Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Penerapan Strategi Pembelajaran Debat Aktif Mampu Meningkatkan Hasil Belajar PKn Materi Peraturan Perundang-Undangan Di Kelas V SDN Ramban Kulon 3 Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso
Belajar pada hakikatnya merupakan kegiatan yang dilakukan secara sadar untuk menghasilkan suatu perubahan, menyangkut pengetahuan, ketrampilan, sikap dan nilai-nilai. Manusia tanpa belajar akan mengalami kesulitan dalam menyesuaikan diri dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, yang tidak lain juga merupakan produk kegiatan berpikir manusia pendahulunya. Penelitian ini bertujuan yaitu untuk mengetahui Penerapan Strategi Pembelajaran Debat Aktif dapat meningkatkan hasil belajar mata pelajaran PKn materi Peraturan Perundang-Undangan Kelas V Semester I SDN Ramban Kulon 3 Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2017/2018. penelitian ini menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis & MC Taggart (dalam Arikunto, 2006:93)yaitu berbentuk spiral dari siklus ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan), dan refleksion (refleksi). Penerapan strategi pembelajaran debat aktif dapat meningkatkan hasil belajar mencapai 68% siklus I menjadi 92% siklus II mata pelajaran PKn materi Peraturan Perundang-Undangan Kelas V Semester I SDN Ramban Kulon 3 Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2017/2018
Peningkatan Semangat Kerja Guru TK Mardi Santoso Desa Jetiskidul Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018
Dalam sebuah organisasi maupun lembaga pendidikan yang baik, adanya komunikasi ke atas dan ke bawah, atau mendatar perlu dikembangkan dan diatur dengan baik. Dengan adanya komunikasi yang baik akan memberikan informasi-informasi yang baik bagi guru maupun pimpinan lembaga pendidikan atau kepala sekolah maupun peneliti. Dengan adanya komunikasi yang baik maka peneliti akan dapat mengetahui kebutuhan serta keinginan para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru TK Mardi Santoso Desa Jetiskidul Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi oleh Kepala sekolah pada Semester II Tahun Pelajaran 2017/2018. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dapat dibuktikan dengan hasil penelitian sebagai berikut : pada siklus I nilai rerata mencapai 112; siklus II nilai rerata mencapai 132,50 berarti terjadi peningkatan sebesar 20,50; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 167,50 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 35,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 66,67%, siklus II sebesar 66,67% dan akhirnya pada siklus III sebesar 100%
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Siswa Melalui Value Clarification And Moral Development Approach Dalam Pembelajaran Geografi Pada Kelas XII-IPS-3 Semester Genap Di SMA Negeri 1 Kamal, Kabupaten Bangkalan Tahun Pelajaran 2018/2019
Kualitas sumber daya manusia (SDM) sebagai modal dasar pembangunan nasional, baik pada masa sekarang maupun pada masa yang akan datang perlu sekali ditingkatkan dan dikembangkan. Dunia pendidikan mempunyai peranan yang cukup besar dalam meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia tersebut. Salah satu cara untuk meningkatkan hasil prestasi belajar siswa adalah melalui value clarification and moral development approach (pendekatan yang mengembangkan pribadi siswa sesuai dengan kompetensi). Berdasarkan data yang diperoleh dari siklus 1 sampai dengan siklus 3 menunjukkan adanya perubahan ke arah Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar siswa untuk pencapaian tujuan penelitian. Data Skor Prestasi Belajar Siswa Siklus I adalah : 10 siswa mendapat skor 65; 4 siswa mendapat skor 66; 2 siswa mendapat skor 67; 5 siswa mendapat skor 68; 4 siswa mendapat skor 69; 3 siswa mendapat skor 70; 2 siswa mendapat skor 72; dan 20 siswa mendapat skor 73. Skor rata-rata 67,63 (68%). Pada Siklus II adalah : 4 siswa mendapat skor 68; 5 siswa mendapat skor 69; 12 siswa mendapat skor 70; 10 siswa mendapat skor 72; dan 1 siswa mendapat skor 77. Skor rata-rata 70,44 (70,44%). Dan pada Siklus III adalah : 5 siswa mendapat skor 77; 5 siswa mendapat skor 78; 6 siswa mendapat skor 79; 4 siswa mendapat skor 82; 1 siswa mendapat skor 83; 5 siswa mendapat skor 84; dan 6 siswa mendapat skor 86. Skor rata-rata 81,12 (81,12%). Sehinga dapat disimpulkan bahwa penelitian berhasil membuktikan bahwa prestasi belajar siswa dapat meningkat melalui metode value clarification and moral development approach dalam pembelajaran geografi pada kelas XII-IPS-3 semester genap di SMA Negeri 1 kamal, Kabupaten Bangkalan tahun pelajaran 2018/2019
Penerapan Model Pembelajaran Listening Activities Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Ekonomi Siswa Kelas XII-IPS-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 6 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018
Dengan Penggunaan Listening Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan dengan cara mendengarkan dan berdiskusi) hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap keterampilan kooperatif, dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang keterampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai keterampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti belajar Ekonomi jika belajar Ekonomi menggunakan keterampilan kooperatif dan keterampilan proses, khususnya pada komponen keterampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Listening Activities Learning dalam Belajar Ekonomi Pokok Bahasan Mengidentifikasi kebutuhan manusia pada Siswa Kelas XII-IPS-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 6 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Ekonomi. Penerapan Listening Activities Learning dalam Belajar Ekonomi Pokok Bahasa Mengidentifikasi kebutuhan manusia pada Siswa Kelas XII-IPS-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 6 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018. berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Ekonomi. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Data hanya sedikit dan dianggap tidak diketahui distribusi (berdistribusi bebas). Maka digunakan uji nonparametrik dengan dua yang sampel yang berhubungan (dependen). Karena nilai Asymp.Sign. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak. Dengan demikian Ha diterima, berarti Penerapan Listening Activities Learning dalam Belajar Ekonomi Pokok Bahasan Mengidentifikasi kebutuhan manusia pada Siswa Kelas XII-IPS-1 Semester Ganjil Di SMA Negeri 6 Kota Madiun Tahun Pelajaran 2017/2018 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Ekonomi. Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil
Penggunaan Model Pembelajaran Creative Problem Solving Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Materi Interaksi Antarnegara Asia Dan Negara Lainnya Pada Siswa Kelas IX G Di SMP Negeri 2 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Penggunaan metode Model Pembelajaran Creative Problem Solving diharapkan dapat meningkatkan aktivitas siswa dalam proses belajar mengajar sehingga dalam proses belajar mengajar itu aktivitas belajar mengajar tidak terjadi kejenuhan, dengan demikian siswa akan terlibat secara fisik, emosional dan intelektual yang pada gilirannya diharapkan konsep perubahan pemahaman yang diajarkan oleh guru dapat dipahami oleh siswa. Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dalam interaksi antarnegara asia dan negara lainnya pada siswa Kelas IX G, di SMP Negeri 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi dengan diterapkannya Model Pembelajaran Creative Problem Solving ? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dalam interaksi antarnegara asia dan negara lainnya pada siswa Kelas IX G, di SMP Negeri 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi dengan diterapkannya Model Pembelajaran Creative Problem Solving. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX G, Di SMP Negeri 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi. hal ini terbukti peningkatan rata-rata hasil belajar siswa pada siklus I (71,72), menjadi pada siklus II (80,63) dan meningkat pada siklus III (87,19), sedangkan prosentase ketuntasan secara klasikal pada siklus I (68,75%), pada siklus II (81,25%), dan pada siklus III (90,63%), sehingga pada siklus III ketuntasan secara klasikal melampaui kriteria dari 85% dan tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa Kelas IX G, Di SMP Negeri 2 Ngawi, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial
Manfaat Metode Pembelajaran Learning Tournament (Turnamen Belajar) Mampu Meningkatkan Prestasi Belajar Pada Siswa Kelas VIII-C Semester Ganjil Di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018.
Manfaat Metode Pembelajaran Learning tournament (Turnamen Belajar) pada Siswa Kelas VIII-C Semester Ganjil di SMP Negeri 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2017/2018, dengan cara pendekatan konvensional sudah dianggap tidak efektif serta menimbulkan kejenuhan di dalam kelas, oleh karena itu guru dituntut untuk selalu dan terus berupaya memperbaiki proses pengelolaan pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan sarana termudah untuk meneliti, mengevaluasi, dan menyempurnakan pengelolaan pembelajaran. Pembelajaran Metode Pembelajaran Learning tournament (Turnamen Belajar) adalah strategi pengajaran yang melibatkan partisipasi siswa dalam satu kelompok kecil untuk saling berinteraksi. Siswa memiliki dua tanggung jawab, mereka belajar untuk dirinya sendiri dan membantu sesama anggota kelompok untuk belajar. Pembelajaran Metode Pembelajaran Learning tournament (Turnamen Belajar) belum banyak diterapkan karena beberapa alasan. Alasan pertama adalah kekhawatiran akan terjadi kekacauan di kelas dan siswa tidak belajar jika ditempatkan di dalam kelompok. Selain itu kesan negatif sementara orang mengenai kegiatan kerja sama / belajar dalam kelompok. Banyak siswa yang tidak senang bekerja sama dengan orang lain. Siswa yang tekun harus bekerja melebihi yang lain, sementara yang kurang mampu merasa minder dengan siswa yang pandai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan belajar di dalam Olahraga serta membangkitkan minat siswa untuk belajar bekerja sama mengkomunikasikan hasil belajarnya, dan siswa semakin aktif serta Metode Pembelajaran Learning tournament (Turnamen Belajar). Hasil penelitian penerapan model pembelajaran Metode Pembelajaran Learning tournament (Turnamen Belajar) terbukti signifikan : 1). Menggairahkan siswa untuk belajar. 2). Peningkatan aktivitas siswa.3). Pemunculan prestasi siswa yang meningkat. Sehingga dalam kegiatan penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil
Penerapan Metode Pemberian Penjelasan Guna Meningkatkan Prestasi Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Materi Meyakini Adanya Hari Akhir Pada Siswa Kelas VI Semester I SDN Pule 1 Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Inti dari kegiatan pembelajaran adalah terjadinya proses belajar pada diri siswa dan terjadinya interaksi siswa dan guru. Namun demikian, semua itu dapat tercipta manakala guru dapat menciptakan suasana belajar yang baik dengan strategi pengajaran yang tepat. Pengembangan strategi pengajaran dapat dilakukan dengan menggunakan media pembelajaran yang diharapkan mampu untuk meningkatkan prestasi belajar siswa. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam meyakini adanya Hari Akhir melalui metode pemberian penjelasan pada siswa Kelas VI Semester I SDN Pule 1 Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018 dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam Subyek penelitian ini sebanyak 19 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan rata-rata nilai pada siklus I sebesar 71.58 dan rata-rata nilai yang didapatkan siswa pada siklus II sebesar 82.63, masih ada 2 siswa yang belum tuntas meskipun tidak ada siswa yang nilainya 50. Terbukti pada siklus ke II ada peningkatan rata-rata nilai mencapai 11.05. Dari hasil ini dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode pemberian penjelasan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam mampu meningkatkan pemahaman materi pelajaran Pendidikan Agama Islam siswa Kelas VI Semester I SDN Pule 1 Kecamatan Kandat Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Meningkatkan Motivasi Belajar Bahasa Indonesia Pada Kompetensi Dasar Menyampaikan Laporan Secara Lisan Dengan Bahasa Yang Baik Dan Benar Melalui Teknik Learning Outcomes Siswa Kelas IX-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 2 Mojoanyar, Kabupaten Mojokerto Tahu
Dengan mengunakan prinsi; Teknik Learning Outcomes pada siklus 1 ini sudah menunjukkan penguasaan mengalami peningkatan, tetapi penguasaan yang telah dicapai itu sebenarnya masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang sudah mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Dari data diperoleh bahwa baru 63,27% siswa yang mencapai penguasaan 65 atau lebih. Sedangkan suatu kelompok (kelas) dikatakan tuntas apabila paling rendah 85% siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Pada siklus 2 rata-rata skor penguasaan siswa semakin meningkat. Rata-rata itu meningkatn dari 66,92 yang dicapai siklus 1 menjadi 73,84 pada siklus 2. Hal itu menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap bahan ajar pada siklus 2 semakin meningkat pula. Pada siklus 2 median skor penguasaan siswa sudah mencapai 74,00. Median sebesar itu menunjukkan bahwa dari 49 siswa yang ikut tes pada akhir siklus 2, dapat diperoleh 24 siswa yang mencapai penguasaan paling tinggi 74,00 dan 32 siswa penguasaannya paling rendah. Meningkatnya rata-rata skor penguasaan itu memberikan indikasi bahwa penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran semakin meningkat pula apda siklus 3. Oleh karena itu, bentuk tindakan yang dilakukan pada siklus ini memberikan hasil yang lebih baik dari pada tindakan pada siklus sebelumnya. Meningkatnya penguasaan siswa juga ditandai dengan semakin banyaknya siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Siswa yang mencapai skor 65 atau lebih sebanyak 85,11% dan ini menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran pada siklus 3 sangat tinggi. Disamping itu kelas yang menjadi subyek penelitian sudah tuntas klasikal pada siklus terakhir ini. Hampir pada setiap pertemuan sudah tidak ada lagi siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran. hal ini sejalan dengan tanggapan siswa yang dibuat pada akhir siklus 3. Dari tanggapan-tanggapan tersebut tidak ada lagi siswa yang mengharapkan suatu perbaikan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Dari hasil akhir dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa penelitian ini dinyatakan berhasil dan tuntas
Peningkatan Hasil Belajar Menganalisis Gerak Dan Gaya Dengan Hukum Newton Pada Mata Pelajaran Fisika Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas X MM 1 SNK Negeri 1 Mojoanyar
Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Fisika khususnya pada kompetensi dasar Menganalisis gerak dan gaya dengan menggunakan hukum-hukum Newton sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 57,35. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan Hasil belajar Fisika melalui metode Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas X MM 1 SMK Negeri 1 Mojoanyar Kabupaten Mojokerto Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan model pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Fisika kompetensi dasar Menganalisis gerak dan gaya dengan menggunakan hukum-hukum Newton ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 72,65; siklus II 75,59; dan siklus III 80,00. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 61,76%, siklus II meningkat menjadi 79,41%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 97,06%
Peningkatan Prestasi Siswa IPA Materi Gerakan Bumi Dan Bulan Melalui Metode Snow Ball Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Tugas guru adalah menumbuh kembangkan modalitas siswa dengan metode pembelajaran snow ball, sebab kenyataan di lapangan nilai mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam relatif masih rendah. Dengan rendahnya nilai tersebut berarti Siswa mengalami kesulitan belajar yang mendasar. Karena rendahnya prestasi belajar ini merupakan salah satu indikasi bahwa Siswa Kelas VI Semester II mengalami kesulitan belajar yang serius. Berdasarkan latar belakang masalah, maka rumusan masalah Penelitian Tindakan Kelas ini adalah sebagai berikut : 1) Apakah metode pembelajaran snow ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri. 2) Bagaimana metode pembelajaran snow ball dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Berdasarkan rumusan masalah dan tujuan penelitian di atas maka hipotesis tindakan dalam Penelitian ini adalah : "metode pembelajaran snow ball dapat meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam Siswa Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri". Berdasarkan hasil penelitian dan hasil belajar maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran snow ball yang diterapkan guru dapat meningkatkan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam materi Gerakan Bumi dan Bulan Siswa Kelas VI Semester II SDN Pagu 2 Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, sebelum penelitian rata-rata 65,00, Siklus I 78,33 Siklus II mencapai rata-rata 89,17 maka ada peningkatan dibanding sebelum penelitian sebesar 24,17 ada peningkatan yang cukup signifikan. Berdasarkan kesimpulan diatas maka agar prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Alam Kelas VI meningkat disarankan memberi metode pembelajaran snow ball kepada siswa, sehingga materi pelajaran dapat diserap dengan maksimal