Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Penggunaan Media Pop-Up Book Untuk Mengembangkan Kosa Kata Pada Siswa Kelompok A TK Desa Sewulan Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Semester I Tahun Pelajaran 2018/2019
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana perkembangan kosakata anak khususnya kelompok A di TK Desa Sewulan dengan media pop-up book. Permasalahan dari penelitian ini adalah apakah penggunaan media pop-up book pada kelompok A mampu mengembangkan kosakata anak di TK Desa Sewulan tahun pelajaran 2018/2019 ? Jenis Penelitian ini termasuk jenis penelitian tindakan kelas dengan tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subyek dalam penelitian ini adalah guru dan anak usia 4-5 tahun pada kelompok A yang berjumlah 16 anak di TK Desa Sewulan . Dalam penelitian ini tehnik pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, dokumentasi, wawancara, dan penugasan yang berupa lembar kerja anak. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perkembangan kosakata anak dengan media pop-up book pada kelompok A di TK Desa Sewulan tahun pelajaran 2017-2018. Hal ini dapat dilihat dari kondisi awal persentase hasi belajar pada pra siklus sebesar 29%, pada siklus I diperoleh persentase sebesar 59% dan pada siklus II diperoleh persentase sebesar 94%. Perkembangan hasil belajar siswa pada siklus I dan siklus II adalah 35%. Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa dengan media pop-up book yang digunakan dalam proses pembelajaran telah memberikan hasil yang sesuai dengan harapan dan telah memenuhi indikator keberhasilan kelas yaitu 85%. Pembelajaran menggunakan media pop-up book yang disampaikan secara sistematis dan menarik sesuai dengan materi, sehingga siswa kelompok A mampu mengembangkan beberapa kosakata menjadi kalimat sederhana yang akan menambah perkembangan bahasa siswa menjadi lebih optimal serta menjadi bekal siswa agar mampu berbahasa dengan cara berinteraksi dengan orang lain sebagai pengguna bahasa
Peningkatan Capaian Mutu Sekolah Dengan Meningkatkan Kinerja Guru Melalui Pelatihan Berkelanjutan Di SDN 01 Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun Tahun Pelajaran 2018/2019
Penelitian ini bertujuan (1) Meningkatkan kinerja Guru dalam peningkatan capaian mutu sekolah di SDN 01 Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019 melalui pelatihan berkelanjutan. (2) Untuk mengetahui efektifitas pelatihan berkelanjutan dapat meningkatkan kinerja Guru dalam peningkatan capaian mutu sekolah di SDN 01 Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah dengan subyek penelitihan Guru SDN 01 Klegen Kecamatan Kartoharjo Kota Madiun dengan jumlah 17 orang Guru terdiri dari 3 orang Guru laki-laki dan 14 orang Guru perempuan. Rancangan Penelitian Tindakan Sekolah ( PTS ). Rencana (Plan), Tindakan (Action), Observasi (Observation), Refleksi (reflection), Revisi (recived plan). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa hasil kegiatan pembinaan yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut : Kinerja Guru dapat meningkat melalui pelatihan berkelanjutan dalam pencapaian mutu sekolah di SDN 01 Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019. Peningkatan kinerja Guru melalui pelatihan berkelanjutan dari siklus I ke siklus II dari jumlah nilai 341% pada siklus I menjadi 419% pada Siklus II ada peningkatan 78%. Dengan nilai rata-rata 68% pada siklus I menjadi 84% pada Siklus II ada peningkatan16%. Pelatihan berkelanjutan efektif dalam meningkatkan kinerja guru dalam peningkatan capaian mutu sekolah di SDN 01 Klegen, Kecamatan Kartoharjo, Kota Madiun tahun pelajaran 2018/2019?. Pembinaan kepala sekolah melalui pelatihan berkelanjutan efektif untuk meningkatkan mutu Guru, sehingga Guru merasa siap untuk mnelaksanakan pembinaan berikutnya
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Akademik Teknik Individual Conference (IC) Oleh Kepala Sekolah Di SMK Negeri 2 Ponorogo
Dari hasil observasi di lapangan khususnya di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 2 Ponorogo meskipun pemerintah melalu Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Individual Conference (IC). Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik IC dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugasnya sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SMK Negeri 2 Ponorogo melalui penerapan supevisi akademik teknik IC. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi. Berikut adalah Hasil Penelitian Kemampuan Profesional Guru : Siklus I memperoleh nilai rerata 142,75; Siklus II memperoleh Nilai rerata 160,50. Siklus III memperoleh Nilai rerata 179,25. Dan Siklus IV memperoleh Nilai rerata 202,75
Upaya Meningkatkan Aktivitas Dan Hasil Belajar Menulis Cerita Pendek Melalui Penerapan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray Pada Siswa Kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui proses pembelajaran, peningkatan aktivitas dan hasil belajar siswa dengan menerapkan Model Pembelajaran Two Stay Two Stray pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek di kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research) dengan empat tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang dilaksanakan dua siklus. Subjek penelitian ini terfokus pada peserta didik di kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang Tahun Pelajaran 2019/2020 yang berjumlah 29 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik tes, observasi, dan dokumentasi. Untuk menguji validitas data peneliti menggunakan teknik triangulasi sumber data dan triangulasi metode. Data yang terkumpul dianalisis dengan teknik analisis data kualitatif berdasarkan indikator keberhasilan yang telah ditetapkan. Hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa aktivitas belajar siswa pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek pada siswa. Penjelasan mengenai peningkatan aktivitas belajar siswa pada kondisi awal siswa yang tuntas aktivitas belajarnya hanya 10 siswa atau 34,48%, pada siklus I meningkat menjadi 20 siswa atau 68,97% dan pada siklus II menjadi 29 siswa atau 100%. Peningkatan nilai rata-rata pada kondisi awal sebesar 58,28, pada siklus I meningkat menjadi 68,62, dan pada siklus II menjadi 77,93, sedangkan jumlah siswa yang tuntas pada kondisi awal sebanyak 8 siswa atau 27,59%, pada siklus I menjadi 18 siswa atau 62,07%, dan pada siklus II meningkat menjadi 27 siswa atau 93,10%. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray terbukti dapat meningkatkan aktivitas dan hasil belajar siswa kelas IX-B SMP Negeri 2 Tenggarang semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 pada pembelajaran bahasa Indonesia materi menulis cerita pendek
Mengoptimalkan Motivasi Belajar Mata Pelajaran Sejarah Melalui Metode Applying Approach Learning Pada Siswa Kelas XI-IPS-1 Semester Genap Di SMA Negeri 2 Pare, Kabupaten Kediri Tahun Pelajaran 2019/2020
Dengan menggunakan strategi pembelajaran Applying Approach Learning (Pendekatan Pembelajaran yang mengembangkan Pengetahuan dipresentasikan di dalam kontes Pemanfaatan) Pada Siklus I Berdasarkan data keaktifan dalam diskusi tersebut, menunjukkan bahwa situasi belajar di kelas kurang menunjang keberhasilan belajar siswa. Sebab dari 32 siswa, diketahui yang aktif dalam diskusi hanya 5 anak dengan prosentase 15,63%. Melihat data diatas dapat disimpulkan bahwa rata rata nilai diperoleh sebesar 63.09 (63%). Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Pada siklus II menunjukkan bahwa situasi belajar di kelas sedikit ada peningkatan keaktifan dibandingkan dengan kegiatan pada siklus 1. Dari 32 siswa, yang diketahui aktif dalam diskusi hanya 7 anak dengan prosentase 21.88%. Hal ini menunjukkan antara kegiatan siklus 1 dan kegiatan siklus 2, ada peningkatan 2 siswa yang aktif dengan prosentase 6.25%. bahwa rata rata nilai diperoleh sebesar 63.84 (64%). Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Pada Siklus III bahwa situasi belajar di kelas mengalami peningkatan keaktifan dibandingkan dengan kegiatan pada siklus 1 dan siklus 2. Dari 40 siswa, yang diketahui aktif dalam diskusi ada 10 anak dengan prosentase 31.25%. Hal ini menunjukkan antara kegiatan siklus sebelumnya dengan siklus 3, ada peningkatan 3 siswa yang aktif dengan prosentase 9.38%. dengan rata rata nilai diperoleh sebesar 72.72 (73%). Hal ini masih berada di bawah KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Pada Siklus IV bahwa situasi belajar di kelas mengalami peningkatan keaktifan yang signifikan dibandingkan dengan kegiatan pada siklus sebelumnya. Dari 32 siswa, yang diketahui aktif dalam diskusi ada 25 anak dengan prosentase 78.13%. Hal ini menunjukkan antara kegiatan siklus sebelumnya dengan siklus 4, ada peningkatan 15 siswa yang aktif dengan prosentase 46.88%. Melihat data diatas dapat disimpulkan bahwa rata rata nilai diperoleh sebesar 82.25 (82%). Hal ini masih berada di Atas KKM yang telah ditentukan sebesar 75 (75%). Maka dalam kegiatan penelitian ini tidak perlu dilakukan kegiatan penelitian pada Siklus berikutnya yang dikarenakan dapat dinyatakan Tuntas atau Berhasil
Mengoptimalkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Melalui Strategi Pembelajaran Problem Based Learning Pada Siswa Kelas VII-B Semester Ganjil Di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2021
Berdasarkan data yang diperoleh pada siklus 1, bahwa dari 34 siswa setelah mengikuti kegiatan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode konvensional (ceramah) dan kemudian dievaluasi, ternyata diperoleh hasil jumlah siswa yang mendapatkan nilai dengan kategori baik adalah 6 siswa dengan prosentase 12.5%. Dilihat dari hasil belajar tersebut belum memenuhi kriteria yang diharapkan. Pada siklus 2 menunjukkan, bahwa setelah diadakan perubahan metode pembelajaran dengan metode Problem Based Learning (Pembelajaran Berbasis Masalah) ternyata ada 34 siswa yang mendapat nilai dengan kriteria baik dengan prosentase 89.47%. Berarti membuktikan adanya kenaikan prestasi belajar siswa dengan kriteria baik sebesar 73.68% di siklus 1. Hal ini setelah dianalisis dapat terjadi karena ada usaha – usaha pada diri siswa untuk belajar di rumah, dan untuk aktif dalam kegiatan pembelajaran di kelas. Kenyataan lain juga memberikan bukti selama siklus 2 berlangsung, siswa lebih aktif untuk mengikuti jalannya pembelajaran. Pada siklus 3 tampak dari 34 siswa, setelah diberikan ulangan harian terdapat kenaikan prestasi belajar siswa. Kenyataan ini setelah di analisis bahwa siswa semakin giat belajar di rumah dan juga berusaha untuk terus mengikuti pelajaran dengan sebaik – baiknya di kelas. Siswa yang telah merasa memiliki kenaikan nilai dari minggu sebelumnya terus berpacu meningkatkan daya serapnya. Dari siklus 3 ini nampak sekali pengaruh positif dari adanya pembelajaran Problem Based Learning terhadap kenaikan prestasi belajar siswa. Hasil belajar (prestasi) yang diperoleh sangat menunjukkan hasil yang signifikan dengan menggunakan strategi pembelajaran Problem Based Learning . Dengan hasil belajar yang baik menunjukkan motivasi siswa Kelas VII-B Semester Ganjil di SMP Negeri 1 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2021 meningkat dengan strategi pembelajaran Problem Based Learning . Sehingga dalam kegiatan penelitian ini dinyatakan berhasil
Meningkatkan Pemahaman Mengenai Sistem Tata Surya Pada Siswa Kelas VI Semester I Melalui Penerapan Metode Demonstrasi Menggunakan Media Audio Visual Dan Tiga Dimensi Di SDN 2 Peleyan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2014 / 2015
Usaha untuk meningkatkan pemahaman siswa memerlukan metode yang efektif dan efisien. Selain itu, diperlukan pula media pembelajaran yang tepat sehingga sis\va dapat menguasai kompetensi yang diharapkan. Dalam proses belajar mengajar, media metniliki peran yang sangat penting menuniang tercapainya tujuan pembelajaran. Penerapan metode demonstrasi dengan menggunakan media audio visual dalam pembelajaran mengenai sistem tata surya diharapkan membangkitkan rasa ingin tahu dan minat siswa serta motivasi untuk belajar. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas yaitu mengenai pembelajaran IPA mengenai sistem Tata Surya. Sesuai dengan jenis penelitian yang dipilih, yaitu penelitian tindakan, maka penelitian ini Menggunakan model penelitian tindakan dari Kemmis dan Taggart (dalam Sugiarti, 1997 : 6), yaitu berbentuk spiral dari siklus yang satu ke siklus yang berikutnya. Setiap siklus meliputi planning (rencana), action (tindakan), observation (pengamatan) dan reflection (refleksi). Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemahaman siswa mengenai sistem tata surya meningkat yang ditandai dengan hasil belajar siswa yang mengalami peningkatan pada setiap siklusnya dengan menerapkan metode demonstrasi menggunakan media audio visual dan tiga dimensi pada siswa kelas VI Semester I SDN 2 Peleyan Kecamatan Kapongan Kabupaten Situbondo Tahun Pelajaran 2014/2015. Hal ini dibuktikan dari hasil peelitian hasil belajar siswa tiap siklus sebagai berikut : Pra Siklus : Nilai rata-rata 66,67. Siswa Tuntas 43%. Siswa Tidak Tuntas 57%. Siklus I : Nilai rata-rata 69,2. Siswa Tuntas 67%. Siswa Tidak Tuntas 33%. Siklus II : Nilai rata-rata 74,7. Siswa Tuntas 83%. Siswa Tidak Tuntas 17%. Tujuan yang diharapkan dari pelaksanaan tindakan perbaikan pembelajaran sudah tercapai, atas dasar hasil analisis dan interprestasi tersebut, maka secara refleksi peneliti memutuskan untuk tidak melanjutkan lagi pelaksanaan tindakan pembelajaran pada siklus selanjutnya
Peningkatan Semangat Kerja Guru TK Melati Desa Mlati Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan Melalui Supervisi Komunikasi Administrasi Oleh Kepala Sekolah Semester II Tahun Pelajaran 2019/2020
Sering dijumpai adanya guru yang kurang bersemangat dalam bekerja meskipun kebutuhan hidupnya, yang berupa gaji yang tinggi sudah dipenuhi. Hal ini disebabkan karena pihak sekolah kurang memperhatikan kebutuhan sosial psikologis para guru. Kebutuhan sosial psikologis ini bisa berupa komunikasi yang baik guru dengan kepala sekolah selaku pimpinan lembaga pendidikan. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi komunikasi administrasi. Hasil dari pelaksanaan supervisi komunikasi administrasi ini ditengarai menjadikan situasi sekolah menjadi lebih kondusif apalagi jika didukung adanya lingkungan kerja yang memadai. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 3 siklus. Tiap siklus melalui pentahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan Semangat Kerja Guru TK Melati Desa Mlati Kecamatan Arjosari Kabupaten Pacitan melalui Supervisi Komunikasi Administrasi oleh Kepala Sekolah pada Semester II Tahun Pelajaran 2019/2020. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan komunikasi administrasi dapat meningkatkan Semangat Kerja Guru, karena komunikasi administrasi mampu memperjelas tugas guru dalam melaksanakan manajemen sekolah yang akan selalu dikembangkan guru dalam melaksanakan tugas profesinya. Hal ini terbukti dari hasil penelitian tiap siklusnya mengalami peningkatan. Siklus I : Rata-rata skor 116,33. Skor tertinggi 125. Skor terendah 102. Siklus II : Rata-rata skor 134,67. Skor tertinggi 142. Skor terendah 124. Dan Siklus III : Rata-rata skor 169. Skor tertinggi 175. Skor terendah 160
Peningkatan Keterampilan Menulis Puisi Siswa Kelas V SDN Bringin 1 Kecamatan Bringin Kabupaten Ngawi Melalui Strategi Observasi Lingkungan
Menulis puisi dirasakan sangat sulit penyebabnya adalah kurangnya latihan menulis puisi. Padahal menulis puisi itu merupakan hal yang mudah hanya siswa tidak menyadari bahwa apa yang ia rasakan jika ditulis dengan bahasa yang indah, maka akan menghasilkan tulisan yang mempunyai nilai estetis yang tinggi. Melalui strategi observasi lingkungan, siswa dibimbing agar dapat menulis puisi dengan baik, tidak asal jadi, tetapi mempunyai nilai estetis. Dari hasil penilaian menulis puisi dalam pembelajaran di kelas tampak bahwa adanya peningkatan dari siklus I ke siklus II. Perhatikan skor/nilai rata-rata dari judul siklus I 75,00%, pada siklus II menjadi 89,00%, pada isi dengan skor/nilai rata-rata siklus I 54,00%, pada siklus II menjadi 77,00%, penggunaan Diksi dengan skor/nilai pada siklus I 52,00%, pada siklus II menjadi 75,00%, dan skor/nilai rata-rata pada siklus I 60,33%, pada siklus II menjadi 80,33%. Dengan adanya peningkatan yang signifikan tersebut disimpulkan bahwa penerapan strategi observasi lingkungan dalam pembelajaran menulis puisi siswa, ada peningkatan yang luar biasa. Peneliti katakan demikian mendasar hasil penilaian pembelajaran menulis puisi siswa tersebut
Peningkatan Keterampilan Guru Membuat Video Pembelajaran Interaktif Melalui iHT Daring Dengan Aplikasi Google Meeting Di SD Negeri 33 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini menekankan kepada peningkatan keterampilan guru dalam membuat video pembelajaran interaktif dengan pelaksanaan kegiatan iHT Daring dengan Aplikasi Google Meeting di masa pandemi Covid 19. Penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Sekolah (PTS) dengan empat langkah pokok, yaitu : perencanaan tindakan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleks. Subjek penelitian adalah 8 guru di SD Negeri 33 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat terdiri dari 6 guru kelas dan 2 guru mata pelajaran. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Validasi data dengan teknik triangulasi. Metode analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian dapat kesimpulan bahwa pelaksanaan iHT Daring dengan Aplikasi Google Meeting terbukti mampu meningkatkan keterampilan guru dalam membuat video pembelajaran interaktif. Hal tersebut dibuktikan dengan peningkatan hasil penilaian keterampilan guru-guru di SD Negeri 33 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat dalam membuat video pembelajaran interaktif di mana pada kondisi awal rata-rata nilai 44,72 dan masuk dalam kategori Kurang (K), meningkat pada siklus pertama dengan rata-rata nilai 69,61 dan masuk dalam kategori Cukup (C) dan pada siklus kedua dengan rata-rata nilai 90,30 dan masuk dalam kategori Baik (B). Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan iHT Daring dengan Aplikasi Google Meeting di SD Negeri 33 Kinali Kecamatan Kinali Kabupaten Pasaman Barat masa pandemi Covid 19 terbukti dapat meningkatkan keterampilan guru-guru di dalam membuat video pembelajaran interaktif