Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
    1179 research outputs found

    Manfaat Penggunaan Teknik Creative Approach Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Siswa Kelas XII-IPA-1 Semester Genap Di SMA Negeri 5 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018

    Get PDF
    Manfaat Penggunaan Teknik Creative Approach (Pendekatan yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) di sekolah sangat positif. Dengan digunakan Teknik Creative Approach (Pendekatan yang mengembangkan Kreativitas peserta didik) kegiatan belajar mengajar siswa lebih menarik, hidup, sehingga siswa aktif mengemukakan pendapat. Hal ini terlihat pada hasil Dari Siklus I diperoleh data dari hasil prestasi belajar siswa pada Kelas XII-IPA-1 semester Genap di SMA Negeri 5 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Creative Approach dari 13 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 6.31 (63%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 6.38 (64%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 6.62 (66%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 6.38 dengan prosentase 64 %. Hal ini masih berada dibawah Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70 %). Maka perlu dilakukan kegiatan pada siklus ke II. Dan pada Siklus yang ke II menunjukkan hasil prestasi belajar siswa pada Kelas XII-IPA-1 semester Genap di SMA Negeri 5 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018, dengan menggunakan teknik Creative Approach dari 13 anak memperoleh rata rata pada aspek Koqnitif sebesar 88.8 (89%), aspek psikomotor menunjukkan hasil sebesar 80.77 (81%) dan pada aspek afektif rata ratanya sebesar 81.54 (82%). Sehingga hasil prestasi belajar sebesar 83.8 dengan prosentase 84 %. Hal ini masih berada diatas Ketuntasan Belajar sebesar 70 (70 %). Maka tidak perlu dilakukan kegiatan pada siklus berikutnya. Dan dinyatakan Tuntas. Sedangkan untuk penilaian secara kelompok dapat melalui tugas yang dikerjakan bersama, dari kegiatan ini semua kelompok mengumpulkan tugas tepat waktu. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dari segi afektif (kerja sama dan tanggung jawab) 100% berhasil/tuntas. Berdasarkan uraian tersebut, hipotesis yang diajukan dalam penelitian ini. Jika Teknik Creative Approach digunakan dalam Matematika dapat meningkatkan prestasi belajar, tidak hanya berkembang arah koqnitifnya saja, melainkan juga arah afektifnya, dapat diterima  Hal tersebut akan terpaku dalam ingatannya dan akan meningkatkan prestasi belajar. Sehingga dinyatakan Tunta

    Menerapkan Metode Tebak Kata Dalam Mendeskripsikan Benda-Benda Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Siswa Kelas 1 SDN Rogotrunan 01 Kecamatan Lumajang Tahun Pelajaran 2016/2017

    Get PDF
    Penelitian ini dilatarbelakangi rendahnya hasil belajar Bahasa Indonesiamateri “Mendeskripsikan Benda-Benda” pada siswa kelas ISDN Rogotrunan 01 Kecamatan Lumajang. Penyampaian materi oleh guru masih belum bervariasi dan belum disesuaikan dengan karakteristik siswa. Hal ini menjadi penyebab hasil belajar pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Mendeskripsikan Benda-Benda tergolong rendah. PenggunaanMetodeTebak Kata diterapkan bertujuan meningkatkan prestasi belajar pada siswa. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah : 1) Bagaimanapenerapan MetodeTebak Kata untuk meningkatkan hasil belajar Bahasa Indonesia materi Mendeskripsikan Benda-Benda padasiswa kelas ISDN Rogotrunan 01 Kecamatan Lumajang tahun pelajaran 2016/2017? 2) Bagaimana peningkatan hasil belajar Bahasa Indonesia materi Mendeskripsikan Benda-Benda padasiswa kelas ISDN Rogotrunan 01 Kecamatan Lumajangdengan menggunakan MetodeTebak Kata Tahun Pelajaran 2016/2017 ? Adapun tujuan penelitian dalam hal ini adalah 1) Untuk mengetahui penerapanMetodeTebak Kata pada mata pelajaran Bahasa Indonesia materi Mendeskripsikan Benda-Benda pada siswa kelas ISDN Rogotrunan 01 Kecamatan Lumajang tahun pelajaran 2016/2017. 2) Untuk mengetahui hasil belajar Mendeskripsikan Benda-Benda siswa kelas I SDN Rogotrunan 01 Kecamatan Lumajang dengan menggunakan MetodeTebak Kata Tahun Pelajaran 2016/2017. Metode pada penelitian ini menggunakan model siklus PTK yang  dilakukan dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi: observasi, tes, wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan dengan meresponden Tanya jawab dapat meningkatkan kemampuan prestasi belajar siswa melalui Metode Tebak Kata

    Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Kepala Sekolah Di SMP Negeri 1 Pacitan

    Get PDF
    Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di SMP Negeri 1 Pacitan meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Hasil dari pelaksanaan IC ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMP Negeri 1 Pacitan melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. &nbsp

    Peningkatan Kemampuan Guru TK Beringin Putra Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi PKG

    Get PDF
    Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini  para guru di TK Beringin Putra Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Begitu pula dalam PKG, kemampuan guru berdiskusi masih kurang aktif dan kreatif, sehingga kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar belum baik. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus,dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali  pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di TK Beringin Putra Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan yang terdiri dari 4 orang guru.      Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 78,75 kategori”cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,25, kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 73,75 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 80,00, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 75,83 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 81,67 kategori “baik”. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di TK Beringin Putra Desa Gemaharjo Kecamatan Tegalombo Kabupaten Pacitan agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam  pelaksanaan pembelajaran. &nbsp

    Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Oleh Pengawas Sekolah Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Di TK Negeri Pembina Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan

    Get PDF
    Sebagai latar belakang dari penelitian ini adalah adanya kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di TK Negeri Pembina Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Nasional telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru TK Negeri Pembina Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan melalui penerapan supervisi teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Dan dibuktikan pula dari skor rata-rata disetiap siklusnya meningkat sebagaimana berikut ini : pada Siklus I  nilai reratanya adalah 138, pada Siklus II nilai reratanya adalah 181,50, pada Siklus III nilai reratanya adalah 181,50, dan pada siklus IV nilai reratanya adalah 212

    Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Oleh Pengawas Sekolah Di TKS Tunas Bangsa Desa Sudimoro Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan

    Get PDF
    Sebagai tenaga profesional, guru memegang peranan dan tanggung jawab yang penting dalam pelaksanaan program pengajaran di sekolah. Guru merupakan pembimbing siswa sehingga keduanya dapat menjalin hubungan emosional yang bermakna selama proses penyerapan nilai-nilai dari lingkungan sekitar. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan Diskusi Refleksi Kasus (DRK) ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi.Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru TKS Tunas Bangsa Desa Sudimoro Kecamatan Sudimoro Kabupaten Pacitan melalui penerapan supervisi teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi

    Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi PKG Di TK Negeri Pembina Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan

    Get PDF
    Dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar maka implementasi pembelajaran paikem akan memungkinkan siswa bisa mengembangkan kreativitas, motivasi dan partisipasinya dalam pembelajaran. Dari hasil pantauan calon peneliti selaku kepala sekolah, selama ini  para guru di TK Negeri Pembina Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, sangat jarang dan bahkan tidak pernah memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar.Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan  sekolah sebagai sumber belajar dan untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan pelaksanaan diskusi Pusat Kegiatan Gugus (PKG) terhadap peningkatan kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber  belajar. Penelitian ini dirancang dalam bentuk Penelitian Tindakan Sekolah yang direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus, dimana setiap siklusnya dilaksanakan dalam dua sampai tiga kali pertemuan. Adapun subyek penelitian ini adalah guru-guru di TK Negeri Pembina Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan yang terdiri dari 2 orang  guru. Hasil dari penelitian ini adalah : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,50 kategori”cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 77,50 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 82,50, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 76,67 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,33 kategori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Pusat Kegiatan Gugus (PKG) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar

    Meningkatkan Mutu Guru Mengajar Di SDN Bulungkobid Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan Tahun Pelajaran 2018/2019 Dengan Gagasan Konseptual Supervisor Pendidikan Tentang Pembelajaran Inovatif Model Lingkungan Sekitar Sebagai Sumber Belajar

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam pembelajaran inovatif model lingkungan sekitar sebagai sumber belajar sehingga muara akhirnya yang berupa peningkatan proses pembelajaran yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan dapat tercapai. Layaknya Penelitian Tindakan dengan urutan siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbeda-beda, penyusun menggunakan 2 siklus dalam penelitian ini. Subyek penelitian ini adalah guru kelas SDN Bulongkobit Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepulauan. Permasalahan yang ingi dikaji dalam penelitian tindakan sekolah ini adalah: (a) Apakah kemampuan guru dalam memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dapat ditingkatkan melalui diskusi Kelompok Kerja Guru di SDN Bulungkobit Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepualauan Tahun Pelajaran 2018/2019 (b) Apakah terjadi peningkatan kemampuan guru dalam PBM dengan memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar SDN Bulungkobit Kecamatan Tinangkung Kabupaten Banggai Kepualauan Tahun Pelajaran 2018/2019. Teknik analisa data yang menjadi pedoman pengolahan data dengan menggunakan kreteria penilaian acuan patokan skala lima dengan rentang nilai 90 – 100 = A = Baik Sekali, 80 – 89 = B = Baik, 65 – 79 = C = Cukup , 55 – 64 = D = Kurang dan 0 – 54 = E – Sangat Kurang. Hasil penelitian secara rinci diperoleh peningkatan kemampuan guru memanfaatkan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar yaitu nilai rata-rata observasi hasil kegiatan diskusi 79,38 di siklus I memnjadi 84,88 di siklus II ada peningkatan 5,5 . Kegiatan penyusunan skenario pembelajaran nilai rata-rata 78,75 di siklus I menjadi 82,50 di siklus II ada peningkatan 3,75, kegiatan pembelajaran atau dalamproses belajar mengajar nilai rata-rata 78,33 di siklus I menjadi 82,08 II, ada peningkatan 3,7

    Penerapan Model Pembelajaran Convensional Learning Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Materi Perpangkatan Dan Bentuk Akar Pada Siswa Kelas IX B Di SMP Negeri 2 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020

    Get PDF
    Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah penerapan Model Pembelajaran Convensional Learning dapat meningkatkan  prestasi belajar Matematika materi perpangkatan dan bentuk akar pada Siswa  Kelas IX B, SMP Negeri 2 Ngawi Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: mengetahui penerapan Model Pembelajaran Convensional Learning dapat meningkatkan  prestasi belajar Matematika materi perpangkatan dan bentuk akar pada Siswa Kelas IX B, SMP Negeri 2 Ngawi Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Penggunaan Model Pembelajaran Convensional Learning dapat meningkatkan  prestasi belajar Matematika materi perpangkatan dan bentuk akar pada Siswa  Kelas IX B, SMP Negeri 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi, Tahun Pelajaran 2019/2020terbukti dari nilai rata-rata hasil belajar yang diperoleh siswa sebesar 72,81 pada siklus I, menjadi 79,22  pada siklus II, dan pada siklus III menjadi 87,03, sedangkan ketuntasan secara klasikal meningkat pada siklus I (71,88%), pada siklus II (81,25%) dan pada siklus III (87,50%) sehingga pada siklus III ketuntasan secara klasikal tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Convensional Learning dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa Kelas IX B di Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Matematika

    Peningkatan Hasil Belajar Menerapkan Pelaksanaan Kegiatan Pembawa Acara/Mc Pada Mata Pelajaran Otomatisasi Dan Tata Kelola Humas Keprotokolan Dengan Metode Smart Learning Siswa Kelas XII OTKP 4 SMK Negeri 1 Ponorogo

    Get PDF
    Berdasarkan kenyataan yang ada, hasil belajar siswa Kelas XII OTKP 4 dalam hal menguasai materi Menerapkan pelaksanaan kegiatan pembawa acara/MC dalam kategori kurang. Hal ini didukung adanya mean skor hanya mencapai 54,41. Sedangkan siswa yang telah mencapai KKM 52,94% atau 18 siswa saja dari KKM yang telah ditetapkan 75. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 5 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Otomatisasi dan Tata Kelola Humas Keprotokolan kompetensi dasar Menerapkan pelaksanaan kegiatan pembawa acara/MC melalui strategi pembelajaran SMaRT Learning pada siswa Kelas XII OTKP 4, SMK Negeri 1 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2020/2021. Peranan model pembelajaran SMaRT Learning dalam meningkatkan hasil belajar Otomatisasi dan Tata Kelola Humas Keprotokolan pada kompetensi dasar Menerapkan pelaksanaan kegiatan pembawa acara/MC ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 72,35; siklus II 75,62; dan siklus III 83,59. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 70,59%, siklus II 79,41%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan metode pembelajaran SmaRT Learning dalam proses pembelajaran dapat meningkatan hasil belajar Otomatisasi dan Tata Kelola Humas Keprotokolan pada kompetensi dasar Menerapkan pelaksanaan kegiatan pembawa acara/MC

    1,125

    full texts

    1,179

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Journal Online Kota Madiun
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇