Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Kinerja Guru Dalam Menyusun RPP Melalui Workshop Di SDN Wonogriyo 01 Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang Semester II Tahun Pelajaran 2017/ 2018
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran serta peningkatan kinerja guru melalui workshop di SDN Wonogriyo 01. Selain itu, penelitian ini juga bertujuan untuk mendeskripsikan respon guru terhadap kegiatan yang dilakukan.. Penelitian dilakukan dengan dua siklus dan masing-masing siklus terdiri atas empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Indikator kinerja yang ditetapkan adalah: bila minimal terdapat 80 % guru tergolong sangat baik dan baik dalam aspek penilaian penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran, maka sudah dapat dikatakan tindakan yang diterapkan berhasil. Aspek yang diukur dalam menilai keberhasilan tindakan adalah kesiapan guru mengikuti workshop dan hasil pelaksanaan workshop. Dari analisis diperoleh bahwa terjadi peningkatan kesiapan dan Kinerja guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran dari siklus I ke siklus II. Ketercapaian indikator kinerja terdapat pada tindakan ke II. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa melalui workshop dapat meningkatkan Kinerja guru dalam menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran di SDN Wonogriyo 01 Kecamatan Tekung Kabupaten Lumajang pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018
Peningkatan Profesionalisme Guru Dalam Prosesbelajar Mengajar Melalui School Based Inset Di SDN Bendelan 2 Kecamatan Binakal Kabupaten Bondowoso Pada Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2019/2020
Upaya peningkatan pendidikan, terkait dengan status guru sebagai pelaksanaan pendidikan yang berhadapan langsung dengan siswa ketika proses belajar berlangsung. Dalam hal ini diperlukan tenaga pengajar yang baik dan bermoral tinggi, seperti yang dikemukakan oleh Hadari Nawawi dalam bukunya yang berjudul “ Administrasi pendidikan,” bahwa guru sebagai suatu profesi, menuntut keahlian dan profesi khusus dalam bidang pendidikan dan pengajaran, sifat keahlian itulah yang memberikan bagi mereka dalam kehidupan masyarakat. Berdasar pada pendahuluan diatas maka rumusan masalah penelitian tindakan sekolah ini adalah: 1). Bagaimana penyelenggaraan School Based Inset sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru dalam KBMdiSDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 ? 2). Bagaimana peranan School Based Inset sebagai upaya peningkatan profesionalisme guru dalam KBMdiSDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020? 3). Apakah ada perbedaan yang signifikan pada penyelenggaraan School Based Inset untuk meningkatkan profesional guru dalam prosesbelajar mengajar di SDN Bandelan 2 pada Semester Ganjil tahun pelajaran 2019/2020 Hasil Penelitian tindakan sekolah mulai siklus I dan siklus II dapat disimpulkan sebagai berikut: 1). School Based Inset di SD Negeri Bandelan 2 kecamatan Binakal kabupaten Bondowoso menjadi instrumen yang sangat penting guna memajukan sistem pengajaran di kelas. 2). School Based Inset mempunyai peranan penting bagi upaya peningkatan profesional guru dalam kegiatan belajar mengajar, sebab menjadikan guru lebih maju, berwawasan ilmu pengetahuan dan teknologi yang lebih modern. 3). Terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dan sesudah diadakan School Based Inset dengan rata-rata prosentase pada siklus I 63,00%, dan rata-rata prosentase pada siklus II sebesar 84,00% sehingga dapat membuktikan bahwa School Based Inset dapat meningkatkan profesionalisme guru
Peningkatan Kemampuan Memanfaatkan Lingkungan Sekolah Sebagai Sumber Belajar Melalui Diskusi PKG Pada Guru TK Dharma Wanita Nambangrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo
Salah satu agenda pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan nasional adalah penyempurnaan kurikulum. Pelaksanaan sistem kurikulum nasional yang sentralistik telah menghasilkan prilaku kognitif siswa yang kurang fleksibel. Untuk itu sesuai Kurikulum 2013 yang berlaku sekarang ini, memerlukan strategi baru terutama dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu setrategi pembelajaran adalah pembelajaran dengan pendekatan PAIKEM. Pelaksanaan penelitian ini diawali dengan pengumpulan data dengan menggunakan format observasi,instrumen penilaian skenario pembelajaran dan instrumen penilaian pelaksanaan pembelajaran. Selanjutnya data yang sudah terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis diskriptif yang hasilnya adalah sebagai berikut : Pada siklus I nilai rata-rata yang diperoleh dari sikap guru berdiskusi adalah 79,33 kategori ”cukup, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,67, kategori “baik”, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian skenario pembelajaran pada siklus I yaitu 75,00 kategori “cukup” sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,33, nilai rata-rata yang diperoleh dari penilaian pelaksanaan pembelajaran pada siklus I yaitu 74,44 kategori “cukup”, sedangkan pada siklus II nilai rata-rata yang diperoleh adalah 84,44 kategori “baik”.Melihat nilai rata-rata yang diperoleh dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa dari siklus I ke siklus II, terjadi peningkatan nilai rata-rata yang diperoleh dari masing-masing komponen yang di observasi maupun yang dinilai, yang berarti pembinaan dan bimbingan melalui pendekatan diskusi kelompok Pusat Kegiatan Gugus (PKG) dapat meningkatkan kemampuan guru dalam pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar. Berdasarkan keberhasilan tersebut di atas disarankan kepada guru-guru di TK Dharma Wanita Nambangrejo Kecamatan Sukorejo Kabupaten Ponorogo agar lebih mengoptimalkan pemanfaatan lingkungan sekolah sebagai sumber belajar dengan memperbanyak variasi metode pembelajaran dalam penyusunan skenario pembelajaran maupun dalam pelaksanaan pembelajaran. 
Peningkatan Hasil Belajar Sub Tema Kebersamaan Dalam Keberagaman Pada Muatan Pelajaran PPKN Dengan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading And Composition (CIRC) Siswa Kelas IV SDN 1 Tumpakpelem Kecamatan Sawoo
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa pada sub tema Kebersamaan dalam Keberagaman muatan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan khususnya pada kompetensi dasar Memahami berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia sangat rendah, yakni 47,37% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 57,63. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Apabila guru menerapkan model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Memahami berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrumen tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Memahami berbagai bentuk keberagaman suku, bangsa, sosial dan budaya di Indonesia melalui metode Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) pada siswa Kelas IV SDN 1 Tumpakpelem Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) dalam meningkatkan dan hasil belajar muatan pelajaran Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 72,37; siklus II 75,53; dan siklus III 80,79. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 68,42%, siklus II 78,95%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%
Meningkatkan Kemampuan Kerjasama Melalui Permainan Tradisional Pada Siswa Kelompok A Semester I TK Islam Al-Falah Kecamatan Pesantren Kota Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kerjasama anak melalui kegiatan permainan tradisional pada Kelompok A TK Islam Al-Falah Kecamatan Pesantren Kota Kediri. Permainan tradisional yang digunakan dibatasi pada permainan Jamuran, Engklek, dan Cublak-cublak Suweng. Jenis penelitian yang digunakan adalah tindakan kelas dengan subjek yaitu anak didik Kelompok A TK Islam Al-Falah Kecamatan Pesantren Kota Kediri yang berjumlah 20 anak. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi dan metode dokumentasi. Penelitian mengenai kemampuan kerjasama ini telah melalui proses validasi instrumen guna memperoleh validitas dan reliabilitas instrument penelitian.Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Kegiatan pra tindakan yang mengawali penelitian ini menghasilkan data bahwa nilai rata-rata kemampuan kerjasama anak baru mencapai nilai 15%. Tindakan dalam penelitian kemampuan kerjasama ini dilakukan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil dari siklus II, nilai rata-rata kemampuan anak telah mencapai nilai 81%. Perkembangan ini telah mencapai indikator keberhasilan dimana penelitian dikatakan berhasil apabila telah mencapai nilai 76%. Dengan demikian, penelitian ini dapat dikatakan berhasil
Peningkatan Prestasi Belajar Pkn Indikator Kewajiban Setiap Anggota Keluarga Melalui Metode Kerja Kelompok Pada Siswa Kelas I Semester II SDN Duwet II Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016
Pendidikan Kewarganegaraan adalah mata pelajaran yang memuat materi pengetahuan sosial dan kewarganegaraan. Melalui mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan, siswa diarahkan, dibimbing, dan dibantu untuk menjadi warga Negara Indonesia dan dan warga dunia yang efektif dan demokratis. Menjadi warga Negara Indonesia dan warga dunia yang efektif merupakan tantangan berat karena masyarakat global selalu mengalami perubahan setiap saat. Untuk itulah, Pendidikan Kewarganegaraan dirancang agar dapat membangun dan merefleksikan kemampuan siswa dalam kehidupan bermasyarakat yang selalu berubah dan berkembang secara terus menerus. Pendidikan Kewarganegaraan berfungsi untuk mengembangkan pengetahuan, nilai, sikap, dan ketrampilan siswa tentang masyarakat, bangsa dan Negara Indonesia. Melalui pengajaran Pendidikan Kewarganegaraan Indikator Kewajiban Setiap Anggota Keluarga dengan menggunakan metode Kerja kelompok, prestasi siswa pada pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan ini mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Hal ini dapat dibuktikan dari hasil nilai siswa dalam siklus I yaitu nilai rata-rata siswa adalah 64.80 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80. Kemudian pada siklus II nilai rata-rata siswa adalah 64.80 dengan nilai terendah 50 dan nilai tertinggi 80. Nilai rata-rata siswa adalah 81.20 dengan nilai terendah 60 dan nilai tertinggi 100
Peningkatan Pembelajaran PKn Melalui Strategi Kooperatif Model Learning Together Indikator “Sistem Pemerintahan Pusat” Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Cerme 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017
Berbagai dampak negatif dalam menggunakan metode kerja kelmpok tersebut seharusnya bisa dihindari jika saja guru mau meluangkan lebih banyak waktu dan perhatian dalam mempersiapkan dan menyusun metode kerja kelompok. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Learning Together berpengaruh terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Learning Together? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Learning Together terhadap hasil belajar PKn. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Learning Together. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas VI Semester I SDN Cerme 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017 atau yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (58%), siklus II (72%), siklus III (96%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Learning Together dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas VI Semester I SDN Cerme 1 Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2016/2017, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Kewarganegaraan
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di TK Pertiwi Desa Ketro Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan
Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi, menjadi latar belakang dari penelitian ini. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru TK Pertiwi Desa Ketro Kecamatan Kebonagung Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi oleh Pengawas Sekolah pada Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian yang membuktikan bahwa rata-rata skor Semangat Kerja Guru pada tiap siklus mengalami peningkatan. Siklus I skor rata-ratanya 116,33. Siklus II skor rata-ratanya 134,67. Dan siklus III skor rata-ratanya 134,67
Meningkatkan Minat Belajar Seni Budaya Melalui Joyful Learning Sebagai Media Pembelajaran Pada Siswa Kelas IX-A Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Ngadirojo Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020
Dalam penelitian ini peneliti mencoba untuk menggugah semangat membaca pada siswa terlebih dahulu dengan menarik perhatian dan minat siswa melalui media “Dengan Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat”. Setelah tertarik dan memperhatikan maka siswa akan dengan senang hati untuk membacanya, setelah membaca maka siswa akan mendapat pengalaman dan pemahaman baru tentang materi pelajaran, sehingga dapat meningkatkan prestasi hasil belajar siswa. Dengan menggunakan, “Dengan Pola Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat” dalam Pembelajaran Joyful Learning dan Media Pembelajaran Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat diharapkan akan menumbuhkan minat dan gairah membaca. Dengan membaca diharapkan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Rumusan masalah : Apakah dengan menggunakan “Dengan Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat” dalam Pembelajaran Joyful Learning dan Media Pembelajaran Pada Kompetensi Dasar Mengidentifikasikan keunikan gagasan dan teknik dalam karya seni rupa terapan daerah setempat dalam meningkatkan minat dan prestasi belajar pada mata pelajaran Seni Budaya siswa Kelas IX-A Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan pada Tahun Pelajaran 2019/2020. ? dari hasil penelitian yang dilakukan di Kelas IX-A Semester Ganjil dengan pengambilan data secara kuisioner dan penilaian pada hasil ulangan harian dengan tahapan Siklus I dan Siklus II, maka diperoleh hasil sebagai berikut : pada Siklus I diperoleh nilai rata-rata 69,88 dan Siklus II rata-rata 72,65 sehingga ada peningkatan 2,77. Sedangkan peningkatan minat siswa dapat dilihat pada hasil angket yang diberikan pada siswa, dimana pada siklus I dan siklus II terjadi peningkatan minat belajar siswa
Mengoptimalkan Hasil Prestasi Belajar Bidang Studi Geografi Melalui Pendekatan Self Esteem Approach Learning Kelas XI-IPS-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 6 Madiun, Kota Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020
Guru dalam hal pelaksanaan Self Esteem Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mencurahkan perhatian pada pengembangan kesadaran akan harga diri) sebagai fasilitator dan dinamisator kelas. Dari hasil observasi pada siklus I aktifitas siswa yang kurang = 55,6 %, cukup = 22,2 % dan baik = 22,2 %. hasil prestasi siswa pada siklus I menunjukkan nilai secara rata rata 54.73 (55 % ) pada awal tes, dan di akhir tes menunjukkan rata rata sebesar 60.62 ( 61 % ) dan Pada Siklus II di awal tes secara rata rata yang diperoleh menunjukkan 66.06 ( 66 % ) dan di akhir dilaklukan test yang diperoleh sebesar 68.26 ( 68 % ). Sehingga secara garis besar hasil prestasi belajar siswa pada siklus I mengalami kenaikan adri tes awal dan akhir sebanyak 5.89 ( 6 % ) dan Pada Siklus II sebesar 2.2 ( 2 % ) Adapun hal yang lebih penting lagi dalam pembelajaran dengan diperoleh data secara keseluruhan secara rata rata anak yang kurang aktif sebesar 6.25 dengan anak 25. dan yang memiliki aktivitas cukup sebanyak 10 anak ( 1.11 % ) dengan rata rata 1.11. serta yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 10 anak ( 1.11 % ) dengan rata rata 1.11. pada siklus I. Sedangkan hasil pengamatan antar kelompok pada siklus II diperoleh data sebanyak 5 anak yang memiliki aktivitas kurang ( 0.56 % ) dengan rata rata yang diperoleh 0.56. yang memiliki aktivitas sedang senanyak 12 anak dengan rata rata yang diperoleh 1.33. dan yang memiliki aktivitas Baik sebanyak 28 anak dengan rata rata yang diperoleh sebanyak 3.11. ( 3.11 % ). Maka dari hasil pengamatan antar kelompok dapat dikategorikan berhasil atau dapat diterima