Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Penggunaan Video Pembelajaran Interaktif Dalam Pembelajaran Daring Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Materi Sudut Lancip, Tumpul, Dan Siku-Siku Pada Siswa Kelas IV SD Negeri 10 Sungai Nibuang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 1 T
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika materi Sudut lancip, tumpul, dan siku-siku siswa kelas IV SD Negeri 10 Sungai Nibuang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dilaksanakan dalam dua siklus dan setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu tahap perencanaan, tahap tindakan, tahap observasi, dan tahap refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri 10 Sungai Nibuang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam sebanyak 22 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi, dokumentasi dan tes. Validitas penelitian tindakan kelas ini dengan meminimalkan subjektivitas melalui triangulasi. Analisis data dengan teknik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan pendekatan konstruktivisme dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar. Peningkatan aktivitas siswa menunjukkan perolehan pada studi awal hanya 31,82% atau 7 siswa meningkat menjadi 72,73% pada siklus pertama atau sebanyak 16 siswa, dan pada siklus kedua menjadi 100% atau sebanyak 22 siswa dinyatakan tuntas. Peningkatan hasil belajar siswa dari rata-rata pada studi awal 56,36 menjadi 67,73 pada siklus pertama, dan pada siklus kedua menjadi 78,18 serta peningkatan ketuntasan belajar dari 7 siswa atau 31,82% menjadi 14 siswa atau 63,64% dan 19 siswa atau 86,36% pada siklus kedua. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan metode cooperative learning tipe talking stick terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar Matematika materi Sudut lancip, tumpul, dan siku-siku siswa kelas IV SD Negeri 10 Sungai Nibuang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022
Penerapan Metode Pembelajaran Demonstrasi Untuk Meningkatkan Ketrampilan Mewarnai Gambar Alam Sekitar Pada Anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018
Rendahnya kemampuan anak TKB 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjukdalam ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar: (1) siswa kurang latihan; (2) kemampuan guru yang kurang dalam penyampaian materi; (3) sistem kegiatan belajar mengajar yang monoton dan kurang menarik, sehingga siswa merasa bosan. Penggunaan metode pembelajaran demonstrasi merupakan sarana mempermudah siswa dalam memahami materi ajar agar tidak mengalami kesulitan dalam melakukan kegiatan pembelajaran. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) Apakah melalui metode pembelajaran demonstrasi dapatmeningkatkan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018?; (2) Bagaimana ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi? Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk mengetahuimetode pembelajaran demonstrasi dapatmeningkatkan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018; (2) untuk mendeskripsikan ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018 setelah diterapkannya metode pembelajaran demonstrasi. Berdasarkan hasil observasi ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar sebelum tindakan rata-rata persentase sebesar 44% dengan kriteria kurang, mengalami peningkatan dengan rata-rata sebesar 65% pada siklus I berada pada kriteria cukup, pada siklus II mengalami peningkatan lagi dengan rata-rata sebesar 72% dengan kriteria cukup dan pada siklus III mengalami kenaikan lagi dengan rata-rata 94%. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa ketrampilan mewarnai gambar alam sekitar anak mengalami peningkatan dan mencapai indikator keberhasilan lebih dari 75% dengan kriteria Sangat Baik. Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari penerapan metode pembelajaran demonstrasi dimana peneliti sebagai guru memberikan contoh kegiatan mewarnai yang akan dilakukan dan gambar yang diwarnai disesuaikan dengan tema yang sedang berlangsung pada anak TK B 2 TK Negeri Pembina Rejoso Kabupaten Nganjuk Tahun Pelajaran 2017/2018
Peningkatan Proses Dan Hasil Belajar Matematika Operasi Hitung Campuran Melalui Model Pembelajaran Problem-Based Learning Pada Siswa Kelas VI SDN Babadan 2 Tahun Pelajaran 2020/2021
Berdasarkan studi pendahuluan diketahui bahwa hasil belajar siswa mata pelajaran Matematika Operasi Hitung Campuran pada siswa kelas VI SDN Babadan 2. Nilai rata-rata siswa baru mencapai 66,15, sedangkan ketuntasan belajarnya juga baru mencapai 61,54%. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mengetahui peningkatan proses pembelajaran Matematika Operasi Hitung Campuran pada siswa kelas VI SDN Babadan 2 Tahun Pelajaran 2020/2021, 2) Untuk mengetahui peningkatan hasil Belajar Matematika Operasi Hitung Campuran dengan pada siswa kelas VI SDN Babadan 2 Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan rancangan Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Dengan tahapannya terdiri dari: (1) menyusun perencanaan (plan), (2) melaksanakan tindakan (act), (3) pengamatan (observe), dan (4) refleksi (reflect). Berdasarkan analisis hasil penelitian dan pembahasan, dapat disimpulkan bahwa penggunan Model Pembelajaran Problem Based Learning, terbukti: 1) dapat meningkatkan proses belajar Matematika Operasi Hitung Campuran pada siswa kelas VI SDN Babadan 2 Tahun Pelajaran 2020/2021. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pada siklus I mencapai nilai 74,04 dengan klasifikasi Baik. Sedangkan pada siklus II mengalami peningkatan yang signifikan, yaitu telah mencapai 85,58 dengan kategori Sangat Baik, 2) dapat meningkatkan hasil belajar Matematika Operasi Hitung Campuran pada siswa kelas VI SDN Babadan 2 Tahun Pelajaran 2020/2021. Hal ini dapat dibuktikan dengan nilai rata-rata pada siklus I mencapai 74,62. Dengan presentase ketuntasan 76,92%. Pada siklus II nilai rata-rata meningkat menjadi 78,46. Prosentase ketuntasan belajar juga meningkat secara signifikan menjadi 92,31%. Hasil belajar pada siklus II ini telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditetapkan yaitu < 85%. Dengan demikian penelitian ini dinyatakan telah berhasil
Meningkatkan Motivasi Dan Hasil Belajar Berorientasi Taqwa Melalui Ngaso Sehat Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar berorientasi taqwa melalui Ngaso Sehat pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. Jenis penelitian yang dilaksanakan adalah Best Practice. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas IX-B SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2022/2023 yang terdiri dari 36 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini adalah lembar kerja peserta didik, lembar penilaian proyek, lembar penilaian sikap, angket motivasi belajar siswa, lembar observasi diskusi kelompok, angket respon siswa terhadap pembelajaran hots, lembar pre test dan post test, angket budaya membaca. Hasil Best Practice menunjukkan bahwa Ngaso Sehat merupakan praktik terbaik untuk pembelajaran karena dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa
Peningkatan Keaktifan Siswa Dan Hasil Belajar IPS Melalui Penerapan Model Pembelajaran Picture And Picture Pada Kelas VII-H SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan aktivitas dan hasil belajar IPS melalui penerapan model pembelajaran Picture and Picture pada kelas VII-B SMP Negeri 4 Madiun tahun ajaran 2021/2022. Jenis penelitian yang dilakukan adalah Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research). Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VII-B SMP Negeri 4 Madiun Tahun Pelajaran 2021/2022, yang berjumlah 30 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui kegiatan berupa: (a) observasi, (b) tes, dan (c) dokumentasi. Prosedur penelitian meliputi tahap: (a) perencanaan tindakan, (b) pelaksanaan tindakan, (c) observasi dan interpretasi, dan (d) analisis dan refleksi. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa. Hal ini terbukti pada siklus I keaktifan siswa mencapai 11,77 meningkat di siklus II sebesar 14,65 dan pada siklus III sebesar 16,84. Hasil belajar siswa pun mengalami peningkatan. Hasil penelitian pada siklus I meningkat dibandingkan sebelum dilaksanakannya penelitian, yaitu sebanyak 19 siswa atau 61% siswa telah mencapai standar ketuntasan belajar minimal yaitu 75. Nilai rata-rata kelas siklus I sebesar 69,4. Pada siklus II jumlah siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar minimal sebanyak 23 siswa atau 74%. Nilai rata-rata kelas pada siklus II yaitu 73,5. Pada siklus III jumlah siswa yang mencapai standar ketuntasan belajar minimal sebanyak 25 siswa atau 81%. Nilai rata-rata kelas pada siklus III yaitu 79,2. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran Picture and Picture dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPS pada siswa kelas VII-B SMP Negeri 4 Madiun tahun ajaran 2021/2022
Meningkatkan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Materi Tumbuhan Hijau Dengan Menerapkan Metode Portofolio Terhadap Siswa Kelas V Semester I SDN Purwokerto I Kecamatan Ngadiluwih Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2017/2018
Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah penerapan metode portofolio berpengaruh terhadap prestasi belajar IPA? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dengan diterapkannya metode Portofolio? Tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Portofolio terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam setelah diterapkannya pembelajaran Portofolio. Dari hasil analis didapatkan bahwa hasil belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus II, nilai rata-rata tindakan I 66.55 tindakan II 72.0 dan pada tes akhir menjadi 83.79 sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran IPA pada kelas tersebut mengalami peningkatan. Berdasarkan pada hasil analisis dan pembahasan sebagaimana diuraikan dimuka serta kesimpulan yang telah dipaparkan, maka dapat diberikan saran sebagai berikut : (1) Bagi guru yang bersangkutan, hendaknya dapat melakukan penelitian tindakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. (2) Bagi lembaga, hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan penerangan, bahwa peran media pembelajaran sangat berperan dalam meningkatkan prestasi belajar siswa di lembaganya. (3) Bagi peneliti yang lain nantinya juga melakukan penelitian dengan bahasan IPA (penelitian tindakan) hendaknya dilakukan lebih dari dua siklus agar dapat lebih membelajarkan atau membiasakan guru atau peneliti melaksanakan kajian tindakan di kelasnya
Pengembangan Profesionalisme Melalui Teknik Supervisi Kartu Mandiri Untuk Menumbuhan Motivasi Guru TK Binaan Kecamatan Lumajang Tahun Pelajaran 2018/2019
Berangkat dari permasalahan yang dihadapi guru dalam menyiapkan perangkat pembelajaran sampai pada pelaksanaan pembelajaran, maka pengawas TK membuat suatu terobosan untuk mencari solusi terhadap permasalahan tersebut. Tidak semua guru memiliki keberanian untuk mengakui kekurangan atau kelemahannya sebagai guru yang proesional. Kartu mandiri merupakan salah satu cara untuk membuat segala sesuatu menjadi transparan. Guru mampu menuangkan permasalahan kinerjanya pada kartu tersebut. Rumusan masalah yang dapat diidentifikasi adalah: 1.“Bagaimana teknik Supervisi Kartu Mandiri dapat menumbuhkan motivasi Guru TK Binaan Kecamatan Lumajang dalam mengembangkan profesionalisme tahun pelajaran 2018/2019?” 2.“Apakah penggunaan teknik Supervisi Kartu Mandiri yang dapat menumbuhkan motivasi Guru TK Binaan Kecamatan Lumajang dalam mengembangkan profesionalisme tahun pelajaran 2018/2019?” Pelaksanaan siklus I dari 15 orang guru yang terlibat, nilai rata-rata 70 untuk administrasi pembelajaran karena ada 2 orang guru yang mendapat nilai baik, 13 orang guru mendapat niali cukup, sedangkan untuk hasil pengamatan proses pembelajaran rata-rata 67 karena ada 4 guru yang mendapat nilai baik dan 11 guru masih mendapat nilai cukup. Dengan hasil yang masih kurang memuaskan maka diadakan siklus II. Dalam pelaksanaan siklus II dari 15 guru yang terlibat maka hasil rekapitulasi tentang motivasi guru dalam pengembangan profesionalisme diperoleh data, nilai rata-rata 77 untuk administrasi pembelajaran karena ada 1 orang guru yang mendapat nilai baik sekali, 7 orang guru mendapat niali baik, dan 6 orang guru mendapat nilai cukup sedangkan untuk pengamatan proses pembelajaran rata-rata 74 karena ada 3 guru yang mendapat nilai cukup dan 12 guru mendapat nilai baik. Maka pelaksanaan siklus II sudah berhasil tidak dilakukan lagi dengan siklus berikutnya
Peningkatan Aktivitas Dan Hasil Belajar PKn Materi Peraturan Perundang Undangan Dengan Menggunakan Model Make A Match Pada Siswa Kelas VI SDN 2 Grujugan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso
Guru perlu bersikap atau setidaknya dipandang oleh siswa sebagai yang maha tahu dan sumber informasi. Lebih celaka lagi siswa belajar dalam situasi yang membebani dan menakutkan karena dibayangi oleh tuntutan-tuntutan mengajar nilai-nilai tes dan ujian yang tinggi. Pembelajaran terpusat pada guru sampai saat ini masih menemukan beberapa kelemahan. perbaikan ini bertujuan untuk: Untuk meningkatkan aktivitas belajar materi Peraturan Perundang Undangan setelah diterapkan pembelajaran Model Make A Match pada Siswa Kelas VI Semester I SDN 2 Grujugan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2016/2017. Desain penelitian yang dipakai dalam penelitian ini adalah model skema spiral dari Hopkins (dalam Tim Proyek PGSM, 2006:7) dengan menggunakan empat fase yaitu: perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Hasil belajar materi Peraturan Perundang Undangan meningkat setelah diterapkannya pembelajaran Model Make A Match pada Siswa Kelas VI Semester I SDN 2 Grujugan Kecamatan Cermee Kabupaten Bondowoso Tahun Pelajaran 2016/2017 hal ini terbukti pada siklus 1 mencapai ketuntasan 40% dan siklus II mencapai 90%
Meningkatkan Motivasi Dan Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe Make A Match Pada Siswa Kelas V Semester II SDN Karanganyar Kecamatan Wates Kabupaten Kediri
Sejauh ini, pendidikan di negara kita masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan adalah seperangkat fakta-fakta yang harus dihapal. Kelas masih berfokus pada guru sebagai sumber utama pengetahuan, kemudian ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar. Untuk itu, diperlukan sebuah strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghapal fakta-fakta, tetapi sebuah strategi yang mendorong siswa untuk mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri. Materi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Peristiwa Sekitar Proklamasi Kemerdekaan sedangkan model rancangan yang digunakan mengacu pada rancangan Kemmis & Taggart (1988) dengan siklus; Masing-masing sikius terdiri dan 4 tahapan, yaitu: (1) penyusunan rencana tindakan, (2) pelaksanaan tindakan, (3) pengamatan, dan (4) perefleksian, pengambilan kesimpulan dan saran. Dan hasil penelitian ini dapat disimpulkan sebagai berikut: 1) keterampilan proses yang dominan dilakukan siswa adalah melakukan penelitian, sedangkan yang paling sedikit dilakukan siswa adalah merumuskan masalah dan menyimpulkan hasil penelitian dan 2) hasil belajar siswa menggunakan pembelajaran inkuiri meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dipaparkan sebelumnya dapat diambil simpulan bahwa metode pembelajaran kooperatif tipe make a match dapat meningkatkan motivasi dan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dilihat dari hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I dan siklus II sebagai berikut: Terjadi peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran siklus I, yaitu siswa yang tuntas ada 15 siswa (71,43%), dan yang belum tuntas ada 6 siswa (28,57%) dari nilai rata-rata ulangan harian pada Siklus I sebesar 72,38 naik menjadi 81,90 pada postes siklus II sedangkan yang belum tuntas ada 2 siswa (9,52%) dengan nilai rata-rata pada siklus I 72,38 naik menjadi 81.90 pada siklus II
Meningkatkan Hasil Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Materi Keragaman Suku Bangsa Di Indonesia Melalui Strategi Pembelajaran Think Pairs Share Siswa Kelas V Semester I SDN Damarwulan 4 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian ini berdasarkan permasalahan : (a) Apakah pembelajaran Think Pairs Share berpengaruh terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial? (b) Seberapa tinggi tingkat penguasaan materi pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial dengan diterapkannya metode pembelajaran Think Pairs Share? Tujuan dari penelitian ini adalah : (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran Think Pairs Share terhadap hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. (b) Ingin mengetahui seberapa jauh pemahaman dan penguasaan mata pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial setelah diterapkannya pembelajaran Think Pairs Share. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas V Semester II SDN Damarwulan 4 Kecamatan Kepung Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I 57.14%, siklus II 71.43%, siklus III 90.48%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode Think Pairs Share dapat berpengaruh positif terhadap prestasi belajar siswa kelas V, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial