Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Materi Pokok Khalayak Humas Pada Mata Pelajaran Otomatisasi Tata Kelola Humas Dan Keprotokolan Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas XI OTKP 1 SMK Negeri 1 Ponorogo
Proses pembelajaran memegang peranan penting dalam konteks persekolahan yang merupakan suatu institusi formal yang mendayagunakan berbagai komponen atau sumber daya pendidikan secara maksimal. Guru ditantang untuk dapat menciptakan iklim pembelajaran yang kondusif, yang memungkinkan siswa dapat mengembangkan potensi yang dimiliki secara optimal sehingga hasil belajar yang memuaskanpun dapat dicapai. Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Otomatisasi Tata Kelola Humas dan Keprotokolan khususnya pada kompetensi dasar Memahami khalayak humas sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 57,29. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 5 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Otomatisasi Tata Kelola Humas dan Keprotokolan melalui metode Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas XI OTKP 1 SMK Negeri 1 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Otomatisasi Tata Kelola Humas dan Keprotokolan kompetensi dasar Memahami khalayak humas ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 73,47; siklus II 79,16; dan siklus III 83,47. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 63,89%, siklus II meningkat menjadi 80,56%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Simulasi Untuk Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Antar Pribadi Siswa Kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pelaksanaan layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi untuk meningkatkan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa kelasVIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer Pada Semeter Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019. Pada penelitian ini akan dibahas tentang peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi siswa Negeri Satu Atap Ebenheizer yang mengalami kesulitan dalam berkomunikasi antar pribadi; terutama yang dialami siswa kelas VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer. Sejalan dengan tujuan dan bahasan penelitian, metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian tindakan bimbingan konseling. Dalam hal ini tindakan bimbingan yang berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik simulasi dengan subyek penelitian siswa VIII SMP Negeri Satu Atap Ebenheizer yang berjumlah 38 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik angket, yang berupa daftar pernyataan tentang kemampuan berkomunikasi antar pribadisiswa, untuk mengetahui tingkat kemampuan siswadalam berkomunikasi antar pribadi. Upaya peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi digunakan tekniksimulasi pada layanan bimbingan kelompok. Data dianalisis dengan rumus change infrequence from base rate topostrate. Hasil analisis data menunjukkan ada peningkatan kemampuan berkomunikasi antar pribadi setelah pelaksanaan treatment pa amasing-masing siklusdariduasiklus sebagai berikut. Pada siklus I mengalami peningkatan sebesar 5,24 % karena belum memenuhi kriteria keberhasilan tindakan sebesar 50% maka tindakan penelitian dilanjutkan pada siklus II. Pada siklus II mengalami peningkatan sebesar 51,25% dan telah melampaui 1,25% dari kriteria keberhasilan tindakan maka penelitian tidak perlu dilanjutkan pada siklus berikutnya dan hasil tindakan dapat dikatakan berhasil
Peningkatan Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa Kelas X Tata Boga Dengan Menggunakan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Teams Games Tournament (TGT) Dengan Berbantuan Media TTS Pada Materi Teks Anekdot Di SMK Negeri 2 Bondowoso Semester Genap Tahun Pelajara
Penelitian ini dilatarbelakangi pada kenyataan bahwa rendahnya motivasi siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Motivasi siswa dalam pelajaran Bahasa Indonesia dapat ditingkatkan dengan cara menerapkan model pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning). Salah satu model pembelajaran berpusat pada siswa yang tepat pada materi teks anekdot yang sifatnya hafalan (karena banyak rumus yang harus dihafalkan) yaitu model pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT). Model pembelajaran kooperatif tipe TGT dalam penerapannya dapat dikembangkan menggunakan pemanfaatan berbagai media di antaranya dengan menggunakan Teka Teki Silang (TTS). Perbaikan pembelajaran dilaksanakan di SMK Negeri 2 Bondowoso. Subyek dari penelitian ini adalah siswa kelas X Tata Boga. Waktu pelaksanaan penelitian perbaikan pembelajaran tersebut selama Januari–Maret 2020. Berdasarkan hasil penelitian tentang perbaikan pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia, diperoleh data pada siklus 1 bahwa dari 21 siswa yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks anekdot terdapat 11 siswa belum tuntas (KKM 70) sehingga ketuntasan siswa secara klasikal masih kurang dari 48%. Dan pada siklus 2 didapatkan data bahwa dari 21 siswa yang mengikuti pembelajaran Bahasa Indonesia materi teks anekdot tidak ada siswa belum tuntas (KKM 70) sehingga ketuntasan siswa secara klasikal sudah mencapai 100%. Kesimpulannya adalah: (1) Model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media teka-teki silang pada materi teks anekdot dapat meningkatkan motivasi belajar siswa kelas X Tata Boga SMK Negeri 2 Bondowoso semester genap tahun pelajaran 2019/2020. (2) Model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan media teka-teki silang pada materi teks anekdot dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas X Tata Boga SMK Negeri 2 Bondowoso semester genap tahun pelajaran 2019/2020
Meningkatkan Hasil Belajar Tentang Pengenalan Konsep Waktu Melalui Penggunaan Media Visual Bagi Siswakelas 1 SDN Gelung 1 Kabupaten Ngawi Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020
Adanya kecenderungan proses pembelajaran Matematika yang terpusat pada guru yang dialami di SDN Gelung 1 Kabupaten Ngawi, yang berdampak pada penurunan hasil belajar siswa. Hal ini diperoleh dari data ulangan dari 9 siswa, baru 1 siswa atau 9% yang mencapai terget ketuntasan belajar, sedangkan 8 atau 81% siswa belum mencapai hasil yang memuaskan. Dengan keadaan seperti itu, jika dibiarkan tanpa adanya tindakan untuk memperbaiki KBM maka tujuan pembelajaran tidak akan tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa melalui penggunaan media visual atau gambar pada siswa kelas 1 SDN Gelung 1 Kabupaten Ngawi. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan penelitian dengan menyajikan materi pengenalan konsep waktu yang menggunakan media visual atau gambar, selanjutnya memberikan tes hasil belajar, serta mengamati proses belajar mengajar yang dilakukan guru. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam Penelitian Tindakan Kelas adalah tes dan observasi. Tes digunakan untuk mengetahui hasil belajar siswa, sedangkan observasi untuk mengamati proses belajar mengajar yang dilakukan guru. Subyek penelitian berjumlah 9 siswa, dengan perincian 5 siswa laki-laki dan 4 siswa perempuan. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik kuantitatif dan kualitatif. Tes hasil belajar dianalisis dengan teknik kuantitatif untuk menentukan ketuntasan belajar, sedangkan teknik kualitatif diperoleh dari refleksi proses belajar mengajar yang dilakukan guru dengan menggunakan media gambar. Setelah dilakukan analisis data diperoleh hasil penelitian bahwa penggunaan media visual dalam pembelajaran matematika di kelas 1SDN Gelung 1 Kabupaten Ngawi semester genap Tahun pelajaran 2019/2020, terbukti meningkatkan hasil belajar siswa. Hal tersebut diindikasikan dari ulangan pada siklus I rata-rata 62 dengan ketuntasan belajar 40%, kemudian pada siklus II dengan perolehan rata-rata ulangan menjadi 74 dengan ketuntasan belajar 60% dan pada siklus III meningkat yaitu rata-rata 87 dengan ketuntasan belajar 95%. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti mengajukan saran sebagai berikut: 1) Guru kelas 1 agar sedapat mungkin menggunakan media visual atau gambar dalam mengajarkan materi pengenalan konsep waktu, karena dapat meningkatkan hasil belajar siswa. 2) Guru harus kreatif dalam pembuatan media yang akan disajikan melalui media gambar sehingga menarik perhatian siswa
Penerapan Model Pembelajaran Stad Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar PKn Pada Siswa Kelas V SD Negeri Tukum 02 Kabupaten Lumajang Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2017/2018
Desain penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas kolaboratif dua siklus yang bertujuan untuk (1) untuk mengetahui peningkatan keaktifan belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Devision) pada mata pelajaran PKn Siswa Kelas V Semester I SD Negeri Tukum 02 Tahun Pelajaran 2017/2018, (2) untuk mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Devision) pada mata pelajaran PKn Siswa Kelas V Semester I SD Negeri Tukum 02 Tahun Pelajaran 2017/2018. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Tukum 02 Semester I Tahun Ajaran 2017/2018.Data penelitian tentang prestasi belajar PKn diperoleh dengan menggunakan metode observasi dan metode tes.Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif dan metode analisis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) terdapat peningkatan keaktifan belajar siswa sebesar 9,78% setelah penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Devision) pada mata pelajaran PKn siswa kelas V semester I SD Negeri Tukum 02 Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan skor keaktifan belajar siswa pada siklus I sebesar 70,27% dan pada siklus II diperoleh siklus sebesar 80,05%, (2) terdapat peningkatan prestasi belajar siswa sebesar 14,55% setelah penerapan model pembelajaran Kooperatif Tipe STAD (Student Teams Achievement Devision) pada mata pelajaran PKn Siswa Kelas V Semester I SD Negeri Tukum 02 Tahun Pelajaran 2017/2018. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan skor prestasi belajar siswa pada siklus I sebesar 81,16% dan pada siklus II diperoleh siklus sebesar 95,71%. 
Peningkatan Kompetensi Guru Menerapkan TIK Dalam Proses Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Di SMP Negeri 4 Buko Selatan Satap Pada Semester Genap Tahun Pelajaran 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dalam penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dengan menggunakan pendekatan supervisi akademik sehingga muara akhirnya yang berupa peningkatan proses pembelajaran yang berpengaruh terhadap mutu pendidikan dapat tercapai. Layaknya Penelitian Tindakan dengan urutan siklus mencakup perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang berbeda-beda, penyusun menggunakan 2 siklus dalam penelitian ini. Subyek penelitian ini adalah guru kelas SMP Negeri 4 Buko Selatan Satap.Teknik pengumpulan data melalui supervisi kelas dengan penekanan pada penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi selama proses pembelajaran. Teknik analisa data yang menjadi pedoman pengolahan data dengan menggunakan prosentase (%) pencapaian dengan konstanta 100. Dan untuk melihat interpertasi dengan menggunakan kriteria interpertasi skor untuk memperkuat penafsiran dalam kesimpulan sebagai berikut: 80% - 100% (Baik Sekali), 66% - 79% ( Baik), 56% - 65% (Cukup), dan 40% - 55% (Kurang). Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetensi guru dalam penerapan TIK mengalami peningkatan prosentase pada tiap tahapannya, pelaksanaan supervisi pembelajaran pada siklus I sebesar 64% dengan kriteria C (cukup), pada siklus II meningkat menjadi 83% dengan kriteria B (baik), atau pada pelaksanaan supervisi pada siklus I meninngkat sebesar 19% pada siklus II
Mengapresiasikan Hasil Aktivitas Belajar Siswa Melalui Pendekatan Kontekstual Model Visual Activities Learning Dalam Kegiatan Pengajaran Penjaskes Pada Kelas XI-IPA-3 Semester Ganjil Di Sma Negeri 2 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018
Sejalan dengan kegiatan guru, aktivitas siswa dalam pemblajaran adalah siswa aktif menyajikan hasil pengamatan pada kelompok Visual Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan kegiatan siswa untuk membaca, demonstrasi, memperhatikan dan melakukan percobaan) (12,5%). Diakhir pembelajaran guru memberikan kuis untuk mengukur prestasi belajar siswa. Hasil kuis pada siklus 2 terdapat Mengefektifitaskan dari 26 siswa yang tuntas belajar pada siklus 1 menjadi 28 siswa yang tuntas. Hal ini dapat dilikat pada kegiatan penelitian Pada Siklus I ini dari hasil prestasi belajar siswa diperoleh Secara Rata rata didapatkan sebesar 67,63 dengan preosentase sebesar 67,63%. Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentunkan sebesar 70 (70%). Maka dalam kaitanya dengan penelitian ini masih belum tuntas, dan perlu dilakukan penelitian berikutnya pada siklus ke II. Pada Siklus II ini dari hasil prestasi belajar siswa diperoleh Secara Rata rata didapatkan sebesar 69,69 dengan preosentase sebesar 69,69%. Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentunkan sebesar 70 (70%). Maka dalam kaitanya dengan penelitian ini masih belum tuntas, dan perlu dilakukan penelitian berikutnya pada siklus ke III. Pada Siklus III ini dari hasil prestasi belajar siswa diperoleh Secara Rata rata didapatkan sebesar 76,94 dengan preosentase sebesar 76,94%. Hal ini masih berada di Atas KKM yang telah ditentunkan sebesar 70 (70%). Maka dalam kaitanya dengan penelitian ini dinyatakan Tuntas dan Berhasil.. Untuk itu guru dalam mengaitkan pelajaran sekarang dengan sebelumnya berusaha dibuat nyata, dengan tidak mengabaikan pengetahuan awal siswa sebelumnya. Sehingga aktivitas siswa dalam proses pembelajartan menjadi efektif
Peningkatan Penguasaan Konsep Membuat Perencanaan Produksi Massal Pada Mata Pelajaran Produk Kreatif Dan Kewirausahaan Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas XII BKP A SMK Negeri 1 Jenangan
Permasalahan yang muncul di Kelas XII BKP A SMK Negeri 1 Jenangan adalah siswa kurang menguasai konsep Membuat perencanaan produksi massal. Sehubungan materi ajar Kelas XII sebagai materi pada kelas yang paling tinggi, maka permasalahan di atas harus segera ditangani. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan penerapan model Olah Pikir Sejoli (OPS). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 1 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan penguasaan konsep Membuat perencanaan produksi massal melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Produk Kreatif dan Kewirausahaan melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawsan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Membuat perencanaan produksi massal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Membuat perencanaan produksi massal dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 69,41, siklus II 77,65, dan siklus III 82,35. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 47,06%, siklus II 73,53% dan siklus III 94,11%
Penggunaan Aplikasi Google Classroom Dalam Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Pada Siswa Kelas X TEI 2 SMKN 3 Boyolangu Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika dengan menggunakan Aplikasi Google Classroom pada siswa kelas X DPIB 2 SMKN 3 Boyolangu yang berjumlah 29 siswa, terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 9 siswa perempuan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui model dengan urutan : reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini adalah meningkatnya hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan peresentase hasil belajar siswa dari sebelum tindakan, siklus I sampai siklus II. Pada pra siklus jumlah siswa yang mencapai KKM adalah 48% atau 14 siswa, meningkat 18% pada siklus I menjadi 66% atau 19. Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat sebanyak 23% menjadi 89% atau 25 siswa. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penggunaan aplikasi Google Classroom dapat meningkatkan hasil belajar pada mata pelajaran matematika dikelas X DPIB 2 SMKN 3 Boyolangu tahun 2020/2021
Penerapan Teknik Supervisi Class-Room Observation Dan Staff-Meeting Untuk Peningkatan Proses Pembelajaran Guru
Proses pembelajaran guru di SDN Yosowilangun Kidul 03 dibandingkan dengan ukuran standart proses PERMENDIKNAS 41/2007 masih banyak kesenjangan.Penelitian ini bertujuan : Mendiskripsikan penerapan teknik supervise observasi kelas dan rapat kerja dewan guru dapat meningkatkan standart proses pembelajaran gurudan mendiskripsikan adanya peningkatan proses pembelajaran guru.Sampelnya 9 orang guru. Penelitian dilakukan 3 siklus.Data dianalisis dengan rumus prosentase. Indikator keberhasilan mencapai 75% atau lebih. Instrumen memuat: kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, kegiatan penutup. Siklus I mencapai 60%,hari terakhir siklus Iditruskan rapat staf untuk pembinaan. Siklus II mencapai 69%, rapat staf dan percakapan pribadi untuk pembinaan dilaksanakan 1 hari khusus dihari ke 4. Siklus III mencapai 84% Berarti dinyatakan sukses,9 guru tuntas semua. Analisis siklus I hingga siklus III meningkat 24%. Maka disimpulkan bahwa melalui teknik supervisi class-room observation dan staff-meeting dapat meningkatkan proses pembelajaran gurudi SDN Yosowilangun Kidul 03