Journal Online Kota Madiun
Not a member yet
1179 research outputs found
Sort by
Upaya Meningkatakan Kemampuan Guru Kelas Dalam Pelaksanaan Proses Pembelajaran Melalui Kegiatan Supervisi Akademik Dengan Teknik Individual Di SD Negeri 07 Bayua Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran melalui supervisi akademis dengan teknik individual di SD Negeri 07 Bayua Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan sekolah dengan empat tahapan, yaitu perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi yang dilaksanakan dalam dua siklus dengan dua tindakan pada masing-masing siklusnya. Data dikumpulkan dengan observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode. Analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan persentase. Hasil penelitian ini menunjukan menunjukan peningkatan pada keempat aspek penilaian, dengan penjelasan peningkatan pada aspek menyusun rencana pelaksanaan pada kondisi awal dari 54,00 (kurang) meningkat menjadi 66,00 (cukup) dan 76,00 (baik), pada aspek pelaksanaan pembelajaran dari nilai rata-rata 54,64 (kurang) meningkat menjadi 65,81 (cukup) dan 75,17 (baik) pada siklus kedua, pada aspek penilaian hasil belajar dari rata-rata 53,22 (kurang) menjadi 68,00 (cukup) dan 80,22 (baik) serta pada aspek pengelolaan kelas dari 53,67 (kurang) menjadi 69,50 (cukup) dan 82,77 (baik). Dari hasil di atas maka dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan supervisi akademik dengan teknik individual terbukti dapat meningkatkan meningkatkan kemampuan guru dalam pengelolaan proses pembelajaran di SD Negeri 07 Bayua Kecamatan Tanjung Raya Kabupaten Agam Semester 1 Tahun Pelajaran 2020/2021
Peningkatan Prestasi Belajar Kimia Materi Struktur Atom Dan Tabel Periodik Melalui Metode Inquiry Pada Siswa Kelas X-MIPA 4 SMA Negeri 2 Trenggalek Semester I Tahun 2019/2020
Keberhasilan pengajaran kimia juga dipengaruhi oleh besarnya partisipasi siswa dalam mengikuti pembelajaran. Makin aktif siswa mengambil bagian dalam kegiatan pembelajaran, makin berhasil kegiatan pembelajaran tersebut. Pada kenyataannya, kondisi awal yang penulis temukan di sekolah adalah hasil belajar mata pelajaran kimia pada siswa kelas X, semester 1 Kompetensi Kejuruan MIPA, SMAN 2 Trenggalek, rendah (dibawah KKM). Sementara itu,dari hasil ulangan mid-semester, hasil belajar mereka hanya sebesar 42,42% yang berhasil mencapai batas KKM (KKM =7.5), rata-rata nilai mid semester 68,48. Melihat data aktivitas dan hasil belajar siswa yang demikian rendah tersebut jelas hal itu mengindikasikan adanya permasalahan serius dalam kegiatan pembelajaran yang harus segera dicarikan pemecahannya. Untuk mengatasi temuan di sekolah, perlu diupayakan suatu pendekatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk membuat pembelajaran lebih aktif. Salah satu metode yang dapat digunakan pada pembelajaran Kimia adalah metode inquiry. Dari hasil penelitian tindakan kelas di atas dapat disimpulkan bahwa hasil belajar bidang studi KIMIA sebelum siklus diperoleh nilai rata-rata : 68,48, siklus I diperoleh nilai rata-rata : 74,85 dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi : 93,64. Sedangkan untuk ketuntasan belajar siswa pada sebelum siklus diperoleh prosentase sebesar 42,42%, siklus I sebesar 69,70%, dan pada siklus II sebesar 100%. Hal ini menunjukkan bahwa penggunaan Metode Inquiry dapat meningkatkan prestasi belajar bidang studi Kimia pada siswa Kelas X-MIPA4 SMA Negeri 2 TrenggalekSemester I Tahun Pelajaran 2019/2020 secara signifikan
Peningkatan Kompetensi Pedagogik Guru Oleh Pengawas Sekolah Di SMP Negeri 2 Nguling Kabupaten Pasuruan
Dalam tugasnya selain melakukan pengawasan dan evaluasi, pengawas sekolah juga harus melakukan pembinaan. Peranan pengawas sekolah adalah memberi dukungan, membantu, dan mengikut sertakan. Seorang pengawas sekolah harus menciptakan suasana sedemikian rupa sehingga guru-guru merasa aman dan bebas dalam mengembangkan potensi dan daya kreasi mereka dengan penuh tanggung jawab. Penjelasan tersebut telah menggambarkan bahwa pengawas sekolah memberikan peran penting dalam meningkatkan kualitas guru terutama dalam kompetensi pedagogik. Semakin baik pembinaan yang dilakukan pengawas sekolah maka guru semakin profesional sebagai pendidik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimanakah peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik guru. Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 2 Nguling Kabupaten Pasuruan, dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa peran pengawas sekolah dalam pembinaan kompetensi pedagogik berjalan dengan cukup baik sesuai dengan tugas dan fungsinya, namun optimalisasinya perlu ditingkatkan. Hal ini dapat terlihat dari keberhasilan guru yang mampu menyusun silabus dan merancang RPP sesuai dengan kebijakan kurikulum, guru mampu membuat program semester maupun program tahunan serta mampu mengorganisir perangkat administrasi guru dengan baik, walaupun kunjungan pengawas ke sekolah belum maksimal. Selain itu guru mampu menentukan strategi atau metode pembelajaran yang dapat mengembangkan berbagai potensi peserta didik, meskipun masih terdapat beberapa hambatan dalam pelaksanaan pembinaan yang dilakukan oleh pengawas sekolah dalam meningkatkan kompetensi pedagogik guru
Peningkatan Kemampuan Profesional Guru Melalui Supervisi Teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK) Di SDN 2 Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo
Tugas pokok guru masa kini tidak cukup hanya menyajikan informasi faktual untuk memperluas cakrawala siswa dan mengembangkan sejumlah keterampilan serta sikap positif juga berperan sebagai peneliti, motivator, dan fasilitator. Kenyataan yang terjadi di lapangan khususnya di Sekolah Dasar Negeri 2 Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo meskipun pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah berupaya meningkatkan mutu pendidikan melalui berbagai program antara lain penataran-penataran, penyempurnaan kurikulum, pengadaan sarana prasarana dan alat belajar, peningkatan manajemen sekolah, dan sebagainya. Namun demikian upaya-upaya tersebut kurang mempunyai dampak yang nyata dalam kegatan pembelajaran di kelas apabila tidak diikuti dengan pembinaan profesional bagi para guru. Sebagai upaya membantu memecahkan masalah tersebut, maka peneliti menawarkan suatu bentuk supervisi dengan teknik Diskusi Refleksi Kasus (DRK). Hasil dari pelaksanaan DRK ini ditengarai dapat dijadikan pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas dalam membina guru dan tenaga kependidikan di sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan profesionalnya secara nyata. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan sekolah yang dilaksanakan dalam 4 siklus. Tiap siklus melalui penatahapan perencanaan, tindakan, observasi dan refleksi. Tujuan penelitian ini adalah : 1) Mendeskripsikan peranan supervisi teknik DRK dalam upaya meningkatkan kemampuan profesional para guru, 2) Memberikan arahan atau pedoman bagi kepala sekolah dalam melaksanakan tugas sebagai supervisor sekolah dalam membina guru dan staf sekolah agar dapat meningkatkan kemampuan dan profesinya secara berdaya guna dan berhasil guna. Hasil penelitian ini adalah adanya peningkatan kemampuan profesional guru SDN 2 Sawoo Kecamatan Sawoo Kabupaten Ponorogo melalui penerapan supervisi teknik DRK. Hal ini ditandai adanya peningkatan kategori kemampuan profesional guru dalam setiap siklusnya yaitu pada siklus I berada pada kategori kurang dan pada siklus terakhir meningkat dan berada pada kategori tinggi
Upaya Meningkatkan Hasil Pembelajaran Lompat Jauh Melalui Pendekatan Bermain Lompat Kanguru Pada Siswa Kelas V SDN Dagangan 02 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun Tahun Pelajaran 2019/2020
Pelaksanaan pembelajaran lompat jauh pada siswa kelas V SDN Dagangan 02 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun kurang memuaskan bagi guru penjasorkes, hasil yang didapatkan siswa pada tes evaluasi akhir pembelajaran masih banyak siswa yang nilainya belum memenuhi standar Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditetapkan. Sedangkan tujuan diadakan penelitian ini adalah untuk mengefektifitaskan pembelajaran dengan cara pendekatan bermain lompat kanguru atau mengvariasikan be rbagai macam permainan kedalam pembelajaran. Rumusan masalah peneliti yaitu “Apakan melalui pendekatan permainan lompat kanguru sebagai pembelajaran dapat meningkatkan hasil belajar lompat jauh pada siswa kelas V SDN Dagangan 02 Tahun Pelajaran 2019/2020?. Lompat jauh melalui pendekatan lompat kanguru “lompat kanguru” merupakan salah satu alternatif pembelajaran lompat jauh di Sekolah Dasar. Namun ke nyataannya dalam proses pembelajaran belum terlaksana secara optimal, metode yang digunakan peneliti adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Hasil penelitian yang menggunakan 2 siklus dan 4 pertemuan menunjukan di siklus I nilai rata-rata akhir kelas 72 dengan nilai persentase ketuntasan 75% nilainya masih kurang memuaskan. Maka dilanjutkan di siklus II nialai rata-rata akhir kelas 75 dengan nilai persentase 93,8% nilai yang dihasilakan sesuai dengan yang diinginkan. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan data pengamatan dilapangan dan kuesioner yang diperoleh dari evaluasi. Berdasarkan penelitian dapat disimpulkan bahwa melalui pendekatan bermain lompat kanguru pada materi lompat jauh dengan menggunakan media botol aqua dan pralon sebagai sarana dan prasarana pembelajaran mengalami peningkatan dalam hasil belajar siswa kelas V SDN Dagangan 02 Kecamatan Dagangan Kabupaten Madiun
Peningkatan Hasil Belajar Tenis Meja Melalui Penggunaan Media Dinding Pada Siswa Kelas VI SD Negeri 49 Batu Hampar Kecamatan Lubuk Basung
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar tenis meja melalui media dinding pada siswa kelas VISD Negeri 49 Batu Hampar Kecamatan Lubuk Basung. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini dilaksanakan pada SD Negeri 49 Batu Hampar Kecamatan Lubuk Basung dengan subjek penelitian adalah kelas VI.Teknik pengumpulan data dengan observasi, tes kemampuan, dan penelitian hasil belajar permainan tenis meja. Data yang diperoleh dalam penelitian dianalis dengan menggunakan analisis data kualitatif dan kuantitatif. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pembelajaran melalui penerapan modifikasi alat pembelajaran menggunakan media dinding, dapat meningkatkan hasil belajar tenis meja. Dari hasil analisis yang diperoleh terjadi peningkatan yang sangat signifikan dari siklus I dan siklus II. Hasil pembelajaran siswa kelas VISD Negeri 49 Batu Hampar Kecamatan Lubuk Basungmeningkat yaitu dari rata-rata siklus I yang baru mencapai ketuntasan 60% dengan nilai rata-rata siswa 68,2 dan pada siklus II mencapai ketuntasan 83% dengan nilai rata-rata siswa 82,2. Hasil belajar tersebut diperoleh dari aspek penilaian psikomotor, afektif dan kognitif siswa.Dari hasil ini maka dapat disimpulkan bahwa pembelajaran tenis meja melalui penggunaan media dinding dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VISD Negeri 49 Batu Hampar Kecamatan Lubuk Basung. Oleh karena itu guru hendaknya lebih inovatif dalam menyampaikan materi pembelajaran, dan memberikan pembelajaran kepada siswa dengan permainan yang sederhana tetapi mengandung unsur materi, agar siswa tidak jenuh dalam mengikuti pembelajaran, sertakreatifdalam modifikasi alat pembelajaran yang sederhana, efisien, efektif, dan tidak memerlukan biaya mahal untuk membuatnya yang dapat dilihat atau dipegang langsung oleh siswa, karena dapat memotivasi siswa untuk selalu mencoba dan mengulangi secara terus. 
Upaya Mengembangkan Pemahaman Materi Greeting Melalui Aplikasi Pendekatan Praksis-Behavioral
Tujuan kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) ini secara umum adalah untuk mendapatkan gambaran secara menyeluruh kegiatan Upaya Mengembangkan Pemahaman Materi Greeting dalam Bidang Studi Bahasa Inggris di Kelas IX-C SMP Negeri 1 Ngoro Kabupaten Jombang dengan menggunakan Pendekatan Praksis-Behavioral pada tahun pelajaran 2019/2020. Kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) ini tercakup dalam dalam dua siklus. Hasil penelitian menujukkan bahwa rerata skor penilaian afaktif siswa pada angkat 2,732 dengan kriteria mendekati amat baik, penilaian psikomotor mencapai angka 2,862 dengan kriteria mendekati amat baik, sedangkan penilaian kognitif mencapai 2,829 dengan kriteria mendekati amat baik. Rata-rata total dari ketiga penilaian mencapai 2,808 dengan kriteria mendekati amat baik. Peningkatan penguasaan siswa pada kegiatan belajar mengajar (KBM) dalam kegiatan penelitian tindakan kelas (PTK) ini juga terimplementasikan secara nyata pada hasil yang konkret seperti kamampuan memahami materi pembelajaran Greeting dengan menggunakan Pendekatan Praksis-Behavioral dengan baik dan benar.  
Penerapan Metode Pembelajaran Time Token Arend Pada Siswa Kelas VIII A SMPN 2 Kebonagung Dalam Upaya Meningkatkan Keaktifan Siswa Dan Prestasi Belajar Pendidikan Kewarganegaraan Semester 2 Tahun Pelajaran 2015/2016
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya peningkatan keaktifan dan prestasi belajar siswa kelas VIII A di SMP Negeri 2 Kebonagung dengan menggunakan metode pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arend dalam pembelajaran. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (classroom action research) yaitu bentuk penelitian yang bersifat reflektif dengan melakukan tindakan – tindakan tertentu agar dapat memperbaiki dan meningkatkan praktek pembelajaran di kelas. Subjek penelitian ini siswa kelas VIII A di SMP Negeri 2 Kebonagung yang keaktifan dan prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pkn masih rendah atau kurang dari 75 sesuai dengan kriteria ketuntasan minimal (KKM). Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan metode pembelajaran kooperatif tipe Time Token Arend pada mata pelajaran PKn dapat meningkatkan keaktifan siswa dan prestasi belajar siswa. Hal ini terbukti dari hasil observasi peningkatan keaktifan siswa pada siklus II. Pada siklus I siswa yang melakukan keaktifan siswa yang mencapai kriteria cukup sebanyak 20 siswa, dimana skor yang diperoleh masih dibawah 70. Sedangkan yang mencapai kriteria baik 16 siswa sudah mendapat skor minimal 70. Pada siklus II yang mencapai kriteria cukup hanya 8 orang, dan yang mendapat kriteria baik 27 orang. Dari data tersebut bisa dilihat adanya peningkatan, di mana pada siklus I yang mendapat kriteria cukup dari 20 menurun menjadi 9 siswa pada siklus II, sedangkan yang mendapatkan kriteria baik dari siklus I sebanyak 16 siswa, naik menjadi 28 siswa. Dari hasil tersebut dapat dikatakan keaktifan siswa meningkat karena sudah memenuhi kriteria yang telah ditentukan, di mana yang mengikuti partisipasi aktif minimal 25 siswa dengan memperoleh skor minimal 70. Peningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan dari tahap Siklus I rata – rata yang diperoleh 72,08 naik menjadi rata – rata 81,94 pada tahap Siklus II. Dari rata – rata tersebut dapat diketahui terjadi peningkatan rata – rata 9,86 dari siklus I ke siklus II. Hal ini menunjukan dengan adanya peroleh nilai siswa rata – rata dari siklus I ( 72,08 ) meningkat pada siklus II dengan nilai rata – rata ( 81,94
Upaya Meningkatkan Hasil Belajarmatematika Bangun Ruang Dengan Menggunakan Metode Mind Map Pada Siswa Kelas V SD Negeri Janti Kecamatan Slahung Kabupaten Ponorogo Tahun Pelajaran 2019/2020
Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan hasil belajar siswa dalam pembelajaran matematika Bangun Ruang menggunakan metode Mind Map pada siswa kelas V SD Negeri Janti Kec. Slahung Kabupaten Ponorogo. Hipotesis tindakan dalam penelitian ini adalah menggunakan metode Mind Map dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada pembelajaran matematika kelas V SD Negeri Janti Kec. Slahung Kabupaten Ponorogo semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. Jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Proses Penelitian yang digunakan adalah penelitian yang dikemukakan oleh Kemmis dan Taggart yang menggunakan siklus sistem spiral yang maing-masing siklus terdiri dari rencana, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas V SD Negeri Janti Kec. Slahung Kabupaten Ponorogo yang berjumlah 10 orang. Sedangkan obyek penelitian adalah keseluruhan proses pada penerapan metode Mind Map di SD Negeri Janti Kec. Slahung Kabupaten Ponorogo. Data hasil penelitian diperoleh dari hasil observasi, tes akhir siklus dan dokumentasi. Untuk analisis data kuantitatif diolah dengan rumus-rumus statistik, sedangkan analisis data kualitatif dilakukan dengan mendeskripsikan seluruh data yang tersedia dari lembar observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil belajar matematika siswa dengan menggunakan metode Mind Map mengalami peningkatan. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan rata-rata hasil belajar Matematika siswa kelas V sebesar 49,01%. Selain itu dari hasil analisis data observasi mengalami peningkatanya itu dari 46,7% aspek terpenuhi menjadi 86,7% aspek. Karena pembelajaran dengan menggunakan metode Mind Map dapat meningkatkan hasil belajar matematika siswa, maka dapat dikatakan upaya guru dalam menerapkan pembelajaran tersebut telah berhasil
Meningkatkan Motivasi Belajar Ilmu Pengetahuan Sosial Melalui Metode Mim-Mem (Mimicry-Memorization Method) Siswa Kelas IX-B Semester Genap Di SMP Negeri 1 Tulakan, Kabupaten Pacitan Tahun Pelajaran 2019/2020
Dengan menggunakan prinsip Metode Mim-Mem (Mimicry-Memorization Method) pada siklus I ini sudah menunjukkan penguasaan mengalami peningkatan, tetapi penguasaan yang telah dicapai itu sebenarnya masih perlu ditingkatkan lagi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya siswa yang sudah mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Sedangkan suatu kelompok (kelas) dikatakan tuntas apabila paling rendah 85% siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Pada siklus kedua, rata-rata skor penguasaan siswa semakin meningkat. Rata-rata itu meningkat dari 66,92 yang dicapai pada siklus I menjadi 73,84 pada siklus II. Hal itu menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap bahan ajar pada siklus II semakin meningkat pula. Pada siklus II median skor penguasaan siswa sudah mencapai 74,00. Median sebesar itu menunjukkan bahwa dari 49 orang yang ikut tes pada akhir siklus II, dapat diperoleh 24 orang siswa yang mencapai penguasaan paling tinggi 74,00 dan 32 orang siswa penguasaannya paling rendah 74,00. Meningkatnya penguasaan siswa juga ditandai dengan semakin banyaknya siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih. Siswa yang mencapai skor penguasaan 65 atau lebih sebanyak 85,11% dan ini menunjukkan bahwa penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran pada siklus III sangat tinggi. Di samping itu kelas yang menjadi subjek penelitian sudah tuntas klasikal pada siklus terakhir ini. Bentuk tindakan yang dilakukan pada siklus ini, dapat pula membawa siswa kearah perubahan sikap yang lebih mendukung berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Siswa pada siklus ini sudah lebih terbuka dalam mengungkapkan pendapatnya. Bahkan apabila ditunjuk secara acak untuk memberikan jawaban, tidak ditemukan lagi siswa yang tidak dapat menjawab dengan benar. Hampir pada setiap pertemuan sudah tidak ada lagi siswa yang tidak dapat mengikuti pelajaran. Hal ini sejalan dengan tanggapan siswa yang dibuat pada akhir siklus III. Dari tanggapan-tanggapan tersebut tidak ada lagi siswa yang mengharapkan suatu perbaikan kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan. Sehingga dalam Kegiatan Penelitian ini dapat dinyatakan Tuntas dan Berhasil