Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Penerapan Model Pebelajaran Problem Based Learning Pada Peserta Didik Kelas VIIA SMP Negeri 2 Sukowono Semester Ganjil Tahunpelajaran 2018-2019
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: a) Apakah penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran IPS pada peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Sukowono Tahun Pelajaran 2018-2019 ? b) Bagaimanakah penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran IPS pada peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Sukowono Tahun Pelajaran 2018-2019? Tujuan penelitian ini adalah : a) Untuk mengetahui apakah penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran IPS pada peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Sukowono Tahun Pelajaran 2018-2019 ? b) Untuk mengetahui bagaimanakah penerapan model Problem-Based Learning dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada Mata Pelajaran IPS pada peserta didik kelas VII A SMP Negeri 2 Sukowono Tahun Pelajaran 2018-2019. Hasil penelitian menunjukkan bawah Dengan metode Problem-Based Learning dapat melatih kemampuan analisis tema Potensi Sumber Daya Alam Indonesia di kelas VII A SMP Negeri 2 Sukowono Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018-2019. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian dari perolehan nilai rata-rata Penilaian Harian yang semula sebelum diadakan penelitian 62,80 dengan ketuntasan 53 % . pada siklus I 70,11 dengan ketuntasan 70,37 % dan pada siklus II 78,33 dengan ketuntasan 92,59%. Sehingga dapat dibuktikan bahwa Problem-Based Learning pada tema Potensi Sumber Daya Alam Indonesia telah memberikan nuansa baru dalam pembelajaran IPS sehingga pembelajaran lebih efektif. Hal ini terlihat pada saat belajar siswa lebih kreatif, aktif, bertanggung jawab dan bekerja sama dalam kelompok, juga dapat meningkatkan hasil belajar IPS
Peningkatan Prestasi Siswa Dalam Belajar Agama Islam Tentang Tata Cara Berwudhu Melalui Pembelajaran Kooperatif Model Learning Together Pada Siswa Kelas II Semester II SDN Sumberagung 3 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Apakah pembelajaran kooperatif model Learning Together berpengaruh terhadap hasil belajar ilmu pengetahuan sosial? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya metode pembelajaran kooperatif model Learning Together? Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran kooperatif model Learning Together terhadap hasil belajar Pendidikan Agama Islam. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya pembelajaran kooperatif model Learning Together Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas II Semester II SDN Sumberagung 3 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018 atau yang diperoleh berupa hasil tes evaluasi, lembar observasi kegiatan belajar mengajar.Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (60.87 %), siklus II (78.26 %), siklus III (91.30%). Simpulan dari penelitian ini adalah metode kooperatif model Learning Together dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa Kelas II Semester II SDN Sumberagung 3 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative Pendidikan Agama Islam
Peningkatan Hasil Belajar IPS Mengenai Tokoh Perjuangan Kemerdekaan Indonesia Melalui Strategi Peer Lessons Siswa Kelas V SDN 2 Tugurejokecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo
Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah untuk mengetahui peningkatan pemahaman konsep menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia melalui metode Peer Lessons pada siswa. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Peranan strategis Peer Lessons dalam meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial materi ajar menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) yakni pada siklus I 72,25, Siklus II 75,25, dan siklus III 80,50. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan presentase ketuntasan belajar yaitu pada siklus I hanya 65,00%, siklus II meningkat menjadi 75,00% dan pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan ini membuktikan bahwa penggunaan strategi Peer Lessons dalam proses pembelajaran dapat meningkatkan pemahaman konsep mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial pada materi ajar menghargai jasa dan peranan tokoh perjuangan dalam mempersiapkan kemerdekaan Indonesia
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Pengawas Sekolah Di TK Sinar Putra Desa Nawangan Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan
Seorang peneliti yang baik tidak hanya mementingkan kebutuhan kantor saja akan tetapi juga memperhatikan kepentingan kepala sekolah dan guru yang menjadi binaannya. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru TK Sinar Putra Desa Nawangan Kecamatan Nawangan Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi oleh Pengawas Sekolah pada Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dibuktikan dari hasil penelitian pada siklus I diperoleh nilai tertinggi 125, nilai terendah 102 dan nilai rerata 116,33, pada siklus II nilai tertinggi mencapai 142, nilai terendah 124 dan nilai rerata 134,67 terjadi peningkatan 18,34. Dan pada siklus III ini diperoleh nilai tertinggi sebesar 175 dan skor terendah 166. Adapun nilai rerata mencapai 171,00 berarti terjadi peningkatan 36,33 dari nilai rerata pada siklus sebelumny
Peningkatan Keterampilan Servis Bawah Dan Servis Atas Pada Permainan Bola Voli Melalui Aplikasi Pendekatan Reciprocal Teaching Siswa Kelas XI MIA 3 SMA Negeri 1 Barat
Melalui kegiatan belajar mengajar yang menekankan pada aktivitas siswa diharapkan mampu meningkatkan motivasi dan hasil belajar yang sesuai dengan harapan. Keterampilan menganalisis permainan bola voli pada mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan mutlak diperlukan para siswa kelas XI. Ironisnya justru di Kelas XI MIA 3 keterampilan terhadap materi ajar tersebut masih jauh dari harapan, yakni dengan rerata 58,82 dan termasuk pada kategori kurang. Diharapkan setelah menerapkan metode Reciprocal Teaching ini nilai rerata siswa Kelas XI MIA 3 akan meningkat pada kategori baik bahkan amat baik. Adapun tujuan penelitian ini adalah : (1) meningkatkan aktivitas belajar melalui penggunaan pendekatan Reciprocal Teaching, (2) meningkatkan hasil belajar tentang Menganalisis keterampilan permainan bola voli. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus terdiri atas 1 kali pertemuan. Dalam setiap siklus mencakup kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil dari penelitian ini adalah pendekatan Reciprocal Teaching dengan media realia mampu meningkatkan hasil belajar Menganalisis keterampilan permainan bola voli. Hal ini didukung adanya peningkatan mean skor dalam setiap siklusnya yakni siklus I memperoleh 72,94, siklus II meningkat menjadi 82,35, dan siklus III meningkat lagi menjadi 81,77. Selain itu juga ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar tiap siklus yaitu siklus I sebanyak 73,53%, siklus II meningkat menjadi 82,35% dan siklus III mencapai maksimal peningkatan ketuntasan menjadi 100%
Upaya Meningkatkan Kemampuan Membaca Permulaan Pada Anak Kelompok B Dengan Metode Bercerita Melalui Media Kartu Gambar Di TK Desa Gemarang 01 Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020
Cerita adalah suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru kepada murid- muridnya, orang tua kepada anaknya, guru bercerita kepada pendengarnya. Suatu kegiatan yang bersifat seni karena erat kaitannya dengan keindahan dan sandaran kepada kekuatan kata-kata yang dipergunakan untuk mencapai tujuan cerita. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah Bagimanakah pengaruh penggunaan metode bercerita melalui media kartu gambar terhadap kemampuan membaca permulaan pada siswa TK Desa Gemarang 01 Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui penggunaan metode bercerita melalui media kartu gambar dapat meningkatkan kemampuan membaca permulaan pada siswa TK Desa Gemarang 01 Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa TK Desa Gemarang 01 Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020. Hal ini dapat dilihat semakin mantapnya pemahaman siswa TK Desa Gemarang 01 Kecamatan Gemarang Kabupaten Madiun terhadap materi yang disampaikan guru, hal ini dapat dibuktikan dari siklus berdaur yaitu pra penelitian, siklus I dan siklus II ternyata mengalami peningkatan secara signifikan, yaitu pra penelitian nilai rata-rata naik menjadi 61,82 pada siklus I naik menjadi 74.77 dan pada siklus II naik menjadi 81.82, sedangkan ketuntasan secara klasikal dalam membaca permulaan pada pra penelitian (45,45 %), pada siklus I (86,36 %), dan pada siklus III (100 %)
Peningkatkan Hasil Belajar Gerak Lurus Dengan Kecepatan Dan Percepatan Konstan Melalui Metode Jigsaw Siswa Kelas X IPA 5 SMA Negeri 3 Ponorogo Semester Ganjil Tahun Pelajaran 2018/2019
Hasil belajar siswa pada mata pelajaran biologi masih rendah, khususnya siswa kelas X IPA 5. Pada hasil ulangan harian pada materi pembelajaran klasifikasi makhluk hidup semester 1, tahun pelajaran 2018/2019 di SMA Negeri 3 Ponorogo, yang memuat materi klasifikasi makhluk hidup terlihat bahwa, dari 36 siswa yang mendapatkan nilai di bawah KKM 75 sebanyak 17 orang atau sebanyak 47%, belum tuntas, siswa yang mendapatkan nilai di atas atau sama dengan 75 sebanyak 1 9 orang atau sebanyak 53% yang tuntas. Metode Jigsaw merupakan model belajar kooperatif dengan cara siswa belajar dalam kelompok kecil yang terdiri atas empat sampai dengan enam orang secara heterogen dan siswa bekerja sama salaing ketergantungan positif dan bertanggung jawab secara mandiri. Hasil penelitian dari siklus I dan siklus II dari data yang dikumpulkan pada siklus I ini banyak siswa yang belum tuntas dari 36 siswa hanya ada 53% siswa yang mendapat nilai antara 75-90 atau sebanyak 19 siswa yang mendapat nilai diatas KKM (75) dan dinyatakan tuntas, sedangkan 47% siswa mendapat nilai diantara 50-60 atau sebanyak 17 siswa yang mendapat nilai di bawah KKM (75) dan dinyatakan tidak tuntas, sedangkan hasil ulangan harian siklus II menyatakan bahwa dari 36 siswa presentase ketuntasan adalah 83% siswa yang mendapat nilai di atas KKM (75) atau sebanyak 30 siswa yang mendapat nilai diantara 75-100 dan dinyatakan tuntas sedangkan 17% siswa mendapat dinilai dibawah KKM (75) atau sebanyak 6 siswa yang mendapat nilai 60-70 dan dinyatakan tidak tuntas
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar PKn Materi Hakikat Hak Asasi Manusia Melalui Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Jigsaw Pada Siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
Pada pembelajaran PKn dalam penyampaian materi yang dilakukan guru dengan konvensional yang membuat siswa kurang aktif dalam kegiatan belajar mengajar dan berujung pada rendahnya hasil belajar siswa.Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan aktivitas maupun hasil belajar siswa yaitu dengan menerapkan pembelajaran kooperatif model jigsaw.Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam 2 siklus dan pada masing-masing siklus terdiri dari 2 kali pertemuan.Subjek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 4 JemberTahun Pelajaran 2018/2019 sebanyak 30 siswa. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan lembar observasi, teknik tes dan dokumentasi.Validasi data dalam penelitian ini menggunakan teknik triangulasi data.Analisis data menggunakan teknik deskriptif kualitatif. Hasil analisis data menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif Jigsaw terbukti dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa, dimana pada kondisi awal hanya ada 10 siswa atau 40,00%, pada siklus I meningkat menjadi 20 siswa atau 66,67%, dan pada siklus II meningkat menjadi 30 siswa atau 100%. Peningkatan aktivitas belajar siswa berdampak pada meningkatnya hasil belajar siswa pada setiap siklusnya, dimana pada kondisi awal nilai rata-rata yang dicapai siswa sebesar 58,00, pada siklus I menjadi 68,67, dan pada siklus II menjadi 78,67. Hal tersebut juga dibuktikan dengan peningkatan ketuntasan belajar secara klasikal, dimana pada kondisi awal hanya terdapat 8 siswa atau 26,67%, pada siklus I meningkat menjadi 19 siswa atau 63,33%, dan pada siklus II menjadi 27 siswa atau 90,00%. Dari penjelasan di atas maka dapat disimpulkan bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe jigsaw dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa Kelas VIII-D MTs Negeri 4 Jember Semester 2 Tahun Pelajaran 2018/2019
Meningkatkan Kompetensi Guru Dalam Menyusun Soal Evaluasi Melalui Kegiatan KKG Di SDN Sumbersuko 1 Kecamatan Klabang Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2020/2021
Penulisan bentuk butir soal merupakan suatu kegiatan yang sangat penting dalam menyiapkan bahan ulangan harian, ujian semester, ujian sekolah dan lainnya terutama dalam pembuatan soal-soal di RPP. Di sisi lain guru sebagian besar belum biasa menyusun tes, sehingga sering mencari dari beberapa kumpulan soal yang sudah ada (bank soal). Hasil penelitian pada siklus I tingkat kemampuan diketahui bahwa dari 11 guru mapel terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 6, pada aspek kaidah penulisan soal 4; dan pada kesesuaian materi terdapat 2 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 12, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 5 atau (46%), pada aspek kaidah penulisan soal 7 atau (62%); dan pada kesesuaian materi terdapat 9 atau (77%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 21 atau (62%). Pada Siklus II diketahui terdapat kesalahan pada aspek EYD sebanyak 2, pada aspek kaidah penulisan soal 0; dan pada kesesuaian materi terdapat 0 kesalahan. Total kesalahan sebanyak 2, sedangkan yang sesuai atau yang sudah benar pada aspek EYD sebanyak 9 atau (77%), pada aspek kaidah penulisan soal 11 atau (100%); dan pada kesesuaian materi terdapat 11 atau (100%). Total yang sudah sesuai dengan indikator yang ditentukan sebanyak 31 atau (92%). Penelitian tindakan sekolah ini menunjukkan adanya perubahan sekolah yang sangat baik, diantaranya meningkatnyakompetensi guru ke arah yang lebih baik dalam penyusunan butir soal
Metode Pembelajaran Daring Menggunakan Aplikasi Online Pada Masa Pandemi Covid-19 Di SMKN 3 Boyolangu Tahun Pembelajaran 2020/2021
Virus Corona melanda seluruh negara di dunia, termasuk negara Indonesia. Sehingga pembelajaran yang pada awalnya dilakukan secara langsung dan bertatap muka di dalam kelas dialihkan menjadi pembelajaran secara online atau daring. Hal ini juga sesuai dengan permendikbud yang ditetapkan oleh menteri pendidikan Indonesia bahwa untuk menghambat penyebaran virus Corona pembelajaran dialihkan menjadi belajar online atau daring dirumah masing-masing. Di SMKN 3 Boyolangu juga menerapkan metode pembelajaran daring dengan memanfaatkan berbagai macam aplikasi online seperti Zoom, Whatsapp Group, Google Form, dan Voice Note pada mata pelajaran, aplikasi Whatsapp dirasa paling cocok untuk menerapkan pembelajaran daring di SMKN 3 Boyolangu aplikasi tersebut merupakan yang paling banyak digunakan oleh guru karena aplikasi ini sudah familiar digunakan oleh siswa maupun guru sehingga lebih mudah untuk mengaplikasikannya. Penelitian ini dilakukan dengan survei melalui wawancara online menggunakan Google Form kepada seluruh guru di SMKN 3 Boyolangu SMKN 3 Boyolangu. Hasil data yang diperoleh peneliti menunjukkan bahwa pembelajaran daring merupakan satu-satunya metode yang dapat diterapkan pada kondisi pandemi Covid-19 seperti saat ini, guru dapat mengevaluasi siswa melalui penugasan untuk mengetahui sampai mana tingkat pemahaman siswa dalam menerima materi yang disampaikan secara online, tetapi sebagian guru juga menilai bahwa pembelajaran daring dirasa kurang efektif karena adanya kendala pada kekuatan sinyal dan fasilitas yang dimiliki oleh siswa berupa gadget atau laptop pribadi, kebiasaan siswa dalam melalkukan belajar daring, hingga pada absensi siswa. Pemanfaatan aplikasi online juga disesuaikan dengan materi apa yang akan disampaikan