaian kegiatan membantu guru mengembangkan kemampuannya mengelola proses pembelajaran untuk mencapai tujuan pembelajaran. Hasil analisa RPPH memperlihatkan terjadinya peningkatan kualitas RPPH. Dimana kualitas pada siklus I dan siklus II meningkat dari 60% menjadi 80%. Dari sini pula terlihat bahwa jumlah guru yang mengumpulkan RPPH menjadi 100%

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇