Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Meningkatkan Prestasi Belajar IPA Dengan Metode Pembelajaran Discovery Pada Siswa SD Kelas V SDN 2 Wonokerto Ponorogo
Berhasilnya tujuan pembelajaran ditentukan oleh banyak faktor diantaranya adalah faktor guru dalam melaksanakan proses belajar mengajar, karena guru secara langsung dapat mempengaruhi, membina, dan meningkatkan kecerdasan serta ketrampilan siswa. Tujuan dari penelitian tindakan ini adalah ingin mengetahui peningkatan prestasi dan pengaruh motivasi belajar siswa setekah diterapkannya metode pembelajaran penemuan (discovery). Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu : rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi dan revisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V SDN 2 Wonokerto Kecamatan Jentis Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analisis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (67,57%), siklus II (78,38%), dan siklus III (89,19%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode penemuan (discovery) dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa SDN 2 Wonokerto Kecamatan Jentis Kabupaten Ponorogo tahun pelajaran 2014/2015 serta metode pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran IPA
Meningkatkan Hasil Aktivitas Belajar Dengan Menggunakan Pendekatan Kontekstual Model Kooperatif Dalam Pembelajaran Matematika Pada Semester Genap Di Kelas VIII-2 Tahun Pelajaran 2019/2020 Di SMP Negeri 2 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan
Tujuan penelitian dari penelitian ini adalah : 1) Untuk mengetahui pendekatan kontekstual model kooperatif dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Pelajaran Menentukan Hubungan Antara Sudut Pusat dan Sudut Keliling dapat meningkatkan aktivitas belajar Semester Genap tahun pelajaran 2019/2020 siswa Kelas VIII-2 Di SMP Negeri 2 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. 2) Untuk mengetahui peningkatan aktivitas belajar dengan menggunakan pendekatan kontekstual model kooperatif dalam Pembelajaran Matematika pada Materi Pelajaran Menentukan Hubungan Antara Sudut Pusat dan Sudut Keliling di Semester Genap tahun pelajaran 2019/2020 dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas VIII-2 Di SMP Negeri 2 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Rancangan dalam penelitian ini direncanakan melalui beberapa tahap perencanaan, antara lain : (1) refleksi awal, (2) peneliti merumuskan permasalahan secara operasional, (3) peneliti merumuskan hipotesis tindakan, dan (4) menetapkan dan merumuskan rancangan tindakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aktivitas belajar siswa dapat ditingkatkan melalui pendekatan kontekstual model kooperatif dalam Pembelajaran Matematika Kelas VIII-2 pada Materi Pelajaran Menentukan Hubungan Antara Sudut Pusat dan Sudut Keliling di Semester Genap tahun pelajaran 2019/2020 Di SMP Negeri 2 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Hal ini ditunjukkan adanya Peningkatan aktivitas belajar melalui pendekatan kontekstual model kooperatif dalam Pembelajaran Matematika Kelas VIII-2 pada Materi Pelajaran Menentukan Hubungan Antara Sudut Pusat dan Sudut Keliling di Semester Genap tahun pelajaran 2019/2020 Di SMP Negeri 2 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Hal ini ditunjukkan sebesar 73,91% meningkat pada siklus 1 sebesar 68%, siklus 2 sebesar 81%, dan siklus 3 sebesar 90%
Penerapan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) Dapat Meningkatkan Prestasi Bahasa Inggris Materi Congratulations Pada Kelas IX H Di SMP Negeri 4 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris dalam Congratulations melalui Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) pada siswa, Di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui peningkatan peningkatan prestasi belajar Bahasa Inggris dalam Congratulations melalui Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) pada siswa Kelas IX H Di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IX H di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi, hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya rata-rata hasil belajar siswa terhadap materi yang disampaikan guru (rata-rata hasil evaluasi belajar siswa meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (67,19), (80,40), dan (88,13), sedangkan prosentase ketuntasan secara klasikal belajar siswa meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing (65,63 %), (81,25 %), dan (90,63 %). Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Connecting, Organizing, Reflecting, Extending (CORE) dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar Siswa Kelas IX H di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Bahasa Inggri
Penerapan Metode Experiential Learning Untuk Meningkatkan Prestasi Bahasa Indonesia Materi Apresiasi Puisi Pada Siswa Kelas VIII-B SMP Negeri 1 Ngawi
Berdasarkan hasil pembelajaran puisi sebelumnya dapat diambil kesimpulan bahwa kemampuan siswa dalam mengapresiasi puisi ternyata masih belum banyak siswa yang memiliki ketuntasan belajar yang rendah. Oleh karena itu penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan menerapkan metode experiential learning untuk meningkatkan prestasi bahasa Indonesia materi apresiasi puisi pada siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Ngawi. Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngawi Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 1 Ngawi. Penelitian tindakan kelas ini akan dilaksanakan selama 2 bulan yakni bulan Januari sampai dengan Februari 2020. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII-B SMP Negeri 1 Ngawi. Jumlah siswa dalam kelas tersebut sebanyak 32 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan hasil pengamatan diketahui bahwa rata-rata aktivitas siswa mengalami peningkatan. Disamping itu metode experiential learning telah terjadi peningkatan jumlah siswa yang mengalami ketuntasan belajar dari siklus I hingga siklus II. Peningkatan kemampuan mengapresiasi puisi tersebut diindikasikan angka ketuntasan mengalami peningkatan, yakni yakni jika refleksi awal sebanyak 50% siswa maka pada siklus I mengalami kenaikan menjadi 72% siswa dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 91% siswa. Dengan hasil ini maka dapat dikatakan bahwa metode experiential learning efektif dalam meningkatkan prestasi belajar siswa
Peningkatan Motivasi Belajar Siswa Kelas IX Melalui Layanan Bimbingan Kelompok Di SMPN 8 Madiun Tahun Ajaran 2019/2020
Penelitian ini dilaksanakan berdasarkan fenomena yang ada di SMP Negeri 8 Madiun yang menunjukkan terdapat siswa yang tingkat motivasi belajarnya rendah. Melalui layanan bimbingan kelompok diharapkan motivasi belajar siswa inidapat ditingkatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaranmotivasi belajar siswa sebelum mendapatkan layanan bimbingan kelompok, untuk mengetahui gambaran motivasi belajar siswa setelah mendapat layanan bimbingan kelompok, dan untuk mengetahui apakah motivasi belajar dapat ditingkatkan melalui layanan bimbingan kelompok. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling dengan melaksanakan dua siklus. Subyek penelitian ini yaitu 10 siswa kelas IX SMP Negeri 8 Madiun yang terdiri atas 8 siswa bermotivasi belajar rendah dan 2 siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi, agar terjadi dinamika kelompok. Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu wawancara, skala motivasi belajar dan observasi. Sedangkan teknik analisis datanya menggunakan analisis deskriptif persentase dan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi belajar siswa sebelum memperoleh perlakuan berupa bimbingan kelompok, sebesar 44,4% kategori rendah. Setelah diberi layanan bimbingan kelompok pada sikus I, motivasi belajar siswa meningkat menjadi kategori sedang sebesar 65%. Sedangkan pada siklus IImotivasi belajar siswa terus meningkat menjadi kategori tinggi dengan perolehan sebesar 74%. Hal ini menunjukkan layanan bimbingan kelompok dapat meningkatkan motivasi belajar pada siswa Kelas IX diSMP Negeri 1 Semarang. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwasebelum diberikan layanan bimbingan kelompok motivasi belajar siswa sebesar 44,4% kategori rendah. Setelah diberikan layanan bimbingan kelompok pada siklusI motivasi belajar siswa sebesar 65% kategori sedang dan pada siklus II motivasi belajar siswa sebesar 74%. Sehingga terjadi peningkatan motivasi belajar yang signifikan setelah diadakan layanan bimbingan kelompok. Saranyang dapat diberikan yaitu hendaknya guru pembimbing lebih mengembangkan layanan bimbingan kelompok untuk membantu dalam meningkatkan motivasi belajar siswa
Peningkatan Minat Belajar Bidang Bimbingan Sosial Materi Berkomunikasi Secara Sehat Dan Dinamis Dengan Teman Sebaya Melalui Model Pembelajaran Media Pendidikan Pada Siswa Kelas VIII-H SMP Negeri 4 Ngawi Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Apakah Penggunaan Media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan minat belajar siswa Kelas VIII H SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi ? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui apakah terdapat peningkatan penggunaan Media pengajaran dalam kegiatan belajar mengajar dapat meningkatkan minat belajar siswa Kelas VIII H SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi. Memberikan kesamaan pengalaman kepada siswa tentang peristiwa-peristiwa di lingkungan mereka, sehingga konsep tujuan yang direncanakan guru akan lebih baik bila dibandingkan dengan pemahaman isi pelajaran yang berbeda dari setiap siswa. Digunakan untuk perorangan, kelompok, atau kelompok yang besar jumlahnya, dengan memiliki tiga fungsi utama diantaranya, (a) memotivasi minat dan tindakan, (b) menyajikan informasi, dan (c) member instruksi. Akhirnya terdapat peningkatan minat belajar karena mereka dapat menghubungkan materi dengan pengalaman belajar yang mereka dapat dalam kehidupan sehari-hari, hal ini terbukti dari hasil evaluasi siswa meningkat, prasiklus hanya 66,56, pada siklusi 1 meningkat menjadi 78,13, dan pada siklus II meningkat menjadi 86,88, sehingga pada siklus II penelitian dihnyatakan berhasil.. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Media Pendidikan dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas VIII H di SMP Negeri 4 Ngawi, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif berkomunikasi secara sehat dan dinamis dengan teman sebay
Meningkatkan Prestasi Belajar Rangka Manusia Melalui Media Demontrasi Siswa Kelas IY UPT SDN Kandangtepus 01 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019
Agar kegiatan belajar mengajar berlangsung secara efektif serta siswa dapat menerima pesan yang disampaikan oleh guru dengan baik, maka guru harus memperhatikan komponen-komponen yang membentuk kegiatan belajar mengajar dan siswa tertantang untuk lebih bisa dan lebih memahami materi yang disampaikan oleh guru.Subjek penelitian adalah siswa kelas 4 UPT SDN Kandangtepus 01 Kecamatan Senduro Kabupaten Lumajang Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019. Jumlah siswa kelas 4 ada 14 siswa, terdiri dari 6 siswa perempuan dan 8 siswa laki-laki. Prosedur perbaikan penelitian ini sesuai dengan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sebagai berikut : a) Tahap Perencanaan. b) Tahap Pelaksanaan. c) Tahap Pengamatan (observasi) dan d) Tahap Refleksi. Berdasarkan data rekapitulasi hasil belajar di atas dapat disimpulkan bahwa belajar sambil bermain itulah gambaran proses belajar mengajar yang teramati dalam penelitian ini, siswa menjadi semangat dalam belajar, suasana kelas menjadi hidup, guru sudah bisa menjadi fasilitator dan motivator. Lebih penting lagi terjadi peningkatan pemahaman siswa terhadap konsep-konsep materi pelajaran.Hal ini dibuktikan pada Rekapitulasi keaktifan siswa pada siklus I dan II berikut : Siklus 1 : Siswa Aktif 4 (28,27%). Siswa Pasif 10 (71,42%). Siklus 2 : Siswa Aktif 13 (92,85%). Siswa Pasif 1 (7,14%). Dari data diatas adanya peningkatan dari hasil observasi siklus I ke siklus II. Dari kategori aktif 4 orang menjadi 13 orang pada siklus II dengan kenaikan 9 siswa atau 64,28%. Hasil penelitian ini juga menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa. Hal ini dapat dibuktikan pada tabel rekapitulasi hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II berikut : Siklus 1 : Nilai tertinggi 80. Nilai terendah 50. Nilai rata-rata 65,85. Siswa tuntas 4 (28,27%). siswa tidak tuntas 10 (72,42%). Ketuntasan klasaikal : Belum Tuntas. Siklus 2 : Nilai tertinggi 90. Nilai terendah 65. Nilai rata-rata 80,92. Siswa tuntas 13 (92,85%). siswa tidak tuntas 1 (7,14%). Ketuntasan klasaikal : Tuntas
Peningkatan Proses pembelajaran IPS Dengan Metode Inkuiri Di Kelas IV SD Negeri 28 Pasar Rabaa Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) selama ini, yang hanya sebatas mendengarkan dan bertanya apabila tulisan atau suara guru kurang terdengar. Jarang sekali siswa aktif dalam mengembangkan materi yang didapatkannya di sekolah dan menghubungkan materi tersebut dengan kejadian yang dialami sehari-hari. Akibatnya, minat siswa untuk mengikuti pembelajaran IPS masih rendah. Dampak kurangnya minat siswa tersebut juga terlihat pada hasil belajar. Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimana peningkatan proses pembelajaran IPS dengan Metode Inkuiri pada siswa kelas IV SD Negeri 28 Pasar Rabaa Kecamatan Tanjung Raya Basung Kabupaten Agam. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan secara kolaboratif. Penelitian ini dilakukan dalam dua siklus, masing-masing siklus terdiri dari dua kali pertemuan dan dilanjutkan dengan tes hasil belajar. Subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas IV SD Negeri 28 Pasar Rabaa Kecamatan Tanjung Raya Basung Kabupaten Agam, yang berjumlah 31 orang. Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah lembar observasi proses kegiatan guru, lembar observasi proses kegiatan siswa, catatan lapangan, dan tes hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil analisis lembar observasi proses pembelajaran IPS, diperoleh data bahwa: kemampuan siswa dalam merumuskan masalah dan merumuskan hipotesis, mengumpulkan data dan menguji hipotesis, dan menarik kesimpulan, meningkat dari siklus I ke siklus II. Dari hasil yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran IPS dengan menggunakan Metode Inkuiri pada siswa kelas IV SD Negeri 28 Pasar Rabaa Kecamatan Tanjung Raya Basung Kabupaten Agam dapat meningkatkan proses pembelajaran IPS. Berdasarkan hasil penelitian ini, peneliti menyarankan agar guru dapat memilih dan menggunakan metode pembelajaran yang sesuai atau relevan dalam mengajar, di antaranya dapat menggunakan Metode Inkuiri untuk meningkatkan proses pembelajaran IPS
Upaya Meningkatkan Hasil Belajar PAI Materi Membiasakan Perilaku Terpuji Melalui Metode Pembelajaran Kooperatif Tipe NHT (Numbered Heads Together) Siswa Kelas III Semester I SDN 1 Sambit Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2022/2023
Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk mendeskripsikan upaya guru dalam meningkatkan hasil belajar PAI kompetensi Kemampuan Membiasakan Perilaku Terpuji dan untuk mengetahui apakah dengan melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT siswa kelas III semester ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023 di SDN 1 Sambit Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo terjadi peningkatan hasil belajar. Penelitiainimenggunakan model Penelitian Tindakan Kelas (PTK) Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Data yang diperoleh secara kualitatif adalah data observasi, data tentang efektivitas menerapkan Kooperatif Tipe NHT. Data yang diperoleh secara kuantitatif adalah data tentang hasil belajar siswa diambil dengan memberikan tes kepada siswa pada setiap akhir siklus, data tentang hasil penilaian kegiatan siswa dengan menggunakan lembar penilaian kegiatan siswa untuk setiap kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan metode Kooperatif Tipe NHT dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran PAI’. Peningkatan ini ditunjukkan oleh perbandingan rata-rata hasilbelajar yang dicapai antara siklus I 64.54 dengan ketuntasan mencapai 45.45%, pada siklus II adalah 80 dengan ketuntasan belajar mencapai 100%. Berdasarkan hasil penelitan yang telah dilaksanakan, maka dapat ditarik simpulan bahwa melalui model pembelajaran Kooperatif Tipe NHT terbukti dapat meningkatkan hasil belajar PAI kompetensi Kemampuan Membiasakan Perilaku Terpuji pada Siswakelas IIIsemester ganjil Tahun Pelajaran 2022/2023 di SDN 1 Sambit Kecamatan Sambit Kabupaten Ponorogo
Penggunaan Metode Stad Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021
Dengan Penggunaan Metode STAD hasil analisis data diperoleh bahwa 100% siswa senang terhadap keterampilan tipe STAD, dan 75,5% berpendapat bahwa perangkat yang digunakan baru. Selain itu respon siswa tentang keterampilan proses, 82,6% senang dan 72,2% berpendapat baru mengenai keterampilan proses yang digunakan. Data ini menunjukkan bahwa siswa senang mengikuti belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn jika belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn menggunakan keterampilan tipe STAD dan keterampilan proses, khususnya pada komponen keterampilan proses melakukan pengamatan dimana pendapat siswa senang dalam melakukan pengamatan sebesar 95,7%. Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasan Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 pada Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 tidak berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasa Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 pada Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021. berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Kasus di Atas terdiri Atas dua sampel yang berhubungan satu sama lain, karena setiap subjek (dalam hal ini para murid) mendapat pengukuran yang sama, yaitu diukur pada siklus 1 dan siklus 2. Data hanya sedikit dan dianggap tidak diketahui distribusi (berdistribusi bebas). Maka digunakan uji nonparametrik dengan dua yang sampel yang berhubungan (dependen). Karena nilai Asymp.Sign. (2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05, maka Ho ditolak. Dengan demikian Ha diterima, berarti Penerapan Metode STAD dalam Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn Pokok Bahasan Semangat Kebangkitan Nasional Tahun 1908 pada Siswa Kelas VIII-A Semester Genap Di SMP Negeri 1 Sudimoro, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2020/2021 berpengaruh terhadap Peningkatan Kualitas Belajar Pendidikan Kewarganegaraan/PPKn. Dan Akhirnya dalam kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil