Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Peningkatan Hasil Belajar Matematika Tentang Membandingkan Dan Mengurutkan Bilangan Melalui Model Pembelajaran Examples Non Examples Siswa Kelas VI SLBN Dr. Radjiman Wedyodiningrat Ngawi
Pengajaran Matematika diharapkan dapat membuat siswa benar-benar mampu menguasai kenyataan, bukan menguasai teori saja. Pada kenyataannya Matematika pada saat ini tidak seperti yang diharapkan. Siswa belum dapat menerapkan secara maksimal, hal ini terjadi karena guru seringkali hanya mengevaluasi pengajaran Matematika dari segi teorinya saja. Berdasarkan data yang diperoleh peneliti dari daftar nilai diketahui bahwa kemampuan siswa dalam bidang Matematika khususnya pada kompetensi dasar Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan sangat rendah, yakni 100% dari jumlah siswa memiliki nilai di bawah standar ketuntasan dengan nilai rerata yang dicapai 56,67. Hal semacam ini jika dibiarkan, maka akan membawa dampak yang fatal. Pada kesempatan ini peneliti menawarkan model pembelajaran Examples Non Examples. Apabila guru menerapkan model pembelajaran Examples Non Examples diharapkan minimal 75% dari jumlah siswa memahami konsep Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, terdiri atas 6 pertemuan. Tiap pertemuan terdiri atas 2 x 35 menit Tiap siklus meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Data diambil dengan menggunakan instrument tes, wawancara, angket dan jurnal. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui peningkatan kemampuan Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan melalui metode Examples Non Examples pada siswa Kelas VI SLBN Dr. Radjiman Wedyodiningrat Ngawi. Peranan Model Pembelajaran Examples Non Examples dalam meningkatkan kemampuan Matematika ini ditandai adanya peningkatan nilai rerata (Mean Score), yakni : siklus I 65,00; siklus II 70,00; dan siklus III 76,67. Selain itu juga ditandai adanya peningkatan persentase ketuntasan belajar, yaitu pada siklus I 0%, siklus 11 33,33%, siklus III terjadi peningkatan mencapai 100%. Kenyataan membuktikan bahwa penggunaan Model Pembelajaran Examples Non Examples dalam proses pembelajaran dapat meningkatan kemampuan mata pelajaran Matematika pada kompetensi dasar Membandingkan dan Mengurutkan Bilangan
Penerapan Model Pembelajaran Improve Dapat Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Materi Tokoh Sejarah Masa Hindu-Budha Siswa Kelas V Di SDN Gempol 2 Kecamatan Karangjati Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2019/2020
Permasalahan yang ingin dikaji dalam penelitian ini adalah: Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dalam menghargai jasa dan peranan tokoh pada siswa kelas V, di Sekolah Dasar Negeri Gempol 2, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi dengan diterapkannya Model Pembelajaran Improve? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar Ilmu Pengetahuan Sosial dalam menghargai jasa dan peranan tokoh pada siswa kelas V, di Sekolah Dasar Negeri Gempol 2, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi dengan diterapkannya Model Pembelajaran Improve. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas V, Di SDN Gempol 2, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi. hal ini dapat dilihat dari semakin mantapnya rata-rata hasil belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 75,33, 80,33, dan 87,33, sedangkan ketuntasan belajar meningkat dari siklus I, II, dan III) yaitu masing-masing 73.33%, 80.00%, dan 86,67%. Pada siklus III ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah tercapai. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pembelajaran dengan Model Pembelajaran Improve dapat berpengaruh positif terhadap prestasi dan motivasi belajar siswa kelas V, Di SDN Gempol 2, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial.
Peningkatan Kreatifitas Guru Dalam Proses Belajar Mengajar Di Kelas Melalui Model Pembelajaran Creative Problem Solving Di SDN Kedungputri 2 Kecamatan Paron Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021
Dalam penelitian ini, kajian diarahkan pada pengembangan Model Pembelajaran Creative Problem Solving, karena faktor penyebab yang lain menjadi bidang kajian tersendiri. Oleh karena itu, dalam penelitian ini diterapkan Model Pembelajaran Creative Problem Solving untuk mengatasi masalah tersebut di atas. Menurut metode ini belajar adalah construction atau knowledge. Dengan cara mencocokkan pelajaran yang dipelajari oleh setiap siswa, ide atau aktivitas yang baru dengan pengetahuan yang telah ada dan percaya bahwa sudah dipelajari oleh guru. Dalam hal ini kuncinya adalah bersifat membangun keaktifan siswa dalam mengikuti pelajaran. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang Model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar di kelas di SDN Kedungputri 2, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021. Lokasi Penelitian ini adalah SD Negeri Kedungputri 2, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021, hal ini disebabkan karena guru telah kreatif dalam menerapkan Model Pembelajaran Creative Problem Solving, terlihat dari hasil peningkatan ketuntasan secara klasikal dari siklus I (77,78 %) meningkat pada siklus II menjadi (88,89 %), sehingga pada siklus II secara klasikal tercapai. Kesimpulannya, dengan menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving proses pembelajaran guru dapat meningkat. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan selama dua siklus dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menggunakan Model Pembelajaran Creative Problem Solving dapat meningkatkan kreatifitas guru dalam proses belajar mengajar di kelas di SDN Kedungputri 2, Kecamatan Paron, Kabupaten Ngawi Tahun Pelajaran 2020/2021
Peningkatan Keterampilan Membaca Teks Bahasa Inggris Siswa Kelas XII SMA Negeri 2 Ponorogo Melalui Three-Stage Way
Membaca merupakan salah satu dari keterampilan bahasa Inggris yang wajib dipelajari oleh siswa. Membaca dipertimbangkan sebagai keterampilan berbahasa yang sangat penting karena dengan membaca, siswa mendapat banyak ilmu pengetahuan maupun informasi. Namun, siswa SMA Negeri 2 Ponorogo mengalami kesulitan dalam membaca teks bahasa Inggris yang dibuktikan dari rendahnya nilai ulangan. Untuk itu perlu dicari solusi untuk memecahkan masalah tersebut. Three-Satge Way dianggap cocok untuk mengatasi masalah tersebut. Secara umum, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca dengan menggunakan Three-Stage Way siswa kelas XII MIPA SMA 2 Ponorogo Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian tindakan kelas terdiri dari dua siklus. Pada masing-masing siklus dilakukan tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subjek penelitian adalah siswa kelas XII MIPA 1 sebanyak 34 orang. Penelitian ini dilakukan pada bulan September – Desember 2020. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan test. Data dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitan menunjukkan bahwa penggunaan Three-Stage Way pada materi teks news item pada siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri 2 Ponorogo dapat meningkatkan hasil belajar membaca teks bahasaInggris yang dapat diamati dari ketuntasan belajar peserta didik dari 62% pada siklus I menjadi 76,5% pada siklus II. Selain itu juga meningkatnya kualitas proses belajar yang tampak pada keaktifan peserta didik dalam menjawab pertanyaan dan mengeluarkan pendapat, keaktifan peserta didik dalam mengajukan pertanyaan dan ketepatan waktu menyelesaikan tugas. Dari hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar membaca teks bahasa Inggris dengan menggunakan Three-Stage Way siswa kelas XII MIPA SMA Negeri 2 Ponorogo Tahun Pelajaran 2019/2020
Pembelajaran Terstruktur Dengan Pemberian Tugas Dalam Meningkatkan Prestasi Belajar IPS Pada Siswa Kelas V SD Negeri 12 Koto Gadang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam
Setiap akan mengajar, guru perlu membuat persiapan mengajar dalam rangka melaksanakan sebagian dari rencana bulanan dan rencana tahunan. Guru harus memahami benar tentang tujuan mengajar, secara khusus memilih dan menentukan metode mengajar sesuai dengan tujuan yang hendak dicapai, cara memilih, menentukan dan menggunakan alat peraga, cara membuat tes dan menggunakannya, dan pengetahuan tentang alat-alat evaluasi. Penelitian berdasarkan permasalahan, (a) Apakah pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas berpengaruh terhadap hasil belajar Pengetahuan Sosial? b) Bagaimanakah pengaruh pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap motivasi belajar siswa? Tujuan penelitian tindakan ini adalah: (a) Untuk mengungkap pengaruh pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap hasil belajar Pengetahuan Sosial. (b) Untuk mengungkap pembelajaran terstruktur dengan pemberian tugas terhadap motivasi belajar Pengetahuan Sosial siswa kelas V SD Negeri 12 Koto Gadang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa Kelas IV SD Negeri 12 Koto Gadang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam. Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (52,95%), siklus II (64,70%), siklus III (88,23%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah metode pembelajaran terstruktrur dengan pemberian tugas dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar Siswa SD Negeri 12 Koto Gadang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam, serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternative pembelajaran Pengetahuan Sosial
Implementasi Pembelajaran Produk Kreatif Dan Kewirausahan Melalui Projek Perusahaan Siswa Di SMKN 3 Buduran Sidoarjo
Dengan perubahan dalam paradigma pembelajaran , orientasi pembelajaran mengalami perubahan yaitu lebih banyak berorientasi pada siswa. Pengembangan Pembelajaran Kewirausahaan di SMK harus menjadi alternative dalam mempersiapkan lulusan yang mampu menciptakan lapangan kerja sendiri, meningkatkan ketrampilandalam berwirausaha, sehingga setelah lulus mereka diharapkan siap kerja dan siap berwirausaha mandiri. Berdasarkan data yang diperoleh dari pelaksanaan kegiatan program Perusahaan Siswa selama 4 periode dapat diketahui bahwa dengan memberikan pengalaman riil pada siswa yaitu menjalankan aktivitas perusahaan dapat diketahui bahwa kemampuan siswa untuk menjalankan kepemimpinan dalam bisnis dapat dilakukan dengan baik, terbukti aktivitas produksi, marketing, Human Resources Development , Publik Relation serta finance dapat dilaksanakan . Hasil dari pengembalian saham kepada investor memiliki nilai yang berbeda, faktor yang mempengaruhi diantaranya adalah harga produk yang dibuat oleh masing Perusahaan Siswa. NEO mampu mengembalikan saham dengan kenaikan nilai saham sebesar 447,67%, dengan nominal dari Rp 20.000 menjadi Rp109,000. SAN-G dengan kenailan nilai saham sebesar 254% dengan nominal saham dari Rp 20.000 menjadi Rp 70.540, Oryza dengan kenaikan nilai saham sebesar 156,87% dengan nominal saham dari Rp 20.000 menjadi Rp 51.373 sedangkan Syailendra mencapai kenaikan nilai saham sebesar 68% dengan nilai nominal saham menjadi Rp 33.500. Faktor Pandemi mempengaruhi jalannya perusahaan, terutama diawal dilakukannya PPKM. Strategi promosi dengan mengoptimalkan media sosial secara kreatif terbukti bisa menjadi jalan keluar dari permasalahan yang di hadapi. Kegiatan HRD, PR bisa dilakukan dengan cara daring,yaitu peningkatan kemampuan public speaking dengan cara live di Instagram perusahaan demikian juga dengan kegiatan PR bisa melaksanakan kegiatan CSR dengan memanfaatkan Instagram yang hasilnya bisa disumbangkan kepada lembaga yang peduli kepada permasalahan lingkungan
Peningkatan Hasil Belajar Menggunakan Operasi Aljabar Eksponen Dan Logaritma Melalui Pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS) Siswa Kelas X IPA 1 SMA Negeri 4 Madiun
Permasalahan yang muncul di Kelas X IPA 1 adalah siswa kurang menguasai konsep Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Seharusnya siswa Kelas X IPA 1 pada semester I telah memahami materi ajar Matematika, khususnya kompetensi dasar Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Berdasarkan data yang ada bahwa sejumlah 58,82% siswa belum memahami konsep Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Hal ini didukung dengan adanya nilai ulangan harian dengan rerata 50,59 dan 58,82% siswa belum mencapai standar ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 75, serta adanya data hasil observasi bahwa siswa kurang tertarik terhadap pelajaran Matematika. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang dilaksanakan dalam 3 siklus, tiap siklus terdiri dari 2 pertemuan dan tiap pertemuan berlangsung selama 2 jam pelajaran (2 x 45 menit), dan setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah tes, observasi, wawancara dan jurnal. Tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah: 1) Meningkatkan hasil belajar Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma melalui pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS), 2) Mengetahui kemampuan guru dalam upaya merenovasi pelaksanaan pelajaran Matematika melalui pengembangan model pembelajaran, 3) Memperluas wawasan guru terhadap perlunya pengembangan model pembelajaran, 4) Mengetahui peningkatan penguasaan konsep Matematika khususnya Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguasaan konsep Menggunakan operasi aljabar berupa eksponen dan logaritma dapat ditingkatkan dengan pembelajaran Olah Pikir Sejoli (OPS). Hal ini dapat dibuktikan adanya kenaikan nilai rerata kelas dalam setiap siklusnya. Masing-masing adalah, pada siklus I 69,41, siklus II 77,65, dan siklus III 82,35. Peningkatan ini juga diikuti dengan kenaikan tingkat ketuntasan belajar yaitu pada siklus I siswa yang dinyatakan tuntas belajar adalah 47,06%, siklus II 73,53% dan siklus III 94,11%
Meningkatkan Hasil Prestasi Belajar Biologi Melalui Visual Activities Learning Sebagai Metode Pembelajaran Siswa Kelas XI-MIPA-2 Semester Ganjil Di SMA Negeri 2 Bontang, Kota Bontang Pada Tahun Pelajaran 2019/2020.
Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning (Pembelajaran yang mengembangkan kegiatan untuk membaca, demonstrasi, memperhatikan dan melakukan percobaan) dapat berjalan dengan optimal. Kemampuan dasar pada materi pembelajaran hubungan pemerintahan pusat dan daerah dapat tercapai dengan baik. Hal ini dapat terlihat pada hasil evaluasi siswa yang mencapai ketuntasan 78,35%. Pada Siklus I hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 22 (62,85%) dan sedang sebanyak 7 (20,00%) serta sebanyak 8 (17,14%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 12 (34,28,57%), yang memiliki perhatian sebanyak 8 (22,85%) dan perhatian kurang 15 (42,85%). Pada Siklus II yang memiliki hasil data di atas dapat kita lihat dari hasil aktifitas siswa yang memiliki aktifitas baik dalam kegiatan belajar sebanyak 38 (80,00%) dan sedang sebanyak 3 (8,57%) serta sebanyak 4 (11,42%) menunjukkan aktifitas kurang. Sedangkan hasil pengamatan dari sudut perhatian siswa dalam kegiatan belajar, siswa yang memiliki perhatian baik sebanyak 23 (65,71%), perhatian orang tua sebanyak 7 (20,00%) dan perhatian kurang 5 (14,28%). Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa dengan metode Visual Activities Learning dapat meningkatkan aktifitas dan perhatian siswa pada pelajaran Biologi. Dengan menggunakan metode Visual Activities Learning tersebut dinyatakan Tuntas. Maka tidak perlu diadakan kegiatan penelitian pada siklus berikutnya
Upaya Meningkatan Keaktifan Dan Hasil Belajar Materi Menentukan Letak Bilangan Menggunakan Alat Peraga Garis Bilangan Siswa Kelas III SD Negeri 09 Masang Kecamatan Tanjung Mutiara Kabupaen Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022
ABSTRAK
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan proses, keaktifan, dan hasil belajar setelah menggunakan alat peraga garis bilangan dalam pembelajaran matematika materi menentukan letak bilangan pada siswa kelas III SD Negeri 09 Masang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022. Bentuk penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan menggunakan dua sikus. Tiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu : perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan dan refleksi. Subjek penelitian siswa kelas III sebanyak 20 siswa dengan penjelasan 14 siswa laki-laki dan 6 siswa perempuan, sedangkan yang menjadi objek penelitian adalah peningkatan keaktifan dan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik tes, observasi dan dokumentasi. Dalam penelitian ini validitas data dilakukan dengan teknik triangulasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif komperatif dengan grafik yaitu membandingkan kondisi nilai tes awal siklus I dan nilai tes setelah siklus II. Peningkatan keaktifan belajar dari 25,00% atau 5 siswa saat awal studi menjadi 11 siswa atau 55,00% pada siklus pertama, 19 siswa atau 95,00% pada siklus kedua. Peningkatan rata-rata haris belajar dari 56,00 menjadi 66,00 pada siklus pertama, 76,00, dengan peningkatan ketuntasan belajar dari 20,00% atau 4 siswa saat awal studi menjadi 50,00% atau 10 pada siklus I, serta 90,00% atau 18 siswa pada akhir kegiatan pembelajaran siklus II. Berdasarkan hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa penggunaan alat peraga garis bilangan dapat meningkatkan proses, keaktifan dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi menentukan letak bilangan pada siswa kelas III SD Negeri 09 Masang Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam semester 1 Tahun Pelajaran 2021/2022
Upaya Meningkatkan Keterampilan Mata Pelajaran Kompetensi Teknik Gambar Bangunan Materi Menggambar Konstruksi Kuda-Kuda Pada Siswa Kelas XI DPIB 1 Di SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung Dengan Metode Pembelajaran Project Based Learning Tahun Pelajaran
Berdasarkan hasil observasi yang dilakukan di Kelas XI DPIB 1 pada waktu pembelajaran Teknik Konstruksi Bangunan diperoleh hasil bahwa guru tidak menggunakan strategi, maupun metode yang dapat digunakan untuk mengembangkan kreatif siswa, serta masih banyak siswa yang bermain sendiri pada saat pembelajaran berlangsung. Untuk itu agar dapat meningkatkan hasil belajar siswa dalam menyelesaikan soal tentang Menggambar konstruksi kuda-kuda serta untuk tercapainya tujuan pembelajaran perlu diadakan perbaikan pembelajaran dengan menerapkan Project based learning. Rumusan masalah penelitian ini: (a) Bagaimana penerapan Metode Pembelajaran Project based learning untuk meningkatkan Hasil Belajar Menggambar konstruksi kuda-kuda pada Siswa Kelas XI DPIB 1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? (b) Apakah penerapan Metode Pembelajaran Project based learning dapat meningkatkan pemahaman Siswa pada Teknik Gambar Bangunan yang memuat Menggambar konstruksi kuda-kuda Kelas XI DPIB 1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? (c) Apakah penerapan Metode Pembelajaran Project based learning dapat meningkatkan Hasil Belajar Mengambar konstruksi kuda-kuda pada Siswa Kelas XI DPIB 1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung? Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK). Subjek penelitian adalah siswa Kelas XI DPIB 1. Dalam penelitian ini peneliti sebagai guru (pengajar), guru kelas (mitra peneliti) sebagai observer proses pembelajaran Menggambar konstruksi kuda-kuda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan Project based learning untuk meningkatkan Hasil belajar siswa pada materi Menggambar konstruksi kuda-kuda siswa Kelas XI DPIB 1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung mempunyai kriteria keberhasilan baik. Hal ini dibuktikan dengan adanya peningkatan Hasil belajar siswa berdasarkan nilai post test per siklus dengan nilai di atas KKM yaitu persentase pada siklus I 69,7% dan pada siklus II 90,9%. Simpulan yang diperoleh dari hasil penelitian ini adalah bahwa penerapan pembelajaran Menggambar konstruksi kuda-kuda melalui Project based learning dapat meningkatkan Hasil belajar siswa Kelas XI DPIB 1 SMK Negeri 3 Boyolangu Tulungagung dan dapat mempermudah siswa dalam menyelesaikan persoalan Menggambar konstruksi kuda-kuda. Oleh karena itu guru menggunakan Drill dalam pembelajaran Teknik Gambar Bangunan pada materi Menggambar konstruksi kuda-kuda agar Hasil belajar siswa meningkat