Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Semangat Kerja Guru Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Di SDN 1 Wiyoro Kecamatan Ngadirojo Kabupaten Pacitan
Tercapainya tujuan organisasi merupakan suatu hal yang penting bagi pimpinan. Begitu juga dalam lembaga pendidikan, tercapainya tujuan lembaga pendidikan menjadi tolok ukur bagi peneliti dalam menilai keberhasilan pimpinan yakni guru di dalam memimpin para guru. Namun demikian sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik antara peneliti dengan kepala guru, guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini dibuktikan dengan hasil penelitian sebagai berikut : pada siklus I nilai rerata mencapai 107,6; siklus II nilai rerata mencapai 127,7 berarti terjadi peningkatan sebesar 20,1; siklus III yang merupakan siklus terakhir nilai rerata yang dicapai sebesar 160,6 di sini terjadi peningkatan yang sangat berarti yakni 32,9. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor adanya peningkatan semangat kerja guru melalui komunikasi administrasi juga ditandai adanya peningkatan persentase kategori tinggi terhadap semangat kerja guru sekolah dasar dalam melaksanakan tugasnya, yaitu pada siklus I sebesar 0%, siklus II sebesar 28,57% dan akhirnya pada siklus III sebesar 57,14%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan semangat kerja guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya
Peningkatan Prestasi IPA Materi Cara Perkembangbiakan Makhluk Hidup Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Pada Siswa Kelas VI SDN Kalang 2 Kecamatan Pitu Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar IPA dalam memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning pada siswa Kelas VI, Di SDN Kalang 2, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020 ? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui peningkatan peningkatan prestasi belajar IPA dalam memahami cara perkembangbiakan makhluk hidup melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning pada siswa Kelas VI Di SDN Kalang 2, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Kalang 2, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya rata-rata hasil belajar siswa terhadap materi yang disampaikan guru (prosestase rata-rata hasil belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 69,05%, 77,14%, dan 85,24%, serta ketuntasan belajar secara klalikal juga meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 61,90%, 76,19%, dan 85,71%, sehingga ketuntasan secara klasikal tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Cooperative Learning dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa kelas VI di Sekolah Dasar Negeri Kalang 2, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam
Penerapan Model Pembelajaran Hands On Activity Untuk Meningkatkan Pemahaman Materi Keragaman Budaya Di Indonesia Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Pada Siswa Kelas V Semester 1 SDK YPBK Purworejo Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2015/2016
Hasil observasi dalam pembelajaran IPS pada siswa kelas V SDK YPBK Purworejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri, siswa kurang memahami materi keberagaman budaya di Indonesia. Siswa belum bias menjelaskan keberagaman budaya dan menyebutkan penyebaran suku-suku bangsa. Pada materi ini, guru juga menemukan masalah penyebab kurangnya pemahaman siswa dan aktivitas belajar dalam proses pembelajaran. Untuk mengatasi masalah ini guru mencoba menerapkan model Pembelajaran Hands On Activity yang belum pernah digunakan sebelumnya. Tujuan dari penelitian ini adalah meningkatkan kerukunan dan aktivitas belajar siswa agar mereka memahami materi yang disampaikan oleh guru. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman belajar IPS materi keragaman budaya di Indonesia siswa kelas VSDK YPBK Purworejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri semester 1 tahun pelajaran 2015/2016 dengan menggunakan Model Pembelajaran Hands On Activity. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan subjek penelitian siswa kelas VSDK YPBK Purworejo Kecamatan Wates Kabupaten Kediri semester ganjil tahun ajaran 2015/2016 yang berjumlah 19 siswa. Peneltian ini dilaksanakan pada bulan September tahun 2015. Penelitian dilaksanakan dalam tiga siklus dan setiap siklus memiliki component tindakan yaitu, perencanaan, tindakan dan observasi, serta refleksi. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa menggunakan Model Pembelajaran Hands On Activity dapat meningkatkan hasil belajar IPS. Pada tahap prasiklus memperoleh nilai rata-rata sebesar 42%, pada siklus I rata-rata meningkat sebesar 60%, pada siklus II rata-rata kembali meningkat sebesar 74% dan siklus III meningkat kembali menjadi 96%. Maka dari itu, disarankan kepada para guru agar menggunakan model Pembelajaran Hands On Activity agar variasi dalam pembelajaran semakin meningkat
Peningkatan Hasil Belajar Menerapkan Persamaan Dasar Akuntansi Pada Mata Pelajaran Akuntansi Dasar Melalui Strategi Pembelajaran Gallery Of Learning Siswa Kelas X AKL 1 SMK Negeri 1 Ponorogo
Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Akuntansi Dasar khususnya pada kompetensi dasar Menerapkan persamaan dasar akuntansi sangat rendah, yakni 54,54% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 59,10. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Gallery of Learning. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Gallery of Learning diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Menerapkan persamaan dasar akuntansi. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 45 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Menerapkan persamaan dasar akuntansi melalui metode Gallery of Learning pada siswa Kelas X AKL 1 SMK Negeri 1 Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2019/2020. Peranan Model Pembelajaran Gallery of Learning dalam meningkatkan kemampuan Akuntansi Dasar kompetensi dasar Menerapkan persamaan dasar akuntansi ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : pada siklus I 71,36; siklus II 76,06; dan siklus III 80,91. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan prosentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 48,48%, siklus II meningkat menjadi 69,70%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 90,91%
Penerapan Model Pembelajaran Snowball Throwing Untuk Meningkatkan Minat Dan Hasil Belajar Sosiologimaterifungsi Sosiologi Untuk Mengenali Gejala Sosial Dimasyarakat Pada Siswa Kelas X-IPS-3 SMA Negeri 1 Tapen Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Masalah yang menjadi latar belakang dilaksanakannya penelitian ini karena kegiatan pembelajaran cenderung menitikberatkan pada penguasaan hafalan, proses pembelajaran berpusat pada guru, metode yang digunakan didominasi oleh ceramah, siswa tidak terlibat bahkan cenderung pasif sehingga perolehan hasil belajar Sosiologi yang tidak sesuai dengan nilai yang diharapkan, masih banyak siswa yang tidak dapat mencapai KKM yaitu 70. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan proses, minat dan hasil belajar siswa dengan model snowball throwing. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas X-IPS-3 SMA Negeri 1 Tapen semester 1 tahun pelajaran 2019/2020 dengan jumlah siswa sebanyak 24 orang. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi dan dokumentasi.Validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi.Analisis data menggunakan analisis deskriptif komperatif dengan grafik yaitu membandingkan kondisi nilai tes awal siklus I dan nilai tes setelah siklus II.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan menerapkan model snowball throwing dalam pembelajaran minat dan hasil belajar siswa mengalami peningkatan pada setiap siklusnya. Pada kondisi awal, minat belajar siswa pada hanya 9 siswa atau 37,50%, pada siklus I meningkat menjadi 17 siswa atau 70,83%, dan pada siklus II meningkat menjadi 22 siswa atau 91,67%, dan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kondisi awal sebesar 57,08, pada siklus I menjadi 68,33, dan pada siklus II meningkat menjadi 78,33, sedangkan jumlah siswa yang tuntas belajarnya pada kondisi awal sebanyak 7 siswa atau 29,17%, pada siklus I menjadi 15 siswa atau 62,50%, dan pada siklus II meningkat menjadi 21 siswa atau 87,50%. Kesimpulanya adalah penggunaan metode snowball throwing dalam pembelajaran Sosiologi dapat meningkatkan minat dan hasil belajar siswa kelas X-IPS-3 SMA Negeri 1 Tapen Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Peningkatan Motivasi Belajar IPA Pada KD Macam Macam Pengalaman Dengan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia Pada Siswa Kelas I Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019
Dengan Penggunaan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap keterampilan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia, dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang keterampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai keterampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti belajar Ilmu Pengetahuan Sosial jika belajar Ilmu Pengetahuan Sosial menggunakan keterampilan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia dan keterampilan proses, khususnya pada komponen keterampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Kompetensi Dasar Macam macam pengalaman pada Siswa Kelas I Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Penerapan Metode Pembelajaran Kombinatif Multimedia dalam Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Pokok Bahasa Macam macam pengalaman pada Siswa Kelas I Semester Ganjil Di SD Negeri 2 Hadiwarno Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2018/2019. berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2.Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil
Meningkatkan Hasil Belajar IPA Melalui Kolaborasi Pembelajaran Quantum Teaching Dan Snowball Throwing Siswa Kelas VI SDN 02 Rejomulyo Kota Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019
Berdasarkan pengamatan awal terhadap proses pembelajaran IPA di SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun, diperoleh informasi bahwa selama proses pembelajaran, guru belum memberdayakan seluruh potensi dirinya sehingga sebagian besar siswa belum mampu mencapai kompetensi individual yang diperlukan untuk mengikuti pelajaran lanjutan. Pembelajaran IPA yang berlangsung, juga tidak luput dari kecenderungan proses pembelajaran yang terpusat kepada guru. Kondisi demikian tentu membuat proses pembelajaran hanya dikuasai guru. Akibatnya proses pembelajaran berlangsung kurang menarik sehingga ada kecenderungan motivasi belajar IPA siswa rendah. Dampak yang paling parah adalah rendahnya daya serap siswa sehingga nilai hasil belajar IPA siswa pada umumnya rendah. Terkait belum optimalnya hasil belajar IPA siswa SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun, maka penulis berupaya untuk menerapkan pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing secara kolaborasi sebagai salah satu alternatif pembelajaran bermakna yang bermuara pada pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif dan menyenangkan. Kerangka rancangan pembelajaran Quantum Teaching menggunakan istilah TANDUR, yaitu : Tumbuhkan minat, Alami, Namai, Demonstrasikan, Ulangi dan Rayakan. Dalam kerangka rancangan tersebut dimasukkan pembelajaran Snowball Throwing. Pelaksanaan penelitian tindakan kelas ini dilakukan dalam dua siklus. Masing-masing siklus terdiri atas : Perencanaan, Pelaksanaan, Observasi, dan Refleksi. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi dan penilaian setelah proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata hasil tes pada siklus I : 71,11 dan pada siklus II : 81,67. Sedangkan pencapaian ketuntasan belajar individu pada siklus I sebesar 55,56% dan siklus II sebesar 88,89%. Terjadinya hipotesis tindakan dalam penelitian ini, yang menyatakan bahwa : “ada peningkatan hasil belajar IPA melalui kolaborasi pembelajaran Quantum Teaching dan Snowball Throwing siswa Kelas VI SDN 02 Rejomulyo Kecamatan Kartoharjo Madiun tahun pelajaran 2018/2019”, dapat diterima kebenarannya
Implementasi Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) Dapat Memotivasi Guru Dalam Penggunaan Media Pembelajaran Di SDN Papungan 1 Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Pembelajaran yang terjadi di SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi secara umum dalam melaksanakan pembelajaran masih kurang optimal. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan sekolah. Penelitian dilaksanakan di SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi. Waktu yang digunakan dalam penelitian ini adalah selama 1 (satu) bulan, yakni bulan September 2019. Adupun jumlah subjek penelitian tindakan sekolah ini adalah semua guru SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi yang berjumlah 10 guru. Pengambilan data dilakukan dengan metode observasi dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan (1) Penggunaan media dalam pengajaran mampu meningkatkan kemampuan guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jika di rata-rata prosesntase kegiatan guru dalam mengajar mengalami kenaikan sebesar 20,00% yakni jika siklus I sebesar 68,00% maka pada siklus II menjadi 88,00 %. Hal ini menunjukkan bahwa Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media efektif dalam meningkatkan motivasi guru dalam pembelajaran, (2) Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media juga meningkatkan jumlah guru yang mengajar dengan media, jika siklus 1 yang menggunakan media sebanyak 7 guru atau 70,00 % sedangkan siklus 2 meningkat menjadi 9 guru atau 90,00% selain itu juga mampu meningkatkan nilai pelaksanaan pembelajaran guru SDN Papungan 1, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi indikasinya, jika siklus I guru yang dinyatakan tuntas sebanyak 7 atau 70% dengan rata-rata 80,00 maka pada siklus II meningkat menjadi 9 atau 90,00% dengan rata-rata nilai 87,50. Artinya jika pada siklus I ketidaktuntasan sebesar 30% maka setelah penerapan siklus II menurun menjadi 10,00 %. Dengan hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa dengan Model Pembelajaran Visualization Auditory Kinestetic (VAK) penggunaan media pelaksanaan pembelajaran dapat ditingkatkan secara optimal
Peningkatan Hasil Belajar Mempelajari Perubahan Keruangan Dan Interaksi Antarruang Negara-Negara Asia Pada Mata Pelajaran IPS Melalui Pembelajaran Improve Siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ngrayun
Dari data yang diperoleh peneliti diketahui bahwa hasil belajar siswa dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial khususnya pada kompetensi dasar Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang negara-negara Asia sangat rendah dengan nilai rerata yang dicapai 54,62. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Peneliti menganggap masalah tersebut merupakan sesuatu yang urgen. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan Model Pembelajaran IMPROVE yang memungkinkan siswa untuk mengembangkan kreativitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 3 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 3 x 40 menit. Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial melalui metode Model Pembelajaran IMPROVE pada siswa Kelas IX B SMP Negeri 2 Kecamatan Ngrayun Kabupaten Ponorogo Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019. Peranan Model Pembelajaran IMPROVE dalam meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Sosial kompetensi dasar Menyajikan hasil telaah tentang perubahan keruangan dan interaksi antarruang negara-negara Asia ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score) mulai dari siklus pertama sampai siklus terakhir, yakni : pada siklus I 74,04; siklus II 78,85; dan siklus III 82,88. Selain ditandai adanya peningkatan mean skor juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar dari siklus pertama hingga siklus terakhir, yaitu pada siklus I hanya 65,38%, siklus II meningkat menjadi 76,92%, pada siklus III terjadi peningkatan mencapai 96,15%.
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Ilmu Pengetahuan Alam Melalui Giving Questions And Getting Answer Sebagai Metode Pembelajaran Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 6 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Pada Tahun Pelajaran 2020/2021
Dengan menggunakan metode Giving Questions and Getting Answer (Strategi Pembelajaran Yang Mengembangkan Pertanyaan dan Untuk Memperoleh Jawaban) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,32%. Pada Siklus I, siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 21 (65,62%) dan sedang sebanyak 5 (12,50%%) serta sebanyak 6 (18,75%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 12 (37,50%), yang memiliki perhatian sebanyak 6 (18,75%) dan perhatian sebanyak 14 (43,75%). Pada Siklus II, siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 21 (87,50%) dan sedang sebanyak 2 (6,25%) serta sebanyak 2 (6,25%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 19 (81,25%), perhatian orang tua sebanyak 5 (12,50%%) dan perhatian kurang 2 (6,25%). Dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Giving Questions and Getting Answer dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Dengan menggunakan metode Giving Questions and Getting Answer tersebut dinyatakan Tuntas